
Pov. Naima
Mungkinkah aku hanya seorang istri yang di jadikan pelarian oleh suamiku
Pernikahan yang kami jalani barulah seumur jagung. Buka aku tidak pernah merasakan kebahagiaan. Bukan itu
Justru aku begitu bahagia dalam pernikahan kami ini. Namun hanya saja ada sesuatu yang masih mengganjal di sini. Entah sampai kapan...
__ADS_1
Melihat hari ini dia mengabaikan aku rasanya ada rasa sakit yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Ya memang benar ini adalah rasa cemburu yang berarti aku sudah jatuh cinta pada suamiku. Berawal dari rasa kagum kini telah berubah menjadi perasaan cinta. Cinta yang halal untuk suamiku tapi kenapa aku harus merasakan sakit.
Pagi ini ketika aku diabaikan rasanya aku seperti tak nampak dimatanya. Suamiku seolah lupa akan tanggung jawabnya begitu mendengar kakak iparnya akan melahirkan. Entah siapa yang dia khawatirkan kakak iparnya ataukah keponakan kecilnya yang sejak dulu memang dia memberikan kasih sayang yang lebih.
Entah kenapa sejak aku tahu bahwa kakak iparnya adalah mantan kekasihnya, tepatnya kisah mereka mungkin belum usai dari pihak suamiku. Aku rasa kakak iparnya telah bahagia menemukan orang yang tepat yang tidak lain adalah kakak tersayang dari suamiku. Namun apakah suamiku sudah benar-benar ikhlas melihat wanita yang dulu sangat dicintainya kini bahagia bersama orang lain atau masihkah berharap mereka akan bersama kembali. Semua itu membuatku selalu gelisah. Aku tidak setakut ini kehilangannya ketika rekan bisnisnya yang bernama Sela terlihat menaruh hati padanya. Walaupun rasa cemas itu tetap ada.
" Nay... " panggilan Alvian dibarengi tepukan lembut di bahunya membuyarkan lamunan Naima yang tengah menatap kosong pada gadis kecil yang sedang terlelap didepannya.
__ADS_1
" Iya Mas? " Naima seakan memberi isyarat bahwa Alvian harus mengulang kembali perkataannya. Naima tadi benar-benar tidak mendengar apapun. Dia tersadar karena tepukan Alvian di bahunya.
" Ada apa? tidurlah... kamu terlihat lelah. "Usapan tangan Alvian di kepalanya terasa menenangkan. Melihat sang istri yang hanya diam mematung Alvian pun menarik tubuh Naima ke dadanya. Baima pun hanya diam merasakan kasih sayang suaminya yang baru saja dia ragukan perasaannya terhadap dirinya. Naima pun menik. ati moment tersebut dan memejankan matanya dalam dekapan sang suami. Alvian seakan tahu dan merasakan kegundahan sang istri, dia tidak banyak bertanya. Melihat istrinya hanya diam saja dia hanya memeluk Naima dengan erat sambil mengelus kepala sang istri yang tertutup hijab dan sesekali mengelus punggung sang istri yang kali ini membalas memeluknya dengan erat. Naima terisak, sedikit menyesali perasaannya yang selalu meragukan sang suami namun apa mau dikata perasaan dan juga pikirannya terkadang tak dapat dia kendalikan. Perasaan ragu itu kerap muncul begitu saja apalagi dengan sikap Alvian yang tadi pagi seakan membuatnya merasa tidak dianggap keberadaannya.
Alvian sebenarnya merasa sedikit bingung dengan siakap Naima, namun dia diam saja ingin memberikan ruang pada sang istri. Mendengar Naima terisak dia hanya mendekapnya lebih erat lagi. Setidaknya dia seolah menyalurkan kekuatan dalam dirinya untuk sang istri tercinta.
happy readingππππ
__ADS_1
selamat membaca... semoga kalian suka dan tetap setia di novel ini. Jangan lupa like dan komennya ya... biar aku lebih semangat update πππ