
Saat ini di Kota Baisi di Dalam Dungeon tempat Argus datang sebelumnya..
"Apakah semuanya sudah siap..?? " Tanya Lisa.
"Hampir.. Tinggal beberapa Orang tua yang masih tertinggal di belakang dan masih menyiapkan semua barang yang akan mereka bawa.. " Ucap Reina
"Emm.. Katakan untuk membawa barang seperlunya saja biar tidak repot, aku yakin kerajaan Sundah menyiapkan tempat dan barang kebutuhan lainnya di sana. " Ucap Olivia.
"Ya kami sudah mengatakan hal itu juga.. Namun sebagian besar adalah penduduk miskin, jadi mereka menganggap setiap barang mereka sangat berharga.. " Ucap Lexy.
"Aku paham.. Pasti setiap barang memiliki kenangan mereka sendiri-sendiri jadi mereka enggan berpisah.. " Ucap Lisa.
"Kau benar.. " Ucap Reina.
Lalu tak lama Jene keluar dari dalam Dungeon dan menuju kesana.
"Persiapan hampir selesai, hanya tinggal menunggu beberapa orang tua yang masih belum selesai.. " Ucap Jene.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di Kota Taito.
Setelah selsai membuat rumah-rumah di sana, Argus kemudian menyapa Sebastian dan kembali ke Kota Baisi lagi.
Sesampainya di depan pintu masuk Dungeon, Argus melihat semua warga sudah menyiapkan semua..
"Oh. Apakah semuanya sudah siap..?? " Tanya Argus.
"Ya.. Semua warga sudah mengemas seluruh barang mereka.. " Ucap Olivia.
"Itu bagus.. Kalau begitu.. " Ucap Argus. Kemudian ia melihat ke arah Jene, Reina dan Lexy.
"Setelah ini aku akan membukakan Gerbang.. Aku harap kalian dan para Prajurit akan membantu menertibkan semua orang agar masuk perlahan.. "
"Di balik gerbang nantinya Baron Radit akan menyambut mereka dan mengatur tempat tinggal setiap orang di sana, jadi tak perlu terburu-buru dan berdesakan.. "
"Emm.. Kami mengerti, kami akan menyiapkan semuanya.. " Ucap Jene.
Setelah beberapa saat kemudian semuanya sudah siap untuk pergi dari sana.
"Baiklah.. Semuanya dengar, sebentar lagi Tuan Argus utusan dari Kerajaan akan membantu kita keluar dari kota Baisi...
Jadi semuanya harap tertib jangan berdesakan, karena di sana sudah di siapkan tempat untuk semua orang.. !! " Teriak Jene.
"Dan nantinya Baron Radit akan menunggu kalian di sana serta mengatur semuanya..! Jadi harap tertib.. " Ucap Lexy.
"Sejak kapan aku jadi utusan Kerajaan..??" Gumam Argus.
"Lupakan..
Baiklah aku akan membuat gerbang sekarang.. " Ucap Argus.
Lalu Argus membuat rune sihir gerbang dengan ukuran lumayan besar di sana.
"Apakah itu sihir Ruang..? "
"Sepertinya utusan kerjaan adalah orang yang sangat kuat.. "
"Kau benar.. Ini pertama kalianya aku melihat penyihir Ruang.. "
"Apakah ini aman..? "
"Pasti aman... Aku melihat Tuan Baron juga pergi dengan sihir itu.. "
"Benarkah..?? Kalau begitu sepertinya tak masalah untuk kita masuk ke dalam juga.. "
"Baiklah semuanya masuk perlahan..!! " Ucap Jene.
Kemudian semua orang mulai masuk ke dalam Gerbang satu persatu.. Butuh beberapa waktu agar semuanya masuk ke dalam Gerbang karena kebanyakan orang di sana adalah para orang tua.
Setelah semuanya masuk ke gerbang. Di Sana tinggal Argus, Lisa, Oliv, Jene, Lexy dan Reina.
"Terimakasih telah membantu kami.. " Ucap Jene.
"Tak masalah.. " Ucap Argus.
"Jadi.. Apa yang akan kalian lakukan selanjutnya..?? " Tanya Reina.
"Kami akan menuju tempat persembunyian para warga selanjutnya di Dungeon satunya.. " Ucap Lisa.
"Kalau begitu, aku sarankan kalian lewat jalan Hutan saja.. Jangan lewat jalan utama.. " Ucap Lexy.
"Memang ada apa di jalan utama..?? " Tanya Olivia.
"Menurut kabar yang kami dengar, Baron dari Desa suri atau desa perbatasan di bunuh oleh kelompok assasin.. Dan mereka sepertinya bersembunyi di dekat jalan utama... " Ucap Lexy.
"Benar.. Beberapa orang yang akan pergi ke tempat lainnya yang melewati jalan utama agar lebih aman, ternyata semaunya di bunuh oleh mereka.. Dan hanya ada satu orang yang selamat karena bersembunyi.." Ucap Reina.
"Menurut desas-desus, mereka juga sepertinya bukan kelompok pembunuh biasa..
Tapi dari kelompok ******* yang sudah lama membuat masalah di berbagai kerjaan.. Jadi aku harap kalian hati-hati.. " Ucap Jene.
"Baiklah kami paham.. " Ucap Argus.
__ADS_1
"Lalu apa yang kalian tau tentang ******* itu..? Ciri-ciri atau tanda sesuatu yang bisa mengidentifikasi mereka..?? "
"Emm.. Itu sulit, karena mereka tak pernah muncul dalam cahaya dan hanya bermain dalam kegelapan.. " Ucap Jene.
"Oh aku ingat.. Sepertinya mereka selalu memakai tato sebagai identitas mereka..
Tapi kami tak tau maknanya.. " Ucap Lexy.
"Seperti apa tato itu..?? " Tanya Argus.
"Entahlah.. Kami juga tak tau..
Karena tak ada yang pernah melihat dengan jelas tato itu, yang pasti itu seperti sebuah buku. Selebihnya kami tak tau. " Ucap Jene.
"Buku..?? " Gumam Argus.
"Baiklah terima kasih.. "
"Tak masalah.. Kamilah yang harusnya berterima kasih.. "Ucap Jene.
"Oh benar Oliv.. Orang tuamu ingin melihatmu sejenak, jadi lebih baik kau kembali dulu sebentar dan menemui mereka.. " Ucap Argus.
"Nanti aku akan menjemput mu lagi.. "
"Emm.. Baiklah, kalau begitu aku juga akan pergi dengan mereka.. " Ucap Olivia.
Setelah itu Olivia ikut pergi bersama Jene dan dua temannya memasuki gerbang dan menuju sisi lain di kota Taito..
" Apakah kita benar-benar sampai di kota Taito dalam sekejap..?? " Tanya Reina.
"Ya..kita sudah sampai.." Ucap Olivia sambil tersenyum.
"Walaupun aku tau ini akan terjadi, tapi rasanya masih tak percaya kita bisa sampai hanya dalam sekejap.. "Ucap Lexy sambil mengamati sekeliling.
"Jangan Linglung seperti itu.. " Ucap Jene.
"Mari kita bantu yang lainnya dulu.. "
"Jene. Reina dan Lexy.. Aku ucapkan Terima kasih telah membantu semua orang selama ini.. " Ucap Baron yang baru saja datang bersama seseorang ke tempat itu saat melihat mereka datang.
"Kami tak melakukan banyak.. Jadi anda tak perlu berterimakasih kepada kami.. " Ucap Jene.
"Itu tidak benar..
Aku sudah mendengar semua ceritanya dari Radit, kami dari Kerajaan akan memberikan kalian hadiah yang sesuai.. " Ucap orang di sebelah Baron.
"Anda..?? " Tanya Jene.
"Oh ini tuan Sebastian.. Duke Sebastian De Illia. " Ucap Baron Radit memperkenalkan.
"Oh salam tuan Sebastian..
"Tak masalah.. Sekarang bukan saatnya membahas kesopanan di saat seperti ini.. " Ucap Sebastian.
"Setelah masalah ini selesai, pihak Kerajaan akan memberikan apa yang pantas kalian dapatkan.. "
"Terima kasih tuan..! " Ucap Jene, Lexy dan Reina..
"Emm.. " Angguk Sebastian. Lalu ia melihat ke arah Olivia. Dan berjalan ke arahnya, kemudian di mata kaget Jene dan dua lainnya Sebastian memeluk Olivia..
"Bagaimana kabarmu Oliv..?? Kau pergi bahkan tak membawa alat komunikasi apapun.. "
"Aku Baik-baik saja paman.. " Ucap Olivia.
"Aku hanya tak ingin terus tergantung kepada kalian dan ingin mandiri bersama Argus.. "
"Haih.. Lupakan.. " Ucap Sebastian.
"Ayah dan ibumu sudah menunggu di ruang biasa..
Kau kembalilah bersama prajurit.. "
"Emm.. " Ucap Olivia. Lalu ia berjalan pergi naik kereta yang ada di sana dan di antar ke Kastil Kerajaan.
"Ehh.. Maaf Tuan Sebastian..
siapa sebenarnya Olivia..?? " Tanya Jene kepada Sebastian.
"Oh dia keponakan ku.. " Ucap Sebastian.
Lalu ia berjalan pergi dari sana.
"Keponakan..?? " Ucap Jene.
"Tunggu, apakah maksudnya Olivia itu adalah Tuan Putri..?? "
"Ya. Itu adalah Putri Olivia.. " Ucap Baron Radit
"Apa..??!!! " Teriak Jene dan dua temannya.
"Tapi kenapa ia keluar tanpa pengawal..?? " Tanya Reina
"Apa kalian tak mendengar percakapan mereka sebelumnya..??
Bukan kah sudah jelas karena Tuan Putri bersama dengan Argus.. " Ucap Baron Radit.
"Jadi... Sebenarnya siapa Argus itu sampai di percayai untuk membawa Tuan Putri..??! " Tanya Lexy.
__ADS_1
"Itu adalah sesuatu yang perlu kalian cari tau sendiri.. Yang jelas, dia adalah seseorang yang tak bisa kalian singgung apapun yang terjadi.. " Ucap Baron Radit
"Baiklah.. Aku akan pergi dulu, masih banyak yang harus aku lakukan. Kalian cari tempat dan beristirahat saja. "
Setelah itu Baron pergi dari sana untuk kembali mengatur semua warga yang baru saja sampai di sana dan meninggalkan Tiga orang yang masih dalam keadaan penasaran.
Mereka masih penasaran dengan identitas Argus yang sebenarnya, pasalnya jika hanya petualang Rank tinggi tidak akan bisa mendapatkan kepercayaan untuk membawa Putri.
Dan lagi dari percakapan keduanya dapat di pastikan status Argus tidaklah rendah di Kerajaan.
Jadi.. Siapa sebenarnya Argus..??
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Kembali ke kota Baisi.
Setelah mengirim Olivia, Jene , Lexy dan Reina beserta semua penduduk ke sana. Argus dan lisa melanjutkan perjalanan mereka lagi.
Kali ini karena hanya berdua, ia mengeluarkan Motor miliknya. Itu jauh lebih mudah untuk berpergian melewati jalan utama lebih cepat.
Alasan Argus tidak memilih melewati hutan adalah karena ia ingin mencari lokasi persembunyian dari para pembunuh itu.
"Apakah Master ingin mencari para pembunuh itu..?? " Tanya Lisa.
"Ya benar.. " Ucap Argus.
"Lalu kenapa Master tak meminta bantuan Hawa..?? Bukankah itu akan lebih mudah..?? " Tanya Lisa.
"Tak perlu.. Aku sudah menemukan lokasi mereka, sbelumnya aku mengira itu adalah persembunyian Korban yang selamat. Namun sepertinya bukan seperti itu.... " Ucap Argus.
"Lalu apa yang akan master lakukan dengan mereka..?? " Tanya Lisa.
"Aku ingin mengetahui sesuatu dari mereka.. Kasus Pembunuhan Baron dan kemunculan mereka di Baisi aku rasa ada kaitannya dengan pecahnya Dungeon.. " Ucap Argus
"Apakah maksud master pecahnya Dungeon kali ini di Baisi adalah ulah mereka..?? " Tanya Lisa.
"Itu yang aku pikirkan.. Namun kita masih perlu mencari informasi lagi.. " Ucap Argus.
"Kita membutuhkan salah satu dari mereka yang memiliki banyak informasi tentang organisasi mereka..
Baik hidup atau mati, aku bisa mencari informasi mereka. Selama mereka masih memiliki kepala tentunya.. "
"Kalau begitu kita hanya perlu membunuh mereka semuanya bukan..?? " Tanya Lisa.
"Ya.. " Ucap Argus.
"Lalu kenapa Master tak menggunakan sihir gerbang untuk langsung sampai di sana..?? Bukankah itu lebih praktis..?? " Tanya Lisa.
"Memang benar, tapi aku ingin mengulur waktu sejenak.. " Ucap Argus
"Pasalnya ada beberapa anggota mereka yang masih ada di luar dan sedang kembali, aku ingin menyelesaikan mereka sekaligus agar tak mengganggu kita nantinya.. "
"Emm.. " Angguk Lisa.
Kemudian kendaraan itu terus menyusuri jalan dengan kecepatan tinggi. Tak lama kemudian Argus sampai di dekat lokasi persembunyian para pembunuh itu.
Argus kemudian menyimpan kendaraan miliknya dan berjalan bersama Lisa untuk mendekati lokasi itu. Lalu Argus dan Lisa melompat ke atas salah satu pohon dan duduk di sana.
Lalu Argus dan Lisa mengamati tempat persembunyian itu yang berupa goa berukuran sedang itu.
"Mereka masih belum kembali.. Kita akan menunggu di sini sebentar.. " Ucap Argus.
"Baiklah.. " Ucap Lisa.
"Jika hanya membunuh mereka semua, bukan kah akan lebih mudah membakar mereka semua saat berada didalam Gua sekaligus..?? "
Lalu Lisa melihat Argus sepertinya mengerutkan keningnya dan seperti memikirkan sesuatu.
"Ada apa master.. " Tanya Lisa.
"Sepertinya ini takan semudah perkiraan ku..
Mereka memiliki banyak sandra di dalam persembunyian mereka itu.. " Ucap Argus
"Lalu apa yang akan kita lakukan..?? " Tanya Lisa.
Argus berfikir sejenak dan kemudian ia mendapatkan ide.
"Tak masalah.. Aku akan mengirim beberapa semut yang bisa melumpuhkan mereka, lalu kita bisa masuk ke dalam.. " Ucap Argus
"Itu akan jauh lebih mudah.. "
"Apakah kita perlu menyiksa mereka untuk mendapatkan informasi nantinya..?? " Tanya Lisa lagi.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku bisa mendapatkan informasi baik dalam kondisi hidup atau mati.. Jadi tak masalah apapun yang akan kita lakukan. "Ucap Argus
" Jika kau mau, kau bisa membiarkan para tawanan untuk membunuh mereka agar bisa melampiaskan amarah mereka.. "
"Aku mengerti.. " Ucap Lisa
.
.
__ADS_1
. Bersambung.