IMAM KU

IMAM KU
Jemput Kahfi


__ADS_3

Hari berganti, tanggal di kalender juga berubah seiring menipis nya isi dompet dan minusnya nominal saldo rekening.


Hubungan dengan akun online shop semakin merenggang, chek out dan segala macam perlahan terpisahkan.


Namun tidak dengan hubungan anak gadis pak pol dengan mas duda anak satu yang kian waktu semakin dekat.


Membuat si abang kembar mulai merasa iri dan tersaingi.


"Enak bener yang udah bisa move on terus langsung dapet ganti." Sindir Bizar pada sang adik.


"Makanya, situ kalo udah nemu target langsung gas jangan didiemin bae." Jawab Syauqi.


"Lah mau begimana, dianya kata si adek masih dalam masa menutup hati akibat dikhianati." Jelas Bizar dengan melemas, belum juga usaha eh udah takut gagal aja.


"Gini deh, lu sering-sering dah tu anter jemput Ahpi sekolah bang. Ada untungnya buat elu, si cebong itu kagak mau berangkat sekolah sendiri." Saran Syauqi yang terdengar apa adanya namun sangatlah cemerlang.


"Bener juga kata lu."


Setelah mendengar saran dari sang adik kembar, Bizar mulai merenung. Dalam otaknya yang minim, dirinya menyusun strategi bagaimana nanti ketika tidak sengaja bertemu atau bagaimana nanti saat akan berkenalan dengan bu guru yang menjadi target masa depannya.


Sudah beberapa waktu berlalu, namun semua yang disusun dalam benaknya seakan sia-sia. Dirinya benar-benar butuh bantuan, hanya sekedar saran dan masukan atau hal lainnya yang berguna.


Aaaarrrrghhh !!!!!!


Bizar mengacak rambutnya frustasi.


"Ngapa sih lu bang ?" Tanya Syauqi setengah merinding melihat si abang yang tetiba teriak depresi.


"Saran lu oke banget kak, tapi....." Ucapnya menggantung.


Syauqi mengangkat alisnya tak mengerti. "Tapi apa ?"


"Ntar kalo ga sengaja ketemu atau ga sengaja tatap muka, abang kudu begimana lagi ?" Tanya Bizar dengan serius.

__ADS_1


"Apa langsung ngajak kenalan ? Atau minta tukeran WA, atau follow akun sosmed, atau abang lamar langsung ?" Lanjutnya dengan sekali tarikan nafas. Itu nanya pendapat apa ngucap kalimat akad.


Syauqi menepuk jidat nya pelan, mata nya melotot hendak keluar. Demi apapun yang ada diplanet jupiter, ini abangnya bener-bener nol besar masalah perpedekatean.


"Lu ga ada otak bang. Sekali dua kali lu tebar pesona dulu lah. Tapi saran gue yang normal-normal aja, takutnya ntar malah sepantaran Ahpi yang kenak sasaran." Jawab Syauqi diiringi dengan helaan nafas jengah.


Ya kalik nih abangnya bisa sebegoo ini mau deketin cewek.


"Ouh begitu ya dek. Okelah." Jawab Bizar sekenanya.


°°°


Siang menjelang, saatnya anak sekolah pulang kerumah. Karena hari ini istimewa, Kahfi pulang lebih cepat dari biasanya.


"Kakak mana sih kok tumben belum nongol." Gumam bujang tanggung berseragam putih abu didepan gerbang sambil celingukan.


Biasanya, anak remaja tanggung seperti Kahfi memilih untuk keras kepala membawa kendaraan sendiri guna tebar pesona dan memamerkan kejantanannya. Namun berbeda dengan Kahfi yang masih setia menikmati pelayanan antar jemput dari kakak cantiknya.


"Kakak kamu belum jemput ?" Tanya seseorang dari arah belakang Kahfi.


"Eh ibu, belum bu. Tumbenan juga nih molornya kelamaan." Jawabnya lesu.


"Kamu juga sih aneh, yang lain pada ngebet bawa motor atau mobil sendiri kamu malah masih nyaman antar jemput." Ucap sosok perempuan yang disapa ibu oleh Kahfi.


Sudah jelas jika perempuan itu seseorang yang dihormati.


"Menikmati indahnya jadi adik bungsu, bu." Jawab Kahfi diiringi dengan kekehan ringan.


Kapan lagi bisa nyusahin kedua kakaknya kalo nggak gini. Pikir Kahfi.


Selang beberapa detik setelah menjawab pernyataan sang guru, ada sebuah mobil rush hitam berhenti tepat didepan keduanya. Tanpa disadari oleh siapapun, pengendara mobil itu sudah berada tepat disamping Kahfi. Dan....


Bughh !!

__ADS_1


"Astagfirullah sakit weh !!!" Teriak Kahfi terkejut bukan main. Lagi ngobrol ama calon kakak ipar malah kenak tabok.


"Eh maaf bu, saya kaget." Lanjutnya setelah sadar bahwa dirinya berteriak tepat dihadapan sang guru.


"Assalamu'alaikum." Ucap Bizar yang tak dianggap sejak kedatangan nya.


"Waalaikumsalam" Jawab Kahfi dan gurunya kompak.


"Lah elu bang, ngagetin aja lu. Eh kok elu yang jemput ? Kakak mana ?" Tanya Kahfi setelah menoleh dan melihat sang abang yang sudah tersenyum menatapnya.


Bizar hanya tersenyum.


"Ohhh akal-akalan elu nih pasti." Ucap Kahfi seraya menaik turun kan alisnya.


Matanya sesekali melirik sang abang dan gurunya bergantian.


"Usaha dek." Jawab Bizar singkat.


"Oh yaa terimakasih bu, sudah menemani adik saya. Lain kali jangan mau disusahin sama dia." Lanjut Bizar.


"Si ibu guru cantik mah baik bet orangnya bang." Jawab Kahfi dengan cepat.


"Tidak apa apa mas, lagian saya juga kebetulan mau pulang terus ngajak ngobrol Kahfi sebentar." Jawabnya dengan ramah.


"Ya sudah kalo gitu, kami pamit pulang dulu. Assalamualaikum." Pamit Bizar dan diikuti dengan Kahfi.


Tak lupa juga Kahfi mencium tangan sang guru cantik tanda dia menghormati yang lebih tua.


"Waalaikumsalam."


Setelahnya, mobil yang dikendarai Bizar mulai menjauh. Meninggalkan sosok perempuan berhijab yang sedang tersenyum malu.


Ntah apa yang membuatnya seperti itu, yang jelas hatinya berdesir saat melihat kakak dari salah satu siswanya. Mungkin.

__ADS_1


__ADS_2