IMAM KU

IMAM KU
Mengsedih


__ADS_3

"Apa Bunda dan Ayah mengenal Tante Aleta ??"


Seketika suasana menjadi hening. Ekspresi Juan berubah datar dan Shena termangu mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut putrinya.


Bahkan Bizar dan Kahfi menegang ditempat setelah merasakan aura dingin dari sang ayah.


'Buset si kakak nanya apaan barusan ?' Batin Bizar ketar ketir.


'Mampuss, tanda tanda perang badar ini.' Kahfi memasang raut pasrah dan tampak memucat.


Sedangkan Syauqi langsung gemetar tak karuan, keringat dingin tiba-tiba membanjiri pelipis nya.


Baru satu pertanyaan yang keluar, tapi responnya sudah mengerikan seperti ini, lalu bagaimana selanjutnya ?


Lanjut nggak yaa ?


Syauqi jadi bimbang sendiri.


"Kenapa kakak nanya itu ?" Tanya Juan dengan tatapan tajam, suara nya juga mendingin.


Syauqi yang mendapat pertanyaan balik dari sang ayah langsung melebar kan matanya, dirinya nge-lag tiba tiba. Tenggorokkannya serasa dicekik hingga tak bisa menjawab satu patah kata pun.


Melihat reaksi sang ayah dan bundanya, Syauqi menyimpulkan bahwa memang ada masalalu kelam antara kedua orangtua nya dan Mama Aleta.


"Kakak, jawab ayah." Kali ini Shena yang bersuara. Bahkan sang bunda juga tak kalah datar dari sang ayah.


Apa yang sebenarnya pernah terjadi ? Apa seharam itu menyinggung nama Aleta ??


Dengan keberanian yang tinggal seperempat, Syauqi mencoba menjawab. "Tante Aleta."


Syauqi menjeda ucapan nya sebentar. Dihirupnya udara sebanyak mungkin guna mengurangi sesak didadanya. "Beliau ibu sambung dari Mas Luthfi, tadi kakak diajak mampir kerumahnya. Seperti tamu pada umumnya, kakak memperkenalkan diri dan beliau bilang kakak mirip seseorang."


Syauqi lagi lagi berhenti berucap, paru parunya seolah lambat beroperasi. Setelah puas menghirup udara, Syauqi melanjutkan ceritanya.


"Kakak menjawab jika mirip bunda, dan tante Aleta langsung bertanya apakah kakak putri dari Shena, dan ya kakak mengangguk. Karena memang itu kenyataannya. Reaksi Tante Aleta diluar dugaan, kakak cemas melihat keterkejutan beliau, muka nya langsung memucat. Kakak memanggil mas Luthfi, dan setelahnya Tante Aleta mengatakan jika baik baik saja. Beliau hanya mengatakan jika terkejut bisa bertemu kakak, karena bunda adalah teman lamanya"


Syauqi diam, ayah dan bundanya hanya diam. Tidak merespon apapun.


"Kakak disana cukup lama sampai makan siang, kakak sempat memasak bersama beliau tapi kakak melihat beliau merasa tidak nyaman. Beliau bilang baik baik saja tapi sesungguhnya kakak tau jika tidak. Hingga diperjalanan tadi kakak menceritakan pada mas Luthfi dan begitu pun sebaliknya. Dan kami akhirnya sama sama ingin mencari penjelasan dari semua kejanggalan ini agar hubungan kami tetap baik baik saja nantinya."


Syauqi mengakhiri cerinya dengan tundukan kepala. Dia takut respon apa yang ia dapatkan nantinya.


Shena hanya menghela nafas berat, tidak terpikir kan olehnya jika masa lalu yang ntah dirinya sudah lahir atau belum itu kembali akan terungkit hari ini.


"Lalu apa yang kakak inginkan ?" Tanya Juan yang pada akhirnya  buka suara.

__ADS_1


"Maaf ayah, kakak hanya ingin tau ada apa sebenernya. Apa yang disembunyiin tante Aleta dan apakah ada hubungan nya dengan bunda ? Kakak belum siap kecewa lagi ayah, kakak takut jika masalah ini akan membuat kakak dan Mas Luthfi berpisah." Jawab Syauqi, air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya luruh juga.


Kemungkinan terburuk yang ia coba buang dari pikirannya semakin menghantui.


Juan memejamkan matanya, kelemahan terbesar nya adalah air mata orang orang tersayang. Air mata istirnya, dan air mata anak anaknya. Dia tidak bisa .


Shena dengan lembut mengelus tangan Juan. Memberikan kehangatan dan ketenangan.


"Bunda bisa cerita semuanya." Singkat Juan yang kemudian menyandarkan kepalanya diatas bahu Shena. Shena hanya mengangguk patuh.


Syauqi memandang bunda dan ayahnya bergantian. Apa yang sebenarnya terjadi dimasa lalu ?? Ada apa ??


"Kak, satu hal yang harus kamu tahu dari kejadian ini adalah tentang masa lalu. Dulu jauh sebelum bunda mengenal ayah, tante Aleta pernah membuat ayah dalam keadaan paling menyedihkan dan terpuruk sangat dalam."


Shena menceritakan semuanya, semua yang pernah diceritakan suaminya hingga saat menjelang pernikahannya dan berakhir dengan Aleta yang meminta maaf.


Ketiga bersaudara itu hanya mendengar dengan khidmat bahkan Syauqi semakin terisak.


Wajar jika Aleta terkejut, mungkin itu karena rasa bersalahnya yang begitu dalam.


Dan lagi apakah ayahnya tidak akan merestui hubungan nya dengan Luthfi ??


Syauqi menggelengkan kepalanya kuat kuat.


"Maaf ayah, Kakak mengungkit masalalu kelam ayah." Lirih Syauqi. Dirinya merasa bersalah akan hal ini tapi kenyataan ini juga menyakiti hatinya.


Tubuhnya merosot dari sofa.


"Kakak !!." Teriak Bizar dan Kahfi bersamaan.


Keduanya langsung menghampiri saudarinya, terdengar hembusan nafas yang menyesakkan dari Syauqi.


"Bang, kakak takut kalo hubungan kakak akan berakhir lagi. Kakak harus gimana bang ?." Gumam Syauqi sangat lirih. Dirinya sudah tidak memiliki keberanian untuk bertanya pada sang ayah soal restu.


Sudah dapat dipastikan bukan jika sang ayah tidak akan mungkin merestuinya ?? Dengan dalih kesalahan Aleta dimasa lalu terlalu besar pada ayahnya.


Syauqi tau itu, Syauqi juga menyadari itu. Dirinya juga mengakui kesalahan Aleta dimasa lalu.


Bizar menggeleng. Dirinya juga tidak tau harus bagaimana. Dirinya jomblo sejak lahir masalahnya.


Syauqi memejamkan matanya, memeluk sang kakak erat dengan usapan lembut dilengannya dari sang adik.


Melihat itu Juan semakin teriris hatinya. Bagaimana dia akan bersikap ? Masihkah dia mempertahan kan egonya dan menghancurkan kebahagian putrinya atau ??


Juan memeluk istrinya erat.

__ADS_1


"Ay, semua udah berlalu. Bukankah kita sudah memaafkan nya ?" Tanya Shena lembut dengan usapan hangat dikepala Juan.


Juan hanya mengangguk.


"Semua hanya soal waktu ay, hitam atau putih, baik atau buruk, sedih maupun bahagia semua akan berlalu begitu saja. Sama halnya dengan kebencian, biarkan dia juga berlalu begitu saja." Shena mencoba memberi pengertian pada suaminya. Dia tau berat bagi Juan untuk mengambil keputusan, tapi juga bukan hal baik jika menghancurkan kebahagiaan putrinya kan ??


"Tapi ini sulit ay, abang ....."


"Lihat lah putri kita, kemarin dia terpuruk karena dikhianati kekasihnya. Tapi dia mecoba bangkit kembali, luka nya mengering terobati dengan hadir nya Ghifa dan Luthfi. Apakah abang ingin membuka luka baru dihatinya dengan masa lalu abang ?" Shena memandang kedua putranya yang menciba menenangkan Syauqi, dia paham betul perasaan Syauqi yang takut gagal untuk kedua kali. Dia juga perempuan.


Juan mengikuti pandangan sang istri. Dilihatnya Syauqi yang didekap Bizar dengan nafas terengah, isakannya memilukan.


Kemudian dia menggeleng. Tidak akan pernah sekalipun dia menyakiti hati anak anaknya. Sampai kapanpun tidak akan pernah.


"Abang akan memikirnya ay, abang butuh waktu untuk memutuskan." Ucap Juan dan kemudian beranjak dari ruang keluarga. Tujuannya hanyalah kamarnya yang tenang.


Shena memandang punggung suami nya, ada perasaan tak tega disana namun lebih tak tega lagi melihat keadaan putrinya.


"Kakak yang tenang, bunda akan bujuk ayah sebisa mungkin." Shena mengelus puncak kepala Syauqi.


"Abang sama adek temenin kakak ya, bunda nyusulin ayah dulu kekamar."


Shena meninggalkan ketiga anaknya, suaminya butuh dirinya. Trauma di masa lalu akibat ulah Aleta teramat membekas dihati suaminya. Pasti berat untuk melupakan kisah itu walaupun sudah berlalu begitu lama.


Memang sudah memaafkan tapi jika untuk kembali dipertemukan itu sungguh kembali mengorek cerita lama.


------_____------


Hari berganti, sejak kejadian semalam Syauqi memilih mengurung diri dikamar. Pandangannya kosong, keadaan nya sama persis dengan saat dulu dia dikhianati oleh Pasha.


Juan hanya diam, semalaman Shena membujuknya namun tetap sama. Juan memilih bungkam.


Semalam juga Syauqi menceritakan semuanya pada Luthfi, dan begitu pun sebaliknya. Kedua nya sama sama tidak mendapatkan titik terang. Aleta yang hanya mengatakan ketakutannya dan Juan yang tak memberi respon apapun.


Syauqi dan Luthfi juga amat sangat terkejut dengan masa lalu kedua orangtuanya. Tapi mereka juga terpukul mengingat hubungan mereka yang buram tanpa kejelasan. Restu untuk mereka serasa menggantung.


© ° ° ° ©


.


.


.


Selamat Berbuka Puasa Warga Amuba😸

__ADS_1


Jangan lupa dengan yang manis manis, janji palsu doi misalnya😁


__ADS_2