Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
137


__ADS_3

"Sial.. Bahkan pembantu golem nya sangat kuat.. "Ucap Dominik. Lalu ia mulai fokus menyerang para monster di sana..


Sementara itu Roland juga sangat menikmati pertempuran itu, namun sesekali ia akan melihat ke arah Olivia dan yang lainnya karena ia takut terjadi apa-apa..


Namun ia melihat bahwa para wanita Argus sepertinya jauh lebih bisa diandalkan, karena mereka dengan santai menangani para monster di sana..


Marlin tak kalah dengan Alfred saat menggunakan pedang, ia mampu memotong setiap monster yang mendekati mereka..


Feniks akan langsung menggunakan api miliknya untuk membakar semua monster, sementara Levi walaupun terkadang ia bertingkah konyol.. Terlihat ia memiliki kemampuan fisik yang kuat tanpa menggunakan kekuatan sihir di sana..


Untuk Lisa ia bisa menggunakan panah mana, jadi ia tak perlu bergerak sedikit pun dari tempatnya..


"Sepertinya aku tak perlu mengkhawatirkan mereka.." Gumam Roland.


"Ya lagipula Argus bahkan bisa meninggalkan mereka dengan mudah sekarang, artinya ia yakin dengan kemampuan mereka.. "


Namun tiba-tiba Roland melihat ada satu monster yang mendekati Hawa dari belakang tanpa Lisa sadari, sementara Alfred saat ini berada sedikit jauh dari Hawa.


Namun Roland melihat sepertinya Hawa tersenyum.


"Sial.. Anak itu sepertinya sengaja..!! " Ucap Roland.


Karena tau Hawa bisa merasakan Monster namun masih membiarkan monster mendekatinya, itu hanya ada satu kemungkinan..


Hawa sengaja membiarkan monster itu mendekat, dan benar saja.. Hawa menurunkan Tokki dan kemudian mengeluarkan senjata miliknya..


"Lisa.. Alfred..!! Di belakang..!! " Teriak Roland..


Saat Lisa dan Alfred mendengarkan itu, mereka langsung berbalik. Namun itu terlambat..


Karena monster serigala itu sudah terlebih dahulu melompat ke arah Hawa dan Hawa juga sudah siap untuk melawannya..


Namun tiba-tiba sesuatu mengejutkan mereka... Karena tiba-tiba tokki melompat dan mengarah ke arah Serigala itu mendahului Hawa..


Pada saat itu perubahan mengejutkan terjadi pada sosok kelinci bulat mungil itu..


Ia berubah dari sosok bola bulu kecil menjadi sosok humanoid tinggi besar sekitar dua setengah meter dengan badan berotot..


Ia memiliki penampilan seperti manusia dengan bulu kelinci di tubuhnya, dan kepala kelinci..


Telinganya terlihat memendek namun tanduknya memanjang seperti sebuah pedang. Ia juga mengeluarkan taring panjang dan di tangannya terlihat muncul sesuatu yang membalut nya..


Jika itu orang bumi maka tau bahwa itu mirip sarung tinju namun terbuat dari Logam bukan bahan kain atau sebagainya..


Kakinya masih mirip kaki kelinci namun lebih berotot dan besar yang membuatnya bisa melompat jauh lebih cepat..


Di sana ia langsung meninju serigala itu ke atas menggunakan serangan tinju Uppercut.. Argus sengaja menginstal kemampuan bertinju yang ia ketahui ke dalam ingatan Tokki.


Serangan itu membuat serigala itu terbang hingga tak terlihat ke arah langit.


"Apa..!! " Teriak mereka yang melihat hal itu.


"Sial.. Apa-apaan itu..?? " Ucap Roland yang terkejut.


"Akhh.. Itu mangsa ku..!! " Teriak Hawa kesal.


"Bukankah sudah aku katakan Hawa tidak boleh melawan monster tanpa seizin master..?? Atau akan aku laporan hal ini ke master agar Hawa di hukum..? " Ucap Lisa.


"Tidak.. Jangan lakukan itu.. " Ucap Hawa.


"Kalau begitu Hawa diam dan jadi anak baik di sini ok.. " Ucap Lisa.


"Baiklah.. " Ucap Hawa.


Lalu Hawa memelototi Tokki di sana, sementara tokki hanya bisa menggaruk bagian belakang kepalanya..


Setelah itu ia mulai memukul para monster lagi yang mendekati Mereka bersama dengan yang lainnya..


"Gaya bertarung apa itu..?? Aku belum pernah mendengar atau melihat yang seperti itu sebelumnya.. " Ucap Dominik.


"Apa itu hal yang kalian pelajari di Illia..?? "


"Tidak.. Aku juga pertama kali melihat gaya bertarung seperti itu.. " Ucap Roland.


"Sepertinya ini ulah Argus lagi, ia membuat sesuatu yang aneh lagi.. "


"Ya.. Namun itu cukup bagus.. " Ucap Dominik.

__ADS_1


.


.


. __________\=Skip\=_________.


Sementara itu di sisi Argus.


Sosok Beast berhenti setelah menabrak beberapa bangun yang masih berdiri di sana.. Argus berhenti tak jauh dari lokasi itu.


"Hahaha.. Kau lumayan juga bocah.. " Ucap Beast sambil mulai bangun dari reruntuhan bangunan itu.


"Sekarang giliranku menyerang.. " Ucap Beast, lalu ia mulai memanjangkan cakar di jari-jarinya..


Setelah itu ia melesat ke arah Argus dan mulai menyerang menggunakan cakarnya itu, Argus mengeluarkan katana miliknya namun tidak mencabutnya dari sarungnya itu..


Ia menggunakan sarung pedang untuk memblokir setiap serangan cakar Beast, dan setiap gesekan antara cakar dan sarung pedang Argus. Itu mengeluarkan percikan bunga api yang menandakan bahwa cakar Beast lumayan tajam.


Saat itu Argus berhasil menendangnya yang membuat Beast sedikit terlempar ke belakang.


Setelah itu Argus me jaga jaraknya dari Beast dan mengamatinya.


"Sepertinya kau sangat suka menggunakan cakar bukan..? "Ucap Argus.


" Kalau begitu mari bersaing cakar siapa yang lebih tajam.. "


Setelah mengatakan itu Argus menyimpan katana miliknya dan kemudian ia tiba-tiba juga mengeluarkan tiga cakar di masing-masing tangannya..


"Kau..?!! " Beast sedikit terkejut dengan itu. Pasalnya yang ia tau Argus adalah terran jadi tidak mungkin ia memiliki cakar..


Terlebih lagi cakar itu jelas-jelas keluar dari dalam tangannya, itu artinya cakar Argus adalah asli bukan senjata pasangan..


"Bukankah kau terran..?? Bagaimana kau memiliki Cakar..?? " Tanya Beast.


"Tebak..?? " Ucap Argus sambil tersenyum.


"Sialan.. Mati kau bocah..!! " Teriak Beast.


Lalu keduanya mulai beradu cakar, namun Terlihat Argus bisa menekan Beast hingga terlihat Beast semakin lama semakin ke mundur..


Beast langsung menjaga jaraknya dari Argus. Saat cakarnya terpotong semua.


"Ini tidak mungkin.. Cakar ku seharusnya sekeras Adamantium.. " Ucap Beast.


"Kali ini aku akan serius menghadapimu..!! Bersiaplah kau bocah..


Lalu tiba-tiba tubuh Beast semakin membesar hingga dua kali lipat tinggi sebelumnya. Selain itu cakarnya juga tumbuh kembai di tambah kali ini ia memiliki banyak taji..


Ada taji di tumit, lutut, siku dan pundaknya.. Selain itu wajahnya yang pada awalnya masih memiliki ciri-ciri seperti manusia sekarang benar-benar berubah menjadi mirip serigala dengan taring panjang..


Tinggi yang tidak proporsional itu membuat penampilan mereka berdua benar-benar aneh.


"Sekarang bersiaplah untuk mati Bocah..!! " Teriak Beast.


Lalu ia mulai menyerbu Argus sekali lagi, terlihat ia memiliki kecepatan jauh lebih cepat dari sebelumnya dan memiliki kekuatan dua kali lipat dari sebelumnya juga.


Argus masih berusaha menahan setiap serangannya dengan cakar miliknya itu. Walaupun perbedaan ukurannya sangat mencolok, Argus tidak terdesak sama sekali..


Lalu saat Beast menyerang dengan tangan kanan miliknya, Argus menepis nya sehingga tangan Beast sedikit terbuka dan memberikan Argus kesempatan menyerang anggota badannya..


Argus tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung melompat dan berusaha memotongnya dengan cakar miliknya..


Namun cakar argus kurang panjang sehingga hanya meninggalkan tiga luka robek di dada Beast dan membuat darah mengalir dari sana.


"Sepertinya masih kurang dalam jika aku menggunakan ini.. " Ucap Argus.


"Kalau begitu.. "


Setelah itu Argus mengeluarkan kembali katana miliknya dan memasukan cakarnya itu.


"Sialan kau bocah..!! " Teriak Beast, ia langsung kembali menyerang Argus dengan cakar panjang miliknya itu..


Kali ini Argus membuka katana miliknya dan hal itu langsung memotong setiap kuku Beast, tak hanya itu saja.. Argus juga memotong setiap taji di badannya..


Ia juga membuat banyak luka di tubuh Beast dengan katana miliknya itu, tak hanya itu saja..


Argus juga menebas ke badannya sehingga ia terjatuh, namun di sini Argus tidak sampai memotong nya menjadi dua..

__ADS_1


Hanya membuat luka sobekan dalam di perutnya saja sehingga mengeluarkan isi perutnya itu..


Lalu sosok besar Beast terlihat mulai mengecil dan kembali ke ukuran serta penampilan miliknya yang sebelumnya..


"Sial.. " Ucap Beast.


"Sekarang.. Apa kau siap untuk mati..?? " Ucap Argus.


"Jangan berharap ini semudah itu.. " Ucap Beast.


"Aku tak menyangka hanya melawan bocah seperti mu membuatku menggunakan ini.. "


Beast mengeluarkan sebuah botol berisi cairan merah seperti darah di dalamnya, ia lantas langsung meminum isinya di sana.


"Akkkkkhhhhh....!!! " Teriak Beast.


Luka di tubuhnya terlihat mulai menutup dengan kecepatan yang bisa di lihat mata.


Lalu sosoknya terlihat menggelembung di segala anggota tubuhnya, setelah itu sosok Beast mulai berubah menjadi sosok serigala raksasa dengan tiga ekor di belakangnya..


Tubuhnya di tutupi logam merah darah, cakar yang panjang di keempat kalinya. Di sini tangan Beast berubah menjadi kaki depan serigala..


"Ohh.. Apakah kau berubah menjadi monster serigala seutuhnya setelah meminum ramuan aneh itu..?? " Ucap Argus.


"Akan ku bunuh kau bocah sialan..!! " Sosok Beast yang telah berubah menjadi monster serigala berekor tiga mulai menyerang Argus..


Hempasan cakarnya menimbulkan pedang angin yang langsung melesat ke arah Argus.. Argus tak menghindar dan memilih menangkis semua serangan itu.


Karena jika ia menghindari serangan itu, maka itu bisa mengenai yang lainnya di belakang.. Setelah itu Argus berlari mendekati sosok serigala raksasa itu.


Bagas membuat banyak luka sekali lagi di tubuhnya lebih tepatnya di kaki dan punggung nya, namun terlihat luka itu langsung menutup..


Lalu tiba-tiba ketiga ekor milik Beast mulai menyerang Argus, melihat itu Argus yang masih berada di atas tubuh serigala itu langsung memotong ketiga ekor itu kecil-kecil..


"Akkhh...!! Sialan..!! " Teriak Beast.


Lalu sosok Beast menjaga jarak dari Argus. Terlihat ekor miliknya mulai tumbuh sekali lagi namun membutuhkan sedikit waktu..


"Penyembuhan diri yang merepotkan.. Namun karena itu berasal dari ramuan, aku ingin tau seberapa banyak luka dan seberapa lama kau bisa menyembuhkan diri.. " Ucap Argus.


Lalu ia tersenyum sebelum memutuskan untuk mulai melukai setiap anggota tubuh Beast, ia terus memotong mulai dari ekor, kaki belakang hingga tangan atau yang saat ini berubah menjadi kaki depan.


Argus terus melakukan itu tanpa perduli dengan semua teriakan dan kutukan dari mulut Beast..


Lalu setelah beberapa waktu kemudian setelah Argus memotong tubuh bagian bawahnya, terlihat Beast mulai mengecil dan kembali ke wujud humanoid miliknya lagi dengan tubuh bagian atas saja yang tersisa..


"Sial.. Ini belum berakhir.. " Ucap Beast sambil batuk darah.


"Oh.. Benarkah..?? Apa kau masih memiliki sesuatu..? Kalau begitu gunakan sekarang, aku akan menunggu mu.. " Ucap Argus.


"Kau akan menyesalinya.. " Ucap Beast.


Lalu ia mengeluarkan cairan dari dalam botol lainnya, kali ini berwarna hitam pekat.


Setelah itu Beast langsung meminum cairan itu tanpa berlama-lama.. Tubuh bagian bawahnya langsung tumbuh kembali..


Setelah itu Beast mulai berdiri dan kemudian tiba-tiba sosok Beast berubah, ia tiba-tiba berubah warna menjadi merah darah.. Di punggung nya keluar sayap kelelawar..


Matanya yang awalnya mirip mata serigala saat ini berubah menjadi hitam dengan iris merah.


Tanduk di kepalanya juga bertambah dua di kanan dan kiri, lalu cakarnya juga tumbuh kembali namun kali ini berwarna hitam pekat..


Lalu ekornya juga terlihat berubah menjadi ekor kalajengking sekarang dan kaki yang awalnya mirip kaki manusia sekarang berubah menjadi kaki serigala seutuhnya..


"Demonisasi..?? Sepertinya kalian memiliki beberapa barang menarik.. " Ucap Argus tetap santai.


"Aku tak menyangka akan menggunakan yang satu ini untuk melawan mu.. " Ucap Beast.


"Sepertinya aku harus berterima kasih dengan si tua Rock itu.. "


"Sekarang.. Pertarungan yang sesungguhnya akan segera di mulai.. Kau akan membayar untuk semuanya.. "


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2