
Hari sudah malam, selepas sholat Maghrib, Shena dan para pokemon nya sudah bersiap untuk segera meluncur kelokasi reuni yang telah ia tentukan sebelumnya.
Mereka menggunakan satu mobil yang sama dengan Bizar sebagai supirnya, Shena dibelakang bersama Juan dan Kahfi sebagai obat nyamuk sejati untuk kedua orangtuanya.
"Untungnya lu ambil posisi ditengah, kalo nggak pasti bakal kagak keanggep lu." Ucap Bizar seraya menatap adiknya dari kaca.
"Ya kan gue pinter, kalo gini kan beneran berperan jadi anak guenya." Jawab Kahfi tersenyum polos.
"Memisahkan ayah dan bunda adalah dosa besar dek." Ujar Juan yang kesal, bagaimana mungkin dia dan istrinya dipisahkan.
"Ayah, aku ini hasil dari benih mu. Jadi tolong jangan menjadikan ku obat nyamuk." Ucapnya dengan wajah tanpa dosa, ayahnya udah pasang muka masam masih aja digodain.
"Itulah sebabnya kakak didepan, nggak kuat liat ayah sama bunda yang uwuww tiada taraa ini." Sambung Sauqi, Ayah dan bundanya kalo lagi deketan suka lupa tempat, bikin para jomblo iri hati aja.
"Abang mah jadi supir aja biar bisa jaga fokus." Lanjut Bizar.
Lagi-lagi Shena hanya tersenyum, keluarganya sehangat ini dirinya sangatlah bersyukur. "Ay, senyum doang, makin gak tahan nih dipisahin anakan kadal." Juan menatap Shena dengan memelas, berharap Shena bisa mengusir Kahfi yang terduduk kalem diantara dirinya dan sang istri.
"Lagian dia anak kamu juga Bang, nikmatin aja." Shena tak peduli.
Melihat Shena yang no respon, Juan akhirnya memilih diam. Dengan demikian para pokemon bersorak riang tanda menang, liat ojol goncengin penumpang aja pada baper apalagi liat bapak ama emak tiap detik mesraan mulu, mengsedih lah hati.
__ADS_1
Suasana hening, Juan seperti nya sedang ngambek, para pokemon juga tak ingin menganggu karena takut dipotong jatah bulanan. Sedangkan Shena sendiri malah asik mengelus tangan anak bungsunya, rasanya remaja itu baru kemarin berwujud bayi mungil.
"Alhamdulillah sampai, dan sepertinya kanjeng ratu yang membuat intruksi malah datang paling akhir." Ucap Sauqi setelah memperhatikan parkiran, jelas sekali isinya hanya mobil dari sahabat ayah dan bundanya.
"Nggak papalah, kan pemeran utama dateng nya diakhir biar luar biasa." Jawab Shena tak peduli, mau terlambat mau nggak, kan dia yang punya acara.
"Ayok sayangku kita masuk, perlu dikecup dulu nggak ?" Lanjutnya menggoda Juan, kesenangan tersendiri bagi Shena jika Juan dalam mode ngambek nan manja.
Melihat tingkah kedua orangtuanya, 3 pokemon hanya geleng kepala sambil senyum malu. "Sosor aja Yah, sedep tuh warnanya merah cery." Bizar memberi usul.
"Kesempatan Yah, kapan lagi kan ditawarin pas diluar rumah." Sambung Sauqi antusias, liat emak dan bapak saling cium itu bikin deg deg serr tapi uwuwww, sekalian ilmu gratis.
Secepat angin berhembus, Juan tak menyia-nyiakan kesempatan, bibirnya langsung gas pol mengecup bibir seksi Shena tepat dihadapan anak-anaknya. "Abang besok kalo jadi suami jangan sia-siakan nikmat dari istri, dan untuk kakak jadilah istri yang pinter manjain suami, untuk adek sekolah dulu yang bener." Ucap Juan yang sudah semringah seperti sedia kala.
Shena dan Juan bergandengan tangan memasuki ruang VIP dimana reuni akan dilangsungkan, ketiga pokemon sebagai pengiring dibelakang keduanya. Sangatlah terlihat harmonis sekali keluarga yang satu ini.
"Hilih si bos baru nongol, mesti mesraan dulu noh." Sambut Sultan dengan sindiran.
"Yakin dah, heran sih ama anaknya betah banget jadi penonton." Sambung Aldo.
Shena hanya tersenyum samar. "Hubungan Suami Istri itu harus banyak mesranya biar nggak dicomot wanita kadal diluaran sana." Katanya sinis, tapi itu hanya candaan biasa bukan maksud menyindiri.
__ADS_1
"Anak-anak silahkan main diruang sebelah, emak dan bapak mau diskusi dulu." Usir Shena terang-terangan, kalo ada para bocah kagak bisa memaki dan mengumpat pas ngobrol ntar.
"Ah siapp bundaaa." Jawab anak-anak kompak.
Tanpa disadari para orangtua, ternyata para anak yang sudah dewasa juga hengkang dari ruangan itu menyusul anak-anak dibawah umur. Salah paham rupanya.
"Lah buset, anak gue ikutan pergi." Kaget Nisa saat melihat putranya Gheza pergi menyusul para bocah yang lain.
"Kembar gue ikutan ilang lah ******, ngapain dah ?" Tanya Juan yang tak habis pikir, ternyata keminiman pikiran juga menular pada anak-anaknya.
"Sha ? Mau kemana kamu ?" Tanya Rudi dingin, takutnya anaknya akan menganggu Sauqi lagi.
"Nyusul yang lain Pa, kan katanya anak-anak nggak boleh gabung." Jawab Pasha singkat, takut juga kenak bentak sibapak.
Arjun menggeleng. "Lah umur berapa mas ?" Tanya nya makin aneh, bisa-bisanya ada tentara sepolos itu. Yang diusir anak-anak eh dia ikutan go out.
"Aku juga seorang anak om walaupun pernah jadi bajingaann." Jawabnya yang kemudian hilang dari pandangan .
Melihat kelakuan para anak yang sudah dewasa itu, para orangtua hanya tersenyum. Terutama Shena yang malah mengganggukan kepala ntah karena apa.
Rasanya sudah lama sekali tidak berkumpul seperti ini, selain melepas rindu dengan para sahabat yang sudah berkeluarga, Shean juga ingin memperbaiki hubungan keluarganya dengan keluarga sahabat suaminya itu yang sempat merenggang. Bahkan Shena juga ingin membuat anak-anaknya kembali berteman dan saling memaafkan, walaupun besar rasa kecewa dalam hatinya, tapi dirinya tak ingin sebuah hubungan Keluarga besarnya merenggang begitu saja.
__ADS_1