IMAM KU

IMAM KU
124


__ADS_3

Seminggu berlalu seakan begitu cepat untuk Naima dan Alvian. Hari ini mereka sudah harus kembali pada rutinitas semula, kembali bekerja dan mengurus perusahaan. Sebenarnya sih bagi Alvian walaupun di rumah tetap memantau keadaan perusahaan.


Namun kali ini tentunya berbeda dengan semula, kini mereka akan berangkat bersama-sama. Di pagi hari Naima selalu menyiapkan sarapan untuk mereka berdua walaupun kini ada asisten rumah tangga yang tinggal di sana, namun Naima akan selalu menyempatkan diri untuk menyiapkan makanan untuk suaminya bahkan walaupun sekarang akan kembali bekerja tetap dia akan berusaha melakukannya.


"Bu Ina, nanti siapkan bahan-bahan ini ya untuk makan malam nanti, tapi ingat siapkan bahannya saja, saya yang akan memasak nya nanti." Naima mengatakan itu sambil memberikan catatan dan beberapa lembar uang pada asisten rumah tangganya yang bernama bu Ina. Bu Ina sudah bekerja selama tiga hari ini rumah ini. Alvian mencarinya lewat jasa penyalur, tentunya atas persetujuan sang istri.


Di kantor Naima disibukan dengan pekerjaan yang sudah ditinggalkannya hampir dua minggu ini, walaupun ada yang meng-handle pekerjaannya tetap saja Naima harus memeriksa semua pekerjaan yang dikerjakan oleh penggantinya tersebut karena Naima tidak ingin ada kesalahan sedikitpun. Walaupun sekarang dia adalah istri dari pemilik perusahaan ini namun Naima ingin bekerja secara profesional. Ya sekarang perusahaan ini telah menjadi milik Alvian dan juga Reynan tentunya walaupun Papa Bagas akan tetap memantau sesekali. Kini dihari tuanya Papa Bagas dan Mama Siska ingin menikmati kebersamaannya bersama dan juga anak-anak dan cucu mereka. makanya sampai hari ini mereka masih betah tinggal di rumah Reynan. Mereka berdua tengah menantikan kehadiran cucu ke-dua mereka yang sebentar lagi akan lahir ke dunia ini.


Sama hal nya dengan Naima, Alvian pun sibuk di ruangannya sampai melupakan jam makan siang. Beruntung sekarang Naima sudah menjadi istrinya tanpa di minta pun Naima sudah memesan makan siang untuk mereka berdua.


sebelum masuk ke ruangan Alvian,

__ADS_1


Naima tetap mengetuk pintu seperti biasa yang dia lakukan sebelum menikahi.


" Masuk... " Alvian mempersilahkan tanpa tahu siapa yang masuk ke ruangannya. Dia tetap fokus pada laporan yang tengah dia periksa.


Naima pun melangkah mendekati meja suaminya dan tanpa berkata apapun dia berdiam di depan meja kerja sang suami. Alvian pun menoleh karena orang yang memasuki ruangannya hanya berdiam diri tanpa mengatakan apapun.


"Nay, kamu??" Alvian pun segera meletakan map yang ada ditangannya dan mendekati istrinya. Naima pun hanya tertawa kecil melihat reaksi Alvian yang terkejut melihat dirinya.


" Beruntung aku punya kamu yang akan selalu mengingatkan. " Alvian mendekati istrinya dan mereka pun makan siang bersama untuk pertama kalinya di kantor dengan status mereka yang kini berbeda.


" Nay, kenapa tadi mengetuk pintu? kamu kan sekarang sudah menjadi istriku. Kamu bebas untuk keluar masuk keruangan ini. " Alvian membahas lagi kedatangan Naima tadi.

__ADS_1


" Gak papa, aku tetap sekertaris mu ketika di kantor dan menjadi istrimu di rumah. " Naima tersenyum sambil menyuapkan makanan ke mulut Alvian.


" Benarkah? kalau begitu sekertaris ku sekarang sudah mulai nakal, dia berani menyuapiku, akan aku laporkan nanti pada istriku di rumah. " ucapnya sambil menahan tawa.


Naima pun mengerlingkan matanya dan akhirnya pun mereka tertawa bersama. Mereka sangat menikmati kebersamaannya ini, untuk pertama kalinya ada yang perhatian seperti ini di kantor terhadap Alvian membuat hatinya tiba-tiba menghangat. Dia yakin Naima perlahan telah menggeser posisi seseorang yang sudah lama bersemayam dihatinya.


" Jam tiga nanti akan ada pertemuan dengan perusahaan MS GRUP. Perusahaan baru namun perusahaan ini dinaungi PT BUANA MUKTI. Mereka mengajukan kerja sama untuk proyek pembangunan hotel baru yang akan aku kelola dan juga Mas Rey. Nanti kamu ikut juga. aku sudah cek laporan pengajuannya. " Begitulah jika seorang pemilik perusahaan bahkan di sela makan pun tetap terselip obrolan menyangkut pekerjaan atau perusahaan. Bersyukur Alvian mempunyai pasangan yang bekerja di perusahaan yang sama.


" Aku juga sudah membaca sekilas tentang MS GRUP tadi, yang mengelola memang anaknya pa Suryo. Dia seorang wanita loh, lulusan luar negri. " Naima seakan memperingatkan Alvian.


" Kamu juga akan ikut dalam pertemuan itu dan kita sepertinya akan langsung pulang tidak akan kembali ke kantor. " Dan perkataan Alvian hanya dibalas anggukan kepala oleh Naima. Memang sebelumnya pun kalau ada pertemuan seperti ini Naima sering mendampingi walaupun sesekali Alvian akan berangkat dengan asisten kepercayaannya. Mereka berdua pun mengakhiri makan siangnya dan melanjutkan aktifitas mereka masing-masing.

__ADS_1


Hai Hai aku baru muncul lagi nih. happy reading๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ semoga kalian suka....


__ADS_2