IMAM KU

IMAM KU
Reuni (2)


__ADS_3

Anak-anak sudah tiada, hanya tinggal para orangtua yang berada disana. Gelak tawa menghiasi ruang itu, sesekali salah satu diantaranya membuka aib masa lalu dan saling mrnertawaka satu sama lain.


Kehangatan persahabatan diantara mereka sangatlah nyata, bahkan konflik yang pernah terjadi beberapa waktu lalu seakan terlupakan begitu saja.


"Aib mulu dibahas, gue ama istri mau kasih kabar gembira nih." Ujar Arka sedikit ngegas.


"Ya santai aja kalik Ka, nggak usah ngegas. Gue udah tua kalo jantungan lu mau donor ?" Sinis Dion menanggapi Arka yang nggak ada santai-santainya kalo ngomong.


"Kagak dapet jatah istri lu ? Ngegas mulu." Sambung Aldo yang ikutan protes, siapa yang tau kalo tadi dia juga sempat kaget.


"Taniaa, laki suka ngegas begitu kagak usah dikasih kagak faedah ya sayang." Ucap Nisa yang malah memberi pelajaran kurang bermutu untuk istri dari Arka ini.


Arka mendengus kesal. "Mulut lu racun mpok Nis, kemaren lu bisikin dia jangan mau tidur ama gue beneran diusir gue dari kamar gilak." Ucapnya.


"Mas Arka kebetulan nggak mandi ya kesempatan akau usir." Jawab Tania dengan polos membuat yang lain tidak bisa menahan tawa, istri paling polos ya ini si Tania doang.


"Tan, jangan percaya sama Nisa lagi yaa." Ujar Rania dengan menahan senyum, nggak tau aja kalo dikomporin yang nggak-nggak pasti kejadian dah tu.


"Lah salah gue apa coba mbak Ran ?" Sanggah Nisa yang tak terima. Kan cuma canda doang, Tania aja yang kelewat polos.


"Lu nggak salah mpok, cuma kelewat jail aja ngerusakin hubungan temen sendiri." Sambung Maya sambil tertawa, kapan lagi ikutan mojokin wakil ketua alien.


"Pojokkan terus dia wahai istriku, balaskan dendam suami mu ini yang sempat tertunda." Kata Arjun memberi dukungan.


"Aku padamu mbak May." Ucap Feli antusias, seperti nya menyusahkan Nisa adalah kesenangan yang langka untuk para istri alien geng.


"Lah gue punya salah apa ama lu bedua markonah saropah ? Bisa-bisanya gue lu pojokin sampek mentok diujung jurang begini ?" Cerocos Nisa tanoa rem, membuat para lelaki menampilkan tampang seolah bertanya 'what ? Apaan tu tadi ?'


"Istighfar Nis, ada kurma setelah air putih." Sambung Ara seraya mengelus punggung Nisa, kebetulan mereka bersebelahan.


Arka mulai emosi karena tidak diberi kesempatan, pas dia seneng aja kagak ada yang mo denger. "Wehhhh udah lah mo kasih kabar nih." Katanya Melemah dan pasrah.

__ADS_1


"Gas mas Arka silahkan." Ucap Sultan mempersilahkan.


"Baca Bismillah dulu biar berkah." Lanjut Aldo yang malah menyerobot waktu bicara Arka, baru juga mangap dah dipotong lagi.


"Lu diem ngab, kapan gue ngomong kalo lo ngemeng juga." Ketus Arka yang sudah kehabisan kesabaran. Dan pada akhirnya Aldo kicep karena kenak semprot tepat dimuka, bukan hanya kata ketus tapi juga aer jus.


"Jadi tu gini, gue cuma moo......"


"Bentar Ka, gue ketoilet bentar doang." Pamit Rudi yang lagi-lagi memotong ucapan Arka.


Setelah mendapat anggukan yang kurang ikhlas dari Arka, Rudi langsung ngiprit keluar. Dan saat itu juga raut muka Arka berubah menjadi masam.


"Yang sabar ya bos." Ucap Arjun menyemangati, bahkan Dion dengan sukarela menepuk pundaknya tanda dukungan.


Beberapa menit berlalu, Rudi kembali dengan wajah yang lebih manusiawi tidak seperti tadi. Dan begitu juga Arka yang langsung ambil ancang-ancang untuk mengucapkan kalimat nya yang tertunda tadi. Bagaimanapun keadaannya dirinya harus tetap tancap gas nggak boleh dipotong.


"Udah nggak boleh dipotong, disela, dijeda. Gue mo ngomong penting, ini kabar bahagia pokoknya." Ucapnya sambil setengah berteriak, bahkan sedikit pun tidak memberikan jeda dalam setiap ucapannya.


"Gue mau ha."


"Ssstt suara disimpen ntar dirumah aja." Ucap juan setelah puas mengecup bibir Shena sebagai intruksi untuk diam.


"Sialaaannn anakan dugong,, bisa-bisanya malahan uh ah uh ah disini setaaaannnn." Umpat Arjun yang sudah tak tahan dengan kelakuan Shena yang memang nggak normal itu. Bahkan suaminya ikutan nggak beres.


"Bangkeeeeee........ Nggak begitu didepan kita ngapa dah Ya Allah tobat gue." Ucap Nisa yang sudah memerah, Shena yang begitu dia yang malu asw.


"Duhh pulang ya Pi, Mami pengen pipis." Ucap Ara yang bergelayut dilengan Dion.


Hanya gara-gara Shena para istri jadi tidak fokus dan menuntut hal lebih pada para suami, seneng sih seneng tapi yang nggak gini juga kalik.


Jua nmelototkan matanya. "Ya elah ngapa dah ? Gue cuma masukin tangan gue kesela jari dia doang." Bantah Juan, ya kalik pada mikir apaan tu tadi.

__ADS_1


"Uhh geli euy, ternyata sela jari tangan sensitif juga." Ucap Shena dengan polosnya.


Rania berdecak. "Suara mu itu yang bikin kita mikir nan jauh kesana wahai adikkku yang seksiihhh." Ketusnya dan menatap sinis Shena.


Sedangkan Shena hanya mampu tersenyum bodoh, mulutnya emang nggak ada rem, rutuknya.


"Emang sejak dulu kala yang paling nggak waras adalah dia." Gumam Nisa, nggak sekali dua kali sahabatnya ini bikin malu. Bertingkah tanpa pikir panjang sudah menjadi candu bagi Shena sepertinya.


"Udah lupakan, lu mau ngomong apa ?" Juan menatap Arka dengan serius.


"Gue mau ngadain hajatan, gue secara khusus ngundang lu pada kerumah gue awal bulan depan." Ucapnya langsung tanpa basa basi lagi, takut kenak tikung lagi sama yang laen.


Semua memandang Arka. "Lu mau nikah lagi Ka ?" Pertanyaan bodoh Aldo keluar begitu lancarnya, membuat semua orang hampir tercengang.


"Ya kalik nikah, satu aja kagak habis." Jawabnya sewot, punya Tania aja bikin darah tinggi apalagi kalo nambah satu.


Arjun menyipitkan matanya, tatapan nya seolah menguliti Arka. "Lu mau potong lagi Ka ?" Tanyanya setengah berbisik.


Reflek Arka menutup bagian bawahnya. "Makin pendek atuh abang kalo dipotong." Gumamnya agak nyeri.


"Kalik aja kan lu mau pangkas Ka, Arjun kan cuma nanya ngapa lu pucet ?" Tanya Shena. Ada-ada aja mau khitan ulang.


"Nanti nggak puas mbak Shen kalo kependekan." Jawab Tania malu-malu, aduh emak anak satu masih aja pasang muka malu kucing tampol meong-meong.


"Hadehhhh." Keluh semua orang kecuali Shena dan Juan.


Pembahasan kali ini bukannya bernostalgia malah mengarah pada traveling surga ranjang, pantas saja jika Shena mengusir anak-anak. Ada benernya juga, kepolosan emak-emak kadang kagak ada tombol controlnya, main losss aja bukan maen.


"Kita bakal dateng diacara khitan nya Azzam, lagian yang laen dah pada may ngunduh mantu, elu baru khitanan." Ucap Sultan mengintruksikan dan di setujui oleh kekuarga yang lain.


"Lu kan tau yang paling susah dapet jodoh itu gue, si Yujin udah 3 gue baru nemu ni Tania, barulah datang Azzam." Jelas Arka yang menceritakan kesedihannya, disaat yang lain udah gandengan dia masih berstatus mencari, itulah sebabnya anaknya masih kecil dan baru ada satu ekor.

__ADS_1


Acara dilanjutkan dengan obrolan ringan, membahas masa depan yang akan datang. Bahkan dengan sukarela Arjun menawarkan anaknya untuk dipersunting oleh Gheza. Bahkan Shena juga dengan lantangnya mengatakan akan menjodohkan Bizar dengan gurunya Kahfi.


Rudi dan Dion sekeluarga juga tak lagi Secanggung sebelumnya, Juan juga sudah perlahan kembali pada mode yang lama. Masalah yang pernah terjadi seolah memudar dalam hubungan persahabatan ini, namun rasa kecewa masih akan tetap diingat kedua belah pihak yang terkait.


__ADS_2