IMAM KU

IMAM KU
126


__ADS_3

Walaupun perasaan Naima hari ini sudah membaik tetap tidak bisa menghilangkan rasa kekhawatirannya pada suaminya yang akan bertemu wanita itu. Beruntung kesibukannya hari ini telah menyita banyak waktu senggangnya sehingga pikirannya tidak selalu fokus pada pertemuan suaminya dengan wanita yang bernama Sela.


Di tempat lain Alvian bersama Wildan sudah menuju lokasi pertemuan dengan MS.Grup.


" Wil, apa kamu tidak lupa membawa semua berkas kerjasamanya? "


" Sudah Pak Bos. " Jawaban yang singkat dan padat dari sang asisten membuat Alvian tersenyum sambil kembali memperhatikan jalanan sekitar yang dilalui mobil yang mereka tumpangi. Banyak Gedung-gedung baru berjejer di sana, walaupun sekarang pemerintah menganjurkan menanam pohon kembali tetap saja rasanya penghijauan sudah berkurang di kota ini.

__ADS_1


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai ditempat tujuan. Alvian menunggu sampai Wildan selesai memikirkan mobilnya barulah dia masuk ke dalam secara bersamaan.


Mereka menuju ruang privat yang telah dipesan sebelumnya oleh pihak MS.Grup. Namun mereka sudah diberitahukan sebelumnya sehingga tidak perlu menanyakan lagi pada petugas restoran. Begitu mereka berdua masuk Sela sudah ada di sana dan menatapnya intens, tak lupa senyum manis tersungging di bibirnya yang merah merekah namun Alvian tidak bereaksi apa pun hanya ditanggapi anggukkan kepala oleh sang asisten. Sela sedikit kecewa namun dia tidak akan patah semangat untuk terus mendekati Alvian. Sejak pertama kali dia membaca profil Alvian yang diberikan sang ayah, yang ketika itu menyarankan kerja sama dengan perusahaan yang baru dirintisnya. Sela langsung tertarik walaupun dia kecewa karena Alvian ternyata sudah menikah. Namun dia mempunyai pikiran walaupun Alvian sudah menikah namun tetap masih bisa diajak bersenang-senang. Pria itu kan akan tetap menyukai wanita cantik. Begitu pikirnya.


Pertemuan pertamanya dia merasakan kecewa yang kedua kalinya karena ternyata Alvian membawa sang istri turut serta pada waktu itu, sesama perempuan dia tahu bahwa istri dari Alvian terlihat tidak menyukainya. Terlihat dari sikap dan tatapannya terlihat sangat jelas. Dan dipertemuan kedua ini seperti angin segar, sepertinya kesempatan itu datang hari ini pikirnya.


Pertemuan kali adalah menindak lanjutkan kesepakatan mereka diwaktu yang lalu, tidak ada pemaparan ulang hanya dibacakan syarat dan perjanjian yang telah disepakati dan saling menandatangi kontrak kerja sama dia perusahaan, oleh karena itu pengacara masing-masing pun telah didatangkan begitu juga notaris karena kerja sama ini bukan main-main dan jika ada salah satu perusahaan yang melanggar akan terlihat dengan hukum dan ini telah disepakati oleh kedua belah pihak.

__ADS_1


Alvian memang akan berusaha untuk selalu memprioritaskan Naima dalam hidupnya sekarang karena setelah ijab qobul terjadi maka Naima sudah sepenuhnya menjadi jadi tanggung jawab dirinya. Apalagi Naima sudah tidak memiliki seorang ayah dan dia adalah anak pertama yang selama ini bertugas menanggung tanggungjawab keluarganya. Kini tanggung jawab keluarganya pun me jadi tanggung jawab Alvian. Apalagi Sania masih kuliah, beliau pasti membutuhkan biaya yang cukup besar.


Setelah mereka selesai makan siang, Sela berusaha mengajak Alvian untuk pergi ke tempat berkuda yang selama ini menjadi hobinya namun Alvian menolak dengan alasan masih ada meeting yang harus beliau hadiri. Walaupun kecewa Sela tetap tersenyum dengan sangat cantik dalam benaknya dia akan mengajak Alvian lain kali. Masih banyak kesempatan untuk itu, ini masih terlalu dini. Pikirnya.


Happy reading 💜💜💜💜


semoga suka....

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya ya


terimakasih


__ADS_2