IMAM KU

IMAM KU
134


__ADS_3

mentari pagi belum menampakan sinarnya namun kediaman Reynan sudah ramai bercengkrama. Keluarga besar yang sudah lama tidak bersua memanfaatkan momen syukuran baby Alby untuk saling bertemu melepas rindu. Mereka sengaja tidak langsung pulang seperti tamu-tamu yang lain, sengaja ingin bercengkrama dahulu bersama kakak, adik dan juga keponakan-keponakan yang biasanya mempunyai kesibukan masing-masing sekarang menyempatkan datang.


Terdengar seseorang mengucapkan salam dan di sambut mereka dengan riuh. Itu adalah suara Alvian dan juga Nama yang semalam pulang ke rumahnya tidak ikut menginap disini dengan alasan rumahnya yang begitu dekat hanya terhalang beberapa rumah saja. Dan pagi ini mereka berdua menepati janji untuk datang pagi-pagi sekali agar bisa berkumpul. Itupun setelah si kecil Kinan sudah tergelap karena sepanjang hari terus menempeli dady nya. Kedua orang tua Zahra pun ikut berkumpul dengan keluarga besar Reynan. Mertua Reynan itu memang sama-sama anak tunggal begitupun dengan Zahra, jadi mereka tidak banyak keluarga adapun saudara sepupu kedua orang tuanya tinggal di kota yang jauh sehingga tidak bisa datang dan hanya menyampaikan harapan dan doa terbaik melalu sambungan telepon.


Akhirnya para perempuan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi para anak muda dan bocah cilik memilih taman sebagai tempat mereka menghabiskan waktu menunggu sarapan selesai disediakan sedangkan para pria seperti biasa membicarakan urusan pekerjaan dan seputar bisnis. Namun tuan rumahnya malah betah dikamar dan belum keluar sejak subuh tadi. Setelah salat subuh Reynan memilih masuk ke kamar dan merebahkan dirinya disamping sang istri yang masih terlelap karena semalam mereka mengobrol sampai larut dan ketika masuk ke kamar Baby Alby mengharuskannya begadang sampai subuh. Reynan pun merasa kasihan dan tidak membangunkan sang istri, tog biasanya juga Zahra selalu bangun subuh dan menyiapkan segala hal untuk keluarga kecil mereka.


Zahra terbangun ketika cahaya mentari sudah mulai masuk melalui celah-celah gorden dan itu membuat dia terkejut karena bangun kesiangan. Namun ketika dia ingin beranjak dari tempat tidur Reynan malah mengeratkan pelukannya membuat Zahra berbalik menatap suaminya yang tersenyum namun matanya terpejam.

__ADS_1


" Mas, aku harus bangun, lihatlah sudah siang. Aku malu tak pernah bangun se-siang ini biasanya apalagi di rumah kita sedang banyak keluarga." Zahra berusaha menyingkirkan tangan yang melingkar ditubuhnya namun semakin kuat memeluknya.


" Mas... " protes Zahra.


" Kenapa? biarkan saja mereka akan memaklumi kamu butuh istirahat lebih."


" Sudah biarkan seperti ini dulu sebentar lagi. Selagi anak-anak juga masih terlelap. Kalau mereka bangun kamu akan dikuasai mereka. Ucap Reynan sambil menarik tubuh istrinya agar semakin menempel padanya. Zahra pun terdiam dan tidak lagi protes pada suaminya.

__ADS_1


Diluar kamar, Mama Siska sudah tidak sabar ingin menggendong cucu lelakinya, entah sudah lirikan yang ke berapa matanya terus mengawasi pintu kamar Reynan yang masih tertutup rapat. Semalam pun kalau di ijinkan Mama Siska akan membawa Baby Alby untuk tidur di kamarnya.


Setelah keluarga besar sarapan pagi bersama tuan rumah belum juga keluar dari kamarnya. Membuat Mama Siska ingin mengetuk pintu kayu ber cat coklat tua tersebut dan menerobos kedalam untuk segera menggendong cucu laki-laki nya.


Jam sembilan pagi Zahra baru keluar dari kamarnya, berjalan menuju ruang keluarga sambil menggendong baby Alby. Mama Siska yang menyadari itu langsung bangkit seolah takut cucunya diambil oleh yang lain. Dia pun langsung mengambil baby Alby dari ibu-Nya. Zahra yang merasa tidak enak karena bangun se siang ini pun mengucapkan maaf pada yang lain. Namun mereka semua mengerti dan memaklumi. Tak lama Reynan pun ikut bergabung bersama keluarga besar membahas segala macam dari mulai pekerjaan, anak dan keseharian mereka. Canda tawa pun terdengar dari rumah Reynan yang sekarang terlihat lebih mewah dari sebelumnya. Pertemuan keluarga besar yang mempererat hubungan persaudaraan diantara semua.


Happy reading๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ

__ADS_1


selamat liburan... jangan lupa tetap berusaha dukungannya. terimakasih


__ADS_2