
Argus dan lisa yang sudah kembali ke kabin di hutan, ia tak mengetahui kegaduhan di dalam Guild..
Setelah berkumpul dengan Hawa dan Alfred, mereka melanjutkan perjalanan kembali ke kota Isak.
Kali ini Argus menggunakan sihir Gerbang untuk langsung menuju ke hutan dekat kota Isak, karena jika menempuh jalan biasa. Argus merasa tak perlu lagi, karena ia telah menelusuri dan melihat Monster di sana.
Setelah sampai di dekat Kota, Argus dan rombongan mulai berjalan kaki menuju kota.
Di gerbang kota, Argus hanya melaporkan Hawa dan Alfred. Dan ternyata Argus juga harus membuat Segel yang mirip dengan Segel budak terhadap Alfred.
Hal ini di karenakan agar mudah dan menjamin kepemilikan Golem. Dan agar mudah mencari pemiliknya jika terjadi masalah dengan sang Golem.
Dan juga ada aturan tersendiri bahwa baik Monster atau sejenis yang sudah di jinakkan harus memiliki tanda pengenal Masternya jika ingin memasuki sebuah desa atau kota.
Terutama jika ingin memasuki wilayah dekat istana. Identitas ini sangat penting jika ingin masuk.
Sedangkan untuk Hawa, itu hanya di catat namanya tanpa di tanya identitas lainnya. Hal ini untuk mengisi data penduduk dan pengunjung di kota ini.
Setelah itu, Argus kemudian mencari penginapan lagi agar Hawa dan yang lainnya bisa beristirahat. Sementara itu Argus pergi sendirian ke Guild untuk melaporkan Quest kenaikan Rank miliknya.
Di dalam Guild, Argus melihat Cesilia dan Ema yang terlihat tetap sibuk. Sepertinya masalah Monster dan Dungeon terbuka masih belum teratasi.
Argus kemudian menuju Ema yang saat ini tak terlalu sibuk lagi.
"Hallo Ema.. Aku ingin melaporkan hasil Quest khusus kenaikan Rank milikku.. " Ucap Argus.
"Argus...?!!" Ema yang tadinya tak memperhatikan kedatangan Argus sangat terkejut.
Pasalnya baru beberapa saat sebelumnya ia mendapatkan laporan bahwa Argus baru saja selesai menjelajahi reruntuhan yang ternyata isinya adalah Tower Sihir.
Namun sekarang tiba-tiba Argus muncul di depannya. Ini membuat Ema benar-benar terkejut.
"Bagaimana kau bisa sampai secepat ini..??! " Tanya Ema.
"Kami baru saja mendapatkan laporan dari Cabang Daka bahwa kamu baru saja selesai menyerahkan hasil Quest, bahkan kami belum sempat mengecek hasilnya. Bagaimana kamu bisa ada di sini sekarang.. "
"Ehh..? Aku hanya menggunakan sihir hasil dari Tower sihir di sana..
Aku rasa kamu akan paham jika sudah membaca laporan itu.. " Ucap Argus sambil menyerahkan surat laporan.
"Sihir..? Sihir ruang..?!! Bukankah itu sihir yang hilang..? " Tanya Ema.
"Ya.. Tapi di dalam reruntuhan itu menyimpan banyak hal, jadi sihir ini juga hasil dari reruntuhan itu. " Ucap Argus
"Benarkah..? Lupakan, setelah membaca laporan itu aku mungkin akan tau yang sebenarnya. " Kata Ema.
"Tapi karena kami belum membaca isi laporan itu, kami tak bisa mengesahkan hasil Quest mu untuk sementara. Jadi kemungkinan akan memakan waktu dua atau tiga hari, karena saat ini masalah Monster yang sebelumnya belum teratasi, apakah tak masalah..? " Tanya Ema.
"Ya baiklah, tak masalah..
Aku akan kembali lagi dalam dua hari berikutnya.. " Ucap Argus.
Karena Argus kembali dengan sihir Gerbang, ia memakan waktu jauh lebih awal dari seharusnya. Dan kondisi Guild yang saat ini masih sibuk dengan urusan peningkatan kekuatan para monster, jadi kemungkinan akan memakan waktu jauh lebih lama.
Sebelumnya Argus sudah di beritahu bahwa Guild mungkin akan memerlukan waktu untuk menentukan Komisi yang akan di berikan. Argus pun paham jika sekarang Guild masih butuh waktu.
Argus kemudian mulai melihat Quest yang saat ini menumpuk di papan Quest, hal ini karena belum adanya kepastian dari masalah Monster itu.
Argus tak berniat langsung mengambil Quest sekarang, ia ingin beristirahat dalam beberapa hari ini. Karena ini adalah pertama kalinya ia membawa hawa ke kota ini.
Walaupun melihat Banyak petualang yang menolak melakukan Quest yang tak terjamin keamanannya. Mereka masih takut menemui Monster yang bermutasi, baik level kekuatan atau Rank Monster yang mungkin berbeda dengan informasi di Quest.
Argus berfikir ini bukan masalah besar untuk sekarang, jadi tak perlu terburu-buru.
Argus berniat membiarkan Guild mengambil alih masalah ini dulu. Dan akan mengambil tindakan jika memang itu di perlukan.
Hal ini membuat pihak Guild merasakan sakit kepala, pasalnya dari pusat (Count) belum memberikan kepastian. Apakah akan menangani masalah ini sendiri atau membiarkan Guild mengambil alih.
__ADS_1
Argus tak berniat mengambil alih masalah ini, ia kemudian kembali ke penginapan dimana Lisa, Hawa dan Alfred sudah menunggunya.
Sementara itu, Ema kemudian melaporkan kedatangan Argus dan memberikan Surat dari Guild cabang ke Manajer di sini.
"Oh.. Apakah secepat ini ia menyelesaikan masalah reruntuhan..? Bukankah laporan dari cabang juga baru sampai..? " Tanya Manajer William
"Benar, Argus berkata bahwa ia mendapat sihir Ruang yang hilang dari reruntuhan itu untuk bisa kembali ke sini dengan cepat. " Ucap Ema.
"Sihir Ruang..?? Jika itu benar, maka ini mungkin saja benar. Dengan kemampuan Sihir Ruang ia bisa memangkas jarak yang sangat jauh dengan mudah.. " Kata William.
"Sepertinya aku harus segera membaca laporan dari cabang..
Benar, apakah belum ada surat keputusan dari pusat..? "
"Belum.. Sampai sekarang belum ada surat atau pembawa pesan apapun dari pusat.. " Kata Ema.
"Dasar Babi-babi sialan.. Mereka sepertinya tak menganggap masalah ini dengan serius.. " Kata William
"Mereka terlalu lama menunda hal ini, ini akan mengakibatkan banyak masalah untuk kita..
Aku yakin jika mereka hanya tak ingin kehilangan uang saja. "
Setelah itu manajer mulai membaca isi laporan itu, sedangkan Ema sudah mulai kembali ke bagian depan. Dan kemudian saat William melihat pesan dari cabang, Terutama dari para pengamat di cabang membuat Manajer Guild merasakan keringat dingin.
Pasalnya apa yang di tulis di sana adalah laporan tentang kekuatan Argus dan peringatan untuk siapa pun agar tidak menyinggung Argus. Baik kemampuan Argus dalam masalah Huruf kuno atau kemampuan menciptakan sihir baru, benar-benar membuat manajer ketakutan.
Api yang lebih kuat dari api tertinggi, sihir hilang atau bahkan lebih tinggi benar-benar membuatnya sakit Kepala.
Di sana juga di jelaskan bahwa dalam laporan yang di kirim sebelumnya sudah ada sebagian dari rekaman dimana Argus melawan para Golem.
Manajer kemudian melihat rekaman itu dan ia mulai benar-benar percaya, kemudian ia mulai menulis laporan yang akan ia kirim ke Guild lainnya di seluruh kerajaan.
Ia tak ingin sampai Argus menggunakan kemampuannya untuk menyerang siapapun di dalam kota atau di manapun. Karena dampak serangannya pasti akan mengakibatkan kekacauan.
Sihir Tier 9-11 adalah legenda. Satu saja mampu menghancurkan sebuah kota atau mungkin bisa menghancurkan sebuah negara.
Saat manajer masih sibuk menulis pesan, Ema kembali lagi. Saat ini ia kembali membawa surat, namun kali ini berasal dari pusat.
"Baiklah, coba kita lihat apa keputusan yang di buat oleh mereka.. " Kata Manajer William.
Setelah membaca isi surat itu, Wajah William menjadi semakin kesal saat semakin banyak yang ia baca.
"Dasar orang-orang tak berguna..
Mereka menunda waktu terlalu lama namun akhirnya masalah ini di serahkan kepada kita.. "
"Apakah pusat tidak ingin menangani masalah ini sendiri..? " Tanya Ema.
"Haihhh.. Kau benar, mereka berkata bahwa mereka saat ini ada masalah lain yang penting. Dan berharap Guild bisa menangani masalah ini sendiri tanpa meminta bantuan dari pusat.. " Ucap William.
"Dasar babi rakus.. Sepertinya tebakan ku benar, mereka hanya tak ingin mengeluarkan uang untuk masalah ini saja.. "
"Jadi.. Apa yang harus kita lakukan..? " Tanya Ema.
"Kita harus membentuk tim investigasi sendiri sesegera mungkin agar bisa mengetahui level masalah ini sebenarnya.. " Kata William
Sedangkan Ema mulai mencatat semua perkataan William
"Setelah itu pasang Quest khusus jika masalah ini telah jelas.. Jika masalah ini jauh lebih serius,maka mungkin kita perlu meminta Argus untuk menjalankan Quest ini.." Ucap William.
"Benar, tunggu sebentar.. "
Kemudian William mulai menyiapkan sesuatu. Itu tak lama ia menyelesaikannya dan kemudian menyerahkan ke pada Ema.
"Ini hasil untuk Quest yang Argus ambil, katakan bahwa kami sebenarnya ingin menaikan Rank miliknya menjadi Rank S. Namun karena Rank S harus mendapatkan persetujuan dari Kerajaan, jadi hanya Rank A saat ini yang bisa di berikan.. Kata William
" Ehh..? Bukankah Argus memang hanya mengambil kenaikan Rank A saja..? " Tanya Ema.
__ADS_1
"Itu benar, namun kekuatannya saat ini sudah lebih dari cukup jika ia mendapatkan Rank S.. " Ucap William
"Apakah sekuat itu..? " Tanya Ema.
"Ini adalah penilaian berdasarkan hasil Quest yang di temui Argus di dalam reruntuhan..
Di sana ia menemukan Tower Sihir dan harus melawan Golem penjaga, dimana yang terlemah sudah ada di Rank C/B dan yang terkuat sudah melebihi Rank A atau S Rank Monster.. " Kata William.
"Dan lagi, Golem penjaga terakhir tak bisa di ketahui karena Argus hanya bisa masuk sendirian. Namun berdasarkan penilaian dan laporan dari Baron setempat, ada kemungkinan besar itu adalah golem yang mungkin sudah melampaui Monster legendaris. Rank Ss Monster atau lebih kuat.. "
"Benarkah..? " Ema sangat terkejut mendengar hal itu.
"Ya.. Mereka juga mengatakan bahwa Argus adalah orang terpandai yang pernah ada, ia bisa memahami bahasa dari zaman kuno yang memakai Huruf kuno. Dan bahkan ia mampu mempelajari semua isi catatan di sana hanya sekilas.. "
"Hal ini saja sudah lebih dari cukup untuk menaikkan Rank Argus..
Dan lagi.. Walaupun Mereka tidak mengatakan dengan jelas, namun di sana mengatakan bahwa Argus memiliki kekuatan serangan sihir yang setara dengan Tingkat 11.." Ucap William
"Tier 11 magic..?!! " Teriak Ema..
"Ya, berdasarkan efek serangannya yang masih tersisa. Ada kemungkinan itu pasti lebih dari Tier 9/10.."kata William
" Jadi apakah kita perlu memperingatkan Guild lainnya atau bahkan kerajaan..? " Tanya Ema.
"Ya.. Kita memang perlu memperingatkan mereka, namun kita tak bisa mengatakan tentang Sihir Tier 9 atau lebih tinggi milik Argus.. " Ucap William
"Kita hanya perlu memperingatkan mereka bahwa kekuatan Argus berada di luar kemampuan kita jika ia marah.
Dan juga kita perlu memberitahu bahwa kemampuan pemahaman Argus tentang sihir dan tekhnologi sangat hebat, jadi kita harus memperlakukan ia dengan baik. "
"Agar ia mungkin suatu saat akan meu membantu kita agar bisa membuat sihir di dunia ini berkembang lagi..
Kita tak bisa memaksanya, kita hanya bisa melakukan dengan cara lembut.. " Ucap William
"Aku paham.. " Kata Ema.
Walaupun mereka tergiur dengan kemampuan dan pemahaman Argus tentang sihir dan tekhnologi, tapi mereka masih tau konsekuensi jika membuat Argus marah.
Jadi satu-satunya cara adalah memperlakukan Argus dengan baik, dan berharap ia akan bersedia membantu kemajuan dunia ini.
.
.
Sementara itu saat ini Argus tengah berjalan-jalan bersama Hawa dan Lisa serta Alfred.
Argus ingin membeli beberapa perlengkapan untuk Kabin baru miliknya sekaligus memberikan pakaian dan apapun yang Hawa suka di jalan.
Dalam perjalanannya Argus memperhatikan bahwa walaupun terlihat ramai. Namun suasana di sana sedikit suram. Ini mungkin efek dari masalah rumah Monster.
"Lisa.. Apakah menurutmu aku perlu menyelesaikan masalah di kota Isak ini..? " Tanya Argus
"Ehh.. Maksud Master masalah level Monster yang meningkat..? " Tanya balik Lisa
"Ya.. Kau lihat, semua penduduk di sini terlihat suram.. Mereka sepertinya masih waspada terhadap para Monster yang sekarang meningkat" Kata Argus
"Bahkan sepanjang jalan ini sudah ada beberapa toko yang terutama berspesialis tentang bahan Monster sekarang sudah banyak yang tutup.. "
Lisa melihat sekeliling, dan memang benar. Kebanyakan toko yang tutup sekarang adalah toko makanan, pakaian, dan lain-lain yang berbahan dasar dari material Monster.
"Jika memang master merasa ini perlu, lalu master bisa membantu kota ini.. " Ucap Lisa
"Ya.. Sepertinya nanti saat aku mengunjungi Guild lagi, aku perlu menanyakan perkembangan masalah ini.. " Ucap Argus
"Jika memang aku bisa membantu, maka aku akan mengambil alih masalah ini.. "
.
__ADS_1
.
. Bersambung.