IMAM KU

IMAM KU
Luthfi


__ADS_3

Gegara ke pancing omongan dua kecebong anyut, akhirnya pak duda anak satu berhasil mengutarakan niat hatinya untuk pdkt dengan anak gadis pak polisi.


Nggak tanggung-tanggung, keluarga pujaan hati langsung buka portal kasih lampu hijau.


"Misi kita lebih maju satu langkah boy." Ucap Luhtfi seraya melirik anak bujangnya.


"Good papi, Opa sama Oma nya Mommy Sao udah yes, tinggal bujukin Oma sama Opa yang dirumah." Jawab Ghifa tak kalah senangnya dengan sang papi, bahkan sejak keluar dari rumah Sauqi, bocah 5 tahun ini tak hentinya memamerkan gigi.


"Perkara gampang itu boy, yang penting mulai sekarang kita perlahan pepet mommy sao sampek luluh sama kita." Luthfi tersenyum licik. Rencana demi rencana sudah memperlihatkan hasil.


Ghifa mengangguk, baginya apapun rencana sang papi dia tidak peduli. Jurus andalannya hanya pasang muka imut didepan Sauqi dan itu sudah manjur. "Up to you papi, Ghifa mah gini gini aja Mommy Sao udah sayang sama Ghifa."


Wekk.


Pede bener nih bocah.


Luthfi hanya menggeleng, terserah mau gimananya, tujuannya sekarang hanyalah cara cepat mendapatkan Sauqi seutuhnya.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Luthfi beserta Ghifa yang sudah healing dialam mimpi tiba dirumah. Dengan sangat hati-hati Luhtfi menggendong sang anak dan merebahkannya di tempat tidur.


Saking senangnya, Luthfi menjadi susah memejamkan mata. Pikirannya dipenuhi dengan Sauqi, apalagi pihak pujaan hati sudah membuka gerbang, tinggal pintu hati sang gadislah yang perlu diketuk dengan segenap cinta.


Luthfi membersihkan dirinya, siapa tau habis mandi Sauqi enyah dari pikirannya untuk sementara waktu.


Dulu saja jatuh cinta pada mama nya Ghifa tidak merasa segila ini.


"Ya Tuhan, kenak pelet apa gue. Dulu aja gak segila ini." Luthfi mengusap wajah nya dengan kasar dibawah guyuran air shower.


Semakin  lama merenung dengan tetesan air yang terus mengguyur, maka semakin menggila saja pikiran Lutfi dibuatnya. Bahkan sudah merambah ke fantasi liar yang belum seharusnya.


"Aaahhhhhhhhhh gila gue gilaa !!!! Bodo amat disangka bucin, siap ini gue vidcall udah." Teriaknya sedikit frustasi.


Padahal baru ketemu eh udah dilanda rindu aja, bener kata Dilan rindu itu berat, kalo gak kuat langsung aja.


Tanpa menunggu sisa aoe ditubuhnya kering, Luthfi segera menyambar boxer kebanggaan nya dan lansung naik keranjang.


Tangannya secepat kilat meraih ponsel diatas nakas, jari jemarinya mulai mendial nomor Sauqi dan terjadilah sambungan video call.

__ADS_1


"Dah tidur ?" Tanyanya pada diri sendiri.


Lagi-lagi tak ada jawaban.


"Cepet banget tidur, nggak kepikiran gitu gue lamar tadi ?"


Sepersekian detik, Luthfi menyadari ucapannya dan terkekeh geli. Baru juga minta izin deket eh dah kepedean ngelamar.


Karena tak kunjung mendapat jawaban dan berfikir akan membuat Sauqi ilfeel, Luthfi menghentikan niatnya. Dan mulai menelusuplan dirinya kedalam selimut menyusul sang anak yang sudah terlelap.


Namun bersamaan dengan kepala nya yang hendak menempel bantal, ponselnya berdering tanda telpon masuk.


"Siapa sih lah." Ucapnya setengah sadar.


Dengan perlahan dirinya menggeser ikon hijau yang tertera dilayar ponsel dan setelahnya nampaklah gadis nan cantik dengan kaos over size berwarna putih.


"Ada apa mas ? Udah nyampek kan ? Apa ada masalah ?" Tanya gadis itu beruntun.


"Assalamualaikum Qi." Ucap Luthfi setelah sadar bahwa yang video call adalah gadis yang sempat dihubungi nya beberapa menit yang lalu.


"Hehe waalaikumsalam mas." Jawabnya seraya nyengir.


"Tadi mandi mas, Ghifa mana ?" Tanya gadis yang berada disebarang.


Luthfi langsung bergeser dan memperlihatkan Ghifa yang terlelap disampingnya.


"Kok nggak diganti baju nya mas, kasian loh itu pasti gerah." Ucap Sauqi setelah melihat penampakan bujang kecil kesayangannya.


"Takut dia bangun Qi, jadi mas biarin aja."


"Aduh diganti dong mas, terus badannya dilap juga pakek tisu basah. Buruan gih." perintah Sauqi.


Dengan nurutnya Luthfi melakukannya dengan setulus hati. "Iyalah kalo gitu bentar."


"Aku pantau dari sini mas."


Dengan telaten, Luthfi mengganti pakaian sang anak dan membersihkan tubuh nya dengan tisy basah.

__ADS_1


Dan di ponsel nya yang masih menyala, Sauqi mengamati kegiatan Luthfi tanpa berkedip.


Baginya saat ini Luthfi terlihat sangat menggoda, dengan celaba boxer dan kaos putih press body, pria tampan itu dengan cekatan mengurus bujang kecil dari melepas pakaiannya, membersihkan tubuhnya dan kembali mengenakan pakaian yang baru san semua itu pun tak lepas dari pengamatan Sauqi.


Melihat Luthfi yang demikian, Sauqi menjadi semakin dibuat jatuh hati.


Sadar jika sedang diperhatikan Luthfi menjadi gugup. "Ehem"


"Ah iya kenapa mas. ?"


"Nggak papa Qi, mas gugup kamu liatin begitu."


"Kamu **** mas kalo lagi gini." Ucap Sauqi dengan wajah memerah, bahkan saat ini dirinya ngumpet dibalik bantal.


Mendengar pujian dari Sauqi, Luthfi semakin ketar ketir dibuatnya.


"Udah ah kita tidur aja nyusulin Ghifa." Ucap Luhtfi yang sedang dilanda kegugupan luar biasa.


Ayolah Fi, kamu bukan lagi bujangan usia 20 an. Tapi kamu adalah lelaki dewasa dengan satu putra. Masak gitu aja langsung mleyot hati mu.


"Dimaatin nggak ni mas vidcall nya ?"


"Nggak usah Qi, kapan lagi bisa sleepcall an kita.".


Akhirnya malam ini pun keduanya saling memandang layar ponsel masing-masing. Memberikan senyuman termanis satu sama lain.


Rasa rasanya ingin cepat saja menghalalkan gadis manis ini, batin Luthfi yang semakin kebat kebit.


•••••••••••


Assalamu'alaikum warga ??


Gimana ? pada sehat kan yaa ?


Semoga kalo ada yang sakit segera disembuhkan, dan yang masih sehat tetap menjaga imun supaya nggak tumbang juga.


Maaf ini baru nongol gue, kemaren lagi banyak job ama tugas kuliah juga, udah maksain mau nulis eh malah tumbang keserang batuk pilek demam. Nih aja belom sembuh.

__ADS_1


Tapi berhubung gue nambah umur esok hari, jadi gue paksain nih update 1 eps malem ini. Ya walaupun ngetik eps ini sambil terbatuk batuk dan menyedot ingus berungkali.


Semoga jadi obat kecewa kalian beberapa waktu terkahir ini ya warga.


__ADS_2