IMAM KU

IMAM KU
Dikasih inpo maseh


__ADS_3

Apa yang ditakutkan sudah berlalu, kini kedua makhluk yang sedang dimabuk cinta itu semakin menempel setiap hari nya. Bahkan untuk urusan kediaman Luthfi sudah berlalih ketangan Syauqi sejak malam dimana mereka mendapatkan restu.


Yang dulunya urusan Ghifa dan dunia perbelanjaan kebutuhan rumah diserahkan ketangan Amanda selaku sahabat Luthfi dan Almarhumah Maira, kini semua itu menjadi tanggung jawab Syauqi.


Dan kadang kala juga Ghifa dijemput oleh Shena dari sekolah untuk dibawa ke kediaman Dirgantara.


Seperti siang ini, saat Syauqi dan Luthfi bekerja maka Ghifa akan berada dirumah Dirgantara sampai petang menjelang.


"Selesai makan bobok siang ya cucu ganteng nya oma." Shena membelai lembut kepala Ghifa yang tertunduk menikmati sup ayam.


Shena bahagia rasanya punya teman dirumah nan mewah itu selain para art nya. Dan kabar baiknya, semenjak Syauqi dan Luthfi resmi direstui, Ghifa semakin sering bersamanya. Itu mencegahnya untuk kesurupan dadakan.


"Tapi Ghifa ada janji sama Om Bi, oma" Jawab Ghifa.


Bocah kecil dengan kelebihan mulut setajam celurit itu kini lebih bisa menjaga lisannya. Kejulidannya perlahan terkubur tertimpa rasa bahagianya.


Shena mengerut kening, mau dibawa kemana bujang kecil nya disiang bolong begini. "Janji apa sayang?"


"Janji jemput om Ahpi, oma. Bolehkan ?" Ghifa memasang senyum manis andalannya. Selama ini tidak ada yang menolak pesonanya, hanya Syauqi lah yang mampu bertahan beberapa menit saja saat menolak.


Shena tampak berpikir sejenak, bola matanya memutar. Kepalanya menggeleng, jiwa keibuan yang berprinsip tidur siang itu penting mulai menggebu.


"No, kamu harus tidur siang." Tegas Shena tak ingin dibantah.


"Please oma, sekali ini aja. Nggak lama kok, nanti kata om Bizar langsung pulang jadi masih bisa tidur siang." Senyum manisnya ternyata juga tidak berlaku untuk Shena, akhirnya Ghifa mengeluarkan jurus terakhirnya. Walaupun sebenarnya dia sendiri membenci itu.


Matanya berkaca, tatapan nya memelas. Persis seperti anak kecil pada umumnya saat keinginannya tidak dituruti.


Shena masih berdiam, tidak peduli sama sekali.

__ADS_1


"Bentar doang bun, nanti langsung pulang." Ucap Bizar tiba-tiba, dan membuat senyuman tipis tersungging diwajah tampan bocah cilik itu.


Shena hanya melengos, membuat senyum yang sempat terukir kini memudar.


"Nanti dimobil abang suruh tidur deh kalo gitu." Saut Bizar lagi saat melihat sang bunda tak merespon sedikit pun.


Dan dengan lirikan tajam, Shena akhirnya mengangguk setuju.


Dalam perjalanan, Ghifa mengucap kan banyak terimakasih pada Bizar. Jika bukan karena bantuan Om Ganteng itu, mungkin Ghifa sudah berakhir diranjang empuk bersama Shena yang sedang mendongeng kancil di ghosting buaya.


"Kita udah sampai, kita turun sambil nunggu Om Ahpi sekalian tebar pesona." Bizar menaik turun kan alisnya.


Ghifa yang pada dasarnya sudah narsis, langsung saja menyetujui saran yang dilontarkan Bizar untuknya.


Kini keduanya sudah berdiri didepan mobil dengan bersansar, style santai yang mereka kenakan menambah point ketampanan tiada tara.  Banyak pasang mata menatap kagum bahkan ada yang terang-terangan memuji.


"Baru TK aja udah ditaksir anak SMA, behh kalo ganteng dari lahir nih emang beda yaah." Ucap Ghifa tiba-tiba dan disambut gelak tawa Bizar.


Ketimbang keren ini lebih menyerupai bujang lapuk pengangguran yang kenak usir ibu kontrakan.


"Terimakasih duo curut ganteng yang udah jemput gue." Ucapnya dengan gaya slengekan.


Heran emang, anak orang kaya malah mirip gelandangan.


"Buruan om, ayok pulang. Junior om Ahpi udah pada naksir aku tuh, takutnya ntar ibu gurunya juga." Saut Ghifa dengan membenarkan lengan kaos panjang nya yang dilipat setengah.


Kahfi menatap sekeliling dan benar adanya, dulu saat abang nya yang menjemput tidak seramai ini tapi sekarang, lihatlah...


Hampir semua cewek SMA menatap Ghifa penuh damba.

__ADS_1


"Ngeri ngeri sedep aahh." Kahfi bergidik. Baru TK aja udah bisa bikin hati para wanita mleyot apalagi besok kalo gede.


"Dek, ada info nggak ??" Bizar buka suara, dirinya tidak peduli pada Ghifa yang jadi idola baru di SMA. Yang penting adalah info masehh.


Dengan raut yang berubah semangat, Kahfi langsung merangkul bahu sang abang. "Tenang, gue punya informasi terbaru. Ini valid no hoax hoax bang." Kahfi menatap Bizar dengan senyuman penuh arti.


Bizar tak menjawab, dirinya hanya menaikkan alisnya. Dan Kahfi paham apa yang harus ia lakukan.


Apalagi jika bukan mengatakan informasi yang ia dapatkan.


"Tadi dikelas, ada temen gue yang nembak bu guru cantik. Terus ditolak dong mentah mentah. Katanya bu guru cantik ga mau pacaran bang, maunya dita'aruf terus langsung nikah aja." Jelas Kahfi dengan menggebu.


Bizar tersenyum senang, bahkan otaknya sudah terselip rencana bar bar.


"Dan lu tau gak ??" Tanya Kahfi.


Bizar seketika penasaran. "Apaan lagi ??"


"Bu guru cantik juga ditembak guru pjok yang baru magang, tapi tetep ditolak."


"Saran Ghifa sih om Bizar kudu gercep deh, jangan kayak papi yang hampir ketikung Mantan mommy." Saut Ghifa yang memang sejak tadi menyimak.


Kahfi hanya mengangguk sebagi persetujuan.


Nampak jelas jika Bizar kini tengah berpikir, apa yang harus ia lakukan setelah ini. Apa yang dikatakan ayah dan anak itu memang benar adanya. Kalo nggak gercep ntar diserobot orang.


🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Assalamu'alaikum warga amuba yang terhormat.

__ADS_1


Mohon Maaf Lahir dan Bathin yaa kalo aku ada salah, mungkin dalam cerita ini, atau dalam komenan aku yang sekiranya nggak pantes, nggak sopan dan menyinggung perasaan warga.


Maaf juga kalo update nya suka molor, nggak bisa konsisten dan bikin warga menunggu.


__ADS_2