
Hari ini Zahra disibukkan dengan persiapan perlengkapan untuk menghadiri pesta pertunangan Zahwa sahabatnya. Dari pagi hari Zahra sudah sibuk membereskan pakaian dan perlengkapan apa saja yang akan dia bawa karena bukan hanya akan menghadiri pesta pertunangan Zahwa saja, namun dia juga akan menginap beberapa hari di rumah orang tuanya dan juga mertuanya. Jadilah perlengkapan yang dia bawa pun akan lebih banyak. Apalagi sekarang sudah ada Kinan, dia juga sudah sibuk ingin membawa mainan dan juga boneka kesayangannya. Rencananya ,Agra akan berangkat nanti malam. Untung saja dia sudah membeli hadiah seminggu yang lalu jadi tidak harus lagi pergi belanja keluar. Untuk oleh-oleh keluarganya dia berencana akan memesan saja atau sekalian berangkat nanti malam. Pak Sukri pun sudah di wanti-wanti untuk bersiap dan akan tinggal di sana dalam waktu yang cukup lama, bisa jadi lebih dari satu Minggu. Mbak Lani juga sengaja mereka ajak untuk menjaga Kinan di sana. Cuma Bu Minah yang akan tinggal dan Pak Jajang yang akan menjaga rumah. Tak lupa Zahra memeriksa stok makanan yang ada di dapur, biar ketika dia pergi Bu Minah tidak akan kesusahan untuk memasak. Tanaman pun tak luput dari perhatiannya, Zahra sudah meminta tolong pak Jajang supaya tidak lupa menyiram dan merawat Tamanan yang ada di taman belakang dan juga halaman depan rumahnya. Zahra harus benar-benar memastikan keadaan rumah aman terkendali dan juga barang yang akan di bawanya tidak ada yang dia lupakan.
Reynan juga tak kalah sibuk, dia harus memastikan hotel dan juga restoran yang dia kelola tetap berjalan walaupun dia tidak ada. Reynan pun sudah mengumpulkan semua kepala bagian untuk di berikan instruksi sebelum kepergiaannya. Apalagi untuk bagian stok makanan dan pengadaannya. Tak lupa untuk perlengkapan lainnya pun Reynan harus pastikan juga. Walaupun nanti dia pun akan tetap memantau dari sana. Seperti yang dia lakukan selama ini di salah satu cabang yang memang berada di luar kota. Reynan akan mempercayakan semuanya terhadap karyawannya dan hanya sekali-sekali saja dia berkunjung kesana. Untuk itu Reynan selalu menempatkan pengawas atau orang kepercayaannya yang benar-benar loyal dan bisa di percaya untuk memastikan semua pekerjaannya berjalan dengan baik.
__ADS_1
Di tempat lain Alvian terlihat gelisah, berbeda dengan Zahra dan juga Reynan yang sibuk memastikan semuanya bisa berjalan dengan baik ketika mereka pergi. Alvian malah terlihat tidak baik-baik saja. Sudah seminggu ini Naima tidak bekerja, sehari setelah Alvian mengajak Naima menikah, gadis itu mengajukan cuti dan tidak pernah lagi muncul di perusahaannya. Semua itu membuat Alvian merasa gelisah dan bersalah. Alvian merasa Naima tidak masuk bekerja karena ada hubungannya dengan apa yang dia katakan beberapa waktu lalu. Sehari setelah Vian mengajaknya menikah, Naima memang masih bekerja dan terlihat baik-baik saja. Dia bersikap seperti biasanya seperti tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka. Alvian pun menganggap Naima memang profesional dalam bekerja, dia tidak mencampurkan masalah pribadi dan pekerjaan oleh karena itu dia bersikap seperti biasanya. Namun tanpa Alvian duga, keesokan harinya Naima hanya datang ke kantor dan mengajukan cuti saja. Alvian mengetahui itu karena ketika dia datang ke kantor dan memasuki ruangannya, di mejanya sudah ada berkas-berkas yang harus dia tandatangani dan jadwalnya beberapa hari kedepan. Ketika dia keluar hendak makan siang dia tidak melihat Naima di mejanya dan itulah yang membuatnya bertanya pada bagian HRD. Kemana Naima karena sejak pagi dia tidak melihatnya. Seharusnya sekertarisnya itu jika mengambil cuti harus seijin dirinya karena menyangkut pekerjaan yang dia lakukan berhubungan langsung dengan pekerjaan Alvian.
Alvian kini hanya termenung di ruangannya, memikirkan apa yang di katakan bagian HRD beberapa waktu lalu tentang Naima yang mengajukan cuti karena ada hal yang mendesak. Namun Naima tidak mengatakan alasannya secara rinci karena gadis itu mengatakan alasannya adalah Masalah pribadi yang dia tidak bisa katakan. Semua itu membuat Alvian semakin merasa bersalah. Beberapa hari ini dia tidak bisa konsentrasi dalam bekerja karena bayangan gadis itu selalu saja mengganggu pikirannya. Ke acara pertunangan Zahwa pun awalnya dia tidak berniat pergi namun Arjuna dan juga Zahwa terus saja menghubunginya dan mewanti-wanti dirinya untuk datang ke acara mereka. Walau bagaimanapun Alvian mempunya andil dalam perjalanan cinta mereka berdua. Alvian sejak awal mendukung Arjuna untuk mendekati Zahwa. Untuk itu Alvian akan tetap pergi Namun akan berangkat besok pagi karena acaranya pun akan berlangsung besok sore. Hari ini rencananya dia akan menyelesaikan semua pekerjaannya namun sampai detik ini rasanya semangat bekerjanya seakan hilang entah kemana. Bahkan dari sejak pagi dia hanya memandangi kursi kosong yang biasa di duduki Naima.
__ADS_1
Happy reading 💜💜💜
jangan lupa like, komen dan vote ya ya...
__ADS_1