IMAM KU

IMAM KU
Maaf


__ADS_3

Jujur saja, dirinya saat ini sedang tidak ingin diajak ribut oleh siapapun. Kepala nya sudah cukup berat menerima semua kenyataan yang ia dapat hari ini.


"Syauqi tunggu." Cegah Shazia saat Syauqi berusaha melewati nya begitu saja.


Syauqi yang tangan nya dicekal, otomatis berhenti. Namun pandangannya ia arahkan kesisi lain, rasanya belum siap menatap Shazia saat ini. Dibandingkan dirinya, mungkin yang sangat terluka disini adalah Shazia, bukan hanya luka hati namun juga mental dan fisik.


"Katakan." Ucap Syauqi yang tak sanggup untuk berlama-lama.


Shazia menatap Syauqi dengan mata berkaca-kaca. Bahkan kini tangannya yang mencekal lengan Syauqi mulai gemetar.


"Aku minta maaf atas semua yang udah aku lakuin Qi. Aku menyakiti mu, aku menyakiti Pasha, aku mengecewakan orangtua kita. Maaf kan aku." Shazia terisak.


Perlahan ia mulai memeluk tangan Syauqi yang tadi dicekal olehnya.


Dengan berurai airmata ia menceritakan semua kejadian antara dia dan Pasha. Dan cerita itu sama persis dengan apa yang tertulis dalam surat yang Pasha tinggalkan untuknya, hanya berbeda sudut pandang.


Seketika Syauqi melemas, sekuat tenaga ia juga menahan air matanya agar tidak terjun begitu saja. Ia harus kuat, karena semua orang mrmbutuhkan ketenangan dirinya.


"Syauqi maafkan aku, dan kamu lihat ? Aku sudah mendapat karmaku, tolong maafkan aku." Lagi dan lagi Shazia memohon. Ia bahkan sampai berteriak histeris.


Dengan sigap, Syauqi langsung memeluk Shazia dengan erat. Mengusap kepala sahabatnya itu dengan lembut.

__ADS_1


"Tenanglah, aku memaafkan mu Sha. Jadikan semua ini pelajaran dalam kehidupan kita selanjutnya. Dan ingatlah semua ini sudah menjadi takdir kita." Syauqi berucap dengan sangat tenang, walaupun dalam dadanya bergemuruh hebat.


"Jadilah yang lebih baik lagi Sha, dan jadilah dirimu sendiri. Sembuhkan luka hati, mental dan fisikmu Sha, berjanjilah padaku untuk hal itu."


Shaiza semakin terisak, rasa bersalah nya semakin menggunung tinggi ketika ia tau bahwa Syauqi dengan mudahnya memberikan maaf untuknya, bahkan ia memohon untuknya kembali bersemangat lagi untuk sembuh.


"Tenanglah, aku sudah tau semunya. Dan aku tidak akan menjadikan itu sebuah masalah antara aku dan kamu serta dengan almarhum abang." Lanjut Syauqi seraya mengurai pelukannya.


Akhirnya malam itu, semua sudah kembali lurus. Masalah yang terjadi perlahan mulai terselesaikan.


• • •


Yang kemarin Syauqi sempat dibuat stress dengan keinginan anak bujangnya, kini ia punya banyak kesempatan untuk menuruti anak bujangnya itu.


Lagi pula, dirinya juga butuh rehat sejenak. Sejak mengetahui semua fakta yang selama ini tersembunyi, dirinya sempat tidak bisa tidur. Hatinya gelisah dan pikirannya gundah.


"Lu ngapa sih, henpun mulu di pantengin ?" Tanya Bizar yang baru pulang dari resto.


"Sakit palak gue, permintaan bujang gue banyak bener. Yang mau nikah gue apa dia sih ? Bapaknya aja kalem kek kaktus kehilangan duri." Omel Syauqi seraya men scroll beranda belanja online.


Bizar geleng kepala saja mendengar nya. "Kalo gini mah sekalian aja dia lu sunat kak, biar acaranya sekalian. Noh emak mertua gue masih buka praktek." Jawab Bizar dengan senyuman.

__ADS_1


"Kasian masih kecil, biar agak panjang dikit lagi." Jawab Syauqi sekenanya.


Kini keduanya sama sama diam dengan pemikiran masing-masing. Ntahlah bingung mau gimana lagi.


Hingga akhirnya Bizar lagi yang mulai bersuara. "Lu aman kan kak ?" Tanya nya menatap Syauqi serius.


Syauqi balas menatap Bizar. "Aman, gue cuma beradaptasi lagi aja sama jalan hidup gue yang sekarang bang. Kan lu tau kemaren gue sempet nge bug gegara tau kenyataan."


"Oh ya gimana cattering aman ?" Tanya Syauqi mengalihkan pembicaraan.


"Aman, lagian cattering dari resto abang sendiri pun dibantu juga ama si curut Farhan. Tukang photo gimana ?"


"Terkendali, tenang aja. Setiap pasang dapet 3 orang, 2 orang photographer, 1 orang videografer."


Bizar hanya mengangguk paham. Semua sudah diserahkan kepada ahlinya masing-masing.


Masalah WO sudah di handle Mama Aleta yang dulunya berpengalaman dalam dunia perweddingan. Untuk masalah cuaca serahkan saja pada Ibunda Ratu pawang hujan badai angin ribut, siapa lagi kalo bukan Bunda Shena.


Untuk masalah undangan dan segala souvenir serahkan saja pada Naraya, nah kalo MUA terpercaya yaa tentunya biar Naswa yang menghandle.


Dengan demikian, walaupun kemarin sempat berduka dan Syauqi sempat drop beberapa hari. Persiapan pernikahan tetap berjalan lancar tanpa hambatan. Karena sama kita tahu bahwa yang menikah itu ada tiga pasang, dan semua kebutuhan di handle oleh ahli masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2