IMAM KU

IMAM KU
Sat Set


__ADS_3

Hari berganti, kini giliran Bizar yang dilanda kegelisahan. Jika kemarin Syauqi yang seharian deg deg an maka kali ini adalah jatah nya.


Semua hadiah untuk Naraya sudah tersedia, bahkan tak tanggung tanggung Syauqi membeli kan sebuah tas keluaran terbaru dengan merek ternama dunia.


Bukan hanya keluarga Dirgantara saja yang menyediakan hadiah, namun keluarga Dhani dan Guntur pun juga menyiapkan satu bingkisan yang sangat mewah.


"Yang tenang bang, ini bakalan sesuai dengan harapan." Syauqi menghampiri Bizar.


"Huhhh, semoga aja kak." Jawab Bizar.


Kini semua keluarga sudah siap, dan tinggal berangkat menuju kediaman Naraya. Kali ini Bizar tak hanya membawa keluarga inti saja melainkan juga membawa keluarga Luthfi dan Bahkan Farhan yang dijemput mendadak.


"Sialan lo, mau lamaran dadakan banget, bentar jangan berangkat dulu gue mo mandi." Gerutu Farhan yang baru tiba dengan tergesa, dirinya sedang sibuk sibuknya membatu sang ibu di kedai jus eh tiba-tiba dijemput supir pribadi keluarga Dirgantara tanpa kabar berita.


"Ayah Juan numpang mandi bentar !!!"  Teriak Farhan memenuhi ruangan tengah.


Syauqi geleng kepala, bisa bisa nya dia hidup di kelilingi orang orang prik.


"Calon gue Astagfirullah." Gumam Naswa pelan seraya menatap ke arah Farhan yang sudah menghilang.


"Ha apa ??" Tanya Syauqi yang tidak terlalu mendengar.


Naswa langsung menggeleng kan kepala nya cepat. Ini bukan saatnya untuk semua tau.


Syauqi hanya mendengus pelan, kemudian berpindah menghampiri calon mama mertua nya.


Shena sudah mondar mandir tidak jelas, bingkisan yang tersusun diatas meja berulang kali ia check takut ada yang kurang atau hilang.


Juan dan yang lain memilih untuk duduk santai sambil menunggu Farhan selesai mandi dan setelah itu langsung gas menuju rumah besan.


Tak butuh waktu lama, Farhan kini sudah tampil bersih dan rapi. Melihat Farhan yang sudah lebih manusiawi untuk diajak bepergian, maka semua rombongan langsung masuk ke dalam mobil masing-masing.


Mau heran tapi mau gimana, yang menjadi pemeran utama sore ini adalah Bizar tapi yang ditunggu malah Farhan.


"Bisa bisa nya ya, lo kasih kabar dadakan banget. Ga bisa gitu lebih manusiawi, untung kabar baik kalo kabar buruk udah jantungan gue. Mana jemputnya kayak penculikan lagi." Gerutu Farhan yang kini tengah menjadi supir dwri Bizar Naswa, Kahfi serta satu penumpang ilegal, Rendi.


Bizar mengangkat bahu nya tak peduli. Sedangkan Naswa hanya geleng kepala. "Maap bang, gue tadi disuruh cepet sama Bang Kahfi, jadinya lo gue seret begitu, gue panikan orangnya." Jelas tersangka penculikan Farhan. Dan itu adalah Rendi, remaja polos yang diperdaya oleh Kahfi.


Disaat dia yang disuruh jemput eh malah ngajak temen, dan dia memposisikan diri sebagai supir dadakan dan Rendi anak buahnya.


"Gue nggak maksud, katanya suruh cepet tadi. Soalnya elo kalo diajak ngomong baik-baik suka buang waktu. Kelamaan dan banyak tanya bang." Saut Kahfi santai.


"Udahlah lagian elo juga gak diculik beneran, kayak nggak tau aja ini keluarga siapa." Balas Naswa. Kalo pembahasan ini berlanjut yang ada nggak jadi lamaran.


Akhirnya semuanya memilih diam. Dalam waktu hampir satu jam, keluarga Dirgantara dan rombongan sampai didepan rumah Naraya.


Dan terlihatlah Faiz bersama Nazra sudah menyambut diteras rumah.


"Assalamualaikum." Ucap Juan saat sudah berada di teras rumah Naraya diikuti semua rombongan.


"Waalaikumsalam." Balas Faiz dengan senyum ramah.


Juan dan Faiz berjabat tangan saling berkenalan dan begitu juga dengan semua rombongan laki laki. Untuk Shena dia langsung memeluk Nazra begitu juga dengan Salma, Syauqi, Naswa dan Aleta bergantian.


Setelah berbasa basi diluar rumah, Faiz mempersilahkan semua tamu nya masuk. Didalam rumah sudah ada Naraya dengan sang adik, juga terlihat keluarga lainnya yang menyambut.


"Saya tidak akan berbasa basi lagi pak Faiz, saya akan langsung mengatakan maksud dan tujuan saya bersama rombongan kemari." Ucap Juan setelah mencicipi hidangan yang telah dipersilahkan oleh pemilik rumah.


Faiz mengangguk mengiyakan, karena pada dasarnya dirinya juga sudah nengerti tujuan dari kedatangan tamu nya ini.


"Silahkan Pak Juan."


Juan tersenyum. "Mungkin Pak Faiz dan keluarga sudah mengetahui apa tujuan kami semua datang  kemari. Kami selaku orangtua Bizar sudah membaca CV nak Naraya, dan saya mewakili Bizar putra saya untuk meminang nak Naraya menjadi istri dari putra saya Abizar, menjadi kan Nak Naraya sebagai menantu keluarga Dirgantara." Ungkap Bizar mengenai tujuan nya.


"Saya sangat merasa tersanjung dengan kehadiran Pak Juan dan keluarga. Terimakasih atas semuanya pak, untuk masalah restu jelas saya dan istri memberikannya. Karena kami juga sudah membaca CV nak Abizar, dan sebelum itu juga kami sudah tau betul jika Nak Abizar adalah lelaki baik dan bertanggung jawab." Jawab Faiz dengan penuh wibawa.


"Namun, bukankah sebaiknya jika nak Abizar yang menyampai sendiri niatnya dan Naraya juga yang memberikan sendiri jawabannya pak ?" Lanjut Faiz dengan tersenyum seraya menatap Bizar dan Naraya bergantian.

__ADS_1


Juan mengangguk setuju. Bukankah keduanya baru kenal, dan bukankah sebaiknya jika saling menyampaikan sendiri bukan dengan perwakilan.


"Bang, sampaikan niat baik mu."


"Eh kampret, lu katanya ta'aruf ?? Kok jauh dari ekspektasi gue ?" Tanya Farhan tiba tiba setelah Juan memberi perintah.


"Emang ekspetasi lu apa ?" Kini Syauqi yang bersuara. Gatel juga tenggorokan nya kalo nggak nimbrung temen satu frekuensi.


"Gue mikir ada ustadz nya sebagai pihak ketiga gitu, ya sedikit banyaknya mirip yang dipilem ayat ayat cinta lah Qi." Balas Farhan, kini suasana serius antara Juan dan Faiz serta Bizar dan Naraya berubah jadi ajang obrolan Farhan dan Syauqi.


"Otak lp mikir nya kejauhan, lo ga sadar kalo Bizar otaknya cetek. Ini ta'aruf versi dia nggak usah ditanya." Saut Naswa yang ikutan greget. Dirinya juga berpikir demikian, eh malah akhirnya biasa aja sama seperti lamaran pada umumnya.


Melihat perdebatan keduanya, Shena jadi greget sendiri. Acara dapetin mantu yang kedua jadi tertunda beberapa menit kalo begini ceritanya.


"Kalian bisa diem dulu nggak ? Bunda mau marah nih ?" Ucap Shena dengan tampang dingin.


Kalo udah gini mana ada yang berani lawan. Mau nafas aja takut.


"Bu Shena, tidak apa apa. Saya awalnya juga berpikir sama seperti mereka. Wajar jika mereka bertanya dan penasaran." Ucap Nazra menenangkan Shena yang hampir meledak.


Shena menghela nafas, ia seperti nya kecewa memiliki anggota aneh.


Eh padahal dia sendiri lebih aneh.


"Mereka membuang waktu yang tidak bermanfaat bu dokter, saya kan udah nggak sabar mau dapetin menantu perempuan." Jawab Shena jujur apa adanya.


Mendengar ucapan Shena, semua orang hanya mampu untuk tersenyum.


"Yaudah di lanjut, nanti lagi marah nya Bu. Saya ikhlas kalo marah nya ibu diundur dulu." Saut Faiz santai. Nazra sebagai istri refleks memukul lengan Faiz karena dirasa kurang sopan.


Kahfi yang menyadari kelakuan calon mertua sang abang sama saja dengan keluarganya hanya mampu menepuk jidat seraya berucap. "Beh sama somplaknya sekeluarga besar nanti." 


Dan akhirnya semua tak bisa menahan tawa. Kahfi ini emang luar biasa loss mulutnya.


"Sudah sudah, ternyata niat memiliki besan normal tidak dikabulkan. Lanjut Bang." Kata Juan.


"Bismillah, maaf sebelum nya jika mungkin ini mengejutkan dan terlalu terburu-buru. Dan sekali lagi ini adalah ta'aruf versi dari saya yang sangat tidak sesuai, tapi inilah cara saya menghindari hubungan sebelum sah. Jadi, saya disini bersama keluarga ingin meminang Naraya untuk menjadi pendamping hidup saya. Saya mohon restu dari bapak ibu dan keluarga." Ucap Bizar panjang lebar.


Naraya menatap kedua orangtuanya. Setelah mendapat anggukan, Naraya menganggukkan kepalanya perlahan. "Bismillahirrahmanirrahim, saya bersedia mas Bizar." Jawabnya malu-malu.


Semuanya mengucap Alhamdulillah, dibandingkan dengan Bizar yang lamarannya diterima, yang paling antusias adalah Shena.


Jika mungkin dirinya tidak ingat akan umur, dirinya sudah akan salto dan koprol saat itu juga.


"Sayang, menantu perempuan ku. Ini hadiah dari kami semua khususnya dari Bizar untuk mu. Berdirilah nak, bunda pakaikan." Ucap Shena hendak memakaikan kalung dan gelang berlian yang sudah disiapkan Bizar dan Shena sebelumnya.


Naraya menurut dan berdiri dihadapan Shena. Dengan hati hati Shena memakaikan perhiasan Itu pada calon istri Bizar. Dan Shena langsung mencium serta memeluk calon menantunya.


"Bunda, mas nggak dikasih itu ?? Kan calon menantu juga." Ucap Luthfi tiba-tiba. Dan karena ulahnya dia mendapat tabokan maut dari sang ayah.


"Apa apaan kamu mas, jangan ngelunjak." Omel Aleta dengan mata melotot. Heran dengan anak sulungnya yang mulai nggak ada otak ini.


Ternyata virus keluarga Bizar cepat menular.


"Bunda udah siapin batu marmer buat kamu Mas, aman tinggal pasang." Saut Juan yang menanggapi calon mantunya. Ya kalik pakek acara cemburu segala


"Untung nggak dikasih batu nisan sama Ayah Juan, mas." Sambung Rendi sembarangan.


Semua mata tertuju padanya, ingin sekali menabok nya dengan tenaga.


"Mulut dijaga sayang, mau bunda sunat lagi nak ??" Shena menatap tajam.


Rendi langsung menggeleng panik seraya mendekap buyung nya erat, bahkan Kahfi ikut melakukan nya.


"Baru juga bunda seneng dapet menantu laki laki dan perempuan, udah batu nisan kamu bahas. Enak aja." Gerutu Shena. Dan sedetik kemudian dirinya kembali tersenyum manis seolah tidak ada apa apa.


Perubahan luar biasa.

__ADS_1


"Oh yaa Pak Juan, bagaimana dengan tanggal pernikahan putra putri kita ?" Tanya Faiz.


"Mohon maaf pak Faiz, kami berencana untuk pernikahan Bizar dan Naraya akan di bareng kan dengan pernikahan adik kembarnya Syauqi dan Luthfi."  Jawab Juan.


"Tepat nya kapan itu Pak Juan ?" Kini Nazra yang bertanya.


"Aduh mbak Nazra, maaf lagi yaa. Rencananya akhir bulan ini nggak apa apa kan yaa ??" Kini giliran Shena.


Semua agak terkejut mendengar nya kecuali keluarga inti Dirgantara dan Guntur.


"Shen lu seriusan mau dibarengin ?"  Tanya Dani meminta kejelasan.


"Emang napa Om ? Kagak boleh yaak ?" Tanya balik Shena.


"Boleh aja, kalo gitu sekalian nebeng deh anak gue. Noh adek lo tiap malem diapelin tukang jus mulu." Jawab Dani no filter.


Dan yang menjadi perbincangan langsung terbatuk batuk salah tingkah.


"Enak aja lu mau nebeng, gue mau booking anak lu jadi MUA. Besok aja kalo mo nikah barengan ama Agus supir gue." Jawab Juan tidak terima.


Sepertinya rumah Faiz sudah mereka anggap rumah sendiri.


"Ya elah Wan adek sendiri lu jadiin MUA." Salma ikutan nimbrung.


"Kan gue bayar Sal, khawatir amat lu." Lagi lagi Juan tak mau kalah.


Melihat keluarga besannya absurd parah, jiwa somplak Faiz oin terpancing.


"Yodah barengin aja lah Bapak-bapak. Sekalian saya nebeng anniversary pernikahan lah. Kan lumayan." Faiz berucap dengan tanpa malunya.


Begini nih kalo keluarga gila bersatu dengan keluarga nggak ngotak lainnya.


"Saya juga kalo gitu, lumayan hemat budget kan Pak Juan yang punya acara." Dan kini malah Guntur yang tidak tau malu.


Para anak hanya mampu tepuk jidat .


"Yodah nyewa stadion kita. Bolehlah kita pesta reuni sekalian." Shena mengangguk percaya diri. Seperti nya bukan hal buruk jika sekaliaj anniversary dan reuni.


"Adek numpang bund, perpisahan kelas 12 sekalian oke." Sambung Kahfi.


Para calon pengantin pun melotot tak percaya.


"Enak aja, acara nikahan kita malah jadi acara kalian nggak bisa." Teriak Naswa emosi, dirinya tidak sadar sesuatu.


"Ngapa lu yang ngegas ?" Tanya Bizar menyelidik.


"Ha apa ?" Naswa mendadak gagu, dirinya hampir ketahuan dan sekarang malah hampir keceplosan.


"Gue saranin lu lamar aunty gue buruan, kita nikahan bareng bertiga biar seru. Photographer gratis dari gue." Ucap Syauqi menaik turunkan alisnya.


Farhan salah tingkah, hubungannya dengan Naswa ketahuan. "Hehe Insyaallah."


"Catering gue yang urus aman, resto siap sedia." Saut Bizar.


"Ohhh jadi gitu, yodah besok sore lamaran lagi semua kudu dateng oke." Lagi lagi Shena memutuskan secara sepihak. Bukankah akan meriah jika satu pelaminan 3 pengantin.


"Buset mendadak bener ?" Teriak Dani.


"Kan lu yang minta tadi."


"Udah Pak Dani nggak apa apa, lumayan capek nya sekali aja daripada nikahannya pisah pisah tapi dalam waktu dekat." Sambung Faiz.


"Bener juga sih, yodah sikat. Besok ditunggu dirumah wahai Farhan Dananjaya."


Akhirnya acara lamaran Bizar berjalan dengan lancar.


Dan lebih bahagianya lagi adalah kedua besan dirgantara sama somplaknya dengan keluarga mereka jadi tidak perlu jaim satu sama lain.

__ADS_1


Jangan khawatir juga untuk lamaran Farhan pada putri Ghaitsa esok hari, karena semuanya keluarga Dirgantara yang menanggung. Lagi lagi Karena Farhan juga dianggap anak oleh Shena.


Farhan dan sang ibu tinggal terima beres.


__ADS_2