IMAM KU

IMAM KU
Mampir


__ADS_3

Gerbang di bukan kan oleh satpam, mobil yang dikendarai Luthfi melaju menuju halaman rumah mewah Dirgantara.


Bukannya seneng dapet kesempatan mampir kerumah calon, Luthfi malah dilanda kebimbangan dan keraguan. Dan itu tercermin jelas di raut wajah tampannya.


"Kenapa mas ? Ngga mau mampir ?" Tanya Sauqi dengan nada kecewa. Masak iya diajakin masuk rumah malah ngeluh, niat ga nih pdkt nya.


"Ah ?"


"Udah ayok masuk, bentar lagi adzan maghrib kasian Ghifa." Ajak Sauqi dengan sedikit paksaan. Please ya ini moment bagus jangan ada penolakan, begitulah pikir Sauqi.


Dengan langkah ragu Luthfi mengikuti Sauqi. Dan tak butuh waktu lama, ketiga nya sudah berdiri tepat dipintu utama.


Tanpa memikirkan debaran jantung Luthfi, Sauqi membuka pintu rumahnya dengan santai. Kemudian dirinya memasuki rumah seraya menggendong Ghifa.


"Assalamualaikum, kakak cantik pulang." Ucap Sauqi dengan suara cukup keras, bahkan Luthfi dan Ghifa reflek menutup telinga masing-masing.


Entahlah, sebisa mungkin berusaha anggun diluar sana tapi jika sudah pulang kekandang maka setelan otomatis langsung mode on tanpa diklik.


"Waalaikumsalam". Jawab seseorang dari balik sofa.


"Bundaaaa !!! Ayah !!! Bang Bi !!! Bi Miraaa !!! Mbak Linaaa !!! Mang Eko !!!! Kakak bawa dudaaaaa !!!" Teriak Kahfi setelah menyembulkan kepalanya dari balik sofa dan melihat sang kakak datang bersama dua orang Yang berbeda usia.


Dengan kecerdasan Kahfi yang setara dengan simpanse, dirinya sudah bisa menebak siapa sosok yang datang bersama kakaknya saat ini.


"Buset elah adek gue MasyaAllah Astagfirullah." Sauqi menggelengkan kepalanya. Agak malu jadinya.


"Wih ada om Ganteng satu lagi." Ucap Ghifa dengan mata berbinar. Rasa bahagia mampir dalam dirinya setelah Mengetahui bahwa Sauqi dikelilingi oleh orang-orang tampan. Baginya ini adalah kesempatan supaya biaa mempertahankan wajah tampan nan menggemaskannya karena akan sering bergabung dengan mereka.


Luthfi hanya diam memperhatikan tingkah Kahfi yang abnormal, dan Sauqi juga enggan memberi penjelasan mengenai kejadian barusan.


Disaat ketiga makhluk itu terkagum melihat polah remaja 17 tahun yang sedang heboh itu, dari arah dapur sudah terdengar kehebohan lainnya dan itu membuat Sauqi lupa mempersilahkan Luthfi dan Ghifa duduk.


"Adek !!! Lu ga ngigo kan ? Lu gak boong sama bunda kan ??" Suara melengking Shena semakin mendekat.


"Ya Allah bun, masih sadar nih. Tu liat siapa yang berdiri dibelakang kakak." Kahfi menunjuk keberadaan Luthfi setelah sang bunda berdiri didepannya.


Shena mengangguk. "Ahh masnya silahkan duduk, maklum ya keluarga kami minim akhlak." Ucapnya dengan ramah.


"Ah iya maaf mas sampek lupa nyuruh duduk." Sauqi tersenyum canggung.


" Terimakasih nyonya." Jawab Luthfi sopan.


Sejujurnya dirinya saat ini sedang dilanda serangan meningkatnyA kerja jantung. Bagaimana tidak, pdkt belum sukses eh udah nyasar dirumah orangtuanya calon. Dag dig dug gak tuh.


"Ayah !!!! Ada tamu nih, mas dudanya kakak !!!!" Teriak Shena memanggil sang suami yang masih nongkrong depan kompor. Ngangetin sendok katanya.


"Iya bentar, ayah nggak budeg !!!" Jawab Juan juga dengan teriakan.


Belum juga bisa redain jantung yang maraton eh dikagetin suara calon Mertua yang menggelegar aduhai mantap jiwa, makin Jadilah Jantung luthfi berdisco ria.

__ADS_1


Ya Allah keluarga Tarzan kalik nih ah. Batin Luthfi terheran.


Disaat Luthfi sedang merapikan irama jantungnya yang berantakan, Ghifa curi-curi pandang kearah Kahfi.


"Ghifa mau kenalan sama om itu boleh Mom ?" Tanya Ghifa seraya menunjuk keberadaan Kahfi.


"Boleh"


" Dek, ini si kecil pengen kenal kamu." Ucap Sauqi memanggil sang adik, Kahfi.


Dengan senyum sumringah, Kahfi Menghampiri Ghifa yang duduk manis disebelah Luthfi.


"Hai boy, panggil gue om Kahfi okey." Ucap Kahfi seraya mengulurkan tangan, dan langsung disambut oleh Ghifa dengan senang hati.


"Ghifa om, anak gantengnya mommy." Jawab Ghifa dengan percaya diri.


Kahfi hanya membalasnya dengan senyum dan anggukan. Lain hal dengan manusia yang baru datang, makhluk itu langsung menghampiri Ghifa dengan beberapa buah permen Ditangannya.


Dengan gelagat aneh, Bizar menghampiri Ghifa. "Heyoo boy kita jumpa lagi, welcome dirumah om ganteng." Sapanya dengan antusias, bahkan Ghifa juga langsung menerjang Bizar yang berjongkok tak jauh darinya dan memeluknya bahagia.


"Thanks ya om Ganteng."


Anak gue gampang bet adaptasinya, udah pada welcome semua ama dia. Lah gue gimana kabar ? -Batin Luthfi kasihan.


"Masnya jangan bengong gitu ini diminum dulu sambil nunggu adzan magrib." Ucap Juan memecah lamunan Luthfi.


Dengan gugup Luthfi meraih cangkir teh nya dan menyesanya perlahan. "Terimakasih Tuan, maaf merepotkan." Ucap Luthfi sungkan.


Luthfi hanya mengangguk canggung.


"Sayang ganteng kenalan yok sama opa sama oma." Ucap Shena yang berdiri dihadapan Ghifa, meraih pipi bujang kecil itu dengan lembut.


"Maaf tuan dan nyonya.... dia putra saya." Ucap Luthfi memperkenalkan bujang kecilnya dengan sedikit kegugupan.


Shena acuh dan Juan hanya menanggapi dengan senyum, keduanya sudah teralihkan oleh keimutan Ghifa.


"Sayang siapa namanya." Kini giliran Juan yang mendekati Ghifa.


"Ghifa opa dan Oma." Jawab Ghifa dengan senyum manis menggetarkan jiwa sepasang paruh baya itu.


"Duh kak, bang buruan nikah biar Bunda sama ayah cepet punya cucu yang imut gini." Ujar Juan yang sudah terlenan menguyel uyel pipi tembem Ghifa.


Dan anehny Ghifa nyaman nyaman aja digituin oleh orang yang baru kenal. Padahal pada Luthfi sekalipun dirinya akan marah dan Ngambek jika diperlakukan Sedemikian rupa. Pertanda kah ini ??


"Abang masih proses yah, bu guru masih belom bisa move on kayaknya." Jawab Bizar dengan secara tidak langsung mengumpankan adik kembarnya.


"Yodah kakak aja dulu, kan dah bawa calonnya kesini." Shena menjawab anak bujangnya tanpa mengalihkan perhatiannya dari Ghifa.


Mendengarkan hal itu, Luthfi hampir tersedak nafasnya sendiri.

__ADS_1


"Astagfirullah, untung gak lagi minum. Hampir aja keselek cangkir." Gumam Luthfi pelan.


"Dah bang gas aja udah dapet lampu ijo tuh." Kata Kahfi seraya melirik Luthfi.


Sauqi mendengus, dirinya malu dengan tingkah keluarganya. Jika sudah begini pasti akan berkepanjangan nanti.


*Allahhua akbar Allaaahhhhhu akbar*


Alhamdulillah adzan menyelamatkan ku. Batin Sauqi lega.


"Bapak bapak, ibu sekalian mari mengambil wudhu. Ini sudah masuk waktu sholat." Ucap Sauqi yang sejak tadi hanya diam.


Dirinya beranjak dari duduknya. "Kak kamu pinjam sajadah sama kain sarung dilemari abang. Berikan pada mas ?" Ucap Shena sebelum mengikuti sang suami, namun dikalimat terkahirnya dia melupakan sesuatu hingga ucapan nya menjadi kalimat tanya.


"Saya Luthfi Nyonya, Tuan." Jawab nya dengan malu. Pasalnya dirinya juga lupa mengenalkan diri.


"Oh iya, Mas Luthfi. Cepat kak kita sholat berjamaah dibawah."


"Abang ajak masnya wudhu dikamar mandi belakang ya." Lanjutnya memberi perintah.


"Yok bang kebelakang sama gue." Ajak Bizar ramah dan dituruti oleh Luthfi.


"Baik."


Semuanya sudah siap, seluruh penghuni kediaman Dirgantara dan 2 orang tamu sholat berjamaah dengan Juan sebagai imam. 3 rakaat telah ditunaikan, semua bersalaman dan diakhiri dengan doa yang sengaja Juan limpahkan kepada tamunya, Luthfi.


Dengan gugup Luthfi memimpin doa, dirinya berusaha menghilangkan kegugupannya agar sesi berdoa tetap khidmat.


Seusai Sholat maghrib, Shena dan Sauqi langsing sibuk didapur untuk menyiapkan makan malam spesial untuk kedua tamu dadakan malam itu.


_________


Assalamualaikum gaes.


Semoga dimalam pergantian tahun ini kita semua dalam keadaan baik, meninggal kan yang buruk dan mempersiapkan hal baik ditahun baru.


Aamiin.


Maaf ya nggak nongol lama, maklum gue sibuk akhir-akhir ini dan banyak begadang jadi badan gue juga kurang sehat, terutama kepala yang sering puyeng tanpa alasan.


Di penghujung tahun 2021 ini gue ucapin banyak terimakasih buat lu pada mpok mpok dan abang abang yang udah dukung gue, dukung karya gue selama ini.


Dari cerita mas pol, mas ojol sampek sekarang yang mas duda kalian masih setia sama gue.


Udah 1 setengah tahun pulak rupanya gue gabung dimari dan lu pada hadir memberi gue semangat, motivasi dan banyak hal lainnya.


Thanks lah buat warga amuba sayang yang udah nemenin gue sampai hari ini dan sampai ketahap ini😘πŸ₯°


Tanpa adanya kalian yang setia sama karya gue, mungkin gue udah hengkang dari sini.

__ADS_1


Sekali lagi thanks guys, you are the best πŸ₯°πŸ˜˜


__ADS_2