
Seminggu berlalu, kabar mengenai Chintya yang pindah kekota sebrang sudah Syauqi terima dengan baik.
Hubungannya dengan Luthfi juga semakin mesra saja. Hingga hari ini pun tiba saatnya ia akan dilamar oleh duda tampan itu.
Semua keluarga sudah berkumpul, bahkan dari pihak Luthfi pun juga sudah hadir. Dan kini semua nya sudah berada diruangan yang sama.
Acara dimulai dengan basa basi dari orang yang dituakan dimasing masing keluarga. Kemudian berlanjut pada maksud dan tujuan kedatangan Luthfi dan keluarga yang akan meminang Syauqi.
Keluarga besar Syauqi pun menyambut dengan baik. Acara kemudian dilanjutkan dengan nasehat nasehat untuk Luthfi dan juga Syauqi beserta harapan harapan untuk keduanya dimasa depan. Doa terbaik juga tak lupa di lantunkan.
Setelah Luthfi secara pribadi mengutarakan niat hatinya dan diterima baik oleh Syauqi, kini keduanya dipersilahkan untuk bertukar cincin.
Cicin untuk Syauqi, Aleta yang menyematkannya mewakili Luthfi. Dan Juan mewakili Syauqi menyematkan cincin untuk Luthfi.
Kini keduanya sudah resmi sebagai calon suami dan istri. Acara pun telah usai, kini hanya ada tiga keluarga yang masih tersisa.
"Terimakasih mas Luthfi, terimakasih boy." Syauqi mengecup pipi Luthfi dan Ghifa bergantian.
Syauqi bahagia hari ini, akhirnya dia menjadi calon istri sekaligus ibu.
"Sama sama. Tedimakasih sudah menerima kami dalam hidup mu." Balas Luthfi.
Tiada kata yang keluar diri bibir Ghifa, namun bujang kecil itu sangat bahagia dan hanya mampu mengungkapkan lewat perbuatan. Yakni memeluk erat Syauqi dan lengan sang papi.
Semua yang melihat itu merasa sangat bahagia, terutama Guntur dan Aleta. Bahkan Juan dan Shena pun sampai terharu hingga terbawa suasana dan saling berpelukan.
Bizar bahagia melihat semua ini, dan ia juga berpikir untuk menambah satu kebahagiaan lagi.
"Ayah Bunda, semuanya. Ada yang ingin abang sampaikan." Ucap Bizar memecah keheningan.
"Apa bang ?" Tanya Juan penasaran. Yang lainya memilih menyimak.
"Ayah bunda baca ini dulu, nanti abang jelaskan." Bizar menyerahkan sebuah map yang berisi CV Naraya yang sengaja ia print.
Juan menerimanya, perlahan ia membuka dan membacanya. Shena juga ikut memperhatikan, sesekali kening keduanya berkerut.
Untuk yang lain hanya memperhatikan tanpa ada niat bertanya.
"Ini CV ? Abang mau ta'aruf ?" Tanya Shena yang sudah tak mampu membendung kebahagiaan. Akhirnya anak bujangnya ada niatan menikah.
Hampir Saja ia anggap anak sulungnya tidak normal.
"InsyaAllah bunda." Jawab Bizar mantap.
Tak hanya Juan dan Shena yang terkejut tapi semua orang Yang masih ada disana.
__ADS_1
"Naraya Alfaiz Farizi." Ucap Juan membaca nama yang tertera setelah selesai membaca CV itu.
Mendengar nama itu disebut, Kahfi dan Rendi kompak bersuara. "Ibu guru cantik ??"
"Guru kamu dek ??" Tanya Syauqi memastikan.
Kahfi mengangguk, bahkan Rendi juga.
"Guru Matematika di SMA Kebangsaan 2, anak seorang dokter dan driver ojek online." Juan kembali membacanya.
"Beh ga salah lagi, ibu guru fiks. Gercep amat lu bang anjayyyyy." Saut Kahfi seraya bertepuk tangan.
Syauqi yang masih tak percaya, menatap Bizar dengan melotot. "Hmm diam dikira nggak normal, bergerak ta'arufan." Sindir Syauqi yang hanya dibalas senyum tipis oleh Bizar.
"Abang sudah diterima dengan baik oleh keluarganya Ayah, sekarang mereka menunggu kabar baik dari abang. Disini Bizar meminta restu dan izin ayah Bunda untuk abang Mengkhitbah Naraya dalam waktu dekat ini." Bizar mengungkapkan niat dan maksud hatinya.
Juan dan Shena tersenyum bangga, putra nya ternyata sangat lah hebat dan bertanggung jawab.
"Ayah dan bunda restu, besok kita datang kerumahnya dan meminangnya. Untuk pernikahan diadakan bersamaan dengan pernikahan kakak itu lebih baik." Jawab Juan tanpa berpikir panjang. Dia sudah dapat menilai jika Naraya adalah gadis baik dari CVnya.
Shena mengangguk setuju, dirinya memiliki feeling jika pilih an Bizar bukan lah gadis sembarangan. Apalagi dia banyak mendapat infoemasi dari Kahfi mengenai ibu guru cantik itu.
Akhirnya bertambah lah kabar bahagia untuk keluarga besar Dirgantara. Yang mana dalam waktu dekat langsung mendapat dua menantu sekaligus.
******
Dilain tempat, Seorang pemuda sedang merenungi nasibnya. Kini hidupnya benar benar hancur berantakan.
Saat tak bertugas seperti ini, dirinya menghabiskan waktu dikontrakan baru nya dan berpesta minuman keras serta obat obatan terlarang.
Dirinya sudah hilang akal, sejak Syauqi menolaknya untuk terakhir kali. Dirinya menjadi seperti sekarang, melampiaskan semuanya pada minuman beralkohol dan obat obatan terlarang yang ia dapatkan dari seorang supir angkot.
Dirinya frustasi, apalagi saat ia mendapat kabar baik Syauqi yang resmi dipinang oleh Luthfi, salah satu dosen terbaik diuniversitas swasta. Tapi kabar baik itu adalah kabar buruk untuknya. Yang mana ia tak akan pernah ada ksempay untuk mendapat kan Syauqi kembali.
"Aaarrrrgggghhhhh semua gara gara wanita jalaangg itu !!!! Syauqi pergi." Pasha meraung tidak jelas.
Kondisinya sekarang sangatlah mengenaskan, tapi orangtunya tidak mengetahui ini.
"Aku salah !! Aku salah !!" Tangisnya memilukan. Matanya membengkak, tubuhnya perlahan terlihat kurus tak terurus.
Dirinya benar benar jatuh terpuruk, Syauqi bahagia dan ia menderita karena ulahnya.
Rasa benci dan penyesalan menyesatkannya. Semua yang berlalu tak kan bisa diulang.
"Hahahahah !!! Bahagialah Syauqi sayang. Aku mencintaimu hingga akhir hayat ku. Supaya kamu tak lagi terganggu oleh ular itu maka aku akan segera melenyapkannya untuk mu hahahahaha !!! Tunggu akhir ke bahagiaan mu Shazia murahan !!!" Tawa pasha menggelegar memenuhi udara.
__ADS_1
Otaknya berhenti berfungsi normal, dia sudah terlalu banyak terkontaminasi obat obatan dan alkohol yang berlebihan sekarang.
Tangannya mengetik sebuah pesan, meminta Shazia datang padanya sekarang juga.
Karena Shazia terlalu cinta mati pada Pasha, ia langsung membalas pesan Pasha dan mengiyakan. Tanpa curiga sedikit pun.
Tak berselang lama, pintu terketuk dari luar. Dan kemudian munculah Shazia.
"Apa yang lo lakuin Pasha ??" Tanyanya terkejut melihat Pasha yang berantakan dengan keadaan botol alkohol dimana mana.
"Kenapa ? Kaget ?"
"Lo udah gila ? Jangan bilang ini karena lo patah hati mendengar kabar Syauqi yang udah tunangan, iya ??" Tebak Shazia dengan suara meninggi. "Untuk apa haaa ? Dia udah bahagia!!!."
Pasha tertawa. "Hahahah !!! Kalo nggak gara gara lo pasti saat ini gue yang ada disamping Syauqi. Tau akan jadi gini saat itu lo udah gue habisin ditempat." Ucap Pasha dingin.
Shazia seketika merasakan hawa yang mengerikan. Ia berpikir bahwa ini akan berakhir buruk untuknya. Dengan ceoat ia memutar tubuhnya berniat pergi.
Namun tangannya dicekal oleh Pasha.
"Mau kemana ? Hmm ? Kenapa takut ?! Bukankah dulu lo pengen banget gue sentuh haa ?" Tangan Pasha membelai setiap inci tubuh Shazia yang menengang.
"Lo mau apa Pash ??" Tanya Shazia dengan suara bergetar. Ia merasa takut kali ini.
Pasha hanya diam, tangannya bergerak liar. Shazia meronta namun tenaga nya kalah besar.
Perlahan namun pasti, Pasha mempermainkan tubuhnya. Seringaian Pasha tampilkan. Hingga akhirnya suara laknat keluar dari mulut Shazia.
Dan sedetik kemudian, Pasha mencekik Shazia dengan brutal. "Lo pantas disiksa seperti ini !! Anggap ini udah untuk lo yang udah nusuk Syauqi dari belakang." UcaP Pasha dingin.
Shazia sudah kehabisan nafas, suara nya tercekat. Ia melemah.
Namun Pasha sama sekali tak peduli, kini tangan nya terayun dan terhempaslah tubuh Shazia menghantam meja kaca yang ada diruang itu.
Shazia merintih kesakitan, kesadarannya mulai menipis.
Pasha menginjak wajah cantik yang lebam itu. "Cukup sampai disini murahan, jangan pernah lagi menganggu Syauqi kesayangan ku atau kau !!! Akan berakhir lebih menyedihkan dari ini. Kau rendahan !!"
Dengan kasarnya, Pasha menyeret tubuh tak berdaya itu kedalam mobil. Setelah beberapa menit berkendara, Pasha menurnkan Shazia begitu saja dipinggir jalan dan meninggal kan nya ntah kemana.
Shazia yang tak memiliki kekuatan dan rasa sakit yang tak tertahan hanya mampu menggigit bibirnya menahan pedih. Ia mengakui bahwa ini karma untuknya. Air matanya mengalir, ia telah menghancurkan kedua sahabatnya.
Ia tak menyangka bahwa nasib nya akan seburuk ini. Karma yang ia terima teramat sangat menyedihkan.
Ternyata kabar baik dari Syauqi adalah kabar yang buruk untuk Pasha dan Shazia.
__ADS_1