Hot Couple: Ilham Dari Tuhan (I Love You, Ustadz!)

Hot Couple: Ilham Dari Tuhan (I Love You, Ustadz!)
Bulan Madu Terindah


__ADS_3

"Keinginan itu tidak salah, Zahra. Yang salah itu kalau aku tidak bisa mengendalikan diri dan aku benar-benar melakukannya. Itu yang salah. Toh, tidak, kan? Aku tidak lancang menyentuhmu sedikit pun. Sumpah."


Oh, aku melayangkan tatapan tak percaya kepadanya. "Hanya kamu dan Allah yang tahu."


"Serius... benaran."


"O ya?"


"Demi Allah, aku tidak menyentuhmu sedikit pun waktu itu."


"Walaupun ingin? Walaupun kamu punya kesempatan karena aku belum sadar?"


Dia mengangguk, lalu turun dari ranjang dan menghampiriku, berlutut di hadapanku seraya menggenggam tanganku. "Demi Allah, aku menghargaimu. Aku menghormatimu sebagai seorang perempuan. Karena bagiku, kamu itu sesuatu yang sangat berharga, yang harus kujaga dan kulindungi dengan segenap jiwa."


"Masyaallah... terima kasih...."


Dia mengecup punggung tanganku. Romantis sekali. "Aku mencintaimu, dan kamu adalah ratu dalam hidupku."


Uuuh... benar kata orang: perempuan itu akan menjadi seorang ratu di tangan lelaki yany tepat. "Terima kasih. Aku beruntung."


"Em, sudah selesai, kan, ritual mempercantik diri?"

__ADS_1


Eit dah, mulai... kumat. Cengiran edan di wajahnya mengembang sempurna.


"Mari," katanya, dia bangun, lalu, dengan sedikit membungkuk ia langsung menggendongku. "Akan kubawa ratuku ke singgasana agungnya."


Ck!


Dasar... Mas Ilham edan! Dengan cekikikan, dia membawaku ke ranjang empuk itu dan langsung menindihku. "Demi Allah, Zahra, ini bulan madu yang indah untukmu."


Jeng... jeng... jeng....


Gila! Sungguh gila! Mas Ilham menciumku dengan panas dan liar. Sedikit kasar dan ia menguasai rongga mulutku. Hasratnya terbakar dalam semangat yang membara.


"Mas, ciumanmu kok--"


Aku mengangguk, dan tersenyum, lalu menyadari Mas Ilham menanggalkan piyamaku dan semua pakaian yang menempel di tubuhku hingga benda-benda itu berserakan di lantai. Termasuk menanggalkan sisa pakaian pada tubuhnya.


"Ya Tuhan, Oh! Eummm...!"


Gila! Kuat sekali ia mengisa* tengkuk leherku. Dan...


"Ukh!"

__ADS_1


Jemarinya menguasai dada, dia menenggelamkanku dalam permainan kasar hingga rasa-rasanya semua otot-otot dan sarafku menegang sempurna. Sungguh, Mas Ilham bagaikan kerasukan dewa cinta.


"Kau milikku," bisiknya. "Dan bulan madu ini tidak akan sia-sia."


Oh, sejak sekian lama, sekarang ia kembali membuaiku dengan sentuhan lidahnya. Kegilaan yang sangat kurindukan darinya. Mas Ilham menuruniku, berada di antara kedua tungkaiku. Dengan gairah yang memuncak, ia menyesa* surga cintanya dengan gila. Aku mengeran*, menikmati, menggelinjan* dengan sama gilanya.


"Oh, Mas...! Ya Tuhan, ya Tuhan. Mas... Mas...!"


Mas Ilham edan! Dia membuatku tidak mampu mengendalikan diri hingga kesulitan untuk tidak memekik dan membuat suaraku memenuhi ruang kamar. Ketika dia selesai dengan kenakalan lidahnya, dia kembali ke atas dan sejejar denganku. Dengan tatapan hasratnya, Mas Ilham tersenyum puas.


"Kau membuatku gila, Zahra."


Oh... dia memasuki relung cintaku. Menyelam teramat dalam. Menghunjamkan diri dengan jantan. Tangguh. Dan dengan kekuatannya dia membuatku terbuai. Di sini, di dalam diri ini, dia memenuhiku dengan kehangatan. Dengan rasa manis yang tak bisa kujelaskan.


Oh... indahnya. Perasaan ini membuatku seakan mencapai nirwana. Ke surga cinta yang paling indah.


Sungguh, dengan kekuatan ekstra Mas Ilham menyentakkan diri, seakan-akan kasur itu membenamkan kami berdua dan kami melebur menjadi satu. Tanpa ampun, serangan nikmat itu terus ia hantamkan kepadaku -- tanpa kenal lelah.


Dan kini, aroma cinta itu memenuhi ruang kamar. Aroma yang manis, yang akan membuatku terlelap dalam kedamaian malam.


"Aku mencintaimu, Zahra."

__ADS_1


Oh, Mas Ilham. Denganmu... aku sempurna. Aku sungguh mencintaimu.


__ADS_2