
Zahwa yang semula ingin melangkahkan kaki ke arah dapur, berbalik ke ruang keluarga karena melihat sekilas kakak nya dan juga calon adik iparnya sedang bercengkrama.
" Rin, sudah lama?" tanya Zahwa pada Ririn yang tak lain adalah adik dari Arjuna, sekaligus calon adik iparnya.
" Ya ampun, kak Zahwa..." Ririn langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Zahwa. Dia memeluk kakak iparnya yang sedang memandangnya dengan bingung.
Seolah tahu apa yang ada di pikiran kakak iparnya Ririn pun meneruskan kembali ucapannya.
" Kak Zahwa pasti bingung melihatku berada di sini. Begini..." Ririn menghentikan lagi kalimatnya dan mengajak Zahwa duduk terlebih dahulu. Setelah calon kakak iparnya duduk dengan nyaman Ririn pun meneruskan lagi kalimatnya yang tertunda.
" Begini kak, aku tadi sedang berada di kampus. Kak Arjuna menelepon ku berulangkali karena ponselku aku alihkan dengan mode yang tidak ingin diganggu. Nah ketika aku keluar gerbang kampus aku melihat ponsel dan terkejut melihat banyak sekali panggilan dari kak Arjuna. Dia ingin aku ke sini memastikan bahwa kak Zahwa dalam keadaan baik-baik saja."
" Maksudnya?" Zahwa seperti orang linglung, bertanya kenapa Arjuna terkesan panik dengan keadaannya.
" Aduh,calon kakak ipar ku yang sebentar lagi resmi menjadi kakak ipar ku. Jelas saja panik karena kak Zahwa tidak mengangkat panggilan dari kak Juna, apalagi ponsel kakak sekarang tidak aktif. begitu kakak ipar ku yang cantik." Zahwa menepuk jidatnya, dia tersenyum malu memperlihatkan deretan giginya yang berjejer rapih.
" Aku tadi sangat lelah, mungkin ketika tidur aku tidak mendengar suara ponsel berbunyi. Barusan pun aku terbangun ketika ponsel berbunyi namun aku langsung ke kamar mandi karena hari sudah sore. Pas aku lihat lagi ternyata ponselku mati karena habis baterai."
__ADS_1
" Makanya aku datang kesini untuk memastikan kak Zahwa baik-baik saja dan berada di rumah ini, sekalian aku ngobrol sama kak Salwa juga. Kita sudah lama kan tidak bertemu." Salwa pun mengangguk membenarkan ucapan Ririn.
" Jika kamu sudah memberikan kabar pada Juna, aku akan menghubunginya nanti saja. Sekarang aku lapar, mau makan dulu ya" pamitnya pada Ririn.
Namun sebelum beranjak dia pun tak lupa mengajak Ririn untuk makan. Namun gadis itu tidak mau, sepertinya dia tengah asyik mengobrol dengan Salwa. Salwa dan Ririn memang mempunyai kesamaan. Mereka mudah akrab dengan orang lain bahkan orang yang baru mereka temui. Apalagi mereka sudah beberapa kali bertemu di beberapa kesempatan, selain itu hobi mereka yang sama-sama menyukai fashion dan kuliner.
Zahwa pun akhirnya meninggalkan mereka berdua, membiarkan dua wanita yang sedang asyik membahas tentang Sebuah resto yang baru saja di buka di kota ini.
Usai salat magrib, Zahwa mengambil ponselnya hendak menghubungi Juna, namun sebelum dia sempat memijit kontak yang bertuliskan My heat itu ponselnya lebih dulu berdering. Memperlihatkan foto sang kekasih yang sedang duduk di kursi sebuah taman
Tanpa menunggu lama, di deringan pertama Zahwa pun langsung menekan tombol hijau yang. berada di layar ponselnya.
Arjuna tersenyum di seberang sana, mendengar panggilan baru dari kekasihnya itu membuat dia merasa senang.
" Wa'alaikumussalam, kenapa kamu tidak mengabari mas, kalau sudah sampai dan kenapa juga tidak mengangkat panggilan dari mas tadi. Bahkan ponsel mu mati."
" Maaf mas, tadi aku sangat lelah, sehingga lupa untuk mengabari mu." ucap Zahwa penuh penyesalan.
__ADS_1
" Tadi mas sangat khawatir dengan keadaan mu."
Setelah mereka melakukan obrolan yang panjang tiba-tiba Arjuna terdiam sejenak begitu pun dengan Zahwa. Arjuna takut untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada kekasihnya itu. Dia takut jika dia mengatakan yang sebenarnya, Zahwa akan marah dan kecewa karena dia maupun keluarganya mengambil keputusan sepihak. Arjuna ragu untuk mengatakannya, namun dia tidak punya pilihan lain karena dia harus mengatakannya hari ini juga bahkan detik ini. Kalau tidak Zahwa nanti mungkin akan syok ketika mengetahui apa yang akan dikatakannya dari lain pihak walaupun itu dari keluarga Zahwa sendiri. Namun ini sudah menjadi keputusan Juna untuk melangkah lebih cepat.
" Zahwa, ada yang mau mas bicarakan dengan mu. Ini serius." ucapnya tegas, membuat Zahwa jadi menduga-duga apa yang akan Arjuna katakan padanya. pikirannya berkelana bahkan ketika dia memikirkan hal buruk, buru-buru dia menggelengkan kepalanya dan menepis semua pemikiran bodohnya.
" Bicara saja mas, aku tidak suka menunggu." Ucap Zahwa tidak sabar.
" Kamu janji apa pun yang mas katakan kamu jangan marah pada mas. Mungkin mas egois tapi ini untuk kebaikan kita. Percayalah bahwa keputusan ini diambil mas dengan terlebih dahulu berdiskusi dengan keluarga mas, maupun keluarga mu. Jadi sekali lagi mas harap kamu tidak kecewa pada mas yang mengambil keputusan sepihak tanpa berunding dengan mu terlebih dahulu." Zahwa semakin takut dengan apa yang akan dikatakan Arjuna.
" Oke, aku janji aku tidak akan marah padamu, tapi tolong katakan jangan membuatku semakin penasaran saja. Dan tunggu aku tidak ingin mendengar kabar tidak baik." Zahwa mengucapkannya dengan penuh penekanan. Bibirnya mengerucut dan pendengarannya dia siapkan dengan baik. Juga hatinya, dia siap mendengarkan apa pun itu.
" sebenarnya..."
Bersambung dulu ya readers.....
Ayo author butuh dukungan kalian semuanya. Dan satu lagi author akan menghadiahkan pulsa 10rb untuk pendukung setia yang selalu memberikan like nya dan juga hadiah. Apalagi Vote 🤭untuk 2 pemenangnya @ 10rb.
__ADS_1
happy reading 💜