HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 135


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Masih di salah satu ruangan inap rumah sakit milik Dion.


Louis duduk di atas kursi yang berada tak jauh dari ranjang yang menjadi tempat Audrey berbaring selama 30 menit lamanya.Rasa bersalah seakan menghantuinya kali ini,ia masih tidak mengerti kenapa dirinya bersikap egois seperti tadi.


Selain merasa bersalah,ia juga sedang memikirkan maksud ucapan Emilia beberapa menit yang lalu saat adiknya datang dengan penuh amarah.


#FLASHBACK ON


Suara langkah kaki yang terburu-buru memenuhi koridor rumah sakit.Louis masih duduk termenung diluar sana menunggu dokter yang sedang memeriksa keadaan Audrey.


“KAK LOUIS!!”teriak seorang dari arah ujung koridor dengan mata yang menatap tajam ke arahnya.


Louis menoleh dan langsung berdiri ketika melihat siapa orang yang datang.Ya..Emilia datang bersama suaminya.


Tidak hanya Emilia yang terlihat marah namun laki-laki yang berada di belakangnya juga terlihat sedang tidak mood.


Louis sempat menelpun Damian 1 jam yang lalu,ia ingin memberitahu jika besok dirinya akan mengambil cuti mendadak selama 1 hari karena ingin menemani Audrey.


Damian mengiyakan namun ketika Louis menceritakan semuanya,seseorang yang berada disamping Damian waktu itu langsung terkejut dan marah.


Awalnya Damian merasa aneh dengan reaksi sang istri karena waktu itu Emilia tidak menceritakan tentang Audrey yang mendonorkan salah satu ginjalnya untuk Louis.


Setelah mendengar semua cerita sang istri,Damian setuju untuk datang ke rumah sakit.


PPLAAKK!!!


Suara nyaring tamparan terdengar mengerikan.


Dengan amarah dan sorot mata yang tajam Emilia mendaratkan sebuah tamparan keras ke arah pipi Louis.


Tindakannya bisa dibilang berlebihan,tapi ia benar-benar marah karena Louis benar-benar keterlaluan.Bagaimana jika nyawa Audrey tak bisa terselamatkan.

__ADS_1


“Apa yang kakak lakukan padanya?”tanya Emilia dengan nada dingin persis seperti sebelum Damian muncul.


Aura kepemimpinan Emilia yang tegas dan tidak kenal ampun kembali terasa disana.Bahkan Damian merasa segan dan tak berani menyela saat ini.


“Maafkan aku..”Louis menundukkan kepalanya,dengan pipi yang berdenyut.


“BAGAIMANA BISA KAKAK MEMPERLAKUKANNYA SEEGOIS ITU PADAHAL DIA MENYELAMATKAN NYAWA KAKAK WAKTU ITU!!”teriak Emilia dengan mata merah menahan air mata.


Ia benar-benar kesal dengan sang kakak yang bertingkah seperti suaminya terdahulu.


“Jika sampai terjadi sesuatu dengannya,aku benar-benar akan membencimu kak”ancam Emilia.


Ia masih berusaha untuk menahan diri agar tidak mengingkari janjinya dengan Audrey.Ia sudah berjanji tidak akan memberitahu Louis tentang donor ginjal itu.


Louis tertunduk diam”apa maksud kalimat Emilia?”gumam Louis dalam hati.


Setelah puas memarahi sang kakak,Emilia bergegas menemui Dion dan menanyakan semua.Dion memberitahu semuanya dan mengatakan jika Audrey baik-baik saja.Ia merasa sedikit lega dan memilih pulang kerumah karena ia ingin memberi ruang untuk Louis dan Audrey.


“Eenngghhh..”


Suara lenguhan kecil terdengar namun Louis tidak menyadari itu karena ia masih melamun.


Audrey mengerjapkan matanya perlahan,kepala masih terasa berat begitupun dengan tubuhnya yang terasa sakit.


“Aaww..kenapa kepalaku sangat pusing”gumam Audrey dalam hati.


Ia melihat sekeliling dengan mata yang masih berusaha menyesuaikan cahaya lampu.


“Dimana ini?”gumamnya dalam hati


Ia terus menyusuri setiap sudut ruangan,hingga matanya menangkap sebuah benda yang terasa begitu asing.


“Infus?..itu berarti aku berada di..”

__ADS_1


Mata audrey seketika melotot ketika menyadari jika dirinya berada di rumah sakit.Dengan sigap ia mencoba duduk namun rasa pusing dibagian kepalanya seakan tak mau berkompromi.


“Aawww..”pekiknya kala dirinya memaksa bangun.


Louis yang mendengar suara dari atah ranjang langsung menoleh dan menghampiri audrey.


“Kau sudah sadar?”tanya Louis


Audrey terlihat panik,ia melihat ke kanan dan kekiri.


“Ada apa?..kau merasa sakit?..katakan dibagian mana?”tanya Louis


“Ke-kenapa aku berada di sini?”tanya audrey masih dengan wajah panik.


“Kau pingsan dikantor tadi”jawab Louis


“Ping-San?..lalu apa yang dikatakan dokter?”


Louis mengernyitkan dahinya melihat tingkah aneh Audrey”dokter mengatakan jika kau dehidrasi berat dan asam lambungmu naik”jawab Louis


“Benarkah?”


Louis mengangguk.


“Hah..”Audrey terlihat menghela nafas panjang dan hal itu semakin membuat Louis curiga.


“Ada apa?..kenapa kau terlihat lega sekarang?”tanya Louis penasaran.


“Ti-tidak ada..aku masih pusing..tolong tinggalkan aku sendiri”pinta audrey sembari mengubah posisinya membelakangi Louis


“Ini aneh..sepertinya dia menyembunyikan sesuatu”gumam Louis sembari melangkah pergi dari ruangan itu.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2