IMAM KU

IMAM KU
Makan Malam


__ADS_3

Sambil menunggu Shena dan Sauqi menyiapkan makan malam, Juan mengajak kedua bujangnya bersama Luthfi dan Ghifa mengobrol santai diruang keluarga.


Bahkan sesekali terdengar gelak tawa Ghifa yang sedang bergulat dengan Kahfi diatas karpet berbulu.


"Dek jangan di gelitikin terus ntar kram perutnya." Tegur Bizar yang sudah tak tega melihat Ghifa terbahak-bahak dipangkuan Kahfi.


"Hehe maap, gumush banget sih." Jawab Kahfi dengan senyum Pepsodent. Maklum Kahfi yang selama ini nggak keturutan dapetin seorang adik jadi khilap.


Juan menggeleng pelan, kadangkala ingin rasanya memberi Kahfi seorang adik namun Shena selalu menolak dengan alasan umur.


"Maafin anak-anak saya mas Luthfi, kadang mereka suka kehilangan otak kalo lagi seneng." Ucap Juan dengan canggung, tetapi tetap menampakkan senyum konyolnya.


"Tidak masalah Tuan, lagian saya juga senang melihat putra saya sebahagia ini. Biasanya Ghifa jarang bisa tertawa lepas seperti sekarang." Jawab Luthfi seraya memandang sang anak yang didekap erat oleh Bizar.


Senyum Luthfi terus mengembang seiring dengan tawa lepas Ghifa yang menggema. Hatinya menghangat melihat putra tunggalnya mendapat kasih sayang yang teramat tulus dari keluarga gebetannya.


Awalnya dirinya takut untuk terus melangkah mendekati Syauqi, takut jika keluarga Syauqi tidak akan menerima dirinya hanya karena adanya Ghifa. Namun saat ini, rasa takut itu berangsur memudar. Bukan Ghifa yang menjadi masalah diterima atau tidak, tapi dirinya sendiri yang pantas untuk Syauqi atau tidak karena saat ini sudah sangat jelas bahwa keluarga Syauqi tidak mempermasalahkan kehadiran Ghifa.


"Yah, makan malam nya udah siap." Ucap Syauqi memberitahu sang ayah.


"Iya kak, yaudah ayok. Abang sama adek ajakin Ghifa kebelakang." Titah Juan dan segera diangguki olrh kedua bujangnya.


"Yok Ghifa di gendong sama Om Ahpi apa Om Bi ?" Tanya Kahfi pada Ghifa.


"Om Bi aja, tadi Om Ahpi udah banyak main sama Ghifa." Jawab Ghifa dengan senyum.


Dengan sigap, Bizar langsung mengangkat tubuh kecil Ghifa dan sedikit berlari menuju meja makan tanpa menghirau kan pasang mata yang menatapnya. "Gooo !! Kita terbang !!!"


"Kak calon lu bengong noh, tar kesambet peliharaan bunda." Bisik Kahfi sebelum menyusul Bizar.


Juan meninggalkan putrinya, perutnya sudah mulai menagih makanan lezat. Masalah tamunya yang masih melamun biarlah itu urusan Syauqi, dirinya tidak peduli.


Diruang keluarga hanya tersisa Syauqi dan Luthfi yang sedang melamun, menatap lurus kearah pintu ruang makan. Syauqi menatapnya dengan heran, apakah benar mas dudanya kesambet peliharaan sang bunda ?

__ADS_1


"Mas, aman kan ?" Tegur Syauqi dengan iringan pukulan maut tepat dibahu kiri Luthfi.


Mendapat serangan dadakan, Luthfi terperanjat dan tersadar dari lamunannya. "Aman sayang, kenapa ?" Tanya nya yang masih setengah sadar.


Sayang ??


Pipi Syauqi memerah mendengar panggilan sayang dari mas duda dihadapannya. "Mmmm, itu mas udah ditunggu dimeja makan." Ucap Syauqi yang berusaha menutupi kegugupannya.


"Oh iya maaf, ayo."


Dimeja makan semua sudah mengambil posisi masing-masing. Dan kali ini Ghifa berada diantara Kahfi dan Bizar.


Sesampainya diruang makan, Luthfi dan Syauqi menjadi pusat perhatian. Terutama Syauqi yang terlihat merona dikedua belah pipinya.


Ah elah baru juga dipanggil sayang secara ga sadar, dah baper bae lu.


"Mmm kayanya abis ada sesuatu nih ?" Kahfi mulai menggoda.


"Anak kecil nggak boleh ikut campur." Ucap Bizar memperingati agar sang adik diam.


Setelah membaca doa, keluarga besar Dirgantara dan dua tamu spesialnya makan malam dengan khidmat. Tiada obrolan dan hanya dentingan sendok yang terdengar. Untuk Ghifa, bocah kecil itu dibantu Kahfi atau kadang Bizar.


Malam ini, suasana baru dirasakan oleh Ghifa dan Luthfi. Makan malam bersama dengan kehangatan kasih sayang, walaupun biasanya mereka juga makan malam bersama keluarga baru sang ayah, tapi mereka belum pernah merasakan suasana sehangat ini.


Makan malam telah usai, kini semua masih stay dimeja makan dengan sepiring kecil buah-buahan dihadapan mereka. Sedangkan Shena dan Syauqi membantu para ART membereskan meja makan.


"Kayaknya Oma pernah ketemu sama kamu loh boy." Ucap Shena disela kesibukkannya menuangkan susu hangat.


"Ntah lah Oma, Ghi nggak inget." Jawabnya polos.


"Salah liat kali bund, lagian zaman sekarang semua bocah keliatan imut." Saut Juan.


"Zamannya kita nggak imut ya Yah ?" Tanya Kahfi dengan polosnya.

__ADS_1


"Kalian bertiga waktu bocah, beh dekil bet kek anakan kucing abis main lumpur." Jawab Shena sambil geleng kepala.


"Tega. Tapi Alhamdulillah sekarang Bizar jadi ganteng nya bukan maen."


"Alhamdulillah kembaran lu cantik bang." Saut Syauqi dari arah belakang, dirinya lagi sibuk nyuci piring sama mbak Yani.


"Mommy Sao emang cantik, soalnya Oma juga cantik." Puji Ghifa dengan senyum mengembang.


Setiap memuji calon ibu pasti pipi gembul nya memerah dan senyumnya merekah indah.


Luthfi tersenyum canggung. "Anak Om cantiknya bukan maen mas Luthfi, jarang-jarang tuh mau dandan kayak hari ini." Ucap Juan yang semakin membuat Luthfi gerogi.


Jarang dandan ?


Jadi hari ini dandan khusus buat nemenin Luthfi ama Ghifa doang ? Hilih ngambang sudah idung Luthfi dibuatnya.


"Ati-ati bang, kalo udah suka langsung aja jangan ragu-ragu. Ntar dia dandan banyak yang ngejar, lu kejang." Tambah Bizar memperingati Luthfi.


"Kalo direstuin ya langsung gas Bi."  Jawab Luthfi sambil meringis.


"Minta restu ama Ayah ma Bunda noh langsung bang, ke bang Bi mah nanggung. Kurang greget." Ujar Kahfi.


Mendengar kedua saudaranya mulai ngawur, Syauqi langsung bergegas meninggalkan wastafel dengan tangan masih penuh busa.


"Nggak usah didengerin mereka mas, suka ngadi-ngadi. Mereka berdua itu jomblo akut jangan jadiin panutan nggak baik." Sela Syuqi yang tiba-tiba nongol.


"Tuan dan Nyonya, saya meminta izin untuk mendekati putri Tuan dan Nyonya dengan status saya yang sekarang." Ucap Luthfi dengan tegas tanpa mendengarkan ucapan Syauqi sebelumnya.


Mendengarkan ketegasan Luthfi, Juan dan Shena mendadak membulat kan mata tak percaya. Bahkan Bizar dan Kahfi yang menjadi kompor berakhir speechless.


"Heh lu gila ya mas ?? Gue nyuruh lu mampir doang ama makan. Lah malah ngapa dah ni duda ?" Syauqi bersungut-sungut memarahi Luthfi yang berlaku seenak hati.


Bagaimana bisa si duda anak satu ini main minta izin disaat dirinya belum berkesempatan memperkenalkan keada kedua orangtua nya.

__ADS_1


"Sssstt. Marah nya ntar aja, udah terlajur."


__ADS_2