IMAM KU

IMAM KU
108


__ADS_3

Alvian memesan tiket pesawat dengan jadwal penerbangan pertama, dia tidak ingin terlambat menghadiri syukuran yang diadakan kakak dan juga kakak iparnya. Bukan hanya dia ingin hadir karena ingin mendoakan calon keponakan baru namun Alvian juga tidak sabar untuk mengenalkan Naima sebagai calon istri dihadapan keluarganya.


Sebenarnya Alvian kembali membujuk Bu Rahma untuk ikut namun Bu Rahma tetap dengan pendiriannya. Dia akan menunggu kabar baik saja katanya.


Suasana sudah lebih membaik sehingga diperjalanan dihabiskan untuk saling berbicara supaya lebih mengenal lagi pribadi masing-masing. Alvian baru tahu kalau Naima ternyata mempunyai seorang adik perempuan yang duduk di bangku kuliah. Alvian pun baru tahu jika Naima itu tidak sekaku yang dia bayangkan. Akhirnya perjalanan menuju kota X pun tidak terasa, terlewatkan begitu saja.


Setelah sampai di bandara, Naima hendak pamit karena akan membersihkan diri di kontrakannya. Namun tidak terbayangkan oleh Naima jika pria yang kini menjadi calon suaminya itu ikut pulang bersamanya. Di perjalanan Naima diajak mampir dahulu kesebuah butik untuk membeli gaun untuk Naima. Naima hanya bisa mematuhi apa yang Alvian katakan tanpa diberi kesempatan untuk menolak.


Ketika Naima sudah selesai bersiap, mereka pun berangkat menuju rumah Alvian karena pria itupun harus bersiap-siap terlebih dahulu dan membersihkan diri. Walaupun sebelumnya tadi dia sudah mandi di hotel tempatnya menginap sebelum perjalanan pulang namun tetap saja dia merasa badannya kini berkeringat kembali setelah perjalanan yang lumayan jauh.


Dikediaman Rayhan


" Rey, adikmu itu kemana, apa tidak diberitahu jika kamu akan mengadakan syukuran? Sampai-sampai orang tuanya datang dia seolah tidak peduli. Dari semalam Mama hubungi dia semalam ponselnya sibuk dan lebih parah lagi pagi ini ponselnya tidak aktif." Ucap Mama Siska berbicara panjang lebar pada anak sulungnya, menanyakan keberadaan sang pura kedua yang tidak menemuinya bahkan sulit untuk dihubungi.

__ADS_1


" Sudah ma, mungkin dia sibuk. Tapi pasti datang kok." ucap Reynan sambil menggandeng ibunya untuk diajak duduk.


para tamu pun yang tak lain dari tetangga-tetangga sekitar komplek perumahan Reynan dan Zahra mulai berdatangan. Memang Reynan tidak mengadakan syukuran besar, mereka hanya mengundang saudara, karyawannya dan juga tetangga dekat saja. Ada Tante Rima yang tak lain adik dari Mama Siska beliau datang bersama suaminya Om Tio. Kalau Papa Bagas beliau anak tunggal saudaranya pun tinggal di kota yang jauh. Mama Siska juga sebenarnya saudaranya banyak yang tinggal di Solo, hanya Tante Rima yang tinggal di kota yang sama dengan Mama Siska. Sedangkan dari keluarga mertua Reynan pun ada beberapa yang datang namun banyak juga yang berhalangan datang dan ada juga tidak tinggal di kota yang sama.


Ketika mereka sedang asyik bercengkrama satu sama lain, mereka dikejutkan dengan kehadiran Alvian. Bukan kehadiran Alvian yang menarik perhatian keluarga namun gadis yang berjalan di belakangnya.


Apalagi Mama Siska dia sangat penasaran dengan gadis cantik yang kini mendekatinya dan menyalaminya. Baru saja mereka ingin mengenal siapa gadis yang Alvian bawa Namun ustad yang akan mengisi ceramah dan memimpin pengajian sudah datang, jadilah mereka hanya melirik-lirik gadis yang kini duduk di samping Zahra. Mama Siska semakin penasaran karena ternyata menantunya itu terlihat sudah mengenal gadis yang dibawa Alvian. dan juga Reynan, dia tidak tampak terkejut dengan kehadiran gadis itu. Mungkinkah hanya dirinya yang tidak tahu apa-apa tentang Alvian. Papa Bagas yang seolah mengerti kegelisahan sang istri berinisiatif untuk mendekati serta mengelus lengan sang istri dan menatapnya, tatapannya itu seolah mengatakan semua baik-baik saja dan itu benar-benar membuat Mama Siska menjadi lebih tenang. Walau bagaimanapun pernikahan mereka yang sudah lebih dari tiga puluh tahun membuat keduanya bisa saling memahami tanpa masing-masing mengatakan bahwa salah satu diantara mereka tengah merasakan kegelisahan.


Akhirnya Mama Siska pun fokus dengan apa yang disampaikan Pak ustadz yang sedang memberi nasihat atau wejangan terhadap semua yang hadir, bahwasanya kehadiran anak merupakan rejeki yang Allah berikan kepada hambanya. Pak ustadz pun mengatakan bahwa anak merupakan rezeki, titipan sekaligus ujian bagi para orang tua yang diamanahi.


Dikatakan titipan karena kita harus merawatnya dengan baik dan kita sebagai orang tua harus ikhlas jika sewaktu-waktu yang menghadirkannya di dunia ini meminta kembali.


Dikatakan ujian karena untuk menjadi orang tua itu tidak mudah. Bukan hanya tumbuh kembang dan pendidikannya yang harus diperhatikan namun juga akhlaknya. Kita sebagai orang tua suatu hari nanti akan diminta pertanggungjawabannya jika anak itu Sholeh maka akan menjadi tabungan kita kelak.Namun sebaliknya ketika kita tidak bisa memberikan ilmu agama yang baik, tidak bisa mendidiknya dengan benar apalagi sampai anak itu keluar dari jalan Allah. Maka kelak kita akan mempertanggungjawabkannya dengan berat karena telah menjadi orang tua yang lalai.

__ADS_1


Untuk itu sebagai orang tua kita harus bisa membimbing dan mencontohkan hal-hal yang baik untuk anak kita, supaya kelak anak yang kita didik dan besarkan dengan ilmu agama yang baik selain menjadi bekal untuk dirinya bisa juga untuk tabungan kita kelak.


Begitulah kurang lebihnya apa yang telah pak ustadz sampaikan kepada tamu dan khusunya kepada tuan rumah yang mengundangnya.


Acara pun di tutup dengan doa dan dilanjutkan dengan ramah-tamah. Semua tamu undangan pun dipersilahkan untuk menyantap makanan yang telah disediakan. Banyak para tamu yang hadir mengucapkan selamat pada Reynan dan Zahra, mereka pun mendoakan yang terbaik untuk Reynan dan Zahra juga anak yang sedang ada dalam kandungannya, tak lupa si kecil Kinanti yang terlihat manja pada sang ayah. Entah sejak kapan gadis itu bersikap manja pada ayahnya. Kalau tidak salah sejak dia tahu bahwa akan mempunyai adik. Sejak itu Kinanti sangat manja pada Reynan.


Mama Siska yang sejak tadi dibuat penasaran akhirnya menghampiri Alvian yang tengah asyik berbincang dengan kakak dan juga kakak iparnya. Namun papa Bagas membisikkannya sesuatu agar Mama Siska bersabar sampai tamu undangan pulang, barulah nantia Siska boleh membahas rasa penasarannya tentang Naima. Gadis yang tiba-tiba saja dibawa Alvian ke acara ini.


Akhirnya para tamu undangan pun satu demi satu meninggalkan rumah Reynan sampai akhirnya tinggal keluarga mereka dan juga saudara yang masih ada. Alvian pun siap-siap akan memperkenalkan Naima kepada keluarganya sebagai calon istrinya.


Happy reading 💜💜💜


Maaf untuk kemarin tidak bisa update.

__ADS_1


Mohon dukungannya ya.


like, komen dan vote ya. terimakasih.


__ADS_2