IMAM KU

IMAM KU
Kabar Syauqi Sukses Move On


__ADS_3

Warna angka dikalender berubah seiring hembusan asap rokok tukang parkir. Dari yang kemaren item mulu kek kalender photocopyan sekarang ada kemajuan jadi warna ijo atau biru.


Tergantung kalender lu spesies kolor ijo apa jin tomang.


Soalnya kalender gue hari jumat warna nya ijo. Pas di kalender kantor warna nya biru.


Ngomong-ngomong soal progress, si Bizar udah lebih maju dari sebelumnya. Yang dulunya sering ngilang buat nyari resep leluhur, nah sekarang udah betah kagak pergi. Yaa minimal diantara rumah resto dan sekolah Kahfi.


Pas ditanya "tobat lu bang ?" dia jawabnya simpel, demi bu guru cantik katanya. Sueeee bingit.


"Bagun tidur ku terus mandi, tidak lupa menjitak Syauqi." Bizar mengawali hari nan cerah dengan sedikit nyanyian indah.


Hal yang wajar untuk segelintir anak di Indonesia.


Namun yang nggak wajar adalah tindakkan yang dilakukannya untuk menyapa adik kembarnya.


Pleetaakk !!!


"Bangkeeee!!!"


"Sans neng, ntar cantik nya ilang." Ucap Bizar tanpa senoda dosa.


Syauqi melirik tajam, ingin rasanya dia menampol Bizar hingga pingsan.


Cup! Cup!


Matanya dikecup dengan lembut. Bukannya tenang malah makin ingin makan orang.


"Lu gila ya bang, pagi pagi udah bikin tekanan darah tinggi sodari lu naek ?" Bentak Syauqi dengan sengit. Untung emak bapaknya belom balik, aman dah kalo mau tereak mah.


Bizar tak menjawab, dirinya hanya cukup merespon dengan senyum. Kemudian duduk disalah satu kursi yang tersedia dimeja makan.


Gimana nggak kesel cobak kalo tiap hari begitu ? Dua ART kesayangan Shena aja sampek geleng angguk ajeb saking sumpeknya liat anak-anak majikannya.


Belum juga reda amarah Syauqi eh nongol satu lagi umat minus akhlak hasil perkawinan silang antara Shena dan Juan saat berwisata di cappadocia versi mimpi.

__ADS_1


"Habis mandi ku tolong kakak, nge gampar pala lu sampek botak."


Plakkkk !!!


Senandung Kahfi berakhir dengan suara telapak tangan yang beradu dengan bahu kokoh seseorang.


Ntah mau senang atau sedih, Syauqi tersenyum bangga pada sang adik yang secara tidak langsung telah membalas kan dendam nya pada Bizar pagi hari ini.


"Ini karma yang nyata." Cuman Bizar menahan pedih.


"Mampusss lo, makanya jadi abang jangan suka seenak udel sendiri. Makan tu tabokan maut dari murid Pendekar Raja Wali naik Haji." Balas Syauqi puas. Kapan lagi melihat salah satu sodaranya terzholimi.


"Selamat Morning Abang sayang nggak pulang-pulang, Good Pagi Kakak Syantik Maju Mundur Syantik." Sapa Kahfi antusias.


Ntahlah, rasa bersalah setelah menggampar Bizar sudah menguap kemana. Hanya Tuhan yang tau.


"Makasih ya dek, lu baek banget sama kakak." Ucap Syauqi dengan senyum mengembang. Berbeda saat menatap Bizar yang langsung berubah sinis.


"Dah lah ayok makan. Dek lu abang lagi yang anterin. Biar kakak lu bisa maskeran sambil nonton Mas Boris sama Mbak Juminten." Ujar Bizar.


"Emang bu guru ngerespon ama dia dek ?" Tanya Syauqi disela makannya. Penasaran juga ama kemajuan si abang kembar yang menganut teori kenal, dekat, lamar, nikah.


Apa itu pacaran ? Hehh.


Kahfi melirik sang abang sekilas, kemudian lanjut makan. "Bu Guru mah B aja kak, dianya aja yang ngebet banget. Lagian selama beberapa hari ini dia nganter jemput gue,  baru ketemu sekali." Jawab Kahfi apa adanya, bahkan ada nada ejekan disana.


Syauqi hanya menggeleng, kasihan juga si abang. Tapi bodo amat lah, suka suka dia. Lagian bagus juga tu guru cuek ama bekantan blasteran kadal botak ini .


•••••


Matahari mulai terik, tanda siang menjelang.


Syauqi sibuk distudio nya bersama duo curut perliharaanya, dan Bizar kembali sibuk di restonya sejak pulang mengantar Kahfi ke sekolah.


Jika orang waras pada sibuk mengurus kegiatan mencari cuan. Nah beda lagi sama dua spesies beda gender ini yang malah sibuk ngebahas urusan orang.

__ADS_1


"Lo kapan sih mau nerima gue ?" Tanya si perempuan dengan nada manja. Bahkan dadanya yang tak tertutup kain dengan benar sengaja dibusungkan kedepan.


"Lo kalo cuma mau nanya hal gak penting kayak gini, mending nggak usah ngajakin gue ketemu. Gue sibuk." Jawab lawan bicaranya seraya berdiri.


Siperempuan setengah siluman mendelik kesal. Mahkota sudah ia berikan, harga diri sampai harga kedelai yang melambung tinggi sudah ia serahkan. Apa lagi kurangnya ?


"Lo bisa pergi kemanapun yang lo mau Pash, tapi tujuan hati lo udah nggak bisa lo tuju. Dia udah move on dari lo." Tekan Shazia saat Pasha hendak meninggalkan nya.


Pasha hanya menoleh sekilas seolah tak peduli. Terserah wanita ular itu mau ngomong apa. Cinta dan hatinya masih bertahan untuk Syauqi seorang.


"Kalo lo nggak percaya sama cinta tulus gue terserah, tapi yang perlu lo tau....." Shazia menggantung kalimatnya. Dirinya menghirup oksigen sebanyak banyak sebelum melanjutkan kata katanya.


"Syauqi udah move on dari lo. Dia udah punya laki-laki lain buat gantiin lo." Lanjutnya sekali tarikan nafas.


Pasha diam ditempat. Hatinya tertusuk ribuan bahkan jutaan tongkat petir milik boboi boy halilintar.


Ngilu massseehhhh.


"Gue liat sendiri kemaren dia pelukan sama laki-laki ditaman. Bukan Bizar, Bukan Farhan dan bukan anak dari teman-teman orangtua kita." Ucap Shazia masih menggebu.


Inilah saat yang pas untuk masuk kembali ke hati Pasha. Kabar Syauqi yang sudah berpindah kelain hati adalah kondisi terkosong untuk Pasha.


"Gimana ? Dia aja udah ga mikirin elo. Untuk apa lo masih mau perjuangin dia ?"


"Dia udah move on Pash dari elo. Harus nya elo juga bisa. Liat gue Pash !!! Apapun gue kasih ke elo."


Pasha masih tak mengucap kan apapun, badannya berdiri tegap. Tangannya mengepal.


"Terserah dia udah move on atau belum. Dan itu bukan urusan lo. Berhenti ganggu gue, karena gue ga akan pernah peduli sama lo murahan!!." Geram Pasha dengan penuh penekanan.


Bagaimanapun Syauqi padanya, tak akan ada yang bisa merubah perasaan di hatinya.


Dirinya tak akan menyerah hingga takdir yang menjemput nya. Menyuruhnya untuk mengakhiri segalanya didunia. Itulah sumpahnya.


Shazia mematung, hatinya teremas sakit. Dia yang telah memberikan segalanya, tapi dia juga yang dicampakkan seloah tak pernah ada gunanya.

__ADS_1


Pasha memilih pergi, keputusannya untuk kembali tugas diperbatasan sudah bulat. Mungkin dengan begitu ia bisa kembali tenang dan saat ia kembali nanti, Syauqi akan datang menyambutnya.


__ADS_2