IMAM KU

IMAM KU
Jadi Mommy


__ADS_3

Setelah dirasa aman, Sauqi menjalankan mobil dengan sangat berhati-hati namun tidak berarti pelan. Dalam waktu 20 menit dirinya sudah tiba tepat didepan gerbang sekolah elit.


"Gue nggak telat kan ya ? Itu bujang belom diculik tante-tante kan ?" Gumam Sauqi sambil celingukan kanan kiri melihat situasi.


Dari kejauhan terlihatlah seorang satpam sedang mondar mandir. "Gue tanya sama tu makhluk kalik aja ada info akurat." Ucapnya dan kemudian keluar dari mobil yang dipinjamkan Lutfi untuknya.


Sebelum melanjutkan langkahnya, dia sempatkan untuk berkaca sebentar. Memastikan penampilan nya yang tidak menyerupai gembel. "Untung pakek kulot sama cardigan jadi lebih keliatan feminim. Oke lo cantik hari ini dengan sneakers hasil nyomot punya Bunda." Pujinya pada diri sendiri.


Setelah puas dengan penampakkannya, Sauqi melanjutkan misinya untuk bertanya oada seorang satpam soal kepulangan calon anaknya.


"Permisi pak, selamat pagi menjelang siang." Sapa Sauqi ramah.


"Pagi Nyonya, ada yang bisa saya bantu ?" Tanya Pak Satpam itu dengan sangat profesional.


"Apakah anak-anak sudah pulang pak ? Saya mencari siswa yang bernama Al-Ghifari, biasanya Papinya yang jemput." Tanya Sauqi.


"Anak-anak sebagian belum pulang Nyonya, karena belum ada yang jemput. Mereka ada di taman bermain disebalah sana bersama guru pendamping mereka." Jelas Pak Satpam seraya menunjuk keberadaan taman bermain.


Sauqi mengangguk dan tersenyum ramah. "Terimakasih pak, saya kesana dulu." Ucap Sauqi dan kemudian meninggalkan pos satpam untuk menyusul Ghifa.


_______


Ditaman bermain, Ghifa menatap seseorang yang berada di kejauhan sedang melangkah mendekati posisinya sekarang.


Dari gaya dan cara berjalannya yang terlihat anggun namun juga keren, Ghifa sangatlah mengenali siapa orang itu walaupun terhalang kacamata yang bertengger.


"Ghifa liat siapa ?" Tanya gadis kecil yang bernama Lauren, sahabat baru Ghifa.


"Itu kayaknya Tante Sao nya Ghifa deh Lauren, tapi kenapa ada disini." Ucap Ghifa yang masih menatap sesorang yang perlahan mulai mendekat.


"Ghifa, Lauren, ada apa ?" Tanya seorang perempuan dewasa, yang sejak awal menemani dua bocah itu bermain.


"Liatin tante cantik yang disana Ma." Tunjuk Lauren mengarah kepada Sauqi yang sudah terlihat dekat namun belum menemukan sosok Ghifa.


"Lauren kenal sama tante itu sayang ?" Tanya perempuan itu.

__ADS_1


"Ghifa kenal Miss Sarah." Jawab Ghifa dengan cepat dan hanya diangguki Sarah.


"Aduh Ghifa itu babysitter nya ya ? Papi kemana ?" Tanya seorang perempuan dengan gaya centil yang mengandeng anak laki-laki bertubuh gempal.


Ghifa sama sekali tidak tertarik untuk menanggapi ocehan wanita centil itu. "Mommy !!" Teriaknya sambil berlari menyusul Sauqi yang terlihat kebingungan.


"Mommy, kok telat jemputnya ?" Tanya Ghifa setelah berhasil memeluk Sauqi yang sedang tersenyum lembut.


"Sorry Boy, tadi ada accident " Permohonan maaf Sauqi dengan sangat tulus membuat semua orang terkagum pada sosok gadis muda bernama Sauqi.


"Loh bukannya kamu udah nggak punya mama ya Ghifa ?" Tanya salah seorang teman Ghifa.


"Mama emang udah disurga, tapi kalo Mommy ada." Jawab Ghifa membanggakan sosok Mommy yang baru diakuinya dua menit yang lalu.


"Maaf, anda Mommy nya Ghifa ? Saya salah satu guru disini dan kebetulan ibunya Lauren temannya Ghifa." Ucap Sarah memperkenalkan diri dengan sangat ramah.


Sauqi tersenyum manis menanggapi Sarah. "Terimakasih Miss, anda sudah menemani Ghifa sampai saya tiba." Ucap Sauqi berperan sebagai seorang ibu yang baik.


"Dan untuk kebenarannya saya belum sepenuhnya menjadi Mommy nya Ghifa." Sambung Sauqi berkata dengan jujur mengenai statusnya, dirinya tidak ingin memanfaatkan keadaan.


"Tidak masalah Nyonya, ini bagian dari tugas saya. Semoga saja segera ya Nyonya." Jawab Sarah dengan tersenyum membuat Sauqi salah tingkah sendiri.


'Nah lo bujang, ada yang memuji calon mommy nih.'


"Kalo jadi Mommy aku emang harus cantik. Kayak yang sekarang cantik banget malah." Jawab Ghifa sekalian menyindir tante centil yang menyinggung tante Sao nya seorang babysitter.


"Iya memang Mommy Ghifa cantik banget kayak artis korea." Puji Sarah yang memperhatikan penampilan Sauqi. Rambut hitam panjang tergerai indah, kacamata bulatnya yang bertengger manis, kulit putih serta wajah imut bak artis korea dan apalagi dengan style yang sederhana namun fashionable membuat Sauqi bagai model yang sedang menjalani sesi pemotretan .


"Miss Sarah terlalu berlebihan." Jawab Sauqi dengan sungkan. Ternyata keputusannya dandan dulu sebelum gas ada gunanya, selain menyenangkan Ghifa juga untuk menyenangkan hati nya yang terlalu lama tidak mendapat pujian.


"Momy kita pulang ya. Lauren aku pulang dulu, thank you Miss Sarah." Ucap Ghifa yang langsung menyeret Sauqi menuju parkiran.


Dengan gaya bak anak dan Mommy, Sauqi menggandeng Ghifa dan berjalan beriringan menuju mobilnya terparkir. Banyak pasang mata yang menatap kedua dengan kagum, seorang anak laki-laki berparas tampan berjalan dengan sorang gadis muda yang cantik.


Ghifa menatap Sauqi dengan terpesona "Mommy you are beautiful today, I love you." Ucap Ghifa saat sudah berada didalam mobil membuat Sauqi sedikit tercengang.

__ADS_1


Sauqi tersenyum manis. "Thank you boy, tumben nggak panggil tante dekil lagi ?" Tanya Sauqi.


"Ternyara Mommy cantik banget, waktu itu aku salah menilai mommy. Sorry yaa Mom." Ucap Ghifa dengan tatapan memelas.


"Its okay, oh ya boy kalo perempuan udah mau dandan hati-hati loh." Ucap Sauqi diiringi dengan tawa renyah.


Ghifa hanya mengangguk. "Yes, Mommy benar. Oh ya kenapa Mommy yang jemput Ghifa ? Papi kemana ?" Tanya Ghifa baru menyadari bahea yang menjemputnya bukan papi melainkan Tante Sao yang dianggapnya menjadi Mommy secara dadakan.


"Papi kamu kerja, tadi udah telat dan minta tolong ke Tante buat jemput kamu." Jelas Sauqi dan diangguki oleh Ghifa. Tumben kalem cuma ngangguk doang nggak julid.


"Ghifa nggak boleh panggil dengan sebutan Mommy ya ?" Tanya Ghifa dengan menunduk takut jika Sauqi akan marah.


Sauqi menoleh sekilas dan kembali menatap kedepan, namun senyum tipis tergambar diwajah cantiknya. "Boleh dong, tapi Ghifa harus izin sama Papi dulu. Kalo Papi bilang iya, Tante Sao pasti nggak akan nolak." Jawab Sauqi dengan lembut, mencoba memberi pengertian kepada Ghifa.


"Okey, Ghifa akan coba tanya nanti." Jawabnya sedikit kecewa.


Dalam perjalanan, keduanya terdiam cukup lama. Sauqi sempat merasa tidak enak dengan bujang cilik disamping nya tapi keputusannya tadi adalah jalan yang terbaik. Dirinya tidak mau egois dengan menggunakan Ghifa sebagai alasan untuk Mendapatkan hati Si Lutfi, baginya mendapatkan Ghifa secara tulus dan Lutfi adalah tujuannya. Tidak meanfaatkan salah satu pihak untuk mendapatkan pihak lain.


"Boy, tante ada cookies. Tapi ketinggalan dirumah kamu." Ucap Sauqi memecah keheningan.


"Kenapa bisa dirumah ?" Tanya nya seraya mengahadap Sauqi yang tengah fokus menyetir.


"Tadi tante kesana dan kamu belum pulang, terus papi kamu buru-buru dan minta Tante jemput kamu." Jelas Sauqi yang tanpa disadari Ghifa sudah membelokkan setir memasuki halaman rumahnya


"Oohh. Emangnya tante bisa bikib kue ?" Tanya Ghifa sedikit meragukan kemampuan seorang Sauqi.


"Kamu nggak percaya ?"


'Mau ngeremehin gue lu ? Tadi aja memuji sekarang mau julid lagi ?'


"Kurang percaya. Paling juga pinter dandan doang." Jawab Ghifa melirik Sauqi.


"Coba dulu, baru julid boy." Jawab Sauqi menatapnya dengan senyum tulus membuat Ghifa jadi terpesona gagal julid. Kenak kan lu Bocil.


"Sombong amat, dapetin hati Papi aja belom bisa." Ucap Ghifa yang kemudian meninggalkan Sauqi yang ternganga tak percaya.

__ADS_1


Jlebb!!


"Ini lagi usaha Boy, dapetin kamu aja harus tahan banting, kenak mental mulu. Apalagi dapetin Papi mu yang dingin, tante mudah masuk angin dan pilek tauk." Gumam Sauqi meratapi nasibnya, kenapa si bocil menusuk nya tepat dijantung dengan kenyataab pahit itu.


__ADS_2