IMAM KU

IMAM KU
98


__ADS_3

Sudah dua hari ini Zahra dan keluarga kecilnya berada di kediaman Bagaskara. Mereka memang berencana akan menginap cukup lama. Selain dia merasa jarang berkunjung kerumah mertua maupun orang tuanya, kali ini Zahra berserta dua sahabatnya sudah merencanakan akan berkumpul sebelum mereka berpisah kembali dan entah kapan mereka bisa bertemu lagi. Walaupun jika dengan Zahwa dia tinggal di kota yang sama, namun tidak dengan Rania yang tinggal di kota yang cukup jauh karena harus mengikuti suaminya yang di pindah tugaskan. Walaupun sekarang Rania sudah tidak bekerja karena sudah mempunyai anak dan ingin fokus mengurus keluarganya Namun tetap dia tidak bisa egois dengan tinggal berjauhan bersama sang suami. Begitupun dengan Zahwa, sekarang dia akan benar-benar tinggal di kota X. Karena Arjuna telah membeli rumah di sana yang di jadikan sebagai mahar pernikahan mereka. Kini ketiga sahabat itu memang telah menemukan kebahagiaannya masing-masing. Mereka kini telah berbahagia dengan pasangan mereka.


Terlihat kekompakan Zahra dengan sang mertua yang tengah berkutat di dapur. Setelah hari kemarin mereka menghabiskan waktu dengan berbelanja dan mengajak Kinanti jalan-jalan, hari ini keduanya terlihat kompak berada di dapur. Hari ini mereka berdua memang telah berencana akan memasak makanan spesial. Mama Siska sangat senang dengan keberadaan sang menantu di rumahnya. Dia seakan punya teman untuk melakukan semua aktivitas di rumah maupun di luar rumah yang sekedar untuk berbelanja kebutuhan makanan


Dengan adanya Zahra dia bisa diajak diskusi tentang semua hal yang berhubungan dengan kebutuhan wanita termasuk dengan urusan rumah dan dapur, khususnya makanan yang akan mereka masak.


Mereka benar-benar mempergunakan waktu kebersamaan mereka sampai-sampai Reynan kemarin malam tidur terlebih dahulu karena istrinya masih asyik mengobrol dengan mamanya, padahal jam sudah larut. Papa Bagas pun hanya menggelengkan kepala melihat keakraban keduanya. Dalam hatinya bersyukur melihat kerukunan antara istri dan juga menantunya. Di luar sana banyak terdengar jika menantu dan mertua yang tidak akur dan selalu bertengkar walaupun hanya karena hal sepele, namun melihat kedekatan keduanya membuat Papa Bagas sangat bahagia dan bersyukur karena istrinya yang penyayang itu mempunyai seorang menantu yang baik dan juga penyayang seperti istrinya. Dia berharap Alvian pun kelak akan mendapatkan pendamping yang sebaik Zahra, dia ingin menantunya itu tidak hanya mencintai anaknya namun menyayangi keluarganya juga terutama istrinya. Dia tidak ingin menyakiti lagi hati istrinya, cukup dengan kepergian Reynan dimasa lalu yang diakibatkan keegoisannya yang ingin membesarkan perusahaannya dengan menjodohkan Reynan kepada anak rekan bisnisnya. Namun kepergian Reynan membuatnya secara tidak langsung menyakiti hati sang istri yang sangat kehilangan anaknya tersebut. Dia merasa bersalah melihat sang istri yang selalu menunggu kepulangan anak pertama yang sangat disayanginya. Walaupun Mama Siska tidak pernah mengatakan langsung padanya, namun Papa Bagas bisa melihat jika istrinya itu begitu bersedih dengan kepergian Reynan. Pernah dia ingin menyuruh anak itu untuk pulang, namun egonya dulu sangat tinggi sehingga mengalahkan rasa kasih sayangnya dan membiarkan Reynan benar-benar merintis usahanya dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Namun kini dia merasa bangga dengan Reynan yang bisa sukses tanpa bantuannya. Kini dia tidak akan memaksakan kehendaknya pada Alvian, Alvian bebas memilih pasangan hidupnya sendiri. Sebagai orang tua Papa Bagas hanya mendoakan yang terbaik saja untuk kedua anak-anaknya.

__ADS_1


Selesai menyiapkan untuk makan siang Zahra dan Mama Siska terlihat kompak sedang bercengkrama di halaman belakang. Mereka berbincang-bincang mengenai masalah tanaman dan bunga-bunga yang mereka tanam. Namun pembicaraan mereka menjadi serius ketika Mama Siska menanyakan tentang perempuan yang sedang dekat dengan Alvian.


" Mama bersyukur jika benar Al, sedang dekat dengan seorang perempuan." Mama Siska mengeluarkan napas panjang. Walaupun bagaimanapun dia sebagai seorang ibu yang melahirkannya ingin memastikan kebahagiaan Alvian. Mama Siska ingin memastikan kebahagiaan Alvian dengan melihatnya bersanding dengan perempuan yang dia cintai.


" Aku yakin ma, Al memang sedang dekat dengan perempuan itu. Aku melihat perlakuan beliau terhadap perempuan itu berbeda. Dia adalah sekertarisnya Al di kantor. Dia perempuan yang cantik, baik dan juga santun. Dan yang aku lihat perempuan itu juga sepertinya menaruh hati pada Al. Kalau tidak salah namanya Naima."


" Mama berharap yang terbaik buat Alvian. Mama sekarang sudah tidak khawatir dengan Reynan. Sekarang dia terlihat bahagia memiliki kalian. Reynan sudah memiliki pasangan yang tepat. Tetaplah disampingnya, apapun yang terjadi. Mama mohon sama kamu sayang!" Mama Siska mengelus Pelang lengan menantunya dengan sayang dan menatapnya penuh permohonan tulus. Tatapan mata yang begitu tulus memohon pada menantunya untuk selalu berada bersama anak yang sangat dia sayangi.

__ADS_1


" Tidak, kamu adalah wanita yang sempurna untuk Rey, Mama selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian. Mereka pun berpelukan penuh haru. Dalam hati mereka sama-sama mempunyai pengharapan masing-masing. Tentunya harapan yang baik untuk keluarganya.


" Sudah, ayo kita kembali ke dapur


Sebentar lagi mereka akan pulang dari kantor untuk makan siang. Jangan sampai mereka melihat kita seperti ini karena mereka akan bertanya-tanya dan merasa khawatir." Ucap Mama Siska sambil beranjak dan menggandeng menantunya itu ke dapur untuk meneruskan acara memasak yang tertunda.


Hari ini Papa Bagas dan juga Alvian memang berangkat ke kantor karena ada sesuatu hal yang mang harus diselesaikan. Reynan pun ikut karena harus menjaga Kinanti yang merengek-rengek ingin ikut ke kantor bersama Opa dan juga Dady nya. Jadilah ketiga pria itu tidak ada di rumah di rumah juga si kecil Kinanti yang membuat rumah terasa sepi tanpa celotehannya. Namun membuat ibu dan juga Oma nya menjadi tenang dan leluasa untuk melakukan aktivitas di dapur tanpa gangguan si kecil yang biasanya ikut meramaikan dapur yang membuat asisten rumah tangga kewalahan karena harus membereskan dan membersihkan dapur yang bak kapal pecah karena si kecil yang ingin ikutan memasak dan membuat perabotan berantakan.

__ADS_1


Zahra ingin membuat sebuah momen yang baik di setiap pertemuan mereka. Apalagi hari ini terakhir mereka menginap di sini karena besok akan menginap di rumah orang tua Zahra untuk beberapa hari ke depan dan akan kembali menginap ketika menjelang kepulangannya nanti. Dan besok adalah hari pertemuannya dengan kedua sahabatnya. Jadi hari ini Zahra benar-benar menghabiskan waktu dengan Mama mertuanya.


Happy reading 💜💜


__ADS_2