
Setelah semua persiapan Argus di rasa cukup, Argus pergi sendirian ke arah para Golem itu dan meminta Lisa untuk menunggu di kejauhan. Karena argus tak bisa menjamin kalo penaklukan kali ini akan berjalan lancar dan tidak akan melukai Lisa.
Setelah sampai di tempat sebelumnya, Argus melihat dengan Jelas bahwa sepertinya semua Golem masih berkumpul di sana dan tidak pergi menyebar.
Argus diam-diam mengatur penghalang yang area cukup luas yang mencakup seluruh Golem itu. Argus memperhatikan bahwa para Golem tidak menyadari hal ini, jadi Argus memulai aksinya.
"Api putih kurasa sudah cukup untuk mengurus mereka, dan tak perlu terlalu lama menggunakannya.. Atau mereka mungkin akan meleleh nantinya.. " Gumam Argus.
Kemudian ia mulai memikirkan sihir yang akan ia pakai, sihir api area luas yang bisa mengelilingi semua Golem itu.
Setelah beberapa saat, Argus membuat keputusan sihir macam apa yang akan ia gunakan.
Argus berniat menggunakan sihir Api menggunakan Rune sihir kali ini untuk membuat sihir area luas.
Setelah selesai membuat Rune Sihir, Argus meletakkan Rune itu ke dalam tanah dan mulai menyebar dan meluas mencakup hampir keseluruhan ruang pelindung yang Argus buat.
Alasan mengapa Argus menggunakan Rune sihir adalah agar Argus bisa mengatur Waktu pengaktifan sihir itu, Argus memadukan sihir jebakan yang sebelumnya ia temukan. Jadi Argus bisa memilih kapan sihir itu akan aktif tidak seperti sihir normal yang akan aktif begitu di gunakan.
"Mari mulai..
Lost Magic - Api Suci (api putih), Pilar Api...!! "
Setelah Argus mengatakan itu, dari dalam tanah mulai terlihat adanya cahaya merah yang lambat lain warnanya mulai berubah dengan cepat dan menjadi warna Putih..
Setelah itu suhu di sekitar mulai naik dengan tajam sering berubahnya warna cahaya dari tanah itu. Dan semua hal di atas tanah mulai terlihat terbakar.
Dan pada akhirnya sebuah menara api yang tinggi terbentuk seketika di atas permukaan tanah yang terdapat Rune itu.
Api berwarna putih dengan Suhu tinggi itu menelan semua golem Mithril itu di dalamnya.
Para Golem mencoba melarikan diri dari dalam menara api itu, namun mereka menabrak sebuah penghalang yang tak terlihat di sekeliling mereka yang membuat mereka benar-benar terpanggang di dalamnya.
Saat ini suhu di luar penghalang juga mulai naik, itu dapat di lihat dari banyak tumbuhan dan pohon besar lainnya yang mulai terlihat layu. Padahal sebelum argus telah memaksimalkan Rune untuk sihir api pada pelindung itu, namun hasilnya saat menggunakan Api Putih di dalam mantra sihir.
Suhu yang di hasilkan benar-benar berbeda dengan saat Argus hanya membuatnya tanpa menggunakan mantra serangan apapun.
Karena hal ini juga Argus menaikan level bahaya dari Api Hitam dan transparan miliknya itu, argus harus lebih hati-hati lain kali jika ingin menggunakan kedua api itu.
Melihat kenaikan temperatur di sekeliling nya, Argus segera menghentikan Sihirnya itu. Dan Argus melihat para Golem saat ini benar-benar dalam keadaan Merah menyala.
Penghalang yang Argus buat pun saat ini tak sanggup menahan lebih lama lagi dan mulai runtuh, melihat itu Argus langsung bersiap untuk tahap ke dua..
"Karena kalian merasa kepanasan, bagaimana jika aku bantu kalian agar lebih dingin..
Sihir Air.. gelombang Tsunami...!! "
Air dalam jumlah besar mulai muncul dan langsung menenggelamkan para Golem itu.
Para Golem yang terbuat dari Logam itu awalnya memiliki suhu tinggi dan saat ini langsung di Dinginkan membuat mereka langsung mengeras seperti patung logam.
Argus mengangguk melihat mahakarya yang baru saja ia buat, namun tak butuh waktu lama untuk argus langsung waspada kembali.
Pasalnya diantara Golem-Golem itu ternyata ada yang hilang saat ini, ternyata yang tak ada diantara Golem yang sudah mengeras dan tak bisa bergerak itu adalah Golem Singa.
Tiba-tiba Argus merasakan bahaya dari belakangnya, dan Argus langsung mengeluarkan Tiga cakar Adamantium di tangannya dan menyilang kan di depan dadanya.
Dan saat bersamaan dengan Argus berbalik, dari arah belakangnya, Sebuah serangan Cakar raksasa berwarna merah mengarah ke Argus yang langsung beradu dengan Cakar milik Argus itu.
Argus yang tak terlalu siap langsung terlempar ke belakang karena dampak serangan itu. Argus menabrak beberapa pohon besar dan menumbangkan pohon-pohon itu.
Setelah menabrak beberapa pohon akhirnya Argus berhenti meluncur dan menstabilkan posisi berdirinya lagi.
Argus melihat Singa yang masih terlihat merah menyala itulah yang menyerangnya, sepertinya saat penghalang itu mulai runtuh sebelumnya. Sang Singa Golem itu langsung melarikan diri sehingga ia tak terkena serangan kedua Argus..
Kemudian Argus yang sudah menggunakan Cakar Adamantium yang ia dapatkan dari Monster Elang Rank S sebelumnya itu pun memutuskan untuk menggunakan serangan jarak dekat untuk menangani Golem Singa itu.
__ADS_1
Argus dan Golem Singa itu kemudian saling menyerang menggunakan Cakar mereka, ini mirip pertempuran antara dua ekor binatang liar daripada pertarungan Orang degan Golem.
Dengan tubuh besar dan tinggi membuat Golem memiliki jangkauan serangan yang cukup luas, sementara itu Argus yang melawannya menggunakan jaringan Laba-laba seperti layaknya Spider-Man untuk menghindari serangan Golem.
Dan menggunakan Cakar adamantium miliknya untuk menyerang balik.
Karena perbedaan ukuran, membuat Golem merasa sulit menyerang argus yang terus bergerak cepat menyerang berbagai bagian Golem itu.
Pertarungan itu berlangsung cukup lama, dan saat Argus melihat bahwa suhu Golem sudah mulai turun itu pun memutuskan untuk mengakhiri ini dengan cepat. Karena jika terus berlanjut maka Golem Singa itu akan menjadi dingin kembali.
"Maaf tapi aku akan mengakhiri pertarungan ini segera..
Absolut Zero....!!! " Ucap Argus.
Setelah mengatakan itu kabut yang saat ini sudah mengelilingi mereka sejak tadi itu langsung berputar dan mengelilingi Golem itu. Setelah itu sebuah Pilar Es terbentuk dengan Golem Singa berada di dalamnya.
Sebenarnya Sebelum ini Argus sudah menyiapkan air di sekelilingnya untuk menjadi pecahan kabut dan mengelilingi mereka saat bertarung.
Dan akhirnya Argus menggunakan sihir Absolute Zero untuk membekukan Singa itu dan membentuk Pilar Es tinggi itu...
"Master.. Apakah master baik-baik saja..? " Tanya Lisa yang sudah mendekati Argus saat ini.
"Ya aku baik-baik saja.. " Ucap Argus.
Setelah itu Argus melihat para golem dan mulai menyimpan mereka semua.
Setelah itu Argus dan lisa mulai memasuki ruangan arsip di lantai 5 itu. Namun di dalam Ruangan itu tak ada pintu ke lantai selanjutnya melainkan sebuah portal teleportasi yang ada di sana.
Argus mengalihkan perhatiannya ke arah catatan di sana, ia mulai mempelajari semua yang tercatat di dalam catatan itu..
Dan ternyata isi catatan itu cara pembuatan Portal teleportasi. Namun walaupun namanya teleportasi, ternyata itu lebih mirip sihir Gate/Gerbang milik Argus.
Karena prinsipnya sama dan itu tak memiliki prinsip teleportasi sama sekali, tak ada teori pengalihan materi di dalamnya. Hanya ada perubahan dan pemotongan Ruang, jadi ini adalah Gerbang bukan teleportasi dalam arti yang sebenarnya.
Namun Argus tidak ingin mengubah hal itu, dan hanya mempelajarinya dan menyimpannya saja.
Argus memang sempat membuat Baru Rune yang bisa mengeluarkan siapapun dadi Dungeon yang ia buat, namun itu adalah barang yang muncul bersamaan dengan Dungeon itu sendiri. Bukan batu Ciptaan Argus secara murni.
Jadi kali ini Argus ingin mempelajari hal ini, dan ingin membuat barang yang berkaitan dengan Ruang, seperti cincin ruang, tas ruang untuk bisa di gunakan siapapun.
Terutama karena argus mengetahui bahwa Item Box milik Lisa memiliki kapasitas penyimpanan, jadi Argus bermaksud membuat item penyimpanan baru untuk mempermudah Lisa membawa barang lainnya jika Item Box miliknya penuh.
Serta Argus juga ingin membuat Batu Rune yang bisa di pakai di luar Dungeon, dan bermaksud memberikannya kepada Lisa agar ia bisa kabur saat ada bahaya.
Setelah mempelajari semua yang ada di catatan itu, Argus tak terburu-buru membuat Artefak penyimpanan. Selain tak memiliki bahan yang di rasa cocok, Argus juga ingin menyelesaikan Tower sihir ini terlebih dahulu kemudian baru ia mulai mencoba membuat Artefak penyimpanan ruang.
Setelah itu Argus mulai memperhatikan Portal teleportasi itu, dan Argus melihat ada beberapa Core Monster di sana sebagai sumbernya.
Dan ada prasasti yang seperti terbuat dari Mithril untuk menampung Coret itu.
Rune sihir sendiri tidak di ukir di atas Core melainkan di Plat prasasti itu. Dan bahan pembuatan Portal itu sendiri di dominasi oleh Adamantium dan Mithril.
Sepertinya pembuatan portal ini membuat persyaratan Bahan yang sangat tinggi, namun Argus menduga bahan ini sendiri bisa di ganti dengan Besi Hitam atau yang lainnya asalkan menambah beberapa Rune lagi sebagai penstabil..
"Mari kita masuk.. " Ucap Argus
Namun saat Argus dan Lisa masuk bersamaan, mereka tak bisa melalui portal itu.
"Kenapa kita tak bisa masuk..? " Tanya Lisa
"Entahlah, portal ini sendiri sepertinya tak ada masalah..
Tunggu... "
Setelah itu Argus memperhatikan Tulisan yang di ukir di atas logam lain di samping Portal.
__ADS_1
"" ᛚᚨᚾᛏᚨᛁ ᛋᛂᛚᚨᚾᛃᚢᛏᚾᚢᚨ ᚨᛞᚨᛚᚨᚺ ᛚᚨᚾᛏᚨᛁ ᛗᛂᚾᚢᛃᚢ ᚱᚢᚨᚾᚷ ᚲᛂᚾᛞᚨᛚᛁ, ᛞᚨᚾ ᚺᚨᚾᚢᚨ ᛋᚨᛏᚢ ᛟᚱᚨᚾᚷ ᚢᚨᚾᚷ ᛞᛁ ᛁᛉᛁᚾᚲᚨᚾ ᛗᛂᛗᚨᛋᚢᚲᛁ ᚱᚢᚨᚾᚷᚨᚾ ᛁᛏᚢ.
ᛒᚨᚷᛁ ᛗᛂᚱᛂᚲᚨ ᚢᚨᚾᚷ ᛗᚨᛗᛈᚢ ᛗᛂᛚᚨᛚᚢᛁ ᛈᛂᚱᚲᛟᛒᚨᚨᚾ ᛞᛁ ᛞᚨᛚᚨᛗᚾᚢᚨ, ᛗᚨᚲᚨ ᛁᚨ ᛒᛂᚱᚺᚨᚲ ᛗᛂᚾᛃᚨᛞᛁ ᛈᛂᛗᛁᛚᛁᚲ ᛒᚨᚱᚢ ᛏᛟᚹᛂᚱ ᛒᚢᚨᛏᚨᚾ ᚲᚢ ᛁᚾᛁ.. ""
Itu adalah tulisan menggunakan Huruf Rune, atau yang saat ini di kenal sebagai simbol kuno.
Kemudian Argus mulai mengartikan dan membacanya.
"lantai selanjutnya adalah lantai menuju Ruang kendali, dan hanya satu orang yang di izinkan memasuki ruangan itu.
bagi mereka yang mampu melalui percobaan di dalamnya, maka ia berhak menjadi pemilik baru Tower buatan ku ini.. "
Setelah membaca tulisan itu, Argus akhirnya mengetahui bahwa alasan mengapa mereka tidak bisa masuk adalah karena hanya satu orang yang bisa melewati portal ini.
"Sepertinya hanya satu orang yang bisa masuk.. " Ucap Argus.
"Ya.. Kalo begitu, aku akan menunggu di sini saja. Master bisa mencoba memasuki portal ini sendiri.. " Ucap Lisa.
"Baiklah, aku akan masuk sendiri. Sementara itu tunggu aku kembali.. " Ucap Argus, kemudian ia mulai memasuki Portal itu. Dan kali ini Argus berhasil dengan lancar melewati portal itu.
Dan memang hasilnya sama seperti dugaan Argus, itu memang Gerbang bukan teleportasi. Namun Argus tak mau mempermasalahkan hal ini, Argus mulai memperhatikan lingkungan saat ini.
Saat ini Argus seperti berada di dimensi lain, karena Argus melihat selain tempat pijakan Argus saat ini yang seperti sebuah lapangan persegi yang cukup luas itu dimana itu terbuat dari logam Adamantium.
Sekelilingnya adalah tempat yang mirip luar angkasa tak terbatas. Namun Argus bisa merasakan bahwa ruangan ini sebenarnya hanya seluas beberapa kilometer saja.
Setelah itu Argus melihat ada sebuah cahaya yang mendekatinya dari kejauhan, dan setelah beberapa saat Akhirnya Argus melihat benda yang mengarah kepadanya itu.
Dari kejauhan Makhluk itu mirip Naga atau Hydra dari kejauhan karena ia memiliki sayap dan ada teriakan Naga dari sana. Namun suaranya bukan satu melainkan banyak suara.
Dan saat semakin dekat Argus tepana melihatnya, Dan saat Argus melihat dengan Mata wawasan, Argus langsung terpana dan ingat sesuatu yang seperti itu dalam mitologi.
Nama : Typhon.
Ras : Golem Orichalcum ( Naga Seratus kepala. ) {bentuk tersegel}
Tinggi : 3.001 meter
Panjang : 1.122meter
Berat : 2.830 Ton.
Kemampuan :
- sihir Api
- regenerasi.
"Typhon...?!!
Apa kau becanda..?? "
Ucap Argus saat melihat deskripsi itu.
Walaupun hanya memiliki dua kemampuan, namun ukuran Golem ini benar-benar membuat Argus terpana..
Namun Argus agak familiar mendengar nama Typhon. Kemudian ia mulai mencoba mengingat lagi di mana ia mendengar nama itu.
"Tunggu..? typhon.. Typhon.. Typhon..?.
Sial Typhon dalam mitologi Yunani..? Benar jika ini berdasarkan Mitologi Yunani makan memang pantas sebagai Bos terakhir Tower sihir ini.. " Ucap Argus
"Jadi lawan ku kali ini adalah Typhon kah..? "
.
__ADS_1
.
. Bersambung.