IMAM KU

IMAM KU
Namanya Ghifa


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu, Sauqi yang sibuk karena banyak job dan program babyshootnya sudah mulai berjalan hingga dia tidak memiliki waktu untuk sekedar berjalan-jalan menyenangkan diri.


Karena kesibukan Sauqi membuat orang-orang terdekatnya menjadi terlupakan. Dirinya berangkat pagi dan pulang hampir larut malam, makan bersama keluarganya sudah jarang selama satu bulan penuh. Bahkan kakak kembarnya yang jarang dirumah juga tak sempat ditemuinya, padahal biasanya dia akan menempel seperti perangko jika kembaran nya itu dirumah.


"Wihhh tumben si kakak dirumah ?" Tanya Kahfi menatap Sauqi girang. Remaja itu memendam rasa rindu pada sang kakak, jadi tidak dapat dipungkiri dirinya sangat senang dengan adanya sang kakak dirumah pagi ini.


Sauqi hanya menatap sekilas dan kembali pada segelas jus alpukat dihadapan nya. "Alhamdulillah free hari ini dek, bisa rehat." Jawab Sauqi menggeser kursi disebalahnya untuk sang adik.


Melihat kode dari Sauqi, Kahfi langsung menghampiri gadis itu. "Kak, gue kangen banget sama lu." Kahfi berucap jujur, walaupun dirinya juga sering pulang telat, tapi jika malam dirinya akan didamping si kakak untuk membuat tugas. Dan sebulan penuh ini, dirinya hanya ditemani sang bunda karena Sauqi tiba dirumah sudah malam dan dengan keadaan yang terlihat lelah.


"Gue juga kangen ama lu, kangen ngumpul bareng." Ucap Sauqi seraya mengacak rambut Kahfi, dan bukannya marah, remaja itu malah tersenyum senang.


"Wohooooo kembaran gue akhirnya freeeee!!!" Teriak Bizar langsung memeluk Sauqi dari arah belakang.


Karena kedatangan nya yang tiba-tiba membuat Sauqi sedikit tersentak "Bang, lu mau bunuh gue apa yak ?" Ucap Sauqi, nafasnya tersengal karena lengan Bizar yang berada dilehernya.


Bizar pun akhirnya melepaskan tangan nya. "Maap yak, lu sibuk nya kelewatan jadi kangen gue." Jawabnya dan kemudian mengambil duduk disebalah Kahfi, lebih tepatnya satu kursi berdua.


"Tumbenan lu dirumah bang ?" Tanya Kahfi yang nemplok di lengan Bizar. Rasa rindunya juga besar untuk si abang yang baru pulang dari menjelahah nusantara.


"Akhir pekan dan akhir bulan, wajib ngumpul kan ? Abang juga punya rasa takut kalik dek, tau sendiri kalo bunda ngamuk kek mana." Jelas Bizar, kalo nggak pulang yang ada adik kecilnya dipotong si bunda sampek pangkal.


"Hey pokemon-pokemon bunda yang terkasih, lagi ngomongin bunda ya ??" Tanya Shena yang tiba-tiba nongol, membuat Bizar langsung tutup mulut serapat mungkin.


Saat Shena mulai mendekat, ketiganya hanya mampu memamerkan deretan gigi. "Hehe bunda."


"Abang sama kakak kan nggak ikut sarapan tadi, makan dulu gih." Titah Shena dengan penuh perhatian, walaupun dirinya terkesan galak dan abnormal, tapi kalo udah ngeliat anaknya ngumpul bisa langsung berubah mode keibuan.


Bizar dan Sauqi mengangguk, menerima sodoran piring dari sang bunda. "Makasih bunda." Ucap keduanya kompak.


Saat keduanya sedang asik makan, dan Kahfi sibuk menerima suapan buah dari sang bunda. Juan baru datang ntah darimana, wujudnya yang berkeringat dan sedikit kumuh.

__ADS_1


Shena yang melihatnya hanya bisa geleng kepala. "Darimana ay ?" Tanyanya tidak terlalu peduli.


"Nanya tu sambil nyamperin, peluh suami dilap. Ini nanya sambil melengos." Oceh Juan tidak terima dicueki sang istri, apalagi dihadapan ketiga produknya.


"Lagi seneng, jadi males lihat sayang yang kayak tikus got." Jawab Shena sekenanya.


"Habis ngapain Yah ?" Tanya Kahfi.


"Baru siap melarikan diri, asli peliharaan barunya Pak Joni ngeri." Jawab Juan mengambil duduk disebelah sang istri. Shena sigap mengambilkan segelas air putih yang kemudian habis sekali teguk oleh Juan.


"Masak komandan kadal kalah dikejar herder ?" Ucap Sauqi, lawak nih si ayah.


"Yakalik ayah jalan santai malah digongongin, ayah noleh malah dikejar. Gini gini ayah udah tua, kecepatan berkurang." Jelas Juan membela diri supaya tidak terlihat lemah dihadapan sang anak.


"Heh kamu berdua, sebulan penuh menyibukkan diri kalo udah dirumah pekuklah ayah mu ini. Sudahkah kalian lupakan lelaki yang menabur benih dalam rahim ibumu hingga menghasilkan kalian ??" Tanya Juan menatap produk kembarnya garang, nih anak berdua kalo nggak disindir nggak akan ingat siapa ayah dan siapa ibunya.


"Lah jangankan inget kamu ay, inget namanya sendiri aja syukur." Jawab Shena seraya mengulas senyum.


Bizar mengaduh kesakitan. "Biyuhhhh tega sekali kau ayahanda ? Ini, aku adalah hasil dari benih yang kau tebarkan dengan penuh kenikmatan." Ujar Bizar memegangi kepala nya yang masih berdenyut, untunh ubun-ubunnya sudah mengeras.


"Baru ingatkah engkau jika akulah penebar benih yang menetaskan mu." Jawab Juan bak kaisar kerajaan dinasti kunci T.


"Gue kayak melupakan sesuatu." Gumam Sauqi yang tanpa sadar sudah memeluk sang ayah dengan nyaman.


"Emang kakak ngelupain apa ?" Tanya Juan yang balas memeluk anak gadisnya.


"Bang Bi, bujang kecil ku apa kabar ya ??" Bukan menjawab Sauqi malah mengeluarkan pertanyaan yang membuat kedua orangtuanya nge loading.


"Ya tauk dah, emang nggak ada ketemu ?" Tanya Balik Bizar.


"Kak, kamu suka sama berondong sekarang ?" Tanya Shena menyelidik, kata bujang kecil disalah artikan olehnya menjadi seorang berondong.

__ADS_1


"Anak umur lima tahun bunda, jangan ngadi ngadi." Jawab Bizar melirik sibunda sinis.


"Kakak pedofil ?" Tanya Kahfi tercengang.


"Lah buset !! Seriusan kak ? Ruqyah yokk." Ajak Juan yang sudah ancang-ancang hendak menyeret Sauqi.


"Ya Allah, Istighfar wahai umat manusia." Ucap Sauqi menyadarkan keluarganya.


"Namanya Ghifa, dia dulu pernah datang ke studio terus nggak sengaja ketemu lagi. Eh jadi deket sampek sekarang, tapi karena sibuk jadi belom bisa ketemu lagi." Jelas Sauqi kemudian, melihat anggota keluarganya no respon mau nggak mau harus dilanjut cerita.


"Dia udah nggak ada ibu, dan dia dititipin ketemen ayahnya. Bang Bizar udah ketemu juga sama dia kemarin." Lanjutnya.


"Iya Yah, Bun. Anaknya ganteng tapi mulutnya pedes banget." Tambah Bizar.


"Kalo anak nya ganteng pasti bapaknya pro ini, tu bocah udah nggak ada ibu. Jangan-jangan kamu targetin bapaknya ya kak ?" Tanya Shena seraya menaik turunkan alisnya menggoda. Siapa tau anak gadisnya banting stir nyari sugar daddy.


"Kayaknya iyasih, deketin anaknya dulu terus pepet sampek luluh. Kalo udah dapet anaknya target selanjutnya dapetin bapaknya." Lanjut Juan yang ikutan menggoda.


"Emang nggak apa-apa kalo kakak sama duda anak satu ?" Tanya Sauqi menantang kedua orangtuanya.


"Ya nggak apa-apa, asalkan jelas asal usulnya. Terus alasannya jadi duda bukan karena cerai, udah mapan, bertanggung jawab, ayah mah yes yes aja. " Jawab Juan diluar dugaan membuat Sauqi dan yang lain tercengang. Kecuali Shena.


"Bunda mah mau duda mau nggak yang penting sholeh, bisa dipercaya nggak kayak yang kemaren." Ujar Shena sinis.


"Abang mah yang penting dia nggak nyakitin kamu secara fisik maupun batin, masih bisa abang pertimbangkan." Tambah Bizar yang ternyata juga setuju walaupun sempat tercengang.


Kahfi yang dirasa tidak perlu memberi masukan malah ditatap Sauqi dengan tajam seolah menuntut, membuatnya mau tak mau buka suara. "Adek mah kalo ayah bunda sama abang yes ikutan yes, kan adek masih kecil ndak tau apa-apa." Ucapnya polos tanpa sapuan filter.


Mendengar pendapat kedua orangtua dan kedua saudaranya membuat Sauqi serasa mendapat dorongan untuk semakin meluluhkan hati Ghifa dan kemudian menargetkan si bapak yang sudah membeku sekian lama.


'Ghifa oh Ghifa, tunggulah Tante Sao mu ini berjuang boy'

__ADS_1


__ADS_2