HIDDEN DEVIL

HIDDEN DEVIL
Episode 79


__ADS_3

✨Happy Reading✨


Dua hari telah berlalu namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda Damian akan kembali.Selama dua hari juga Emilia selalu menunggu kabar dari kekasihnya itu tapi hasilnya tetap nihil.


Berbagai kegiatan ia lakukan demi menghilangkan pikiran negatifnya terhadap sang kekasih,namun tetap saja semua itu tak berarti apapun.


Dari arah dapur seseorang tersenyum hangat melihat raut wajah putrinya yang selama dua hari ini selalu merenung.


“Bersabarlah..dia pasti pulang..jika kau bosan pergilah kerumah adikmu..dia pasti merasakan hal yang sama seperti yang kau rasakan saat ini”ujar seseorang yang baru saja tiba yang tak lain adalah sang ibu.


“Ibu..”Emilia tersadar dari lamunannya lalu beralih mendaratkan kepalanya di pangkuan sang ibu yang baru saja duduk.


“Pergilah temui adikmu..kalian bisa bertukar cerita nanti..dan ingat bawakan dia sesuatu karena bumil itu sangat suka jika dibawakan oleh-oleh”jesica mengusap lembut rambut Emilia yang sudah bergelayut manja di pangkuannya.


“Hah..baiklah bu..sepertinya adikku jauh lebih menyedihkan dari pada aku”ujar Emilia menyelipkan ejekan pada kalimat yang ia ucapkan.


Jesica hanya bisa tersenyum sembari menggelengkan kepalanya karena kalimat yang diucapkan sang anak.Emilia berdiri dan mengambil tasnya untuk pergi kerumah sang adik.


“Aku berangkat sekarang bu..mungkin aku akan pulang agak malam karena aku ingin mampir ke mall membeli sesuatu”ujarnya tak lupa memeluk sang ibu sebelum ia benar-benar pergi ke rumah sang adik.


“Tunggu nak..”


Emilia menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah sang ibu.


“Ada apa bu?”


“Kau ingin pergi seorang diri?”


“Iya bu..Michelle dan kak Michael sedang beristirahat..aku tidak ingin mengganggu mereka”


“Tapi..”


“Percayalah bu..aku bisa menjaga diriku sendiri”Emilia berusaha meyakinkan sang ibu dengan tersenyum manis.


“Baiklah..ingat kau harus selalu berhati-hati”entah kenapa perasaan jesica sedikit tidak enak dan dia tidak tahu penyebabnya.

__ADS_1


Setelah mendapat ijin dari sang ibu,Emilia segera masuk kedalam mobil lalu melaju meninggalkan rumah ayah dan ibunya.


Dari kejauhan seorang laki-laki tengah mengintai kediaman Wijaya sedari 2 hari yang lalu.Selain mengintai ia juga sering mengikuti Emilia kemana pun ia pergi,namun tetap dari jarak jauh.Setelah mendapat kabar dari seseorang bahwa Damian tengah pergi ke luar negeri,ia segera memanfaatkan situasi itu untuk melancarkan aksinya.


Saat ini ia hanya menunggu moment dimana Emilia pergi seorang diri tanpa pengawasan.Dan sepertinya hari ini merupakan sebuah keberuntungan baginya.


Ia segera masuk kedalam mobilnya kala melihat mobil Emilia keluar dari kediaman Wijaya.Ia mencoba tetap menjaga jarak agar tidak terlalu mepet dengan mobil Emilia.


Mobil Emilia terus melaju dengan kecepatan sedang hingga pada akhirnya ia sampai di jalan menuju mansion megah Albert.


Si penguntit mengumpat kesal karena targetnya masuk ke sebuah jalan yang ia sendiri takut untuk masuk kedalam sana.Dengan sangat terpaksa ia harus menunggu sampai titik itu demi menghindari malaikat maut yang siap menjemputnya jika ia berani masuk ke dalam sana.


Sedangkan di tempat lain,Damian telah berada di dalam jet pribadinya untuk segera pulang ke mansion.Setelah urusannya selesai,ia langsung bergegas kembali karena ada seseorang yang sedang menunggunya.


Ditambah ia sangat tersiksa karena rasa rindunya kepada sang kekasih.Awalnya ia ingin memberitahu Emilia perihal kepulangannya hari ini,namun ia urungkan karena Ja ingin memberi sedikit kejutan kepada sang kekasih.


“Apakah wanita itu membuat masalah?”tanya Damian kepada sang sekretaris.


“Sampai saat ini keadaan masih aman tuan..hanya saja beberapa hari yang lalu ia datang ke perusahaan untuk mencari anda”jelas Louis yang sudah mengerti arah dari pertanyaan tuannya


“Baik tuan”


“Satu lagi..cari tahu seseorang dibalik kemunculannya,,”


Perintah tuannya kali ini berhasil membuat Louis sedikit terkejut.


“Maksud anda?”


“Aku tahu selama ini kau selalu mengawasi gerak-geriknya..bahkan saat ia diluar negeri..aku pun tahu jika dia sudah kembali beberapa tahun lalu tidak lama setelah ia meninggalkanku waktu itu..dia kembali bukan karena ingin berada disisiku namun ia memiliki sebuah tujuan yang aku sendiri belum mengetahuinya..”


“Bagaimana anda bisa mengetahui semua itu tuan?”


“Hal yang seperti itu sudah sangat basi Louis..jika dia benar-benar ingin kembali ke sisiku,harusnya ia melakukan itu semua sejak kembali ke negara ini bukan baru sekarang..jika bukan karena tujuan lain lalu untuk apa dia mengemis seperti itu”kini Damian menoleh ke arah sang sekretaris.


“Baik tuan..saya akan memerintahkan beberapa anak buah lagi untuk terus mengintainya”

__ADS_1


******


Waktu telah menunjukkan pukul 3 sore,sudah hampir 4 jam lamanya ia berada di rumah sang adik.Semua makanan yang ia bawa sudah habis disantap oleh si bumil.


“Sepertinya aku harus segera kembali”ujar Emilia setelah melirik jam tangannya.


“Kenapa cepat sekali kak..aku masih ingin bersamamu”rengek bumil yang langsung cemberut.


“Maafkan aku..aku harus pergi ke mall setelah ini untuk membeli sesuatu”jelas Emilia yang merasa tidak tega


“Kalau begitu aku akan bersama kakak”seru Emily yang terlihat bersemangat.


“No!!!..Albert akan membunuhku jika berani mengajakmu keluar dengan kondisi hamil besar seperti ini”


Ekspresi Emily terlihat bersedih setelah Emilia mengatakan itu.Ia menghela nafas sejenak untuk memberi adiknya penjelasan.Ia mengerti jika suasana hati adiknya bisa berubah dengan cepat,maka dari itu ia harus sedikit bersabar.


“Mengertilah..aku bukannya tak ingin mengajakmu tapi kondisimu saat ini tidak memungkinkan,ditambah diluar sana banyak musuh yang kita tidak tahu bagaimana bentuk dan rupa mereka..mereka bisa saja memanfaatkan keadaanmu yang tidak bersama albert..ini demi keselamatanmu dan juga keponakanku..”Emilia menggenggam tangan sang adik agar ia bisa mengerti.


Emily mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan sang kakak.


“Bagus..ingat jaga pola makanmu..setahuku ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi makanan sembarangan”


“Aku tahu..karena suamiku lebih posesif dari kakak”


Emilia tersenyum lalu berdiri karena ia harus segera bergegas agar tidak terlalu sore.


“Aku pergi..kabari aku jika kau membutuhkan sesuatu”


Emilia melambaikan tangannya sebelum benar-benar pergi dari mansion albert.


Mobil Emilia kini melaju meninggalkan mansion albert menuju tujuan selanjutnya yaitu mall.


Diluar sana si penguntit telah bersiap untuk mengikuti arah mobil Emilia.Dan jika ia mendapat kesempatan,ia harus segera melancarkan aksinya.


Bersambung…

__ADS_1


*Semangat bacanya**💪🏻..aku udah double up nih😉*


__ADS_2