IMAM KU

IMAM KU
Acara Emak


__ADS_3

Semenjak malam kemarin, Sauqi menjadi sosok gadis yang malu-malu dan lebih cenderung kalem, bahkan kadang tiba-tiba wajahnya memerah tanpa sebab.


Seluruh anggota keluarga yang melihat perubahan pada Sauqi pun hanya bisa tersenyum, sebegitu besarnya efek dari pak duda, begitulah pikir mereka.


"Berubah menjadi nyonya nan anggun, bukan lagi sigadis petakilan." Sindir Juan, jarang-jarang dirumah kumpul bareng keluarga eh sekalinya bisa kumpul, anak gadisnya transformasi.


"Ayah jangan gitu dong, lagian anak gadis satu doang kalo sadar kodrat kan lebih bagus." Saut Shena yang bangga melihat perubahan anak gadisnya, sebisa mungkin dirinya akan mendidik Sauqi menjadi gadis yang lembut, tak seperti dirinya yang lebih menyerupai laki-laki, masih untung body cewek banget.


"Tapi seorang anak itu bakalan menurun orangtuanya Ay, kalo dia bisa kalem gini aku ragu dia benih aku apa bukan." Jawab Juan yang malah meragukan anak gadisnya, itu benih siapa yang numpang lahir bareng Bizar, begitulah pikirnya.


Shena menghela nafas jengah rasa pengen nampol. "Lah kalo bukan benih kamu terus benih siapa Ay ? Kamu kira rahim ku kayak kebon yang bisa ditumbuhin sembarang benih." Ucap Shena sedikit tidak terima. Ada-ada aja suaminya ini, seandainya dikebun mah bebas ada benih apa aja yang tumbuh. Ini rahim bang, yang cocok tanam kamu doang. Pikir Shena.


"Ya kalo benih ku harusnya nggak begini, serem liatnya Ay." Ujar Juan bergidik ngeri dan Shena hanya menggedikkan bahunya tanda tak peduli.


"Jangan di bully wahai paduka raja, biarkan dia menjadi perempuan seutuhnya." Saut Bizar yang baru saja tiba, ntah dari mana lagi dia kali ini, yang jelas tas ransel besarnya tak pernah istirahat didalam lemari.


"Berarti selama ini kakak cuma separo ya bang ?" Tanya Kahfi berlagak tidak tahu apapun, padahal emang dasarnya lemot.


"Iya, jiwa wanitanya hanya separoh dan sisanya jiwa laki-laki." Jawab Bizar sekenanya, males nanggepin adek bungsunya yang kalo nanya nggak akan pernah ada ujung.


"Yah, malah ikutan ngebuly." Ucap Juan memandang remeh anak sulungnya.


Melihat kelakuan ketiga super heronya, Shena hanya tersenyum. Rasanya sangat hangat melihat interaksi anak-anak dan suaminya. "Sabar ya anak gadis bunda, tetaplah jadi wanita yang anggun, jangan dengarkan para ibliss yang banyak bacott itu." Ucap Shena.


"Jadi duta shampo lain nggak bun ?" Tanya Kahfi polos.

__ADS_1


"Apa hubungannya anak ayah yang ganteng ?" Tanya balik Juan, rasanya ingin sekali menenggelamkan anak bungsunya ini kerawa supaya tidak banyak tanya akan hal-hal yang tidak penting.


"Tante Anggun yah, duta shampo lain. Kalo bunda kan duta oli matic." Saut Sauqi yang sejak tadi diam. Hampir saja dikira bisu karena berusaha kalem.


"Jangan salah hey, bunda pernah diendorse jadi brand amasador air aki tauk." Jawab Shena. Pernah jadi model juga nih emaknya pokemon.


Juan dan tiga anaknya hanya mengangguk tanda percaya, karena memang begitu kenyataannya. Setelah sedikit perdebatan yang terjadi tadi, kini Shena terlihat lebih asik dengan smartphone ditangannya. Ntah apa yang dilakukannya, yang jelas jemarinya tak berhenti bergerak.


"Ay, kalo lagi ngumpul please deh ponselnya buang dulu." Tegur Juan, rasanya dicuekin istri itu nggak enak banget.


"Bentar ngapa Ay, sini-sini bobok." Ucap Shena seraya menepuk pahanya dengan tangan kirinya.


Walaupun sedikit kesal, Juan tetap meletakkan kepalanya dipangkuan sang istri. "Udah ngapa Ay, kalo kita nggak dirumah kamu kesurupan. Sekarang kita ada kamu sibuk main ponsel." Juan menyuarakan isi hatinya.


Dan dijawab oleh Bizar. "Nge-sad liat emak bapak lagi romantisan, baru bener pakek banget." Bizar menganggukan kepala nya dengan ekspresi mengsedih.


"Abang dan kakak gue, sabarkanlah hati kalian, kuatkan lah jiwa jomblo kalian yang rapuh itu. Gue sebagai adik tidak selalu mendukung kalian." Saut Kahfi yang malah menjadi provokator, diusianya yang sudah 17 tahun rasa ingin mempunyai cewe pun belum ada, sungguh aneh.


"Kakak lu bentar lagi dapetin gula bapak Pi, mana pakek bonus bocil ganteng pulak." Ucap Bizar, dari raut nya terlihat jelas bahwa dirinya merasa terkalahkan sang adik yang baru putus cinta .


"Guru gue ada yang cuantik poll bang, lu mau kagak ? Atau ibuk kantin noh, janda anaknya dua." Tawar Kahfi yang tidak sadar situasi, bisa-bisanya malah jadi sales jodoh.


Mendengar obrolan sang anak, Shena dan Juan malah terkikik geli. "Abang sama gurunya adek aja, tapi jangan jandanya, ntar malah godain ayah kamu kan bunda belom ilmu lenyapin janda." Shena ikut nimbrung, kalo sampek anak sulungnya kepincut janda yaa kacau urusan, jadi saingan pulak nanti.


"Kalo kakak dapet duda ntar bunda juga kegoda gimana ?" Juan memandang Shena dengan tajam.

__ADS_1


"Duda bau kencur bunda nggak tertarik, kalo bunda tertarik yang muda udah dari dulu cari yang seumuran. Nggak mungkin mau diajak produksi pokemon bareng ayah" Oceh Shena panjang lebar, seleranya adalah pria yang sudah matang dari segi usia dan lainnya. Bawaannya kalo sama yang lebih tua itu makin uwuww.


"Alhamdulillah". Syukur ketiga pokemonnya kompak, melihat ayah dan bundanya romantis kadangkala membuat mereka menjadikan keduanya panutan. Namun kadangkala ada juga saat-saat mengesedih karena iri dengan keromantisan keduanya.


Shena meletakkan ponselnya. "Oh ya guys, yang ada acara nanti malem tolong dicancel. Bunda mau ajak kalian makan malam diluar." Perintah mutlak.


"Tumbenan Bund ?" Tanya Sauqi penasaran.


"Mau reunian sama yang laen, bunda udah umumin digrup." Jawab Shena menjrlaskan.


"Jadi kamu sibuk maen ponsel tadi bikin perintah mutlak untuk reuni ?" Tanya Juan seraya menatap sang istri yang semakin bertambah usia malah semakin seksi.


"Iya, kan udah lama nggak ngumpul. Banyak yang ngira kita udah nggak sahabatan lagi." Jawab Shena yang tangannya sibuk membelai kepala Juan penuh sayang.


Juan kembali menatap tajam sang istri, ntah apa yang salah ekspresi Juan seketika berubah. "Jadi, dua keluarga yang itu kamu ajakin juga ?" Tanyanya tidak suka.


Shena tau apa yang dimaksud Juan saat ini. "Ayolah, kalo cuma sahabat aku nggak ada yang warasnya nanti, lagian kan kita juga udah maafin. Selagi anak-anaknya nggak gangguin Sauqi itu udah lebih dari cukup." Jelas Shena memberi pengertian.


"Kakak yang pemeran utamannya aja slow, tenang aja Yah semua akan baik-baik aja. Lagian udah lama juga nggak ngumpul rame-rame." Saut Sauqi yang ikut memberi pengertian pada sang ayah. Kapan lagi bisa belajar nyomplak dari para senior kalo nggak pas lagi reuni begini.


"Kalo bunda yang bikin acara, dijamin nggak ada yang berani berulah Yah. Percaya deh, nanti kalo ada yang ungkit masalah kakak biar Adek yang urus." Sambung Kahfi, kalo cuma buat orang-orang bungkam mah Kahfi jagonya.


Bizar mengangguk tanda setuju, karena kalo adeknya yang maju udah dijamin ampuh. Kalo dia yang maju yang ada malah baku hantam. "Calm down everyone, ada Kahfi. Ingat, ada Kahfi." Ucapnya memberi dukungan.


"Tuh denger, anak-anak aja bijaksana. Udahlah pada siap-siap pokoknya ntar malem kita makan-makan." Pungkas Shena dan kemudian semuanya berlalu ke kamar masing-masing. Keputusan acara reuni sudah mutlak, tidak boleh dibantah siapapun. Bahkan semua teman Juan pun tidak ada yang berani menantang apa yang Shena sudah putuskan, apabila mereka ada acara lain dan Shena tiba-tiba Shena membuat pengumuman maka mau tak mau mereka akan membatalkan acaranya. Kecuali jika memang acara penting seperti nikahan, keluarga, atau kemalangan dan ada musibah lainnya.

__ADS_1


__ADS_2