IMAM KU

IMAM KU
Makan Malam 2


__ADS_3

Beberapa menit berlalu, Luthfi dan Ghifa akhirnya sampai dirumah orangtua Luthfi.


Dengan senyum bahagia Luthfi membukakan pintu untuk sang anak, dan menenteng paper bag berisikan bajunya dan sang putra untuk malam nanti.


Bukan hanya Luthfi yang tampak cerah, bahkan Ghifa tak hentinya memamerkan gigi hingga hampir kering. Langkah lebarnya terlihat tak sabar untuk segera bertemu dengan para penghuni rumah.


"Assalamu'alaikum, Ghifa come back." Teriak Ghifa mengudara.


Dari arah dalam terdengar jawaban bergantian.


Aleta yang melihat cucunya berkunjung sangat bahagia, apalagi kemarin sempat terjadi perselisihan.


Dan ini juga pertama kali nya mereka datang setelah kejadi beberapa hari lalu.


"Ahhh senang nya, cucu oma main kesini." Sambut Aleta dengan pelukan hangat, dan Ghifa dengan senang hati membalasnya.


Mendapat undangan makan malam dari Syauqi merubah moodnya 180 derajat.


"Oma minta maaf ya sayang." Ucap Aleta dengan kecupan bertubi diwajah Ghifa.


"Sudah oma, Ghifa bukan anak kecil lagi." Ghifa Menjauhkan wajahnya.


"Ohh ada Ghifa rupanya. Sini peluk opa." Dari arah belakang Guntur merentangkan tangannya. Dan dengan lari kecil Ghifa menghampiri sang opa dan memeluknya erat.


"Maaf Luthfi baru kesini." Ucap Luthfi seraya mencium tangan Aleta dan Guntur bergantian.


Aleta hanya tersenyum hangat seperti biasanya.


"Harusnya mama yang minta maaf mas. Ini salah mama." Aleta berkaca kaca.


"Udah sini duduk dulu baru ngobrol." Ajak Guntur.


Kemudian semuanya berkumpul diruang keluarga, dan Rendi juga sudah menyusul. Semuanya terasa seperti biasa, kembali pada semula sebelum terjadi beberapa kesalah pahaman.


Aleta yang mulai bisa menerima dan Luthfi yang tenang. Ghifa juga sudah memaafkan sang Oma walaupun kemarin sempat ingin ngambekan.


Luthfi menghela nafas, mengumpulkan keberanian untuk menyampaikan undangan makam malam Juan. Bukan apa-apa, tapi Luthfi hanya takut Aleta menolaknya.


"Papa, Mama." Panggil Luthfi serius.


Sepasang suami istri itu hanya diam dan mempersilakan Luthfi bicara dengan anggukan kepala.


"Syauqi tadi bilang ke Luthfi kalo ayah nya, Tuan Juan mengundang kita makan malam di restonya." Ujar Juan dengan kepala menunduk.


Dia belum siap jika harus melihat reaksi sang mama yang diluar dugaan seperti kemarin.


"Kapan ?" Tanya Guntur.

__ADS_1


"Nanti malam pa."


"Jadi ini yang bikin cucu mama sama anak mama bahagia ??" Tanya Aleta tenang, bahkan dirinya juga tersenyum saat ini.


Luthfi yang mendapat pertanyaan itu tanpa sadar langsung mengangguk.


Guntur dan Aleta tersenyum dengan saling merangkul. Putranya Sudah benar benar jatuh cinta dengan gadis bernama Syauqi itu.


"Baiklah kita pergi." Lanjut Aleta kemudian.


Luthfi seperti tidak percaya dengan ucapan sang mama. Ia mendongakkan kepalanya dan menatap mama papa nya bergantian.


"Kita pergi." Sekali lagi Aleta berucap dan diangguki oleh Guntur.


Luthfi seketika langsung tersenyum cerah, dirinya menghambur memeluk kedua orang tuanya.


"Makasih Ma, Pa. Udah kasih kesempatan Luthfi." Ucapnya berterimakasih.


"Jika nanti tidak sesuai harapan kamu, mama minta maaf ya sayang." Ucap Aleta seraya mengusap kepala Luthfi.


Luthfi hanya mengangguk.


Aleta tidak bisa menjanjikan apapun, tapi setodaknya dia membantu putranya berjuang sebisa mungkin.


___________


Sorenya, dua keluarga tengah sibuk dengan persiapan masing-masing.


"Abang, gimana jamuannya udah aman kan ??" Tanya Shena pada Juan yang sedang merapikan rambutnya.


"Udah." Jawab Juan singkat.


"Tempat nya yang privat kan bang ? Makanannya juga yang mewah kan yaa ?" Tanya Shena kembali heboh sendiri.


"Iya aman ay, aku udah suruh manager resto buat nyiapin yang terbaik." Jawab Juan dengan menatap Shena penuh kelembutan.


Shena akhirnya hanya mengangguk.


"Bagus, ketemu calon besan harus berkesan." Ujar Shena yang kemudian berlalu hendak keluar kamar.


Tapi sebelum pintu terbuka, Juan menghentikannya.


"Ay."


"Apaan ??"


"Nanti abang kudu gimana ?" Tanya Juan dengan alis terangkat, menandakan bahwa dirinya memang sedang bingung.

__ADS_1


"Bersikaplah apa adanya bang, jadi diri sendiri itu lebih baik." Jawab Shena dengan senyum menenangkan.


Akhirnya Shena beralu dan mengecek anak nya satu persatu.


"Hey ngapain pada ngumpul disini ??" Tanya Shena saat memasuki kamar anak gadisnya. Dan disana dia juga mendapati dua anak bujangnya.


"Mantau kakak yang lagi bahagia bun, takut kakak minum parfum saking senengnya." Jawab Kahfi random dan anehnya Shena hanya mengangguk.


"Kalo abang ngapain ?"


"Abang lagi bantuin kakak rapiin rambut bun, dia lupa gimana cara nya sisiran." Bizar juga asal jawab dan Shena lagi lagi hanya mengangguk.


Setelah semuanya siap, Shena langsung menggiring anggotanya menuju resto. Dirinya ingin memberikan sambutan yang sangat berkesan.


Dilain rumah, sepasang ayah dan anak sudah rapi dengan kemeja navy dan celana berwarna hitam panjang. Rendi juga sudah siap dengan kemeja warna tosca senada dengan sang ayah.


Lagi lagi yang heboh dirumah ini adalah kamu perempuan. Lebih tepatnya satu satunya Perempuan.


Siapa lagi jika bukan Aleta.


Saking gugup nya untuk bertemu Shena, dirinya sudah mengganti bajunya sebanyak 3 kali. Bahkan Guntur sudah bosan melihat itu


"Maa !! Buruan keburu cucu kita ngambek." Teriak Guntur dari arah luar.


Semuanya sudah standby diteras tapi Aleta masih betah dikamar.


"Pa, mama dandan apa ngeramin telor sampek netas sih ?" Tanya Rendi yang sudah gelisah.


"Tauk dah, lama bener sih Oma. Harusnya yang gugup itu papi bukan Oma." Ghifa juga mulai menggerutu kesal


Luthfi hanya menaik turunkan alisnya. Dirinya sendiri gugup bukan main eh malah di tambahin gelisah. Jadi mules kan.


"Udah, mama udah siap" Ucap Aleta yang sedikit berlari menuju teras.


"Aduh mama harus gimana ini nanti ? Luthfi mama harus apa ?" Tanya Aleta panik.


Melihat sang mama gelisah membuat nya semakin berkeringat dingin.


"Ya nggak tau ma, jangan bikin Luthfi makin mules dong." Jawab Luthfi dengan nyengir.


Aleta memandang Guntur, tapi Guntur malah menggeleng kan kepala pasrah.


"Udahlah bismillah. Yang penting berangkat dulu biar nggak telat." Ucap Rendi memberi usul.


Dan akhirnya semuanya berangkat menuju resto dengan dua mobil.


😊😊😊😊😊😊😊

__ADS_1


Yok mulai masak rendang yokπŸ˜†


Yang opor yang oporπŸ˜…


__ADS_2