
"Itu.. Itu.. " Ucap Dimitri.
"Apa kau mau mengatakan jika pamanku berniat membunuhku..?? "
"Haih.. Seperti kau adalah tipe orang polos.. " Ucap Bagas.
"Lupakan.. Jika tak menunjukkan bukti kau takan percaya, jadi percuma memberitahu mu.. "
"Jadi apakah kau ingin tinggal di sini dan menunggu pasukan menjemputmu, atau kau ingin ikut bersama kami..?? Kebetulan aku akan ke kerajaan mu. " Ucap Argus.
"Aku.. " Dimitri tak tau harus memilih apa. Walaupun dia sangat percaya pamannya takan melakukan hal seperti itu, namun ia juga bisa menyadari sedikit kebenarannya sekarang..
Namun ia masih ragu-ragu sebelum benar-benar membuktikan semuanya..
"Hei Roland.. Dia temanmu bukan..? Kalau begitu kau urus dia.." Ucap Argus.
Lalu ia berjalan pergi dari sana.
"Aku akan menunggu Alfred membawa kapalnya sampai di sini.. "
Setelah Argus pergi, Lisa dan Hawa mengikuti Argus juga pergi dari sana.. Lalu di ikuti oleh yang lainnya dan hanya meninggalkan Roland dan Dimitri di sana.
"Haih.. Aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi di wilayah mu, namun kau harus memikirkan lagi benar-benar masalah ini.. " Ucap Roland.
"Haihh.. Jika kita tak berteman, aku ragu mengatakan ini.. Tapi..
Kau jauh lebih pandai dariku, seharusnya kau lebih paham masalah ini sekarang.. "
"Aku tak ingin menuduh siapapun, namun ini masalah keselamatan mu dan keluarga mu.. Jadi jika kau tak ingin ada masalah, pikirkan semua kemungkinannya.. " Ucap Roland.
"Walaupun terdengar kasar perkataan Argus barusan, namun apa yang ia katakan adalah hal logis.. Dan selama ini dia tak pernah salah jika mengenai masalah seperti ini, aku bisa menjamin atas status ku sebagai Pangeran.. "
"Apa kau sebegitu percaya padanya..?? " Tanya Dimitri.
"Ya.. Sejujurnya daripada ayahku sendiri atau bahkan raja, aku lebih percaya padanya.. " Ucap Roland.
"Kenapa..?? " Tanya Dimitri.
"Aku tak bisa mengatakan padamu secara jelasnya, namun.. Dia jika di dunia ini tak ada lagi yang bisa di percaya, maka dia adalah satu-satunya orang yang bisa kamu andalkan.. " Ucap Roland.
"Berbagai kesulitan di Kerajaan Illia sebelumnya, dialah yang menyelesaikan nya.. Bahkan nyawaku sendiri pernah di selamat kan olehnya.. "
"Apa hanya karena dia selalu membantu kalian sampai-sampai kau begitu percaya padanya..?? " Tanya Dimitri.
"Tidak.. Tak hanya itu, namun aku benar-benar minta maaf.. Namun aku tak bisa mengatakan nya, bahkan kepada ayahku sekalipun.. " Ucap Roland.
"Siapa dia di dunia ini sebenarnya sampai-sampai kau begitu mempercayai nya..?? " Ucap Dimitri.
"Argus.. Argus Okinawa.. Sebuah nama yang mungkin belum kau dengar, namun aku yakin takan lama lagi namanya akan di ketahui oleh semua orang di dunia ini.. " Ucap Roland.
"Jadi.. Apakah benar-benar ada yang menginginkan ku mati..?? " Gumam Dimitri.
"Mungkinkah paman..?? Tidak.. Itu tidak mungkin.. "
"Jangan kecuali kan siapapun yang memiliki kemungkinan untuk membuatmu terbunuh.. Sekarang kau, siapa tau besok mungkin ayah atau ibumu.. Jadi pikirkan semua kemungkinan terburuk nya.. " Ucapan Roland.
"Baiklah.. Aku akan keluar dulu menemui yang lainnya, nanti setelah kau tenang dan memikirkan benar-benar masalah ini.. Datanglah kepadaku lagi.. "
Setelah mengatakan itu Roland meletakkan makanan di sana untuk Dimitri, kemudian dia pergi dari sana membiarkan Dimitri sendirian..
"Paman..?? Apakah itu benar-benar ulah mu..?? "Gumam Dimitri.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu.
Argus saat ini duduk di pantai, ia telah menyimpan helikopter miliknya. Sementara yang lainnya bermain di pantai..
" Master.. Darimana master bisa tau semuanya...? "Tanya Marlin.
" Tentang apa..?? " Tanya Argus.
"Tentang sebelumnya.. Anda bisa tau jika kemungkinan terbesar semuanya adalah ulah paman orang itu..?? " Ucap Marlin.
"Apakah master juga bisa melihat masa lalu miliknya..?? "
"Tak butuh kemampuan seperti itu untuk menarik kesimpulan ini.. " Ucap Argus.
__ADS_1
"Ini hal yang mudah, semua kegiatan yang Dimitri lakukan telah di rencanakan oleh pamannya, dia mengatur semua pasukan, Alibi dan informasi.. "
"Lantas siapa lagi kalau bukan pamannya yang ada di balik semua ini..? "
"Jadi seperti itu.. Ucap Marlin
" Haih.. Aku tak tau hal bodoh apa yang telah dia lakukan karena pamannya itu.. "Ucap Argus.
" Dari ingatannya aku melihat sepertinya orang itu sangat menghargai pamannya itu, ia menganggap pamannya jauh lebih penting dari orang tuanya.. "Ucap Marlin.
" Hal itu karena dari kecil ia selalu kesepian karena raja memiliki banyak kesibukan sampai-sampai ia jarang ada waktu untuk nya.. "
"Dan di saat itulah pamannya itu selalu hadir menemaninya.. Jadi dia menganggap pamannya itu lebih baik dari ayahnya.. "
"Anak yang malang.. " Ucap Argus.
"Apa master ingin melihat ingatannya juga..?? Aku bisa membantu dengan hal itu..? " Ucap Marlin..
"Tak perlu, aku juga bisa melakukannya.. Namun percuma, dia tak berguna untuk hal ini, jika kita ingin mendapatkan hasil.. Maka target yang tepat adalah pamannya.. " Ucap Argus.
"Tapi aku terkesan kau bisa menggunakan kemampuan mu dengan sangat mudah dan hanya sesaat tanpa ada yang mengetahuinya.. "
"Terimakasih master.. " Ucap Marlin.
"Benar.. Aku ingin bertanya, apakah ada batasan untuk kemampuan mu ini..?? " Tanya Argus.
"Batasan..?? Sepertinya hanya terbatas jumlah berapa kali aku bisa melakukannya saja.. " Ucap Marlin.
"Dalam sehari paling banyak aku hanya bisa menggunakan sepuluh kali, namun jika aku melakukannya maka aku akan kehabisan mana saat itu.. "
"Sepuluh kali..?? Itu cukup.. " Ucap Argus.
"Kalau begitu nanti saat kita sampai di raika, aku ingin kau menggunakan kemampuan itu begitu kau melihat paman Dimitri itu.. "
"Apa kau bisa.. ? " Tanya Argus.
"Itu mudah.. Selama aku belum mencapai batas pemakaian, aku bisa langsung menggunakannya saat melihat orang itu.. " Jawab Marlin.
"Itu Bagus.. " Ucap Argus.
"Itu lebih praktis daripada yang aku miliki.. "
"Emm.. Kita akan istirahat di pulau ini sebentar, setelah itu mari kita lanjutkan perjalanan lagi.. " Ucap Argus.
Setelah beberapa waktu kemudian Kapal sudah mulai terlihat dan akhirnya berhenti tak jauh dari pantai agar tidak kandas..
Setelah itu Alfred turun dan datang ke tempat Argus duduk di pantai.
"Master.. Apakah anda ingin makan di sini atau di kapal..??" Tanya Alfred
"Kebetulan saya mendapatkan beberapa ikan di tengah perjalanan ke sini sebelumnya.. "
"Siapkan makan di sini saja, selain itu tambah porsinya untuk satu orang tambahan lagi.. " Ucap Argus.
"Baik master.. " Ucap Alfred.
Setelah itu Alfred masuk ke arah Pulau dan menyiapkan tempat untuk makan dan memasak di sana.
Dan saat itu Roland berjalan ke arah Argus dan duduk di sampingnya..
"Haaaiihhh.. Aku tak menyangka dia akan mengalami hal semacam ini.. " Ucap Roland.
"Walaupun belum terbukti, namun untuk berfikir bahwa orang yang paling kita percayai ingin kita mati benar-benar menyedihkan.. "
"Hei Argus, apa kau tau alasan kenapa pamannya ingin Dimitri mati..?? " Tanya Roland.
"Entahlah.. Mungkin untuk memperebutkan kekuasaan, mungkin juga karena faktor lainnya lagi.. " Ucap Argus.
"Kita akan tau setelah kita melihatnya nanti.. Namun itu juga jika dia ingin kita membantunya, jika tidak aku takan memperdulikan masalah itu...
Toh itu bukan urusanku.. "
"Semoga saja dia bisa berfikir jernih.. " Ucap Roland..
Lalu beberapa saat kemudian mereka melihat Dimitri berjalan ke arah mereka..
"Duduklah.. Jadi bagaimana..? Apa keputusan mu..? " Tanya Roland.
"Aku akan ikut bersama kalian, aku tak tau lagi siapa yang bisa aku percayai di Kerajaan.. Jadi aku akan ikut kalian kembali ke Kerajaan.. " Ucap Dimitri.
"Itu bagus.. " Ucap Roland.
__ADS_1
"Sekedar saran.. Karena ada yang ingin membunuhmu, jadi lebih baik kau tak menggunakan identitas mu lagi mulai sekarang.. " Ucap Argus.
"Apa maksudnya..?? " Tanya Roland.
"Maksudnya jika aku ingin kembali, maka aku harus menggunakan identitas lain atau dengan kata lainnya aku harus menyamar.. " Ucap Dimitri.
"Jadi.. Apakah memasuki wilayah kerjaan Raika juga membutuhkan plat identitas..?? " Tanya Argus.
"Ya.. Pemeriksaan akan di lakukan ketika memasuki tiap kota.. Dan jika melalui pelabuhan dari Kerajaan lain maka harus menunjukkan dokumen.. " Ucap Dimitri.
"Jadi identitas apa yang akan kau pakai..? "Tanya Argus.
" Itu.. Aku tak tau.. "Ucap Dimitri.
"Apa kau punya saran untuk nya..?? " Tanya Roland.
"Sebentar.. " Jawab Argus.
Ia mulai memikirkan sesuatu, setelah beberapa saat akhirnya ia mendapat ide..
Argus mengeluarkan sebuah logam kecil lalu mengubahnya menjadi sebuah gelang, setelah itu Argus mengeluarkan katalis rune dan mulai mengukir Rune kecil di atas gelang itu.
Dimitri sedikit terkejut dengan kemampuan Argus, ia bisa mengubah logam menjadi gelang dengan kemampuannya tanpa harus melalui penempaan atau pemrosesan apapun..
Itu benar-benar berubah dengan sendirinya di tangan Argus.
Setelah beberapa saat Argus selesai, ia melihat kembali gelang itu untuk memeriksanya sebentar..
"Pakai ini.. Ini akan membantumu.. " Ucap Argus.
Dimitri kemudian menerima gelang itu, ia melihat gelang itu cukup sederhana dengan ukiran di atasnya. Namun jika memperhatikan ada rune tersembunyi di dalamnya di balik ukiran itu.
Lalu ia mencoba memakai gelang itu, saat ia memakainya tiba-tiba penampilannya berubah.. Ia tak lagi terlihat seperti sebelumnya Namun saat ini nampak seperti manusia atau terran biasa.
Ciri-ciri Dragonewt telah menghilang dengan sendirinya memperlihatkan sosok lainnya sekarang..
"Ini..?? " Dimitri sangat terkejut ketika memakainya..
Pasalnya ini bukan seperti penyamaran dengan ilusi dimana hanya menghalangi pandangan orang lainnya, namun benar-benar menghilangkan bagian tubuh aslinya..
Jadi jika ilusi sebagai contoh sebelumnya memiliki ekor akan terlihat tak memiliki ekor, namun jika di sentuh masih ada walaupun tak terlihat..
Sedangkan ini tidak sama, ekor tanduk atau apapun benar-benar menghilang sepenuhnya.. Ini bukan penyamaran lagi namun sudah masuk perubahan..
"Bagaimana kau melakukannya..?? " Tanya Dimitri.
"Hanya sedikit trik.. Jadi dengan ini kau sudah bisa masuk bukan..? Untuk sekarang hanya masalah plat identitas.. " Ucap Argus.
Lalu ia mengeluh sebuah plat kosong tanpa ada tulisan di atasnya. Ia mendapatkan itu di salah satu tumpukan harta milik bajak laut.
Sepertinya mereka menggunakan ini untuk masuk ke wilayah tertentu dengan memalsukan identitas mereka.
"Nama apa yang akan kau pakai..?? " Tanya Argus.
"Darimana kau mendapatkan plat itu..? " Tanya Roland.
"Dari para bajak laut.. " Jawab Argus.
"Jadi..?? "
"Aku.. Aku akan menggunakan nama Dominik.. Itu nama peliharaan ku dulu sewaktu kecil.. " Ucap Dimitri.
"Baiklah.. " Ucap Argus.
Lalu mulai mengubah plat itu, dan setelah beberapa saat ia menyerahnya ke Dimitri.
"Pakai ini.. "
"Kau bahkan bisa membuat identitas palsu..?? " Tanya Dimitri.
"Hanya trik kecil.. " Ucap Argus
"Baiklah, mari kita makan.. Seharusnya sekarang sudah selesai di buat. "
Lalu Argus memanggil yang lainnya untuk kembali ke dalam pulau untuk makan bersama
.
.
. Bersambung.
__ADS_1