
" Ok ok sayang.. Bisakah kau melepaskan ku..?? Rantai ini terlalu kencang.. "Ucap Levi
" Emm.. Benar.. Aku akan berhenti berkelahi juga.. "Ucap Phoenix itu.
" Jadi bisakah anda melepaskan ku juga..?? "
Melihat ke-dua nya berhenti berdebat, Argus menghilangkan rantai pada keduanya..
"Lebih seperti itu.. "Ucap Argus.
"Sayang kau terlalu kejam.. Tapi aku suka, bagaimana jika kau mengikat ku saat kita di hanya berduaan..? " Ucap Levi.
"Jangan mengatakan hal aneh..!! " Ucap Argus.
"Kau selalu saja membawa masalah setiap saat.. "
"Tuan.. Bisakah kau membantu sesuatu..?? " Tanya Phoenix itu.
"Ada Apa..?? " Tanya Argus.
"Emmm.. Ini seperti ini, bisakah kau lebih dekat sedikit.. ?? Aku tak ingin yang lainnya mendengarkan.." Ucap wanita Phoenix itu.
Perubahan Phoenix menjadi wanita itu tingginya lebih pendek dari argus, jadi Argus perlu sedikit menundukkan kepalanya agar lebih dekat..
Argus mendekatinya, lalu Phoenix itu seperti bersiap membisikkan sesuatu kepada Argus.. Namun tiba-tiba ia mengigit leher Argus juga..
"Akhh sialan.. Apa yang kau lakukan..?? " Ucap Argus.
"Aku memberikan tanda yang sama dengan wanita ini.. Karena ia tak mau menghapusnya maka aku akan melakukan hal yang sama.. "Ucap Phoenix.
" Jadi mulai sekarang kau juga suami ku.. "
"Tidak.. Itu tidak mungkin, dia milikku..! Kau tak bisa melakukan hal itu.. " Ucap Levi.
"Ia suami ku dasar anak ayam sialan..! "
"Aku sudah melakukannya. Sekarang kau tak bisa melakukan apapun.. " Ucap Phoenix.
"Akkhh sialan..!! " Teriak Levi.
Lalu mereka mulai saling berkelahi di sana.
"Satu sudah merepotkan sekarang datang satu lagi.. " Ucap Argus melihat keduanya mulai berkelahi sendiri tanpa memperdulikan Argus dan yang lainnya.
"Sepertinya lain kali aku harus lebih waspada.. "
Sementara itu yang lainnya di sana hanya bisa melongo melihat apa yang terjadi..
"Apakah Master baru saja mendapatkan pasangan lain..?? " Kata Lisa sambil melihat kedua Wanita di sana berkelahi.
"Sepertinya seperti itu.. " Ucap Olivia.
"Dasar Playboy.. " Ucap Wilona.
"Sial.. Aku benar-benar tak ingin lama-lama dengan Argus..
Aku berusaha sangat keras hanya untuk mendapatkan satu wanita, dan dia..?? " Ucap Roland.
"Dia bisa diam dan wanita akan mendekatinya sendiri..
Oh dewa.. Kenapa takdir begitu tak adil pada ku...?!!"
"Jangan mengatakan seolah-olah aku yang menginginkan hal ini terjadi.. " Ucap Argus.
"Dan untuk kalian.. Berhentilah berkelahi..!!
Mengikat - Bind..!! "
"Akhh.. Sayang tolong lepaskan aku.! Aku masih ingin menghajar wanita kurang ajar ini..!! " Teriak Levi yang saat ini terikat.
"Tolong lepaskan aku juga.. Aku takan membiarkan ular sialan ini seenaknya..!! " Ucap Phoenix itu.
Argus tak menjawab atau melepaskan mereka, ia mendekati mereka berdua lalu memukul kedua kepala mereka bersamaan.
"Diam lah..!! Kalian berdua itu sama saja, Sama-sama seenaknya dan kurang ajar apa kalian tau..! " Ucap Argus.
"Sekarang.. Apa yang harus aku lakukan terhadap kalian berdua.. "
"Karena kau sekarang berubah menjadi sosok wanita, maka rasanya tak pantas jika memanggil mu dengan nama Phoenix terus.
Jadi.. Ra..? Anum Ra..?? " Ucap Argus.
"Tidak.. Itu tak cocok dengan keperibadian mu yang seenaknya saja.. Kau tak pantas dengan nama itu, yang ada nantinya malah membuat nama itu buruk jika di pakai oleh mu..
Aku tak ingin dianggap melecehkan nama itu nantinya.."
Lalu Argus kembali memikirkan nama lainnya lagi. Dan setelah beberapa saat ia tak mendapatkan nama yang cocok akhirnya ia memutuskan satu nama..
"Kalau begitu.. Yang sederhana saja Feniks.. Pengucapan lainnya dari nama Phoenix dalam bahasa lain.. " Ucap Argus
"Feniks..?? Itu nama yang bagus.. Aku akan di panggil Feni mulai sekarang.. " Ucap Feniks.
"Kalau begitu Feni..! Apa kau masih bisa berubah menjadi Phoenix lagi..?? " Tanya Argus ke Feniks itu.
__ADS_1
"Untuk saat ini tidak..
Karena ini pertama kalinya aku berubah.. " Ucap Feniks.
"Sepertinya sama saja. Kalau begitu apa kau juga kehilangan sebagian kekuatan mu termasuk terbang..?? " Tanya Argus.
"Tidak.. Kekuatan ku masih sama saja.. Aku juga masih bisa terbang sekarang.. " Ucap Feniks.
"Itu bagus, kau jauh lebih bisa diandalkan daripada orang lainnya.. " Ucap Argus.
"Hei sayang..! Itu menyakiti perasaan ku kau tau..?! " Ucap Levi.
"Tapi itu kenyataan bukan..? Kau bahkan tak bisa berenang sekarang.. " Ucap Argus.
"Baiklah.. Aku akan melepaskan kalian namun jangan membuat masalah dan jangan melakukan hal-hal aneh mengerti..?! "
"Emm.. Aku mengerti.. " Ucap Feniks.
"Aku juga. Aku juga mengerti..! " Teriak Levi.
"Jika kalian membuat masalah lagi, aku akan melemparkan kalian ke lautan.. Apa kalian paham..?? " Tanya Argus.
"Emm.. Kami paham..! " Teriak keduanya.
Mendengar jawaban itu Argus mengangguk lalu kembali melepaskan ikatan mereka.
Lalu Argus bersiul dan setelah itu sosok monster seperti batu berlari ke arah Argus dari dalam pulau.
Orang lainnya langsung waspada terhadap kemunculan monster itu. Jika mereka tak melihat monster itu bergerak kemungkinan mereka akan menganggap nya sebagai batu biasa.
"Tenang.. Aku yang memanggilnya.. " Ucap Argus.
"Ini adalah monster jenis ikan batu, kalian bisa memanggilnya Ston atau Tony..
Tony, bawa mereka jalan-jalan mengitari seluruh pulau ini atau kemanapun mereka ingin pergi ok.. "
Monster itu bertingkah seperti anak anjing di depan Argus.. Argus mengelus bagian depan kepalanya.
"Kalian bisa menjelajahi seluruh pulau ini sesuka kalian, dan tenang saja karena takan ada monster yang menyerang kalian.. "Ucap Argus.
" Apa kau yakin..? " Tanya Roland.
"Ya.. Semua monster berbahaya di pulau ini sudah aku jinakkan, jadi sekarang aman.. " Ucap Argus.
"Sementara itu aku ingin melihat ikan-ikan di sekitar sini.. "
"Aku ingin tau apakah megalodon itu bisa di ajak berbicara atau tidak.. " Ucap Argus.
"Sayang.. Walaupun ia mungkin bukan tandingan mu, tapi di dalam air itu akan sangat berbahaya.. " Ucap Levi.
"Itu benar.. Apa lagi banyak monster serupa yang ukurannya jauh lebih kecil.. Dan itu terlalu sulit jika sendirian.. " Ucap Feniks.
"Emm.. Biarkan kami menemanimu.. " Ucap Levi.
"Tak perlu.. Kalian hanya akan menjadi beban saja.. " Ucap Argus.
"Feniks.. Apa kau bisa berkelahi di dalam air..?? Dan Levi, apa kau sudah bisa berenang..?? "
"Itu.. " Mereka ragu untuk menjawab kali ini, karena apa yang Argus katakan itu memang benar..
"Tidak bukan..?? Kalau begitu lebih baik kalian ikut mereka saja dan jaga mereka, terutama Hawa.. " Ucap Argus
"Tapi.. " Ucap Feniks
"Sudah.. tak perlu berdebat lagi..
Aku masih bisa menangani mereka sendirian.. " Ucap Argus
"Baiklah. Anda harus hati-hati.. " Ucap Feniks.
"Master.. Hati-hati, kami akan berkeliling sekarang" Ucap Lisa.
Setelah itu mereka mulai menaiki monster ikan batu itu dan mulai menyusuri seluruh Pulau.
Sementara itu Argus yang melihat mereka menjauh mulai memperhatikan permukaan laut yang terlihat tenang itu.
Namun Argus bisa merasakan masih ada beberapa monster di sana berkeliaran.. Lalu ia mulai terbang ke atas lautan dan melihat itu sudah cukup jauh dari pulau.
Kemudian Argus kembali menggunakan kemampuan miliknya yang sebelumnya ia gunakan.
Argus menyebut kemampuan itu sebagai dunia penciptaan tiga dimensi..
Argus memfokuskan hal itu ke kedalaman laut, dan benar saja banyak monster di bawah air yang masih berkeliaran.
Selain monster kecil seukuran Hiu putih biasa, Argus bisa melihat dua Monster berukuran besar di sana. Salah satunya adalah megalodon yang sebelumnya.
Lalu ada satu monster lagi di sana yang sepertinya mereka berdua sedang saling serang sekarang..
Bentuk monster itu seperti ikan marlin atau dengan pedang di depan mulutnya.. Dari ukuran mereka terlihat sama saja dan hampir keduanya setara dalam kekuatan.
"Apakah lebih baik aku kesana sekarang atau menunggu salah satu dari mereka kalah..?? " Gumam Argus.
"Lupakan.. Lebih baik aku ke sana sekarang saja, toh aku tak tau yang mana yang akan bisa di ajak berbicara nantinya.. "
__ADS_1
Setelah itu Argus membuat bola dari sihir air dan angin agar ia bisa bergerak masuk ke dalam air..
Lalu Argus mulai masuk ke lautan, di sana banyak monster jenis hiu langsung bergerak mencoba menyerang Argus. Namun dengan mudah Argus menggunakan sihir air untuk menembaki mereka di sana dan terus melaju menuju ke dalam air laut..
Setelah beberapa saat pemandangan di sana mulai gelap, Argus menggunakan element cahaya untuk membuat cahaya di ke dalaman lautan..
Dan saat ada cahaya terlihat ikan dan monster kecil langsung menjauh dari sana.. Apa yang terlihat seperti batu dan pasir ternyata terdapat ikan di salah satu mereka yang langsung kabur saat melihat Argus.
Argus melanjutkan menyelam dan akhirnya setelah beberapa saat kemudian ia melihat dua monster itu sedang saling bertarung..
Namun tiba-tiba keduanya berhenti bertarung setelah merasakan kedatangan Argus..
"Siapa kau berani masuk ke dalam daerah kekuasaan ku..?! " Ucap monster yang mirip megalodon itu.
"Aku adalah penguasa pulau di sana. " Ucap Argus.
"Ada keperluan apa Anda datang kesini.. ?? " Tanya monster yang mirip dengan ikan Marlin itu. Ia jauh lebih sopan saat berbicara daripada Megalodon itu.
"Ya tujuanku hanya satu..yaitu aku ingin kalian menjauh dari sini atau berhenti berbuat masalah di sekitar pulau itu. . " Ucap Argus
"Kau bermimpi..!! " Teriak Megalodon itu.
Lalu ia langsung berenang dengan cepat ke arah Argus dan bersiap memakannya dengan gigi-gigi besar miliknya..
"Sepertinya aku akan memakan sashimi daging megalodon kali ini.. " Gumam Argus.
Lalu ia membuat penghalang di depannya yang membuat Megalodon itu berhenti karena menabraknya..
Meski demikian ia terus berusaha memecahkan dinding pelindung itu dengan menabrak dan mengigit nya.. Namun usahanya percuma, ia bahkan tak mampu menggores pelindung itu.
"Mengikat - Bind..!! "Ucap Argus.
Lalu beberapa Rantai mana mulai keluar dan mengikat Hiu megalodon itu.
Ia terus meronta dan mencoba melepaskan diri dari rantai itu, namun usahanya sama saja percuma..
" Aku akan memberikan mu pilihan terakhir.. Menjadi bawahan ku atau mati menjadi makanan ku..?!! " Tanya Argus.
"Jangan harap..!! " Teriak megalodon itu.
Ia terus berusaha keluar dan juga menggunakan serangan air untuk mengincar semua rantai itu, tapi tetap saja tak ada hasilnya..
"Aku sudah cukup berbaik hati memberikan kesempatan lain untuk mu, namun kau tak menghargainya.. " Ucap Argus.
Lalu ia mengeluarkan Katana Miliknya dan setelah itu..
"Full attack...!!! " Teriak Argus.
Ia kemudian memotong Hiu itu menjadi dua bagian, tak hanya itu saja.. Ia bahkan membelah lautan manjadi dua bagian sampai air di sana menghilang di tengah-tengah..
Hal itu menciptakan gelombang besar ke segala arah, dan untung arah tebasan pedang Argus bukan ke arah pulau.. Atau jika tidak itu akan membelah pula itu juga..
Tak terhitung jumlah Hiu kecil di sana yang ikut menghilang karena serangan Argus barusan, hal itu benar-benar membuat monster ikan Marlin itu ketakutan..
Megalodon adalah musuh yang ia hadapi dengan susah payah namun ia begitu mudah di kalahkan hanya dengan sekali tebas..
"Jadi.. Bagaimana dengan mu..?? " Tanya Argus sambil menyimpan tubuh dari megalodon itu.
"Aku.. Aku akan menyerah dan menjadi bawahan Anda.. " Ucap Monster itu.
"Itu bagus.. Kalau begitu.. " Ucap Argus, lalu ia membuat kontrak penjinakan terhadap monster itu.
"Mulai sekarang atur semua monster di sekitar sini dan jangan pernah menyerang kapal atau orang yang memiliki tanda seperti itu.. "
"Saya mengerti tuan..!! " Ucap monster itu.
"Benar.. Siapa namamu..?!! " Tanya Argus.
"Pesaria De Marlin.. " Ucap Monster itu.
"Sial.. Apa kau anggota keluarga kerajaan Illia..?? " Ucap Argus.
"Ehh.. Aku bukan.. Itu nama yang aku dapatkan setelah aku bisa berbicara.. " Ucap Marlin.
"Apakah semua monster yang bisa berbicara akan mendapatkan Nama..?? Dan darimana itu berasal..?? " Tanya Argus.
"Aku tak tau.. Aku hanya tiba-tiba mengingat nama itu saja, dan itu entah darimana..
Aku tak tau dengan yang lainnya namun yang jelas nama Itu muncul di kepalaku begitu saja..." Ucap Marlin.
"Tunggu..! Jangan bilang jika kau betina..?? " Ucap Argus.
"Saya memang betina, apakah ada masalah master..?? " Tanya Marlin.
"Sial Tidak lagi..! Aku harus Cepat-cepat pergi dari sini.. "Gumam Argus.
" Aku tak ingin terulang untuk ketiga kalinya.. "
.
.
. Bersambung.
__ADS_1