
"Mari uji coba hal ini.. "Ucap Argus.
Lalu ia membuat Gerbang dan muncul di atas salah satu monster yang ada di tanda hologram tiga dimensi miliknya itu.
Argus kemudian memilih monster itu di hologram miliknya dan menggunakan sihir penjinakan miliknya..
Hasilnya ternyata langsung berhasil, terlihat rune tiba-tiba muncul di atas monster itu dan langsung membuat segel pada monster itu. Dapat di katakan bahwa percobaan pada monster itu dengan kemampuan Argus benar-benar berhasil...
"Bagus.. Dengan ini semuanya akan jauh lebih mudah.. " Ucap Argus.
Lalu ia mulai memilih Hampir semua monster yang bisa ia tandai dan membuat segel penjinakan pada mereka..
Namun sebelum itu Argus memperhatikan bahwa ada salah satu monster yang mencoba mendekati yang Lisa dan yang lainnya..
Sementara itu Hawa sepertinya sedang bermain air dengan Levi, jadi ia tak memperingatkan mereka tentang kedatangan monster itu.
Argus langsung menandai monster itu, kemudian menggunakan kemampuan petir untuk membentuk tombak petir dan langsung menyerang monster itu.
"Ada apa..?!! " Teriak Wilona yang terkejut..
"Apakah ada petir di siang hari bolong seperti ini..?? " Tanya Roland.
"Saudara ku.. Sepertinya petir itu mengenai sesuatu di sana..! " Ucap Olivia sambil menunjuk sesuatu.
Di tempat Lisa dan yang lainnya mereka terlihat sangat terkejut dengan sebuah petir yang tiba-tiba muncul di dekat mereka dan mengenai sesuatu..
"Biar aku cek sebentar.. " Ucap Lisa.
"Tidak biar aku saja yang melihatnya.. " Ucap Roland.
Dan di saat mereka mengeceknya ternyata itu mengenai seekor monster yang mirip dengan Lobster raksasa namun penampilannya seperti sebuah Pohon tumbang..
Jadi mereka sebelumnya tak menyadari kedatangan Monster itu.
"Ini mirip udang bukan..?? "
"Kau bener.. Apakah monster ini bisa di makan..? " Tanya Roland.
"Aku sudah lapar.. "
"Coba saja.. " Ucap Lisa.
Lalu ia membentuk pedang kecil dari mana di tangannya dan memotong salah satu kaki monster itu.
Lalu ia memakannya sedikit dan mencobanya..
"Ini enak.. " Ucap Lisa.
"Benarkah..?? Kalau begitu aku akan mencobanya juga.. " Ucap Roland.
Ia memotong bagian capit nya dan memakannya juga. Karena serangan petir sebelumnya membuat daging Monster itu langsung matang,
"Kau benar.. Ini sangat enak.. " Ucap Roland.
Lalu ia mulai memanggil yang lainnya untuk datang dan makan juga..
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di sisi Argus yang melihat mereka mulai menikmati daging itu sedikit iri, namun ia ingat menyimpan daging juga..
Jadi sambil ia melanjutkan apa yang Argus lakukan, ia memakan daging yang ia miliki itu.. Argus memakan daging dari monster kepiting sebelumnya ya sebenarnya ingin ia bawa untuk dinikmati bersama yang lainnya..
Namun karena sekarang yang lainnya juga menikmati daging lobster raksasa, jadi Argus memutuskan memakan daging kepiting itu.
Lalu di saat Argus menandai semua monster di sana, ia memperhatikan salah satu monster yang berukuran jauh lebih besar dari yang lainnya..
Itu terletak di sebelah utara bagian pulau Naga.. Argus mencoba menandai Monster itu dan kemudian menggunakan penjinakan, namun selain monster itu semuanya berhasil ia jinakkan.
Namun monster itu entah bagaimana gagal ia jinakkan menggunakan kemampuan miliknya itu..
Karena penasaran Argus akhirnya memutuskan untuk melihat secara langsung monster itu. Kemudian ia membuat Gerbang yang langsung membuatnya muncul di atas monster itu.
Monster itu berbentuk seperti burung namun memiliki bulu merah dan ukuran yang sangat besar.. Terlihat bulu itu bukan cuman berwarna merah namun itu benar-benar menyala dengan api di sekujur tubuhnya..
"Phoenix..?? " Gumam Argus.
Monster itu sepertinya menyadari kedatangan Argus dan ia langsung membuka matanya dan melihat ke arah Argus.
"Apakah anda yang sebelumnya menggunakan kemampuan aneh itu..?? " Ucap burung Phoenix itu.
"Itu benar.. " Ucap Argus.
"Anda benar-benar menarik.. Ini pertama kalinya aku melihat seorang Terran dengan jumlah mana yang sangat mengerikan.. " Ucap Phoenix itu.
"Dan biar aku tebak.. Apakah anda telah melakukan hal yang sama dengan monster lainnya juga..?? "
"Itu benar. Aku adalah pemilik Pulau ini mulai sekarang, jadi aku ingin menjinakkan semua monster di daerah sini agar tidak membahayakan orang-orang ku.. " Ucap Argus.
__ADS_1
"Namun.. Kemampuan milikku sepertinya tak bekerja dengan mu.. "
"Ya itu sudah pasti.. Karena sebenarnya aku hanya avatar saja di sini, sedangkan tubuh asli ku ada di tempat lainnya.. " Ucap sang Phoenix.
"Ohh.. Apakah seperti itu.?? " Ucap Argus.
"Kalau begitu terimakasih, karena kau sepertinya mudah di ajak berbicara.. Aku takan melakukan apapun padamu.. "
"Terima kasih Tuan.. " Ucap Sang Phoenix.
"Namun jika boleh bertanya.. Apa yang akan anda lakukan dengan para monster di sini..?? "
"Aku takan melakukan apapun, aku hanya membuat mereka tak menyerang siapapun.. " Ucap Argus.
"Apakah anda takan membunuh mereka atau melakukan sesuatu..? "
"Tak perlu.. Aku ingin membuat tempat tinggal di sini, jadi aku perlu me jaga ekosistem di pulau ini.. " Ucap Argus.
"Itu melegakan.. " Ucap Sang Phoenix.
"Jika demikian, aku akan mengatakan sesuatu kepada anda.. "
"Oh apa itu.? " Tanya Argus.
"Di pulau ini terdapat dua dungeon..
Pertama adalah tempat ku tinggal, kedua adalah dungeon di dalam Lava.. "
"Apakah yang ada di laba adalah dungeon milik Buaya Lava..? " Tanya Argus.
"Itu benar.. Jika anda mengetahuinya, maka sepertinya anda telah bertemu dengan buaya itu.. " Ucap Sang Phoenix.
"Ya.. Aku sudah bertemu dengan nya dan memintanya agar menjaga monster lainnya agar tidak keluar sembarangan.. " Ucap Argus.
"Emm kalau begitu.. Apakah anda tau jika di laut juga ada dungeon..?? Dan ada beberapa Monster yang memiliki kekuatan yang sama atau mungkin lebih tinggi dariku..?? " Tanya Sang Phoenix.
"Jika itu di laut, aku belum mengeceknya.. Tapi setelah urusan di sini selesai.. Aku juga akan ke laut untuk membereskan mereka.. " Ucap Argus.
"Untuk dungeon aku tak tau namun untuk monster sepertinya aku tau beberapa.. "
"Ada Leviathan, Kraken dan monster ikan mirip megalodon.. " Ucap Argus.
"Emm... Anda benar..
Dua yang pertama adalah penguasa laut di dekat sini dan hiu itu adalah di lautan dalam.. " Ucap Phoenix.
"Lautan dalam..?? Tapi aku melihatnya di sekitar pulau sebelumnya.. " Ucap Argus.
"Oh.. Sebenarnya untuk Gurita itu aku sudah membunuhnya karena mencoba menghancurkan kapal milik ku.. " Ucap Argus.
"Dan untuk Leviathan, wanita menyebalkan itu saat ini mengikuti ku seperti lem..
Haihh.. Ia benar-benar menyebalkan.. "
"Apa..?? Apakah maksud anda barusan jika anda telah menaklukkan dua dari tiga raja lautan di sekitar sini..?? " Tanya Phoenix.
"Bisa di bilang seperti itu.. " Ucap Argus.
"Tapi untuk Leviathan atau sekarang bernama Levi, ia tak ikut karena keinginan ku.. Jika bisa aku sebenarnya ingin membunuhnya saja.. Ia Sangat menyebalkan.. "
"Tunggu..!! Mungkinkah Leviathan itu sudah memutuskan berubah menjadi seperti anda..? Maksudnya wujud Terran..?? " Tanya Phoenix.
"Itu benar, dan ia seenaknya saja membuat tanda di leherku.. Apa kau bisa merasakannya..?? " Tanya Argus sambil menunjukkan bagian lehernya..
"Itu..?? Tanda kepemilikan..?? " Ucap Phoenix
"Itu tak bisa di biarkan.. !! "
Lalu tiba-tiba tubuh Phoenix itu terbakar dan menghilang dari sana..
"Ada apa dengan burung itu..?? " Gumam Argus.
"Lupakan.. Lebih baik aku kembali sekarang.. "
Lalu Argus membuat Gerbang dan kembali ke pantai tempat yang lainnya menunggu..
Terlihat mereka saat ini masih memakan daging lobster itu.
"Apakah kalian masih kurang..?? Aku masih memiliki daging kepiting dan gurita jika kalian mau.. "Ucap Argus.
" Tidak.. Perutku sudah mau meledak.. "Ucap Roland sambil memegangi perutnya..
"Aku juga sama.. " Ucap Olivia.
Argus melihat mereka sudah kekenyangan setelah menghabiskan seperempat dari monster itu.
"Kalau begitu biar aku makan sendiri saja.. " Ucap Argus.
Lalu ia mengeluarkan sisa kepiting miliknya dan mulai memakannya dengan kecepatan tinggi..
"Kemana perginya semua daging itu..? " Ucap wilona yang pertama kali melihat Argus makan. Dalam sekejap setengah monster kepiting ukuran raksasa hampir habis dimakan Argus.
__ADS_1
"Oh. Sayang apakah kau menangkap kepiting..?? " Ucap Levi.
"Jangan mengambilnya.. Makan saja yang itu.. " Ucap Argus sambil menunjuk ke arah lobster itu.
"Ayah.. Hawa mau makan juga.. " Ucap Hawa.
"Kemari lah sayang. " Ucap Argus, lalu ia membagikan sedikit daging kepiting itu.
"Kenapa Hawa boleh dan aku tidak..?? " Ucap Levi kesal.
"Karena Hawa manis.. Dan kau menyebalkan.. " Ucap Argus.
"Itu tak adil.. Aku juga.. .. " Sebelum ia menyelesaikan kata-katanya, terdengar suara burung yang sangat keras dari arah pulau..
Lalu setelah itu seekor burung dengan tubuh terbakar terbang ke sana dan mendarat tak jauh dari sana..
Semuanya tampak waspada terhadap kehadiran burung itu. Namun Argus mengangkat tangannya untuk menghentikan mereka..
"Tenang saja.. Phoenix itu tak berbahaya.. " Ucap Argus.
Terlihat burung itu memperhatikan mereka satu persatu, lalu pandangannya jatuh pada sosok Levi.
Lalu sosok burung Phoenix itu mulai di selimuti api yang terlihat membentuk bola api, lalu sosok Phoenix berubah menjadi sosok wanita dengan mata merah, rambut merah dan pakaian merahnya..
Lalu ia langsung berjalan ke arah Levi.
Melihat itu Argus merasakan sesuatu yang familiar..
"Kenapa aku merasakan firasat buruk tentang ini..?? " Gumam Argus
"Apa yang kau lakukan di sini ular jelek..!! " Teriak Burung Phoenix itu.
"Itu bukan urusan mu dasar anak ayam..!! " Ucap Levi.
"Tentu saja ini urusanku.. Lihat ke sana..!! Kau seharusnya menghentikan hiu itu..!! Sekarang dia merajalela di sekitar sini.. "Ucap Phoenix itu.
"Aku tak perduli.. Dan sudah aku katakan itu bukan urusan mu.."Ucap Levi
" Itu jelas urusan ku..!! Dia sekarang mulai memangsa monster di sekitar sini gara-gara kau..! "Ucap Phoenix itu.
" Hemm.. Aku tak perduli..
Sayang berikan aku dagingnya juga..! Aku juga ingin mencobanya.. "Ucap Levi.
" Kau ini..!! Aku tau kau memaksa membuat tanda kepemilikan yang membuat Tuan ini merasa terganggu.." Ucap Phoenix itu.
"Kau harus menghapusnya..! "
"Aku tak mau..! Aku istrinya sekarang, jadi aku takan menghapusnya.. " Ucap Levi.
"Bisakah kalian berdebat di tempat lain..?? " Ucap Argus.
"Kalian menggangu makan ku.. "
"Kau dengar itu..?? Kau mengganggu di sini.. " Ucap Levi.
"Kau juga sialan.. " Ucap Argus.
"Sayang.. Kenapa kau selalu kasar sih.. " Ucap Levi.
"Lihat.. Tuan ini tak menginginkan mu, jadi hapus tanda itu dan urus urusan laut sebagai tugasmu..!! " Ucap Phoenix itu.
"Ini gara-gara kehadiran mu..! Suami ku jadi marah sekarang.. " Ucap Levi.
"Katakan saja kau iri bukan..?? Pasti kau iri karena aku memiliki suami yang sangat kuat bukan..?? "
"Mana ada..!! Aku hanya tak ingin melihatmu di pulau.. Dan aku ingin kau kembali ke asalmu..! " Ucap Phoenix itu.
"Hemm jangan berbohong.. Aku tau kau iri.. " Ucap Levi.
"Katakan saja kau juga ingin menjadi istrinya bukan..?? Karena itu kau ingin aku menghapusnya.. Jangan harap.. "
"Kau..!! Kau sangat menyebalkan..!! " Ucap Phoenix.
Lalu ia mulai memunculkan api di tangannya..
Levi juga membuat bola air besar bersiap untuk berkelahi..
"Apa kau ingin berkelahi..?? Siapa takut.. " Ucap Levi.
"Mengikat - Bind..!!!" Ucap Argus.
Lalu rantai mana mulai keluar mengikat kedua wanita itu yang masih saja ribut di sana.
"Sudah aku bilang berhenti berdebat di sini.. Pergi jika kalian ingin berkelahi.. Jangan ribut di sini.. "Ucap Argus.
.
.
. Bersambung.
__ADS_1