IMAM KU

IMAM KU
Alhamdulillahirabbil'alamin


__ADS_3

40 harian Alm. Pasha sudah terlaksana. Dan akhirnya setelah ditunda beberapa waktu lamanya, hari yang dinanti juga tiba.


Semua persiapan terwujudkan dengan sempurna, gedung serbaguna nan luas disulap menjadi ruangan nan mewah dengan dekorasi bunga-bunga yang dominan berawarna putih serta taburan glitter berwarna gold.


Pelaminan berdiri kokoh layaknya singgasana ratu dan raja istana. Hidangan mewah tersaji memanjakan tamu undangan. Dan WO terpercaya menjadikan acara semakin terkesan sempurna.


"Dek, lu bisa duduk nggak ? Puyeng gue liat elu." Tegur Naswa saat melihat Syauqi yang cosplay menjadi setrikaan.


"Gue gugup, apa yang terjadi sama duda gue diluar yaa ?" Tanya Syauqi dengan menghentak-hentakkan kakinya.


Naswa mendengus. "Tenang aja, pasti lancar. Lagian suami lu udah pernah ngalamin. Ini kali keduanya kan ? Lu bukan yang pertama." Saut Naswa.


Syauqi langsung memberengut. "Justru itu, gue takutnya tar malem. Takut langsung disodokin karena udah saking pengalaman nya." Jawab nya sambil bergidik ngeri.


"Harusnya gue yang gugup, laki gue pengalaman blender bauh doang, tar salah masuk gimana ?" Naswa juga tak mau kalah mengadu nasib masalah kegugupan nya menyambut malam nanti.


"Kan ahli peras memeras, jeruk aja sampek hilang sarinya apalagi elu Ty." Saut Syauqi.


"Kalian nggak lihat aku ?" Tanya Naraya yang sejak awal hanya diam saja. Melihat kedua manusia aneh yang berstatus calon istri sama sepertinya mengadu nasib membuat dirinya juga ingin nimbrung.


Naswa san Syauqi kompak menoleh. "Emang kenapa mbak ?" Tanya Syauqi.


"Kalo kalian mengadu nasib masalah gugup apa takut ntar malem, lah aku apa daya ?" Tanya Naraya dengan wajah memelas, tangannya juga terlihat gemetar.


Naswa mengangkat sebelah alisnya. "Kok gitu ?"


Naraya menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan calon ontynya itu. "Kalian udah menjalin hubungan sebelum nya, dan Mba eh Onty Naswa bahkan udah lama banget dari masa sekolah, lah aku yang baru kurang lebih 10 kali ketemu ini apa kabar ? Masak pertemuan ke 11 langsung itu."  Jelasnya dengan sesekali menggigit bibir bawahnya tanda gugup.

__ADS_1


Syauqi dan Naswa kompak menganggukkan kepala. Benar juga, mereka yang udah melalui fase pacaran aja guguo bukan maen, apalagi Naraya ? Siang kenalan, sore diajak tukar CV eh besok nya dilamar. Sekarang nikah, tar malem produksi penerus, wajar sih kalo takut.


"Tapi mbak, kita sebagai istri harus melayani suami kita kapan pun itu, siap ga siap harus siap" Ucap Syauqi dengan tangan yang mengepal di udara tanda semangat membara.


Padahal sih dia takut juga.


"Yakin siap ?? Lu masih amatiran Qi, laki lu Pengalaman tuh, pasti ritme dan gaya udah pro dan lu nya noob." Saut Naswa mematahkan semangat membara seorang Syauqi.


"Kan bisa dibimbing mbak, kalo mbaknya sama sama amatir gimana tuh ?" Tanya Naraya yang ternyata juga malah mematahkan semangat Naswa.


Naswa seketika kikuk.


"Mbak tolong yaa, diri mu bagaimana ? Letak mata ama hidung aja Bang Bizar masih mengamati, apalagi tar malem." Syauqi menghela nafas jengah.


Saat ini dirinya gugup setengah mati tapi malah bahas hal-hal random. Ntahlah, masalah nanti malam tunggu saja bagaimana nya, dia mau pasrah saja. Begitulah pikiran Syauqi.


Meninggalkan para calon istri, kini beralih ketempat acara dilaksanakan. Para calon suami terlihat sangat gugup, bahkan keringat membasahi dahi mereka masing-masing.


Pak penghulu sudah mengambil posisi ternyaman yang sudah disediakan. Para pengantin pria juga sudah duduk bersisihan.


Bapak bapak saksi juga sudah siap sedia mendengar dan menyaksikan serta menyimpan suara nya untuk berkata sah nantinya.


Untuk akad yang pertama dilaksanakan adalah Farhan, karena Naswa adalah yang paling tertua antara Syauqi dan Bizar di keluarga Dirgantara.


Dengan penuh keyakinan jiwa dan raga, Farhan menjabat tangan Dani. Kalimat akad yang ia hafalkan sejak semalaman terucap dengan lurus tanpa salah hingga kata sah berkumdang.


Kemudian giliran Bizar, laki-laki itu gugup bukan kepalang. Sekalinya dekat dengan perempuan langsung lamar, dan sekarang dirinya akan menghalal kan gadis itu dalam janji suci.

__ADS_1


Tangannya yang dingin kini menjabat tangan calon ayah mertuanya, Faiz. Dengan gayanya yang kebanyakan nyengir akhirnya ia beranikan diri mengucap akad dalam satu tarikan nafas. Kata Sah menjadi tanda bahwa Naraya telah resmi menjadi istrinya, pendamping hidupnya dunia akhirat.


Yang terakhir giliran mas duda yang sebentar lagi julukan itu akan berganti dengan julukan baru, seperti suami prosesif misalnya.


Ini bukan yang pertama, ini adalah kali kedua baginya. Namun untuk rasa gugup ini akan tetap menjadi seperti saat pertama kali dalam hidupnya.


Tangannya mendingin dan sedikit gemetar, tapi ia beranikan menjabat tangan Juan. Matanya ia pejamkan sejenak dan kemudian kalimat akad nan sakral terucap dengan nada tegas penuh keyakinan. Hingga akhirnya satu kata yang ia nantikan terlontarkan dari semua orang yang menyaksikan.


"Saaaaaahhhhhhh"


"Alhamdulillah." Ucap Pak penghulu setelah kata Sah yang ketiga kalinya menggema diudara.


Doa dihaturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, haru dan bahagia mewarnai pagi nan cerah, senyum indah terus terpancarkan oleh semua orang yang hadir dalam acara.


Setelah para pria berhasil mengucapkan akad dan kata sah berkumandang, para pengantin wanita dibawa masuk keruangan.


Ketiga gadis itu kini sudah sah menjadi istri untuk suaminya masing-masing. Dan acara dilanjut untuk para istri mencium tangan para suami dan kemudian para suami mencium kening para istri.


Ketiga pasangan itu kini merasa bahagia bak ratu dan raja sehari. Berdiri dipelaminam dengan tangan Senantiasa bergandengan dan senyum indah yang tak hilang.


Acara masih berlanjut, dari acara akad yang menegangkan serta mengharukan, acara sungkeman yang berlinang airmata kebahagian, nasehat yang diberikan, serta doa dan ucapan.


Kini ketiga pasang manusia itu telah membuka lembaran baru dalam kehidupan. Dengan status yang berbeda, dengan cerita yang akan berbeda pula nantinya.


Harapan dan doa yang terbaik, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah. Langgeng hingga maut memisahkan, menjadi keluarga yang harmonis dan semoga segera diberikan titopan olehNya.


Semoga menjadi pasangan sehidup sesyurga.

__ADS_1


__ADS_2