Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
140


__ADS_3

Argus langsung mengarahkan kapal miliknya ke arah monster itu, dan kemudian ia langsung mengeluarkan meriam di kapal dan menargetkan kepiting itu..


"Aku tak ingin menundanya, jadi akan aku selesaikan secara langsung.. Apa ada yang keberatan..?? " Tanya Argus.


"Tidak ada.. Ini lebih baik, karena aku tak ingin menunda lebih lama agar bisa sampai secepatnya.. " Ucap Roland.


"Itu bagus.. " Ucap Argus.


Lalu meriam mulai bersinar dan kemudian langsung menembakkan tembakan cukup besar ke arah kepiting itu, namun kali ini Argus tidak menggunakan kekuatan penuh karena tak ingin menghancurkan daratan di depan sana.


Saat cahaya menghilang terlihat air laut Terbelah dan kepiting itu juga hanya meninggalkan capit dan kaki-kakinya saja yang terlihat mulai tenggelam..


Argus melompat dan kemudian menangkap kaki dan capit itu..


"Ini barang bagus.. " Ucap Argus saat menyimpannya..


"Mari lanjutkan perjalanan, aku akan memandangnya nanti.. " Ucap Argus saat ia naik ke kapal lagi.


Perjalanan kembali berlanjut, mereka akhirnya sampai di sebrang. Di sana tak terlihat ada satupun orang yang menunggu di pelabuhan..


Mereka turun dan memeriksa sekeliling dan memang benar, tak ada apapun atau siapapun di sana. Semuanya menghilang tanpa jejak pertempuran atau jejak aneh lainnya..


"Ini aneh.. Biasanya banyak orang di sini, apa yang terjadi..? " Ucap Dominik.


"Berhenti..!! " Ucap Argus tiba-tiba menghentikan mereka berjalan lebih jauh.


"Ada apa..? " Tanya Roland.


"Apa kalian tidak merasakannya..?? " Tanya Argus.


"Merasakan apa maksudnya..? " Tanya Roland.


"Apa kalian juga tidak merasakan hal itu..? " Tanya Argus ke para wanita.


"Tidak.. Semuanya terasa sama saja.. " Ucap Levi.


Yang lainnya juga mengangguk menandakan bahwa mereka juga sama, tidak merasakan apapun..


"Apa hanya aku..? " Gumam Argus.


Argus kemudian memeriksa status miliknya dan melihat sesuatu yang mengejutkan.


Mana miliknya ternyata tersegel entah bagaimana.. Dan saat Argus berjalan mundur menuju pelabuhan, Argus melihat statusnya kembali normal..


"Ada apa Master..? " Tanya Lisa..


"Coba kalian periksa status kalian.. " Ucap Argus.


Setelah mendengar perkataan Argus, mereka memeriksa status masing-masing dan kemudian mereka tiba-tiba terkejut.


"Ada apa ini..? " Ucap Roland.


"Kenapa tiba-tiba Mana kita tersegel..? " Ucap Ana.


"Sepertinya wilayah ini terdapat sesuatu yang membatasi atau membuat kita tidak bisa menggunakan Mana.. " Ucap Argus.


"Karena di sini aku bisa kembali menggunakan mana, namun jika aku maju ke arah kalian tepatnya satu langkah di depanku..


Maka mana milikku akan tersegel.. "


"Lalu bagaimana jika ada bahaya..? Bukankah kita tidak bisa bertahan nantinya..? " Ucap Roland.


"Levi, Feni, Marlin.. Apa kalian mengalami hal yang sama..? " Tanya Roland.


"Sama.. Aku bisa merasakan jika sekarang aku tidak bisa menggunakan mana dengan bebas.. " Ucap Feniks.


"Emm.. Aku juga sama sayang.. Mana milikku sepertinya juga tersegel.." Ucap Levi.


Sedangkan Marlin hanya mengangguk yang menandakan ia juga sama.


"Sepertinya ini tidak hanya bekerja untuk kita, namun makhluk atau tipe monster juga tidak akan bisa menggunakan mana.. " Ucap Argus.


"Artinya kita hanya akan bisa menggunakan kekuatan fisik, namun kalian tak perlu khawatir..


Bukankah senjata yang aku berikan sebelumnya juga tidak menggunakan sihir..?? "


"Itu benar.. Kita masih bisa menggunakan kekuatan fisik dan teknik kita, serta senjata dari Argus.. " Ucap Dominik.


"Jadi selain sihir apa keahlian lainnya milik kalian..? Maksudnya keahlian lain tanpa menggunakan mana.. " Ucap Argus.


"Walaupun aku seorang mage, aku pernah belajar pedang dua tangan.. " Ucap Dominik.


"Bagaimana dengan kalian..? " Tanya Argus.


"Aku tidak memiliki keahlian apapun.. " Ucap Feniks.


"Dasar anak burung.. " Ucap Levi.


"Memang kau bisa apa ular kecil..? " Ucap Feniks.

__ADS_1


"Aku..? Aku bisa banyak.. " Ucap Levi sambil melihat ke arah lain.


"Kau pun sama.. Jadi diam saja dasar ular kecil.. " Ucap Feniks.


"Apa kau ingin berkelahi..? " Ucap Levi.


"Sudahlah.. Kalian sama saja.. " Ucap Argus.


"Marlin, kau bisa menggunakan katana itu bukan..? "


"Em.. Aku bisa. " Ucap Marlin.


"Itu bagus.. " Ucap Argus.


"Ayah.. Aku bisa membantu.. " Ucap Hawa.


"Em.. Coba jaga mereka ok sayang.. Namun jangan pergi dari kelompok dan kau hanya akan menyerang jika ada yang mendekati kalian saja.. " Ucap Argus


"Emm.. " Angguk Hawa.


"Kalau begitu Lisa... Kau gunakan busur milik mu dan dukung dari belakang, Marlin jaga bagian belakang..


Roland kau jaga di depan bersama ku, lalu Dominik.. Tolong jaga di tengah mereka.. "Ucap Argus


"Tak masalah.. Namun, aku tak membawa senjata.. "Ucap Dominik.


" Itu gampang.. "Ucap Argus.


Lalu ia mengeluarkan logam dan mulai membentuk pedang dua tangan untuk Dominik..


Lalu ia memberikan pedang itu ke Dominik dan memintanya mencoba pedang itu.


" Ini lebih bagus dari milikku di Kerajaan.. "Ucap Dominik.


" Lalu.. Ana, apa ada keahlian lain yang kau miliki yang tidak menggunakan mana..? "Tanya Argus.


" Aku bisa menggunakan Busur dan cambuk.. "Ucap Ana.


" Busur dan cambuk..?? Baiklah.. "Ucap Argus. Lalu ia membuat busur dan anak panah untuk Ana, dan juga anak panah lainnya untuk Lisa gunakan..


" Ambillah.. Jangan simpan di penyimpanan, aku khawatir itu juga akan tersegel jika kita semakin masuk ke dalam.. "Ucap Argus


" Saat masuk ke dalam, aku tidak bisa membawa Alfred.. Karena dia golem yang bergerak dengan mana, jadi aku akan menyimpannya.. "Ucap Argus.


" Jadi aku ingin kalian lebih berfokus untuk bertahan jika ada musuh, aku yang akan mengurus mereka.. "


"Baiklah.. Kami mengerti.. " Ucap Roland.


Karena mereka tubuh utamanya adalah monster, mereka jauh lebih peka dengan mana.. Dan karena di sana terdapat sesuatu yang benar-benar membuat mana menghilang..


Mereka terus berjalan sambil mengamati sekeliling, mereka juga sesekali masuk ke rumah-rumah penduduk di sana dan memeriksanya..


Hasilnya semua kosong, namun yang aneh terlihat seperti tak ada tanda-tanda aneh yang terjadi.. Bahkan ada beberapa rumah yang terlihat terdapat makanan yang masih siap di meja dan belum sempat di habiskan..


"Ini benar-benar aneh.. Bahkan masih banyak makanan yang terlihat sedang di makan dan belum habis namun ditinggalkan.. " Ucap Roland.


"Namun tak ada tanda-tanda yang aneh di sana, mereka seperti menghilang begitu saja.. "


"Dominik, dimana rumah Baron di desa ini..? " Tanya Argus.


"Biasanya ada di dekat alun-alun, itu kebiasaan di raika jika rumah bangsawan tertinggi akan lebih dekat dengan alun-alun.. " Ucap Dominik.


"Baiklah,kalau begitu Mari lanjutkan perjalanan ke alun-alun desa, kita lihat apakah ada sesuatu yang bisa kita ambil sebagai petunjuk.. " Ucap Argus.


"Bagaimana jika kita berpencar..? " Tanya Dominik.


"Tidak.. Kita tak tau apa yang terjadi di sini, dan itu terlalu berbahaya.. " Ucap Argus.


"Kita akan tetap bersama dan jika tak ada petunjuk maka mati tinggalkan desa ini untuk sekarang.. "


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan dengan sesekali masih memeriksa rumah-rumah di sana.


Namun hasilnya masih Nihil, sampai akhir mereka sampai di alun-alun mereka masih belum menemukan apapun juga..


"Jadi.. Dimana rumah bangsawan di sini..? " Tanya Levi.


"Di sebelah sana.. Itu adalah rumah tertinggi yang bisa kalian lihat, apa kita perlu kesana..? " Tanya Dominik.


"Tunggu..! Lihat di sana..! " Ucap Olivia.


"Apa itu..? "


Olivia menunjuk ke salah satu tempat di alun-alun, mereka kemudian mendekati tempat itu dan di sana melihat bekas Rune yang tertulis di tanah.


Argus mencoba membaca Rune itu, karena ia telah mempelajari bahasanya maka itu mudah untuk mengetahui efek Rune itu.


"Ini Rune ilusi.. " Ucap Argus.


"Sepertinya ada yang menggunakan Rune ilusi sekala luas di sini sebelumnya.. "

__ADS_1


"Apakah mungkin Rune ini yang membuat semua penduduk menghilang..? " Ucap Dominik.


"Itu mungkin saja, karena aku tak bisa mencobanya sekarang maka aku tak tau efek spesifik dari Rune ini. " Ucap Argus.


"Anggap saja ini menjawab pertanyaan bagaimana semua orang menghilang, pertanyaan selanjutnya kemana mereka menghilang.. ? "


Mereka mulai memikirkan kemungkinan apa yang bisa terjadi, namun tak ada yang bisa mendapatkan jawaban.


"Apakah mungkin ada yang memanfaatkan Rune ini di tengah alun-alun tanpa di ketahui prajurit..? " Ucap Lisa.


"Itu benar, Untuk mengukir Rune sebesar ini pasti tidak akan lepas dari perhatian para prajurit.. " Ucap Olivia.


"Itu memang benar, namun bagaimana jika kasus di sini melibatkan orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari para prajurit..? " Ucap Argus.


"Itu..? " Mereka tak bisa menjawab hal ini, karena memang benar jika ini melibatkan orang berpangkat tinggi maka semuanya masuk akal.


Apapun yang akan di lakukan tidak akan ada yang melarangnya.


"Lupakan, mari kita periksa rumah Baron di sini.. " Ucap Argus.


Kemudian mereka mulai memeriksa rumah Baron, mereka menyusuri setiap tempat untuk melihat apakah ada hal aneh di sana yang bisa di jadikan petunjuk.


"Sepertinya semuanya sama dengan yang lainnya, tak ada hal aneh.. " Ucap Roland.


"Tidak.. Jika kalian perhatikan tak ada harta yang tertinggal di sini.. " Ucap Argus.


"Emm.. Itu benar, aku sebelumnya memasuki kamar utama dan melihat tak ada harta apapun lagi.. " Ucap Feniks.


"Mungkinkah ada yang mencurinya..?? " Tanya Levi.


"Itu tidak mungkin, karena semuanya sangat rapih. Itu bagaikan sudah di siapkan untuk di kemas bukan di curi. " Ucap Feniks.


"Bagaimana dengan ruang bawah tanah..? Apakah di rumah ini ada ruang bawah tanahnya..? " Tanya Argus


"Ya, seharusnya ada.. Dan pintu masuknya itu seharusnya ada di sekitar dapur.. "Ucap Dominik.


" Kalau begitu Mari periksa.. "Ucap Argus.


Namun saat mereka hendak ke sana tiba-tiba mereka mendengar raungan monster di luar.


" Sepertinya banyak monster mendekati tempat ini, Mari periksa.. "Ucap Argus.


" Tapi tetap waspada dan ingat Mana kita masih tersegel.. "


Setelah itu mereka keluar dari sana dan melihat banyak monster jenis Orc muncul di sana, dan ada juga Goblin champions..


Rank lebih tinggi dari Goblin biasa, selain itu juga terdapat banyak monster yang mirip dengan monster jelmaan para prajurit yang sebelumnya menyerang mereka..


Para monster terlihat mengikuti instruksi dari salah satu monster di sana. Ia lebih tinggi dari monster lainnya dan juga berwarna merah kehitaman.


Wujudnya sendiri tak terlalu berbeda, ia hanya memiliki sedikit ciri-ciri harimau di tubuhnya. Sepertinya wujud aslinya adalah demihuman tipe harimau.


Sedangkan Goblin dan para orc sepertinya tidak dalam kendali monster itu. Mereka langsung menyerang dan menghancurkan semuanya..


Pemimpin monster itu tampak mengenakan jubah di tubuhnya yang besar itu dan ada tanda yang sangat jelas di sana, sebuah buku dengan mata di atasnya..


"Organisasi Tabut cahaya.. " Ucap Argus


"Oh.. Aku tak menyangka kau akan langsung mengenali ku, itu benar.. Aku adalah anggota dari organisasi tabut Cahaya.. " Ucap Monster itu.


"Aku tak menyangka aku akan di turunkan sekarang, sepertinya Beast bahkan gagal mengalahkan mu.. "


"Aku adalah contoh salah satu anggota yang mendapatkan peningkatan maksimal dari penelitian kami.. Kali ini aku akan membuktikan jika aku bisa membunuhmu pada ketua. " Ucap monster itu.


"Apa kau juga yang menghilangkan semua penduduk di sini..? Dan kau juga yang membuat kami tak bisa menggunakan mana..? " Tanya Argus.


"Hahaha.. Itu benar, semua orang di sini telah menjadi tumbal untuk mengaktifkan * Batu Rimuba*.. " Ucap monster itu.


"Itu adalah bukti dari kejeniusan peneliti di organisasi kami, dengan batu Rimuba maka takan ada yang bisa menggunakan Mana lagi.. "


"Dan prajurit seperti ku yang telah mendapatkan modifikasi secara maksimal akan menjadi tak terkalahkan.. " Ucap Monster itu.


"Sepertinya kalian memiliki banyak trik di lengan baju kalian.. " Ucap Argus.


"Aku akan mengurus para monster merah itu dan bos mereka..


Kalian coba lawan para monster lainnya, namun coba jangan berpencar.. Gunakan senjata yang aku buat, aku rasa itu akan mudah membunuh para orc dan Goblin.. "


"Serahkan pada kami.. " Ucap Roland.


"Baiklah.. Apakah ini artinya kita bisa memulai pesta ini.. " Ucap Argus sambil tersenyum.


"Kau masih bisa tersenyum sekarang, namun aku akan melihat apakah kau masih bisa tersenyum nantinya.. " Ucap monster itu.


"Mari lihat saja hasilnya.. "


.


.

__ADS_1


. Bersambung.


__ADS_2