IMAM KU

IMAM KU
119


__ADS_3

Alvian menoleh ke samping, melirik dengan sudut matanya kehadiran istrinya yang baru saja masuk ke kamar mengikutinya. Berjalan mendekati tempat tidur kemudian membuka jas yang dikenakannya dan meletakkannya di kursi dekat meja rias. Setelah duduk di tepi ranjang dia menoleh pada Naima yang diam mematung di dekat pintu. Naima terlihat begitu gugup, belum pernah dia berada dalam satu kamar dengan pria asing. Walaupun pria asing itu sekarang telah sah menjadi suaminya. Kamar Naima memang tidak begitu luas, namun ada kamar mandi kecil didalamnya. sehingga mereka berdua bisa membersihkan diri tanpa keluar kamar terlebih dahulu. Mereka pun bergantian ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Alvian sudah lebih dulu membersihkan diri dan tengah duduk bersandar di tempat tidur. Walaupun tidak terlalu luas namun cukup untuk tidur berdua. Alvian memperhatikan setiap sudut yang berada di kamar Naima sambil sesekali melirik pintu kamar mandi yang belum terbuka sejak hampir dua puluh menit yang lalu. Setelah puas mengabsen setiap sudut ruangan pun dia kemudian tenggelam dengan ponselnya sampai tidak menyadari bahwa Naima sudah keluar dari kamar mandi dan hanya duduk diam di depan meja rias.


Alvian yang merasa Naima belum keluar dari kamar mandi, akhirnya hendak beranjak dari tempat tidurnya. Namun ketika baru saja dia hendak bangkit, ujung matanya melihat sosok yang tengah duduk di kursi di samping kirinya.


" Kamu sejak kapan duduk di situ?" Alvian bertanya dengan tampan yang heran karena tidak menyadari keberadaan istrinya entah sejak kapan.


" Baru saja." Ucap Naima sambil tersenyum pada sang suami. Namun di hati kecilnya dia sedikit kesal dengan ketidak pekaan suaminya itu.


" Kemarilah! Alvian mengepung tempat tidur sebelahnya yang kosong. Naima pun menurut. Dia berjalan mendekat dan naik ke atas tempat tidur. Namun tanpa dia duga Alvian langsung memeluknya. Gerakannya begitu cepat hingga Naima terkejut dengan apa yang Alvian. lakukan. Namun dengan cepat dia menguasai diri dan bersikap biasa saja, walaupun sebenarnya nampak sekali terlihat gugup.

__ADS_1


" Tenanglah malam ini kita akan tidur dan beristirahat saja. Katakan jika kamu tidak siap melakukannya. Aku akan sabar menunggu. " Naima pun hanya mengangguk kecil. Akhirnya tak lama keduanya terlelap dengan posisi Alvian ya g memeluk Naima dengan erat. Dalam hati keduanya bersyukur atas semua yang telah mereka lalui hari ini dan berharap kebahagiaan dalam hari-hari Yanga akan mereka jalani kedepannya.


 


Pagi sekali Naima dan alvian sudah bersiap.akan menuju hotel, tempat dimana keluarga Alvian menginap. hari ini. Rencananya hari ini Mereka akan berjalan-jalan di kota Yogyakarta sebelum kembali ke kota asal dengan dengan segudang aktivitas yang menunggu untuk mereka kerjakan. Di sini mereka akan memanfaatkan waktu melepas penat dengan tumpukan pe kerjaan, setidaknya untuk hari ini begitu pikir mereka.


Mereka sudah menunggu di lobby hotel ketika Alvian dan juga Naima sampai di sana.


" Kalian sudah sarapan?" tanya Mama Siska yang juga mendekat kearah mereka.

__ADS_1


" Sudah Ma, " Keduanya menjawab kompak membuat Tante Rima meledek mereka " Cie...cie... kompakan ya..." Membuat Wajah Naima merona dan tanpa di duga Alvian malah menarik pinggang Naima dan mendekatkan jarak diantara mereka. dan berkata" Tentu dong, kita akan selalu kompak. Iya kan, sayang?" Belum usai Naima terkejut dengan apa yang Alvian lakukan barusan, sekarang perkataan Alvian yang barusan membuat Wajahnya semakin merona.


" Duh, kita jadi ngiri pengen sayang sayangan juga." Kali ini Reynan yang menimpali samping menggandeng istrinya dengan mesra. Sedangkan si kecil Kinan langsung mendekati Alvian dan bergelayut manja.


" Sudah-sudah. Kalian kok jadi sayang sayangan di sini sih. kapan kita berangkatnya, kita kan gak mau kalah mau sayang sayangan juga. Iya kan Ma?" ucap Papa Bagas pada Mama Siska sambil berlalu dan menggandeng wanita paruh baya yang telah mendampinginya lebih dari seperempat abad itu. Sontak semua orang menyorakinya.


Memang kebersamaan dalam keluarga itu adalah sebuah momen penting yang harus selalu dijaga, apalagi bersama pasangan. Usia boleh menua, kecantikan dan ketampanan boleh memudar namun dalam sebuah rumah tangga rasa cinta harus selalu di pupuk sedemikian rupa untuk menjaga sebuah keutuhan rumah tangga agar tetap harmonis. Jangan berkeinginan hanya menua bersama namun sehidup se Surga akan lebih indah.💜💜💜


Happy reading 💜💜

__ADS_1


jangan lupa like dan votenya ya..


terimakasih 😘


__ADS_2