
Zahra dan Reynan juga Kinanti sedang menikmati makanan yang disajikan di sana, ketika mata Zahra melihat seseorang dengan tampilan yang agak kusut berjalan menyalami kedua pengantin. Ketika Zahra melihat seseorang itu turun dari panggung pelaminan, Zahra memanggilnya.
" Al, kemari !" Zahra memanggil seseorang itu yang tak lain adalah Alvian. Reynan menatap heran sang adik yang berpenampilan sedikit berantakan. Kemeja yang tidak dimasukan ke dalam celana dan jas yang sedikit terlihat kusut. Terlihat seperti bukan penampilan adiknya yang biasa dia lihat. Namun sebelum Reynan bertanya, Zahra lebih dulu memberi kode dengan menatap dan menggelengkan kepalanya. Reynan pun terdiam dan hanya bertanya,
" Kamu dari rumah Mama?" yang hanya dijawab dengan gelengan kepala. Namun setelah lama terdiam Alvian berkata.
" Aku berangkat langsung dari rumah." ucapnya pelan.
" Dady..." suara kecil itu membuat Al, mengangkat wajahnya yang tertunduk. Itu adalah suara Kinanti yang baru saja kembali dari halaman belakang gedung bersama Rania dan putranya. Memang di halaman belakang gedung ada sebuah platform untuk anak-anak bermain. Tadi Zahra menitipkannya sebentar karena hendak mengambil makanan bersama Reynan.
" Dady, ada di sini juga, mau nginep di rumah opa juga ya?" tanya Kinanti beruntun sambil duduk di pangkuan Alvian dan mengalungkan tangannya pada leher Alvian, membuat Alvian harus sedikit menunduk.
__ADS_1
" princess, mau menginap di rumah opa?" Kinanti pun mengangguk antusias.
" Baiklah, Dady juga akan menginap." ucap Alvian. Membuat gadis kecil itu semakin ceria.
Rania yang berjalan mendekati mereka, kemudian menyapa Alvian.
" Vian, apa kabar, lama tak bertemu."
Rania kemudian duduk di dekat Zahra. Dia melirik ke arah Reynan yang sedang menyantap makanannya, lalu dia lebih mendekatkan dirinya pada Zahra dan berbisik.
" Apa yang terjadi, anak mu begitu dekat dengan Vian?" tanya nya pelan. Cerita singkatnya dia tahu bahwa ternyata sahabatnya itu menikahi calon kakak iparnya sendiri, Rania juga tahu tentang kecelakaan yang dialami Reynan. Namun dia tidak pernah tahu jika Kinanti anak dari sahabatnya itu sangat dekat dengan pamannya yang notabene mantan kekasih ibunya.
__ADS_1
Zahra hanya menanggapi pertanyaan Rania dengan senyumannya. Dia menepuk pelan punggung tangan sahabatnya itu.
" Ceritanya panjang dan aku tidak mungkin menceritakannya sekarang padamu. Namun tenang saja, aku dapat memastikan jika yang ada dalam pikiranmu itu salah." ucap Zahra sambil terkekeh pelan.
" Aku akan tagih janji mu itu dan aku akan siap mendengarkan cerita mu." ucapnya tak kalah pelan. Zahra pun mengangguk mengiyakan.
" Tenang saja, aku sangat mencintai suamiku." ucap Zahra sambil mengedipkan satu matanya pada Rania. Dia harap dengan berkata begitu bisa menenangkan pikiran Rania yang bertanya-tanya tentang kedekatan Kinanti dengan Alvian. Zahra melihat jika Rania mempunyai pikiran kalau dia masih memiliki perasaan yang sama terhadap Alvian dan itu memang kenyataannya. Rania tahu dari awal kisah cinta Zahra dan Alvian bermula, bahkan ketika Alvian pergi tanpa kabar. Zahra selalu berharap akan kedatangan pria itu kembali bahkan sampai di hari pernikahannya. Namun ketika takdir tidak mempersatukan dia dengan Alvian, Rania tahu sahabatnya itu mulai berusaha melupakan. Namun Rania sendiri sangat terkejut ketika dia tahu bahwa Alvian adalah adik dari Reynan. Kala itu dia langsung menelepon Zahra dan menanyakan tentang perasaan sahabatnya, namun kala itu Zahra mengatakan jika dia baik-baik saja dan mengatakan bahwa jangan khawatir dengan keadaannya. Dari sejak itu memang Rania jarang sekali bertukar kabar sampai dia memberitahukan bahwa dia akan menikah, namun tidak sesuai dengan dugaannya, tadinya dia yang akan berikan kejutan pada Zahra namun malah dia yang terkejut dengan berita kecelakaan yang terjadi pada Reynan. Dia pun harus rela ketika di hari bahagianya hanya Zahwa yang datang dan mendampinginya. Rania mengerti dengan keadaan Zahra yang tidak bisa menghadiri pernikahannya ketika itu. Terakhir dia bertukar kabar ketika Rania melahirkan dan ternyata Reynan sudah sembuh dari koma. Dia ikut bahagia karena keceriaan sahabatnya telah kembali namun sekarang dia dikejutkan dengan kedekatan Kinanti dengan Alvian. Dia takut sahabatnya itu bermain api, walaupun dia tahu bahwa sahabatnya bukan orang yang seperti itu. Namun dia sering mendengar jika cinta itu buta dan bisa membuat orang bertindak bodoh. Maka dari itu Rania takut Zahra akan bertindak bodoh karena rasa cinta masa lalunya pada Alvian. Namun dia lega jika sahabatnya itu sekarang sangat mencintai suaminya.
Memang ketiga sahabat itu walaupun berjauhan dan jarang bertukar kabar, namun mereka selalu mendoakan satu sama lain. Mereka saling menyayangi dan berharap bahwa persahabatan mereka akan terus sampai kapanpun.
Happy reading 💜💜💜
__ADS_1
jangan lupa dukungannya ya 😍😍