
Alvian pulang dari kediaman orang tuanya sore hari, setelah beberapa hari menginap di sana untuk urusan pekerjaan dan juga untuk menghadiri pesta pernikahan sahabatnya semasa kuliah dulu.
perjalanan yang memakan waktu tiga jam untuk sampai dikediamannya di kota X.
Sesampainya di rumah tak butuh waktu lama untuk membuat dirinya terlelap, bahkan dia tertidur di sofa ruang tengah di lantai bawah.
Selain lelah fisik karena harus membawa mobil sendiri tanpa supir, hatinya juga lelah karena telah kehilangan wanita yang kini telah mengisi hatinya.
Alvian berfikir mungkin nasib percintaannya tidak sebagus karienya. Di usia muda dia telah berhasil mengembangkan perusahaan keluarnya di luar maupun didalam negri. Namun apakah dia harus kembali kehilangan seseorang yang dia kasihi, setelah beberapa tahun lalu dia telah mengikhlaskan seseotangbuntuk kakak yang sangat disayanginya. Apakah takdir nya seperti ini, dua kali dia harus merasa kehilangan seseorang yang dia kasihi. Lelah hati dan juga fisiknya mbuat dia terlelap btanpa butuh waktu yang lama.
Tepat pukul 4 pagi Alvian terbagun dan segera membersihkan dirinya, bergegas dia pergi ke masjid di dekat komplek perumahannya. Hari ini dia harus mengumpulkan semangatnya, menata hatinya jangan terpuruk pada keadaan. Hari ini dia bertekad mencari tahu tentang wanita yang kini mengisi ruang dihatinya.
Hari ini Alvian memanggil petugas kebersihan. untuk membersihkan rumahnya. Dia mempercayakan satpam komplek untuk mengawasi rumahnya selama di bersihkan. Alvian tidak bisa kembali meliburkan diri setelah beberapa hari kemarin dia meninggalkan pekerjaan di sini.
Hari ini terlalu banyak yang harus dia kerjakan termasuk mengurusi urusan pribadinya. Dan itu lebih penting karena menyangkut masa depannya kelak.
Kemarin Mamanya sudah berpesan ingin segera melihatnya menikah dan mengharapkan seorang cucu darinya. Setelah selama ini dia selalu disibukkan dengan masalah perusahaan. Kini dia harus benar-benar mengejar cintanya. jangan sampai sekarang dia kehilangan lagi seseorang yang sangat berarti dihatinya.
Pagi ini kegiatannya dimulai dengan sarapan pagi yang dia pesan dari sebuah aplikasi online. Setelah sarapan dia menitipkan kunci kepada Pak Amir, satpam komplek yang hari tengah bertugas.
__ADS_1
Setelah semua urusan rumahnya beres dia bergegas pergi ke kantor untuk memeriksa laporan perusahaan setelah beberapa hari ini dia tinggalkan dan juga dia akan meminta informasi pada bagian HRD untuk menanyakan tentang sekretarisnya yang tiba-tiba mengambil cuti tanpa persetujuan darinya.
Di tempat lain seorang wanita muda yang tengah mengurus sang ibu yang sedang sakit. Dia terpaksa harus mengambil cuti untuk beberapa waktu yang lama karena tidak mungkin meninggalkan ibunya yang tengah membutuhkan perawatan.
Bukannya tidak profesional dengan pekerjaannya namun apa boleh buat ketika ibu yang sangat disayanginya dan telah membesarkannya seorang diri setelah kematian ayahnya ketika dia masih duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama.
Ayahnya yang mempunyai penyakit jantung ketika itu menghadap sang ilahi dan meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih membutuhkan biaya yang sangat besar.
Ketika itu ibunya harus berjuang keras dengan bekerja di sebuah pabrik sampai Anak pertamanya berhasil lulus kuliah dengan hasil yang terbaik.
Naima, ya nama gadis itu adalah Naima. Setelah dia kukus kuliah dia melarang ibunya untuk bekerja. Bukan saja setelah lulus kuliah namun ketika Naima lulus sekolah menengah atas pun dia memutuskan untuk bekerja di pabrik dan tidak akan melanjutkan sekolah. Namun karena prestasinya disekolah, Naima mendapatkan beasiswa untuk masuk ke salah satu universitas negri yang terletak di Yogyakarta. Benar, kota yang terkenal dengan gudeg dan candi Borobudur nya itu adalah kota kelahiran Naima.
Naima yang cerdas berhasil lulus tepat waktu dengan nilai tertinggi di jurusan manajemen bisnis. Karena nilainya yang bagus, dia di rekomendasikan oleh seorang dosen yang ketika itu membimbing skripsinya untuk melamar di salah satu perusahaan di kota X.
Sebenarnya Naima tidak mau meninggalkan. ibunya disana, namun ibunya meyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja. Apalagi waktu itu adiknya Naima yaitu Sania sudah beranjak remaja dan bisa diandalkan untuk menjaga ibunya.
Dengan berta hati Naima pergi ke kota X dan mencari peruntungan di sana.
Kala itu dia yang melamar di bagian administrasi malah diterima sebagai seorang sekretaris seorang CEO.
__ADS_1
Ketika itu Naima seolah tidak percaya, tapi memang itu yang terjadi. Dia sangat bersyukur dengan jabatan yang diterimanya. Namun pertama kali dia bekerja dia kembali dikejutkan dengan bertemu seorang atasan yang terkesan dingin dan tidak pernah ramah terhadap karyawannya. Naima beberapa bulan bekerja di sana tak pernah sekalipun dia melihat atasannya itu tersenyum terkecuali ketika atasnya itu tengah bertemu klien. Namun itupun hanya senyuman yang tipis hampir tak terlihat.
Itu semua tidak masalah bagi Naima, tujuannya di sana hanyalah bekerja, yang terpenting pekerjaannya selesai tanpa dikomplain atasannya dia sudah sangat bersyukur.
Namun setelah beberapa bulan berlalu, Naima menemukan sosok lain dari atasannya. Dari kesah di gin dan angkuh itu berubah ramah dan penyayang ketika hampir setiap hari dia membawa seorang bayi mungil yang berusia sembilan bulan. Bahkan tak jarang Naima melihat atasannya itu tergelak melihat tingkah lucu bayi itu yang dia ketahui sebagai anak dari atasannya.
Naima pun sering di repotkan dengan oleh atasannya untuk mengurus bayi kecil itu. Sehingga Naima pun menyayanginya dan mengurusnya dengan sepenuh hati. Apalagi Naima memang gadis yang baik dan ramah, mudah untuk dia menyayangi anak kecil siapapun itu.
Naima yang telah selesai memberikan obat kepada ibunya, dia segera membereskan rumah. Adiknya yang biasanya membantunya sedang ada tugas dari kampus untuk penelitian sehingga hanya Naima seorang diri yang melakukan semuanya. Setelah selesai Naima kembali kekamar ibunya dan melihat ibunya sedang terlelap.
Akhirnya dia memutuskan untuk sejenak merebahkan dirinya. Naima pun berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.
Happy reading πππ
Semoga kalian suka dengan cerita ini ya, di season 2 ini menceritakan Alvian dan Naima. Namun akan sekali-kali menceritakan tentang Ayah Rey dan Mama Zahra juga ya.
Silahkan jika ada kritik dan saran,jangan sungkan tulis di kolom komentar.
Terimalah kepada readers yang sudah mendukung cerita iniπ
__ADS_1