IMAM KU

IMAM KU
102


__ADS_3

Setelah selesai dengan aktivitas mengurusi ibunya, Naima duduk didekat jendela kamarnya. Termenung memandangi tanaman di bawah jendela kamarnya. Bunga mawar cantik yang bermekaran di sana. Warna merah dan putih melambangkan kesucian dan kekuatan. Tiba-tiba dia teringat perkataan ibunya ketika Naima menginjak usia remaja.


" jadilah seperti bunga mawar, putih dan merah melambangkan kesucian dan keberanian." ucapan ibunya ketika itu sambil mengelus kepala Naima yang tertutup jilbab.


" Kenapa harus seberti bunga mawar Bu?" tanya Naima pada waktu itu.


" Karena wanita itu disatu sisi terlihat lemah namun mengangumkan namun di sisi lain dia mempunyai kekuatan dan keberanian. Seperti mawar merah yang cantik ,indah namun bunganya terkadang rapuh ketika disentuh namun tidak mudah di petik juga karena dia berduri. Kalau tidak hati-hati bahkan mengambil paksa, orang itu akan terluka oleh durinya.


" Lalu kenapa dengan mawar putih Bu?" Naima kembali bertanya. Dia tidak sabar menunggu, karena sang ibu menjeda ucapannya.


kemudian ibunya tersenyum dan menatapnya, sebelum dia melanjutkan perkataannya.


" Karena putih itu melambangkan kesucian. Maka dari itu kamu harus seperti bunga mawar putih. Kamu harus menjaga kesucian mu dengan dengan jiwa raga mu. Seperti bunga mawar putih yang menjaga keindahannya dengan dirinya. Sampai saat nanti ada orang yang memang berhak mengambilnya. Kamu pun harus seperti itu menjaga kesucian mu sampai nanti ada seseorang yang memang sudah halal untukmu dan meminta mu pada orangtuamu dengan cara yang baik."


Percakapan malam itu dengan ibunya membuatnya selalu menjaga diri dengan lawan jenis. Naima seolahebuat dinding pembatas untuk melindungi dirinya.

__ADS_1


Namun sesaat kemudian Naima teringat akan seseorang yang jauh disana. Sekarang dia sudah berada selama seminggu di sini. Tak ada seseorang yang menghubunginya menanyakannya ataupun menanyakan tentang pekerjaannya. Naima jadi teringat hari itu Mungkinkah...


Pov Naima


Ketika itu, aku bangun dari tidurku, melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi. Aku pergi ke dapur mengambil segelas air putih dan duduk sebentar di sana untuk menenggaknya. Setelah itu aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai salat subuh aku kembali ke dapur untuk untuk membuat sarapan untukku sendri. Di kota X memang aku tinggal di sebuah kontrakan kecil di tengah penduduk. Aku yang hanya tinggal sendiri harus melakukan apapun sendiri. Sarapan telah siap aku puntidak langsung makannya, kubiarkan dulu saja makanan itu. Aku ke kamar dan mengganti pakaian, bersiap untuk berangkat kerja.


Baru saja aku memasukan satu suapan di mulutku, dan ponselku berdering. Aku mengunyah makanan itu dengan cepat dan segera ku angkat panggilan itu. Panggilan yang yang membuatku syok dan secepatnya harus meninggalkan kota X.


Panggilan itu tidak lain dari adikku Sania yang mengatakan ibu masuk rumah sakit. Aku tidak bisa abai dengan kabar itu. Ku tinggalkan sarapan yang baru saja aku makan satu suap itu. mengepak baju dan mengambil berkas-berkas. Ku segera menghubungi taksi online.


Du puluh menit aku sudah tiba di depan kantor tepat kerjaku. Aku menyuruh sopir taksi itu menunggu dan membiarkan barangku di taksi. Ini masih pagi memang , pasti karyawan pun belum semua datang paling hanya satu atau dua orang saja yang memang mengerjakan tugas yang harus diselesaikan dengan cepat. Aku naik ke lantai atas keruangan kepala bagian HRD. Aku mengajukan cuti untuk waktu yang tidak bisa di tentukan. Ada sedikit kendala karena aku harus menunggu atasanku untuk menyetujuinya. Namun ketika itu aku bersikeras, tidak dapat menunggu. Biarlah jika memang aku pun harus kehilangan pekerjaan ini. Ibuku adalah segalanya, dia lebih penting dari apapun.


Aku teringat Alvian, ya Pa Alvian atasanku yang mengajakku menikah kemarin.


Ku akui dia sosok pria yang aku kagumi. Namun aku cukup tahu diri untuk selalu memberi jarak dan batasanku padanya. Namun kemarin dia mengajakku menikah. Aku tidak percaya dengan pendengaran ku. Rasanya tubuh ini seakan melayang tak menyentuh bumi. Ada rasa bahagia, haru sekaligus bingung, tiba-tiba saja dia mengajakku menikah. Memang semenjak kehadiran Kinanti di perusahaan, membuat kami menjadi dekat dan sikapnya lebih baik padaku. Ya Kinanti, yang sebelumnya aku tahu bahwa Kinanti itu adalah anaknya. Sempat ada rasa sakit dan tidak nyaman yang sulit aku artikan. Apakah itu adalah cemburu. Cemburu pada Mbak Zahra yang ku kira adalah istrinya. Kehadiran Kinanti dikantor memang telah menunjukkan sisi lain dari Alvian. Dia yang awalnya terlihat angkuh itu ternyata bisa mudah tersenyum bahkan tertawa ketika didekat gadis kecil itu, dia yang cenderung memberi perintah namun dia menjadi penurut pada gadis kecil itu. Apapun yang Kinanti inhinkan Avian akan segera melakukan dan memberikannya.

__ADS_1


Aku mengaguminya sejak saat itu, namun hanya sebatas mengagumi. Aku cukup tahu dengan posisiku. Sampai pada pertemuanku dengan kakak iparnya yang membuat hatiku tercubit karena mengira dia adalah istrinya.


Setelah penjelasannya dan pengakuannya, apakah aku harus menerimanya??


Aku takut terjatuh, ketika aku akan memulai terbang. Aku takut ketika aku menerimanya aku akan terluka nantinya.


Aku melihat ketulusan dalam setiap perkataannya. Dia mengajakku menikah namun tidak pernah mengatakan bahwa dia mencintaiku. Dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya. Itu yang membuatku ragu, benarkah jika dia ingin menjadikan aku sebagai istrinya?


Aku pernah mendengar seseorang di kantor tengah membicarakannya. Dia terlihat angkuh karena terluka oleh seseorang. Seseorang yang sangat dia cintai. Namun entah itu suatu kebenaran atau bukan. Aku pun enggan mencari tahu.


Sekarang apa yang dia lakukan ketika aku pergi tanpa meminta ijinnya. Mungkin saja dia tidak serius dengan perkataannya kemarin.


Biarlah aku akan melupakan itu, anggap saja itu hanyalah mimpi. Mimpi hanyalah sebuah bunga tidur yang harus secepatnya aku lupakan. Benar aku akan fokus pada ibuku. Biarlah kalau perlu mungkin akupun tidak akan kembali lagi bekerja di sana.


Happy reading 💜💜

__ADS_1


mudah-mudahan bisa up setiap hari ya. kalaupun tidak akan diusahakan minimal 3x dalam sepekan.


Silahkan tulis komentar jika ada kritik dan saran untuk cerita ini. 🙏


__ADS_2