Hot Couple: Ilham Dari Tuhan (I Love You, Ustadz!)

Hot Couple: Ilham Dari Tuhan (I Love You, Ustadz!)
Positif


__ADS_3

Harapan indah menyelimuti hatiku. Berkali-kali aku memejamkan mata dengan lafalan doa seraya menyibakkan tirai jendela, menunggu Mas Ilham yang sedang ke apotek untuk membeli testpack pesananku. Aku tidak sabar ingin mengetahui hasil tesku nanti: apa benar aku sedang hamil?


Ya Tuhan... aku deg-degan. Bahkan tadi aku kepingin ikut ke apotek, tetapi Mas Ilham tidak mengizinkan. Katanya dia sendiri saja yang pergi ke apotek naik motor. Calon ibu hamil tunggu saja di rumah, tidak boleh sering-sering naik kendaraan.


Ckckck! Ya ampun... Mas Ilham. Belum apa-apa dia sudah seprotektif itu terhadapku. Apalagi kalau aku benaran hamil? Uuuuuh... pasti dia akan sangat memanjakan aku, ya kan?


Tin! Tin!


"Assalamu'laikum...."


Mendengar ucapan salam Mas Ilham, lekas-lekas aku membuka pintu dan segera menghampirinya. "Wa'alaikumussalam...," jawabku.


"Cieee... yang sudah tidak sabar."


Hehe. Aku tersenyum semringah. "Sini dong... mana pesananku?"


Dua testpack diserahkan Mas Ilham ke tanganku. Aku pun buru-buru ke kamar mandi untuk menggunakannya. Dan... setelah menunggu beberapa saat dengan perasaan berdebar-debar tak karuan, hasilnya...


Alhamdulillah, positif. Garis dua itu seakan tersenyum kepadaku.


"Mas...," lengkingku. "Jadi...." Dari kamar mandi, aku langsung melompat kegirangan ke pelukan Mas Ilham. Setelah mendekapnya erat-erat, segera kutunjukkan garis dua itu kepadanya. Dia langsung menurunkan aku dari gendongannya untuk mengambil testpack itu dari tanganku dan melihatnya dengan teliti. "Aku positif hamil...."


Mas Ilham tersenyum, matanya berbinar-binar, nyaris berkaca dan meneteskan air mata. Lalu, seketika itu dia langsung bersujud ke lantai, bersyukur kepada Sang Pencipta atas anugerah ini. Setelah sujudnya yang cukup lama itu, ia kembali berdiri dan mendekapku lagi erat-erat. "Terima kasih, Sayang," ucapnya. Lalu ia menatapku, berterima kasih sekali lagi, dan mendaratkan satu ciuman hangat di keningku. "Aku sangat bahagia. Terima kasih."

__ADS_1


Aku mengangguk. "Sama-sama, Mas. Aku juga sangat bahagia. Selamat jadi calon ayah."


"Hu'um, selamat jadi calon bunda, Sayang."


"Emm... ayah bunda, atau abi umi?"


"Umi," sahut Mas Ilham.


"Baiklah, Abi."


Aaaaah... bahagianya. Saking bahagianya, rangkulan kami pada satu sama lain seakan tak ingin terlepas lagi.


"Aku mau cek ke klinik untuk memastikan apa aku benaran hamil, dan kalau benar, aku mau memastikan kalau Ilham Junior di dalam sini berkembang dengan baik, juga sehat."


"Hu'um. Boleh, ya?"


"Emm... boleh. Kapan?"


"Sekarang. Ya? Please...?"


"Wow... antusias sekali, sih...!"


"Iya dong... kan ini kehamilanku yang pertama...."

__ADS_1


"Baiklah, ayo. Kamu siap-siap. Pakai hijabnya. Dandan yang cantik, ya."


Asiaaaaap... dalam hitungan menit aku sudah tampil cantik dan siap berangkat.


Tidak jauh-jauh, kami hanya ke klinik di pusat kecamatan. Setelah mendaftar di bagian resepsionis, kami pun mengantri dengan sabar. Sudah banyak pasangan suami istri yang mengantri sebelum kami. Meski lama, tapi tidak ada sedikit pun rasa kesal, sebal, bosan, jengkel, atau apa pun jenis rasa yang tidak enak. Tentu saja, di hati ini sedang bersemayam rasa syukur yang teramat besar atas anugerah terindah yang Tuhan titipkan kepada kami. Kurasakan, betapa baiknya Tuhan kepadaku.


"Capek, Mi?" tanya Mas Ilham.


Jiaaaaah...! Praktis pupil mataku melebar, lalu aku tertawa seraya menggeleng. "Nggak, kok. I am okay. Tapi kamu jangan langsung memanggilku umi juga, dong...!"


"Memangnya kenapa? Hmm?"


"Nanti saja kalau anak kita sudah lahir, ya?"


"Tidak apa-apa, dong...! Kan latihan, supaya terbiasa."


"Well," --aku mengangguk-- "cuma latihan, ya. Supaya terbiasa. Aku maunya kamu memanggilku umi hanya di saat kita bersama anak-anak kita. Selebihnya... aku mau kamu tetap memanggilku dengan kata sayang. Dan...."


Mas Ilham tersenyum, ia mengangguk lalu berbisik, "Aku tahu, dan aku akan tetap memanggilmu Zahra di saat kita bercinta, di saat aku membisikkan kata-kata cinta kepadamu, dan di setiap momen-momen mesra di antara kita -- momen manis yang kita lewati bersama. I love you, Zahra."


"I love you too, Mas Ilham. Abinya Umi tersayang."


Ecieeeee... ehm-ehm, calon abi dan umi yang sedang bahagia-bahagianya. Dunia ini terasa hanya milik kami berdua. Terima kasih banyak, ya, Tuhan....

__ADS_1


__ADS_2