Hot Couple: Ilham Dari Tuhan (I Love You, Ustadz!)

Hot Couple: Ilham Dari Tuhan (I Love You, Ustadz!)
Luar Biasa


__ADS_3

"Alhamdulillah...," Mas Ilham berseru ketika suara azan magrib berkumandang, lalu ia memimpin doa berbuka puasa untuk kami semua.


Ini pertama kali Umi menginap di rumah kami dan mencicipi masakanku. Aku jadi deg-degan, khawatir rasa masakanku tidak sesuai dengan seleranya Umi.


"Bagaimana, Umi? Masakan istri Ilham enak, kan?"


Waduh... Mas Ilham malah langsung bertanya. Dia tidak tahu kalau jantungku serasa jumpalitan di dalam dada.


"Iya, enak. Mantul ini, Leh."


Jiaaaaah... dapat pujian dari ibu mertua. Aku jadi kepingin jingkrak-jingkrak karena kesenangan.


"Hebat, lo, Nduk, kamu bisa cepat belajarnya. Umi salut padamu."


Uuuh... aku tersipu, senyumanku pun mengembang. Dengan kerendahan hati aku berkata, "Alhamdulillah, Umi. Terima kasih atas pujiannya."


"Sama, kan, seperti Umi? Semua demi cinta," ujar Mas Ilham -- bermaksud menggodaku.


Umi mengangguk. "Itulah sejatinya seorang istri, Leh. Sebab itu, keberuntunganmu jangan kamu sia-siakan."

__ADS_1


"Iya, Umi. Pasti."


Ah, senangnya hati. Sudah dipuji, hidangan yang kusiapkan pun disantap dan dihabiskan. Serikaya ketan dan kolak dawet buatanku ludes tak bersisa. Mas Ilham sangat suka berbuka dengan yang manis, semanis aku....


Haha!


Well, sebelum melanjutkan santap malam dengan menu utama, kami pun segera salat magrib berjamaah terlebih dulu, dengan Mas Ilham sebagai imamnya. Hingga beberapa menit kemudian...


"I love you...," bisik Mas Ilham tiba-tiba saat aku mencium tangannya seusai salat. Lalu ia mengelus perutku. "Bagaimana perasaanmu? Semuanya oke?"


Aku mengangguk, dan lagi-lagi aku tersipu oleh sikap manisnya Mas Ilham. Dia sengaja melebihkan dosis manisnya untuk mengontrol hati dan perasaanku dari kekhawatiran -- yang tak kupungkiri, rasa khawatir itu tidak mungkin bisa hilang begitu saja dari benakku.


Senyum hangat pun mengembang di wajah Mas Ilham, lalu ia memeluk dan mencium keningku."Emmmuach," suara ciumannnya sengaja ia perdengarkan. "Lanjut buka, yuk?"


"Iya, Mas," kataku.


Tapi Mas Ilham malah menyambar bibirku. Aku memekik kaget, membuat Umi yang baru saja keluar dari ruang salat ikut kaget dan kembali menoleh ke dalam ruangan, lalu ia menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan anak lelakinya. "Leh... Leh... kelakuanmu persis kelakuannya Abi."


Hah!

__ADS_1


Ajib... ini yang dinamakan like father, like son. Mas Ilham menerapkan ilmu Abi dalam menjaga kehangatan dan keharmonisan keluarganya, terutama dalam hubungan percintaan suami istri di antara kami.


"Kamu ini, Mas. Tadi bilangnya mau lanjut buka, kok malah...?" protesku pada Mas Ilham karena malu adegan ciuman tadi dilihat oleh ibu mertuaku. Tapi... begitu menyadari ucapanku, aku pun mengerti maksud pelesetan Mas Ilham. Lanjut buka katanya: buka pakai menu yang lain, bukan buka dengan menu makanan. Hmm....


Aku tahu Mas Ilham hanya bercanda, tapi karena aku gagal fokus, jadinya tidak lucu.


Mas Ilham hanya cengengesan, sementara aku buru-buru melepaskan mukenaku dan berganti jilbab instan.


"Kenapa buru-buru, sih?" tanyanya.


"Tidak enak pada Umi," kataku. "Nanti kamu menahanku di sini lebih lama."


"Tidak, kok. Aku kan mau salat tarawih dulu di masjid. Pulang nanti baru...."


Baru apa...?


Ih, dia membuatku menggeleng-gelengkan kepala. Asli, lo, walaupun sudah satu bulan lebih, hasrat cintanya sama sekali belum menyurut. Walaupun aku sedang hamil, keinginannya untuk bercinta denganku tetap saja rutin setiap hari, meski intensitas dari segala aspeknya dikurangi. Termasuk ritmenya yang lebih slow. Kecuali pada sisi kanibal di dalam dirinya. Kalau yang itu... ehm, dia masih saja suka meninggalkan jejak-jejak merah di tubuhku. Karena bagi Mas Ilham -- mungkin karena aku dan demi aku -- bercinta bukan sekadar kami berhubungan badan, tapi lebih dari itu: dengan sepenuh hati dan sepenuh perasaan, segenap cinta.


Dan rasanya, aku tidak sia-sia dulu pernah bertanya lewat tulisan. Sebab, kini: pengaplikasian Mas Ilham terhadap keantusiasan bercinta di antara kami jadi tidak ada masalahnya sama sekali. Sempurna, dan -- sangat luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2