
Guntur menatap putra sulungnya tajam, dirinya seolah bertanya apa yang akan di tanyakan pada sang mama. Dan juga dirinya sangat terkejut dengan reaksi Aleta yang langsung linglung.
"Luthfi mohon sama Mama jangan ada yang disembunyiin lagi, apapun itu jika menyangkut hubungan Luthfi dan Syauqi. Jika mama tidak peduli dengan Luthfi maka tolong ini demi Ghifa." Ucap nya penuh ketegasan, bukannya dirinya tidak menghargai sang mama tapi ini harus segera diperjelas bukan ?
Aleta masih diam dengan pandangan yang berubah sayu, Guntur yang sudah mengetahui semuanya hanya diam dengan merengkuh sang istri dalam pelukannya. Mungkin ini memang sudah saatnya semua diperjelas.
Melihat tidak ada respon dari sang mama maupun sang papa, Luthfi melanjutkan ucapannya. "Luthfi awalnya mengira semua hanya perasaan Luthfi, disaat Ghifa bilang Sao mirip dengan oma cantik temen mama. Kenapa Luthfi tidak menyadarinya lebih awal ketika saat itu Mama tak sengaja mengucapkan nama Shena. Nama yang sama dengan bunda kekasih Luthfi. Dan saat itu mama langsung menatap kosong, tidak melanjutkan ucapan mama dan berlalu begitu saja meninggalkan kami dengan tanda tanya. Papa hanya bilang jangan pernah bertanya pada mama apapun itu dan Luthfi diam hingga hari ini...."
Luthfi berhenti berucap, tiba tiba hatinya terasa sakit. Ngilu tepat didadanya.
Dirinya takut jika kebenaran akan menjauhkan dirinya dari pujaan hati. Apa yang sebenarnya disembunyikan sang mama ? Apa mungkin sang mama tidak akan pernah merestuinya.
Aleta mulai terisak, dadanya perih melihat putra sambungnya yang tertunduk. Rasa bersalah menyeruak dalam hatinya. Baru saja putra bangkit dari kesendirian sepeninggalan ibu dari anaknya dan sekarang masa lalunya membuat putra sambungnya itu kembali dihantui ketakutan.
"Luthfi tau kenapa mama terkejut saat mengetahui Syauqi benar anak bunda Shena. Masa lalu mama kan ?? Mama juga berusaha bersikap seolah baik baik saja selama ada Syauqi tapi sebenarnya tidak kan ?? " Tepat sasaaran, Luthfi skak matt pada mama nya sendiri.
Bahkan Guntur pun ikut tercengang mendengar penuturan putranya. Aleta semakin banjir air mata, dirinya terbungkam dengan apa yang Luthfi katakan.
"Fiii... Ma...ma..." Aleta terbata. Dirinya melemah.
"Apa ? Mama mau kasih penjelasan apa ?? Mama mau bilang jika tidak merestui Luthfi dengan Syauqi ?? Iyaa ??" Bukan niat hati menyakiti hati sang mama, tapi Luthfi sudah tidak mungkin mampu untuk tetap diam.
Dirinya tertunduk semakin dalam, amarahnya sudah berada diubun ubun. Apa salah Syauqi yang tulus menyayangi putranya dan menerima dirinya apa adanya. Apa hubungan ya Syauqi dengan masa lalu mamanya ?? Apa !!!!!
Guntur memilih diam, ini masalah istrinya dan putra sulungnya. Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya.
"Maaf nak, mama menyeret mu kedalam masa lalu mama." Aleta menarik nafas dan kemudian menghembuskannya perlahan.
Dada nya sesak akan mengatakan ini.
"Mama memiliki masa lalu yang buruk dengan Ayah Syauqi, semua salah mama. Dulu mama membuat ayah Syauqi hidup dalam keterpurukan dan trauma." Akhirnya Aleta menceritakan semuanya.
Luthfi langsung speechless mendengarnya, sejahat itukah mama nya dulu ??
Guntur mengelus pundak sang istri. Memberi kekuatan.
"Mama bukanya tidak merestui mu nak, mama juga mengidam kan menantu seperti Syauqi. Ibu mana yang tak ingin menantu sempurna sepertinya. Tapi nak, masa lalu mama akan terus menghalangi hubunganmu. Mungkin mama akan menerima tapi bagaimana dengan Juan, ayah Syauqi ??" Aleta melanjutkan bicaranya dengan iringan isak tangis.
Dirinya sebenarnya tak sanggup menyampai kan ini pada putranya.
"Ayah Juan menerima kami berdua apa adanya ma, mereka orang baik. Luthfi sudah mendapat restu dari mereka." Luthfi membantah, dirinya berusaha mendoktrin pikirannya bahwa Juan akan bersikap bijaksana dan tidak menyeret masalalu untuk merusak kebahagiaan putri kesayangan.
"Itu dulu sebelum dia tau kamu adalah putra sambung mama nak." Lagi dan lagi, setiap kalimat yang keluar dari bibirnya diringi derai air mata.
__ADS_1
Luthfi tak bersalah apapun, dia anak yang baik. Tapi karena dirinya dan masa lalu buruknya Luthfi merasakan sakit dan kecewa.
"Maaf kan mama."
Luthfi memijat keningnya, rasanya kepala nya ingin meledak saat itu juga.
"Seharusnya Luthfi tidak masuk dalam cerita masa lalu mama kan ?? Bukankah ini terjadi sebelum papa mengenal mama ?" Luthfi berucap lirih.
Dirinya takut jika nanti apa yang dikatakan mama nya benar ?? Setelah Juan tau dirinya anak dari Aleta dan kemudian berubah pikiran.
"Maaf nak."
"Kamu tidak akan membenci mama kan nak ?? Apapun keputusan mu papa akan selalu mendukung itu tapi papa mohon jangan abaikan kami setelah kejadian ini." Ucap Guntur setelah terdiam cukup lama. Paruh baya itu takut jika Luthfi akan membenci nya dan sang istri.
Luthfi memejamkan matanya, dirinya sungguh tak tau lagi apa yang nanti akan ia lakukan. Dirinya marah saat ini, sangat.
Apa salah nya hingga harus terseret dalam masa lalu orang lain ??
Bagaimana nanti hubungannya dengan Syauqi, gadis yang telah membangkitkan tujuan hidupnya kembali ?
Bagaimana dengan Ghifa seandainya Juan meminta Syauqi untuk menjauhinya ?m
"Luthfi dan Ghifa pulang pa." Pamit Luthfi tanpa menjawab pertanyaan sang papa.
Sepeninggal nya Luthfi, Aleta menangis terisak dan tersedu. Dia merasa sangat bersalah pada Luthfi, pada suaminya dan Almarhumah ibu kandung Luthfi. Dirinya tak bisa menjadi ibu yang baik untuk Luthfi, masa lalu yang dia bawa menghancurkan kebahagiaan putra sambungnya dan bahkan juga cucu nya.
Guntur yang melihat istrinya seperti itu hanya mampu menenangkan lewat dekapan dan sapuan hangat tangannya. Dirinya juga tidak tau harus bagaimana, dirinya tidak mengenal Juan lebih dari yang istrinya katakan.
Keberanian dari mana dia akan menolong putra nya nanti ?? Dengan cara apa ??
"Aku gagal menjadi ibu yang baik untuk Luthfi Pa." Ucap Aleta disela isakannya.
"Dia terluka karena aku, kebahagiaan yany baru ia dapatkan kembali harus dihancurkan paksa oleh masa lalu yang kubawa." Aleta kembali histeris, bahkan tadi anaknya itu pergi dengan sang cucu tanpa menoleh.
Terlalu banyak kekecewaan yang ia lihat dalam sorot mata putra sambungnya.
"Apa mama merestui hubungan mereka ??" Tanya Guntur tiba-tiba, tatapannya juga kosong.
Aleta termangu, isakannya terhenti.
"Jawab ma.".
"Jujur awalnya mama ingin mengatakan tidak merestui, tapi melihat Luthfi dan Ghifa yang bahagia, mama mengurungkan nya. Mama berpikir jika Syauqi bukan anak Juan dan Shena, mereka hanya kebetulan mirip." Helaan nafas berat terdengar, Aleta merasa sesak didadanya karena rasa takut.
__ADS_1
"Tapi tadi kenyataan membuat mama shock pa, ternyata benar apa yang mama kira. Dan semuanya terlambat, Luthfi bahagia dengan Syauqi, mama bisa lihat itu. Dan juga Syauqi terlihat sangat tulus menerima Luthfi juga Ghifa."
"Mama hanya takut jika kenyataan ini diketahui oleh semuanya dan Juan tidak merestui. Papa tau kan bagaimana Juan pada mama ? Mama restu hubungan keduanya pa, tapi mama takut."
Guntur mengusap wajah nya kasar, mengapa hidup putra nya selalu diuji seperti ini. Dulu kehilangan sang istri dan kini saat putranya sudah mulai bangkit ada juga ujian beratnya.
__________
Setibanya dirumah Luthfi langsung merebahkan dirinya diranjang. Tubuhnya tak lagi berdaya menopang segala beban yang ia dapat hari ini.
Ghifa yang melihat gelagat aneh sang papa hanya diam. Tapi lama kelamaan juga tidak sanggup dan akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya.
"Papi, apa ada masalah ??" Tanyanya ragu ragu.
Luthfi membuka matanya, menatap sang anak dengan tatapan sendu.
"Maaf sayang, bisakah kamu berjanji pada papi satu hal ??"
"Yes papi, i want. Apa yang harus Ghi janjikan ??".
"Berjanjilah untuk berjuang bersama papi untuk mendapatkan mommy sao."
"I am ready papi. Apapun akan Ghi bantu untuk mendapat kan mommy. Apapun itu." Ghifa berjanji dengan penuh kesunggu. Melihat itu tak terasa mata Luthfi berkaca kaca.
Dirinya tak sanggup jika harus melihat kekecewaan pada Ghifa jika suatu saat nanti Syauqi gagal ia gapai.
Dalam hatinya dia juga berjanji untuk selalu siap menghadapi apapun demi cinta dan hidupnya serta Ghifa dan Syauqi.
_____________
Dilain rumah, suasana masih terbilang santai. Semua berkumpul disana. Dengan ragu ragu Syauqi mendongak kan kepalanya menatap kedua orangtua nya.
Tangannya berkeringat dingin, ujung kaosnya pun sudah kusut akibat ia remas dengan kuat.
Dia takut menyinggung ayah atau bundanya, tapi dia juga butuh kejelasan agar hubungannya dengan Luthfi tidak terhalang oleh sesuatu yang tersembunyi dan tidak ia ketahui.
"Ayah, Bunda." Panggil Syauqi. Ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak gugup.
"Iya kak kenapa ?." Shena jawab dengan senyum lembut. Bahkan Juan juga mengalihkan pandangan matanya kearahnya.
"Kakak mau nanya sesuatu boleh ??"
"Boleh silahkan." Juan mempersilahkan Syauqi, baginya semua anaknya berhak untuk menyuarakan isi pikiran dan hatinya.
__ADS_1
"Apa Bunda dan Ayah mengenal Tante Aleta ??"