IMAM KU

IMAM KU
133


__ADS_3

Hari yang dinanti pun datang juga, syukuran untuk baby Alby pun sudah di persiapkan sejak beberapa hari yang lalu. Kali ini dibuat sangat meriah karena bagi Reynan ini adalah pertama kalinya dia merayakan hal seperti ini. Dulu ketika Kinan Reynan melewatkan hari seperti ini dan rasa bersalah selalu saja hadir setiap kali dia mengingatnya, dimana dia melewatkan banyak hal dengan sang putri yang bahkan hubungannya lebih dekat dengan sang adik. Kadang Reynan merasa sedih dan juga bersalah namun semua itu memang tidak bisa di ulang kembali. Makanya jangan pernah menyia nyiakan waktu karena sedetik pun tidak akan pernah bisa kembali dan sesal selalu dirasakan oleh Reynan walaupun sang istri selalu memberikan keyakinan bahwa semua itu adalah takdir.


" Bukan salah mu Mas, itu semua sudah jalan dari takdir Allah. Tidak ada yang pernah menyalahkan kamu." Itulah yang selalu dikatakan sang istri jika dia merasakan rasa bersalah. Namun tetap saja rasa sesal itu tetap ada apalagi ketika mengingat perjuangan sang istri yang harus mengurus semuanya. Reyna akan tambah merasa bersalah. Pikirannya terus melanglang buana ke masa lalu sedangkan tatapannya ke arah ruangan yang telah ditata dengan sedemikian rupa. Tepukan lembut di bahunya menyadarkannya kembali ke masa kini, dia pun menoleh ke arah sang istri yang tersenyum. Senyuman yang teduh dan membuat hati Reynan selalu menghangat ketika menatapnya. Sosok yang sangat dia sayangi dan kagumi, seorang istri dan ibu yang sangat luar biasa untuknya. Delapan tahun dia menjalani biduk rumah tangga dengan sang istri, tak pernah sekalipun mendengar keluhannya dia selalu tersenyum hangat seakan selalu memberikan kekuatan untuknya dalam keadaan apapun. Reynan pun memeluk istrinya dan mengecup puncak ke pantai yang tertutup hijab.


" Ya ampun Mas, mbak... bikin aku iri, romantis banget..." Naima yang ingin menanyakan masalah catering yang di pesan di restoran Reynan akan sampai jam berapa jadi melihat adegan romantis dia sejoli ini.

__ADS_1


"Nay, ada apa? " Zahra tersipu dengan perkataan Naima barusan, sedangkan Reynan hanya tersenyum dan melepaskan pemukanya pada sang istri.


" Itu tadi Mama tanya, makanan akan sampai jam berapa dan Mama bilang harus di cek lagi takut ada yang kurang. " Naima juga antusias ikut menyiapkan semua ini walaupun sudah dilarang karena sedang hamil muda.


" Nanti sekitar jam sepuluhan, coba mas tanyakan lagi, ini sudah jam sembilan. untuk menu rasanya sudah tidak perlu cek ulang soalnya aku dan memastikannya." Reynan pun mengangguk dan segera merogoh sakunya untuk segera menghubungi bawahannya di restoran yang ditugaskan untuk menyediakan makanan untuk acara hari ini.

__ADS_1


Semuanya benar-benar memang dipersiapkan dengan baik. Mereka tidak ingin ada kesalahan dalam acara ini. Apalagi kelahiran anak laki-laki dan cucu laki-laki yang mereka nantikan di dua keluarga. Acara demi acara pun berlangsung sesuai dengan yang di rencanakan dan diharapkan. Sampai pada acara inti dari pak ustadz yang menerangkan tentang proses pengasuhan anak menurut islam. Tentang menanamkan aqidah pada anak sedari dini. karena ketika anak- anak dibekali aqidah yang kuat mereka akan mampu melalui cobaan apapun karena mereka percaya bahwa ada Allah yang akan selalu menolongnya dalam setiap keadaan apa pun yang meraja hadapi kelak. Ilmu agama itu lebih penting walaupun ilmu dunia juga tak kalah penting.


Setelah ceramah selesai di tutup dengan doa dan dilanjutkan acara ramah tamah dan makan siang. Para tamu pun ada yang sebagian berpamitan pulang.


Happy reading💜💜

__ADS_1


mohon dukungannya.


jangan lupa mampir di karata ku yang lain yang berjudul mencintaimu dalm diam. Terima kasih


__ADS_2