
Hari ini Zahra tengah bersiap akan berangkat bertemu dengan sahabat-sahabatnya. Tak lupa dia mendandani si kecil Kinan dengan baju dan hijab yang serasi, sedangkan Reynan, dia hanya akan mengantar saja dan menjemputnya nanti setelah mereka selesai menghabiskan waktu bersama. Hari ini Reynan sudah berjanji akan menemani sang mama di rumah untuk berkebun.
Alvian masih di sibukkan dengan perusahaan, rencananya besok lusa baru dia akan kembali ke kota X. Kesibukannya di sini lumayan menyita waktu dan itu bisa mengalihkan perhatiannya dari sosok Naima. Ya, wanita yang sudah membuatnya gelisah beberapa hari lalu. Alvian berjanji didalam hatinya bahwa sepulang dari sini dia akan mencari tahu keberadaan gadis itu.
Tepat jam sepuluh pagi Zahra sudah berada di sebuah taman bermain. Terlihat Rania sudah berada di sana bersama si kecil Anand yang sedang aktif berceloteh. Anand menang anak yang cerdas di usianya yang belum menginjak dua tahun namun sudah pandai berbicara. Zahra seperti melihat Kinanti dulu ketika seusia Anand.
" Mas pulang ya, nanti kalau kamu mau pulang telepon saja jangan pulang sendiri!" Pesan Reynan, terdengar seperti sebuah perintah yang tidak ingin di bantah.
Zahra pun hanya mengangguk patuh sambil meraih tangan suaminya dan menciumnya, diikuti dengan Kinanti yang melakukan hal sama terhadap ayahnya.
Setelah mobil Reynan menjauh Zahra pun mendekati Rania yang sedang duduk di kursi taman.
" Sudah lama?" tanyanya pada Rania.
" Belum, paling sekitar lima belas menit. Zahwa kemana ya? jangan-jangan dia lupa karena terlalu menikmati sebagai pengantin baru. He..." Rania berucap sambil dengan diakhiri tawa kecil.
" Tidak mungkin, tadi pagi dia sempat menghubungi dan mengatakan bahwa kak Salwa akan ikut bersama kedua anaknya." ucap Zahra sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah hampir sepuluh menit Zahwa pun terlihat datang bersama kakak dan kedua keponakannya yang lucu-lucu.
Mereka pun saling menyapa dan menuju lokasi taman yang terdapat banyak permainan di sana. Anak-anak langsung saja ingin masuk ke arena mandi bola dan permainan lainnya yang terdapat di sana dan menjadi satu.
Terlihat Kinanti yang mendekati salah satu dari si kembar dan mengajaknya untuk masuk terlebih dahulu.
Zaidan yang di dekati Kinan seperti tidak mau dan tak merespon ajakan Kinanti.Namun tanpa di duga Zaki yang tak lain adalah saudara kembar Zaidan mendekati Kinan dan menuntunnya untuk memasuki arena permainan. Anand yang memang lebih kecil di temani oleh seorang pengasuh yang sengaja diajak Rania untuk menjaga anand supaya dia lebih leluasa bersama dengan kedua sahabatnya itu.
Setelah Kinan dan Zaki masuk, di susul dengan anand dan pengasuhnya. Sedangkan Zaidan memilih arena bermain yang lain, dia memang terlihat sedikit pendiam dan tidak banyak berinteraksi dengan orang lain, berbeda dengan saudara kembarnya Zaki yang ramah dan mudah berbaur.
Salwa hanya menanggapinya dengan senyuman.
" Aku tidak ingin menjodohkan anak-anakku kelak. Aku akan membiarkan mereka memilih pasangan hidupnya yang mereka inginkan. Aku hanya berharap mereka mendapat jodoh yang terbaik yang bisa menjadi imam mereka kelak. Ucap Zahra dan yang lainnya pun mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Zahra. Mereka tidak ingin memaksakan kehendak mereka dan membuat anak-anaknya tidak memiliki kebebasan untuk memilih sesuatu apapun. Entah itu pasangan hidupnya ataupun sesuatu menyangkut keinginan mereka yang lain.
Di sana Zahra pun menceritakan kepada Rania tentang kedekatan Kinan dengan Alvian. Mereka kagum dengan perjuangan sahabatnya itu yang bisa melalui semua ujian hidup yang mereka anggap cukup berat. Mungkin Zahwa ada sisi Zahra ketika itu, tapi Rania bahkan baru mengetahui kejadian yang di alami sahabatnya ini ternyata cukup berat dan dia meminta maaf karena ketika itu dia tidak berada di sana untuk memberikan dukungan.
" Sudah-sudah, kita kesini untuk bersenang-senang. Jangan sampai kita larut dalam kesedihan yang sudah usai. Toh sekarang Zahra sudah baik-baik saja dan bisa melewati semuanya." Salwa menjadi penengah diantara mereka karena setelah Zahra menceritakan kisahnya mereka jadi terlihat bersedih seolah mereka larut dalam kesedihan sahabatnya yang sudah berlalu.
__ADS_1
" Mi, aku mau ke sana." Tunjuk Zaidan kearah permainan yang tadi di masuki Zaki dan yang lainya. Salwa pun mengantarkan Zaidan untuk masuk ke arena permainan.
Mereka berempat pun larut dalam obrolan yang sepertinya tidak ada habisnya sampai tak terasa jam makan siang sudah tiba. Sebelum menuju sebuah rumah makan cepat saji yang ada di sana mereka pun mampir ke mushola terdekat untuk melaksanakan kewajiban mereka. Setelahnya barulah mereka menuju restoran cepat saji yang menyediakan ayam goreng crispy yang renyah, membuat anak-anak berlari kedalam dan memilih menu favoritnya masing-masing. Mereka terlihat lahap menyantap makanannya karena sepertinya mereka lapar setelah lelah bermain di arena permainan tadi.
Zaki terlihat duduk di dekat Kinan, anak itu seperti seorang kakak yang ingin selalu menjaga adiknya ketika berada di dekatnya. berbeda dengan Zaidan yang bersikap tidak peduli dan hanya sesekali melirik keduanya dengan tatapan tidak suka. Entah apa yang ada didalam pikirannya karena dia seperti tidak suka jika didekati Kinan. Namun ketika Kinan dekat dengan saudara kembarnya dia sesekali meliriknya dengan tatapan tidak suka. Kinan pun yang beberapakali diabaikan Zaidan memilih mengacuhkannya dan lebih dekat dengan Zaki yang baik dan ramah padanya.
Hari ini Zahra benar-benar menghabiskan waktu bersama para sahabatnya. Setelah mereka puas menikmati makan siang kegiatan mereka pun dilanjutkan dengan pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di sana mereka berencana membeli sesuatu untuk bertukar barang dengan yang lainya sebagai kenang-kenangan. Mereka tidak tahu kapan mereka bisa berjumpa kembali dan menghabiskan waktu bersama. Begitupun dengan Kinan, Zaki dan juga Zaidan yang sibuk memilih mainan dan aksesoris dan lucunya Zaidan yang dari tadi sepertinya tidak mau didekati Kinan tapi dia ingin membelikan sebuah Bros dan boneka hello Kitty yang setelahnya di berikan pada Kinan. Kinan pun senang menerima hadiah dari Zaidan. Zaki pun tak ingin kalah dari kakaknya yang hanya berbeda lima menit dengannya ketika mereka dilahirkan, dia pun membeli sebuah gelang cantik untuk diberikan pada Kinan. Begitupun Kinan dia membelikan keduanya sebuah jam tangan dengan warna yang berbeda. Hijau untuk Zaki dan biru untuk Zaidan. Mereka terlihat sudah akrab walaupun baru bertemu dua kali ketika di pesta pernikahan Zahwa dan hari ini. Anand yang belum mengerti hanya ingin membeli mainan untuk dirinya sendiri dan sibuk berceloteh pada ibunya sehingga membuat gemas semua orang yang melihatnya.
Tepat jam lima sore Zahra baru menghubungi Reynan dan meminta di jemput. Dia akan pulang ke rumah mertuanya untuk bersiap dan berpamitan karena nanti malam dia sudah berjanji akan menginap di rumah kedua orangtuanya.
Kinan yang kelelahan pun tertidur di kursi belakang. ketika perjalan pulang. Reynan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah orangtuanya.
Happy reading 💜💜💜💜
untuk memberikan dukungan kalian harus pembaharuan dulu ya. karena jika tidak sayang dukungan kalian tidak akan masuk hitungan. terimakasih 🙏
Masih menunggu di hubungi oleh pemenang pulsa Minggu lalu.❤️
__ADS_1