IMAM KU

IMAM KU
95


__ADS_3

Pagi ini Zahra bersiap untuk berangkat ke rumah sahabatnya. Dua hari lalu Zahra memang sudah berada di kediaman orang tuanya, rencananya sepulang menghadiri resepsi pernikahan Zahwa, dia baru akan menginap di rumah mertuanya. Semalam Zahra dan sang mama mertua sudah bertukar kabar dan mengatakan malam nanti akan menginap di sana. Bu Siska pun sangat senang akan kedatangan anak, menantu dan juga cucunya. Mereka yang sedang berada di luar kota pun segera pulang dengan memesan tiket dengan jadwal pagi. Mereka tidak ingin ketika anak, menantu serta cucunya datang kerumah, mereka tidak ada di sana. Apalagi sudah cukup lama mereka tidak berjumpa.


Zahra terlihat cantik memakai gamis hijau toska dan kerudung merahnya, begitupun dengan Reynan, terlihat tampan di usianya yang sudah lebih dari tiga puluh tahun itu. Jangan lupakan si kecil Kinanti, dia terlihat sangat cantik dengan pakaian yang serasi dengan sang mama. Mereka bersiap untuk berangkat karena tidak ingin melewatkan prosesi akad nikah yang akan berlangsung pagi ini. Zahra ingin mendampingi sahabatnya di saat sebentar lagi sahabatnya itu akan melepas masa lajangnya dan berganti status. Dia juga ingin bertemu Rania yang sudah lama tidak pernah bertukar kabar dengannya. Zahra sempat menyayangkan ketika dua tahun lalu Rania memberinya kabar akan menikah dan akan di gelar di luar pulau Jawa karena Rania hanya melakukan akad nikah dan menggelar resepsi pernikahannya di kampung halaman sang suami. Zahra yang ketika itu masih di sibukkan dengan Reynan yang sedang berada di rumah sakit tidak bisa menghadiri pernikahan Rania. Dan kabarnya sekarang Rania sudah memiliki seorang putra yang berusia satu tahun. Zahra tidak ingin melewatkan kesempatannya kali ini untuk berkumpul bersama kedua sahabatnya. Rania juga akan terbang ke kota B pagi tadi dan kemungkinan akan sampai ketika prosesi akad nikah berlangsung. keduanya di minta untuk mendampingi sang mempelai wanita sebelum bertemu dengan suaminya nanti.


Reynan pun membelah jalanan kota yang ramai dengan kendaraan roda dua dan juga roda empat. Memang di hari libur seperti ini jalanan akan penuh dengan kendaraan. Mungkin orang-orang yang akan berlibur bersama keluarga ataupun mereka yang hanya menghabiskan waktu di kafe atau Mall hanya untuk nongkrong bersama teman ataupun sahabatnya.


Empat puluh lima menit, mereka akhirnya sampai di depan sebuah gedung yang di jadikan resepsi pernikahan Zahwa dan juga Arjuna. Zahra melirik jam di pergelangan tangannya.

__ADS_1


" 15 menit lagi mas, aku langsung menemui Zahwa ya!" ijinnya pada sang suami.


" Reynan pun mengangguk dan menuntun si kecil masuk ke dalam gedung. Sedangkan Zahra bergegas ke lantai atas untuk menuju ruangan tempat merias sang mempelai wanita. Tak sulit bagi Reynan untuk menemukan teman bicara di sana. Terlihat beberapa karyawannya yang juga hadir di pesta pernikahan ini, belum lagi beberapa suplayer yang dia kenal dan beberapa pengusaha yang memang bergerak di bidang yang sama dengannya yang memang ada diantaranya tengah menjalin kerjasama dengan hotel dan juga restoran yang sedang dia kelola. Usaha Reynan dengan ayah Zahwa memang memiliki kesamaan. Keduanya bergerak di bidang kuliner, namun bedanya Reynan selain kuliner juga mengelola hotel yang menjadi nilai lebihnya sebagai seorang pengusaha.


Zahra langsung memasuki ruangan yang dia yakini adalah tempat merias, dia masuk setelah mengetuk pintu dan benar saja dia melihat sahabatnya yang terlihat sangat cantik sedang duduk di depan meja rias. Zahwa memang tidak bisa menoleh padanya karena tengah di dandani. Namun mereka bisa saling menatap lewat pantulan cermin. Zahra sangat terpesona dengan tampilan Zahwa yang sangat berbeda dari biasanya. Tak berselang lama pintu terbuka kembali dan menampilkan sosok Rania di sana. Zahwa dan Rania pun berpelukan. Mereka melepas rindu yang sudah lama tak berjumpa. Kedua sahabat itu pun berbincang yang sesekali mereka tertawa lepas teringat kenangan mereka ketika kuliah dulu.


Satu lagi kejutan dari Arjuna untuk Zahwa, Arjuna menikahinya dengan mas kawin berupa rumah yang ada di kota X yang baru di belinya beberapa bulan lalu dengan diantar Zahwa. Kala itu Arjuna berdalih akan melihat-lihat rumah yang akan di beli oleh kliennya. Waktu itu Zahwa memang sempat mengangumi sebuah rumah yang berada di ujung jalan perumahan karena dekat dengan taman komplek dan tanpa sepengetahuannya Arjuna membeli rumah itu dan memberikannya sebagai mas kawin. Tidak hanya itu Arjuna pun memberinya mas kawin rumah dan satu set perhiasan yang tempo lalu di belinya bersama Alvian. Hari ini benar-benar Zahwa merasakan kebahagiaan. Selain ini adalah hari pernikahannya, dia juga bisa berkumpul bersama kedua sahabatnya.

__ADS_1


Setelah prosesi akad nikah dilangsungkan dan di katakan sah oleh para saksi, Rania dan juga Zahra mengapit sahabatnya itu untuk turun ke bawah bertemu dengan Arjuna yang kini sudah sah menjadi suaminya. Senyuman tak lepas dari bibir ketiga bidadari tersebut. Mereka berjalan menuju pelaminan yang di sana sudah menunggu sang pengantin pria untuk bersanding dengan sang pengantin wanita. Setelah mengantarkan sang pengantin wanita ke pelaminan mereka berdua pun menghampiri pasangannya yang ternyata duduk bersebelahan. Mereka pun saling menyapa, karena Reynan hanya bertemu Raymond ketika hari pernikahannya saja. Reynan nyaris tidak mengenali pria yang duduk di sebelahnya itu. Kedua keluarga itupun naik ke panggung pelaminan karena di panggil oleh pembawa acara untuk melakukan sesi pemotretan.


Happy reading πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


maaf baru bisa up kembali karena kesibukan satu dengan kesibukan lainnyaπŸ™.


Masih menunggu konfirmasi dari pemenang pulsa ya. di tunggu konfirmasinya ya.

__ADS_1


jangan lupa tetap dukung karya author ya


__ADS_2