
Setelah seorang pelayan yang membawakan mereka minuman pergi, Zahwa pun memulai percakapan mereka.
" Perkenalkan, saya Zahwa. Saya bekerja di sini sebagai wakil dari Pak Reynan. Jika beliau sedang tidak ada di tempat saya yang akan bertanggungjawab di sini. " Zahra memperkenalkan dirinya terlebih dahulu dengan menjelaskan panjang lebar. Memang sekarang Zahwa diangkat menjadi orang kepercayaan Reynan mengurus hotel Zaraya. Sedangkan Reynan hanya sesekali memantau karena lebih sering mengurusi area restorannya.
Naima pun mengangguk tanda mengerti, namun dia tidak bisa mengatakan hal pribadi kepada Zahwa. Walaupun posisi Zahwa di sini adalah orang kepercayaan Reynan.
Melihat Naima yang masih terdiam Zahwa kemudian berbicara kembali.
" Adakah hal yang membuatmu datang kemari? dan kenapa pula Pak Reynan yang ditemui bukan Alvian?" Zahwa menatap Naima yang terlihat tak nyaman, dia pun berpikir mungkin Naima ada urusan pribadi dengan atasannya.
" Apa ada urusan pribadi?" Zahwa kembali bertanya. Melihat Naima yang diam dan merasa risih Zahwa pun berkesimpulan bahwa apa yang dia pikirkan tentang kedatangan Naima adalah benar. Namun yang jadi pertanyaan kenapa Mas Reynan yang Naima temui bukan Alvian atau Zahra. Bukan, bukan karena dia ingin mencampuri urusan orang lain namun jika berkaitan dengan sahabatnya Zahra dia menjadi penasaran karena dia ingin memastikan bahwa tidak ada hal buruk yang akan terjadi pada sahabatnya.
__ADS_1
" Maaf bukan aku lancang ingin mengetahui urusan orang lain. Perlu kamu tahu saya adalah sahabat Zahra, istri dari Pak Reynan calon kakak ipar mu. Saya ingin memastikan bukan hal buruk yang akan kamu sampaikan." Naima mengangkat wajahnya dan menatap Zahwa. Naima berpikir haruskah dia bertanya pada orang di depannya Bahakan mengatakan semuanya yang tengah dia rasakan. Kalau benar Zahwa sahabat dari Zahra maka diapun kemungkinan tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Melihat Naima yang masih ragu, Zahwa kembali buka suara.
" Apa ini tentang Alvian, mungkinkah tentang masa lalunya?" Zahwa berkata dengan sedikit ragu. Dia hanya ingin yang terbaik untuk semuanya. Apalagi untuk Zahra sahabatnya.
Naima yang sulit bicara membuat Zahwa sedikit menarik nafas. dia tidak sabar lagi dengan apa yang akan dikatakan Naima.
" Sebelumnya Saya hanya ingin bertanya pada pak Reynan. Apakah dia tahu masa lalu Pak Alvian bersama istrinya?" Naima berkata ragu-ragu sambil menunduk. Dia takut salah bicara dan merusak semuanya. Zahwa menatap Naima namun tidak mengeluarkan sepatah katapun, dia ingin mendengar kelanjutan dari pembicaraan Naima. Namun walaupun begitu Zahwa tentu paham dengan apa yang terjadi, yang menjadi pertanyaan dari mana Naima tahu dan siapa yang telah memberitahukan semuanya.
Melihat Zahwa yang hanya terdiam, Naima melanjutkan perkataannya
__ADS_1
" Aku mendapat Pesan dari seseorang yang aku sendiri tidak tahu siapa, namun pesan itu berulang dan mengganggu. Aku datang kesini hanya ingin meminta penjelasan. Pak Alvian akhir-akhir ini tidak menghubungi mungkin karena memang aku yang meminta. Namun semakin aku berpikir aku tetap tidak menemukan jawaban." Naima menarik nafas dalam. Seakan bebannya sedikit berkurang karena telah menceritakan masalahnya. Walaupun dia sedikit khawatir apakah wanita di depannya akan bisa memberikan jawaban akan semua pertanyaan yang akhir-akhir ini memenuhi kepalanya.
" Apa kamu percaya dengan isi pesan yang kamu terima?" Zahwa ingin meluruskan semuanya, namun dia juga ingin mengetahui reaksi perempuan di depannya untuk masalah ini."
" Jujur saya sedikit khawatir, dengan kedekatan Kinan dan Pak Alvian. Saya sempat mengira bahwa Bu Zahra juga adalah istri dari Alvian. Sempat saya mendengar juga gosip di kantor bahwa Pak Alvian tidak bisa melupakan wanita masa lalunya yang sekarang saya tahu bahwa wanita itu adalah Bu Zahra yang tak lain adalah kakak iparnya sendiri. Apalagi hubungan ini di mulai bukan dengan cinta. Saya hanya ini g memastikan semuanya saja." Zahwa sedikit kaget dengan apa yang barusan Naima ucapakan, yang dia lihat Alvian sekarang sudah move-on. Zahwa bisa melihat bahwa Alvian memang menyukai Naima. Namun apa yang barusan dia dengar sungguh membuat dia bertanya-tanya, mungkinkah Alvian hanya berpura- pura..." Zahwa pun jadi berpikir yang tidak-tidak. Namun segera dia tepis dan segera bertanya pada Naima apa maksud dari semuanya.
" Maksud kamu bagaimana memulai hubungan tanpa cinta? yang aku tahu Alvian sangat mencintaimu." Zahwa berkata meyakinkan. Walaupun setelah mendengar barusan Zahwa pun menjadi ragu....
Happy reading 💜
maaf nih lama sekali gak update 🙏
__ADS_1