
"Sial Tidak lagi..! Aku harus Cepat-cepat pergi dari sini.. "Gumam Argus.
" Aku tak ingin terulang untuk ketiga kalinya.. "
"Ok.. Kalau begitu, kau urus semua monster di sini, terutama para Hiu itu..
Aku tak ingin ia melakukan sesuatu yang aneh di sini.. " Ucap Argus.
"Baik master.. " Ucap Marlin.
Argus langsung pergi dari sana tanpa menunda waktu lagi, ia tak ingin kejadian sebelumnya terulang lagi jadi ia buru-buru pergi..
Setelah itu ia kembali ke pulau dan melihat yang lainnya masih sibuk menjelajahi setiap bagian pulau..
"Tunggu..!! Soal, Aku lupa bertanya dimana letak dungeon bawah laut kepada Marlin.. " Ucap Argus yang baru ingat tentang dungeon setelah sampai di pulau.
"Lupakan.. Itu bukan hal mendesak untuk saat ini, jadi aku bisa bertanya lain kali.. "
Setelah memastikan semuanya baik-baik saja Argus tak memanggil mereka, ia terbang ke arah lereng gunung dan mendarat di sana. Ia melihat sekeliling..
"Sepertinya tempat ini cocok.. " Ucap Argus.
Lalu ia mulai memotong setiap pohon di sekitar sana dan membuka lahan cukup luas.
Setelah itu ia menggunakan sihir tanah untuk memadatkan tanah di sana dan meratakan setiap bagian yang tak rata..
Ia juga membuat jalan dari batu dari sana sampai pesisir pantai agar mempermudah perjalanan..
Lalu Argus mulai membuat sebuah rumah atau lebih tepatnya villa besar terbuat dari kayu.. Kali ini ia membuat rumah gaya Jepang, dengan model pintu geser seperti pintu Jepang tradisional..
Dimana di sana Argus membuat bagian Genkan dan doma, area di depan pintu di Jepang untuk meletakkan alas kaki.
Argus juga membuat tatami untuk bagian latainya.. Dan lantai kayu di setiap bagian lantai luar ruangan atau lorong di luar yang menghubungkan setiap ruangan..
Setelah selesai mengatur semuanya, Argus kemudian membuat taman di sana dengan Kolam ikan di luar dekat dengan ruang tamu..
Argus juga memunculkan beberapa tanaman Hias yang ia ketahui dan menata beberapa batu besar di sana..
Ini kebiasaan yang ada di kehidupan Argus sebelumnya, dimana taman akan selalu memiliki bentuk yang asimetris yang dilengkapi dengan tiga unsur utama yang terdiri dari
Air (lambang kesucian dan kehidupan)
Tanaman (lambang keabadian)
Batu (lambang alam).
"Aku rasa ini cukup.. Tidak.. Aku melupakan sesuatu.. " Ucap Argus.
Lalu ia kembali mengubah beberapa bagian rumah itu, ia menambah lebih banyak kamar di sana. Karena saat ini kelompok Argus jauh lebih banyak terutama karena adanya Levi dan Feniks.
"Ini cukup.. " Ucap Argus
"Setelah ini.. Apa yang harus aku lakukan..?? Apakah aku perlu membuat pesawat terbang terlebih dahulu atau kapal..?? "
"Jika pesawat, aku memerlukan lapangan luas untuk lepas landas dan mendarat.. Jadi untuk sekarang pesawat besar mungkin tak cocok, mungkin helikopter jauh lebih cocok untuk sekarang.. "
"Tapi.. Mungkin nanti, lebih baik aku membuat kapal lebih dulu.. Kapal gaya modern sepertinya akan bagus.. " Ucap Argus.
Lalu sambil menunggu yang lainnya selesai menjelajahi pulau, Argus mulai membuat bagian-bagian Kapal..
Ia pertama membuat bagian luar dari dengan bahan Adamantium agar tahan terhadap serangan monster. Lalu Argus mulai membuat mesin kapal, ia membuat mesin dengan baling-baling kapal bukan mesin yang sudah ada di dunia ini..
Ini Mungkin akan menjadi penemuan lainnya jika di ketahui, setelah selesai membuat nya.. Argus membuat meriam sihir yang akan ia pasangan di depan, kanan dan kiri kapal, ini ia persiapkan agar mempermudah perjalanan jika bertemu monster atau musuh.
Setelah semuanya selesai ia mulai membuat bagian lainnya, total ada tiga lantai di kapal itu.. Dimana paling dasar atau lambung adalah untuk tempat tidur, tengah untuk istirahat duduk dan makan..
Dan bagian paling atas adalah kemudian kapal, selain itu di bagian atas depan juga ia tambah beberapa bangku untuk bersantai..
Karena Argus belum menemukan kaca atau membuatnya, ia tak memiliki bagian kaca pada kapal itu.. Jika di lihat mungkin seperti kapal untuk perang..
"Waowww..!! Apa yang sedang kau buat kali ini..!! " Teriak Roland dari kejauhan saat melihat kapal itu.
Yang lainnya juga cukup penasaran, mereka mulai mendekati dan mengamati setiap bagian kapal itu..
"Sayang, benda apa ini..?? " Tanya Levi.
"Ayah.. Ayah.. Aku ingin naik.. " Ucap Hawa tak sabar ingin mencobanya..
"Sabar.. Ini masih belum selesai, terutama bagian dalamnya masih kosong.. " Ucap Argus.
"Ini adalah kapal pesiar yang aku buat.. "
__ADS_1
"Sial.. Kau menggunakan adamantium..??!! " Teriak Roland yang tau jika hampir keseluruhan kapal terbuat dari logam paling mahal itu.
"Ya.. Apakah ada masalah..?? " Tanya Argus.
"Apa ada masalah kau tanya..??!! " Ucap Roland.
"Demi dewa.. Apa kau tak tau seberapa mahal Adamantium itu..?? Dan kau membuat sebuah kapal besar menggunakan adamantium.?? "
"Jika orang lain tau, mereka yang mengaku kaya akan muntah darah melihat benda ini kau tau.. " Ucap Roland.
"Aku tak menggunakan adamantium keseluruhannya, aku juga menggunakan Mithril di beberapa bagian.. " Ucap Argus.
"Lagipula ini bukan barang mewah bagiku, semua logam ini hanya menjadi sampah di penyimpanan ku jika tak ku gunakan.. "
"Haihh.. Aku tak tau apakah akan ada yang berani sombong lagi di depanmu mulai sekarang.. " Ucap Roland.
"Hei Argus.. Benda apa ini..?? Apa kau meletakkan senjata di belakang..?? "
"Itu bukan senjata, itu baling-baling kapal.. Penggerak kapal yang aku gunakan.. "Ucap Argus.
" Apakah maksudnya benda kecil ini bisa menggerakkan kapal terbuat dari logam ini..?? "Tanya Wilona yang penasaran.
Ia awalnya tak tertarik berbicara, namun setelah melihat kapal itu ia sedikit tertarik.. Karena selain bahannya yang tidak biasa, bentuknya juga sangat aneh.
Keseluruhan berbeda dengan kapal yang sudah ada di manapun.. Dengan kata lain benda ini adalah murni ciptaan Argus..
"Itu benar.. " Ucap Argus.
"Jangan salah.. Benda ini jauh lebih cepat dari kapal manapun..
Kalian akan tau setelah aku selesai membuatnya.. "
"Apakah kita boleh naik dan melihatnya..?? " Tanya Olivia.
"Silahkan.. " Ucap Argus.
Lalu ia membuat anak tangga untuk semuanya naik dengan kayu.
Setelah semuanya naik, Argus kembali membuat baling-baling kapal.. Ia terus menyempurnakan bentuk baling-baling kapal itu hingga dirasa paling cocok..
"Sepertinya ini cukup.. " Gumam Argus.
Lalu ia melihat jam dan sudah hampir sore hari saat itu.
" Waow kapal ini benar-benar menakjubkan.. Jika benda ini benar-benar bisa mengambang dan bergerak, aku juga ingin satu. "Ucap Roland.
" Tak perlu menggunakan bahan yang mahal seperti ini, besi biasa cukup..
Aku tak sekaya dirimu.. "
"Kenapa kau selalu meminta sesuatu yang kau lihat..?? " Tanya Argus.
"Tentu saja.. Itu karena kau selalu membuat sesuatu yang menarik.. " Ucap Roland.
"Baiklah.. Lain kali jika sempat aku akan membuatkan mu satu.. " Ucap Argus.
"Ayo kita masuk ke rumah yang telah aku buat, aku memiliki beberapa daging kali ini.. "
"Rumah..?? Apakah master membuat rumah lagi..? " Tanya Lisa.
"Ya.. Ini adalah Rumah.. Tempat dimana kita akan kembali.. " Ucap Argus memimpin semuanya berjalan ke arah dalam pulau.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya melihat rumah besar ditengah pulau itu, sebelumnya tak ada rumah di sana. Jadi itu artinya Argus beru saja membuatnya.
"Terima kasih telah mengantar mereka.. " Ucap Argus.
Lalu ia mengeluarkan daging besar dan memberikannya ke monster ikan batu itu.
"Makan lah.. Setelah itu kau bisa tinggal di sini jika mau.. "
Setelah itu Argus melanjutkan berjalan ke rumah yang ia buat.
"Kalian pilih saja satu kamar masing-masing, selain kamar di samping taman tentunya.. " Ucap Argus.
"Aku ingin satu kamar denganmu.. " Ucap Levi.
"Tidak.. Itu tidak mungkin.. Mari kita pilih kamar lainnya.. " Ucap Feniks sambil menyeret Levi pergi masuk ke dalam.
"Aku akan memilih yang pertama..!! " Teriak Roland yang langsung berlari masuk.
"Lepaskan alas kaki kalian di depan pintu dan letakan di rak yang ada di sana..!! Jangan sampai mengotori lantai tatami..!! " Teriak Argus.
__ADS_1
"Aku akan memotong beberapa daging untuk di makan.. "
Sementara yang lain memilih kamar masing-masing, Argus mengeluarkan sebagian dari daging Gurita Kraken dan daging Hiu monster megalodon sebelumnya..
Kemudian ia mulai membiarkan Alfred memasaknya semangat ia memakan bagian lainnya dengan memanggang sisa daging yang ia miliki..
Yang pertama Argus makan adalah daging dari Kraken.. Ukurannya yang sangat besar itu membuatnya harus memanggangnya sebagian demi sebagian..
Namun saat itu Argus merasa bahwa cara itu terlalu lama, jadi ia memikirkan cara lainnya..
Kemudian saat ia melihat keatas, akhirnya ia ingat jika ada gunung berapi di sana..
Jadi Argus memutuskan untuk ke sana, dan sesampainya di sana ia meminta Monster buaya Lava di sana membantunya memanggang Daging Kraken itu..
Dan sebagai imbalan Argus membagikan daging megalodon sebelumnya ke monster buaya dan yang lainnya di sana.
Akhirnya setelah beberapa saat Daging Kraken itu selesai di panggang dengan Lava dan bantuan Monster di sana..
Setelah itu ia kembali ke depan rumahnya, Sambil menunggu masakan Alfred selesai Argus mulai memakan daging yang sangat besar itu.
Karena ukurannya terlalu besar Argus tak bisa membawanya masuk ke rumah, jadi ia memakan daging Gurita panggang itu di luar..
Dan saat Levi serta Feniks keluar untuk menemui Argus, ia terpana dengan kemampuan makan yang dimiliki Argus..
"Apakah aku salah lihat atau sayangku benar-benar menghabiskan daging Kraken sendirian..?? " Ucap Levi.
"Sepertinya aku juga salah lihat.. " Ucap Feniks.
"Kalian tak salah lihat..
Master memang selalu makan dalam jumlah banyak.. Dan sebenarnya itu mungkin masih belum bisa mengisi perutnya.. " Ucap Lisa.
"Apa..?? Lalu kemana semua daging itu pergi..?? Atau apakah semua terran seperti itu..?? " Tanya Feniks.
"Tidak.. Master adalah pengecualian.. " Ucap Lisa.
"Ia selalu makan banyak.. Dan setiap saat ia selalu mengatakan jika jumlah itu bahkan tak mengisi setengah perutnya sama sekali.. "
"Ini mengerikan.. Jika demikian apakah hanya dengan menghabiskan semua daging di dunia ini ia baru bisa kenyang..?? " Ucap Levi.
"Mungkin.. " Ucap Lisa.
"Benar.. Kau selalu memanggilnya Master.. Sebenarnya seperti apa hubungan kalian..?? " Tanya Feniks.
"Itu benar, yang aku tau kau sepertinya orang paling lama yang telah mengenal sayang ku.. " Ucap Levi.
"Jika diantara kita semua, mungkin ya.. Aku yang pertama mengikuti master.. " Ucap Lisa.
"Namun orang pertama yang pernah bertemu dengan master adalah Olivia.. "
"Ehh..?? Apa maksudnya..?? " Tanya Levi.
"Maksudnya Oliv adalah orang pertama diantara kita yang bertemu dengan Argus, namun orang pertama yang mengikutinya itu adalah Lisa..
Kau benar-benar idiot.. " Ucap Feniks.
"Apa kau ingin berkelahi..??! " Teriak Levi.
"Sudah.. Sudah.. Jika kalian berkelahi lagi, aku bisa menjamin jika master mungkin akan benar-benar melemparkan kalian ke arah lautan.. " Ucap Lisa.
"Percayalah.. Apa yang di katakan master bukan hanya gertakan..
Ia bisa melakukan itu jika kalian membuatnya kesal.. "
"Bisakah kau menceritakan semua yang kau tau tentang sayang ku..?? Aku benar-benar penasaran tentang masa lalunya.. " Tanya Levi.
"Sebenarnya semua yang aku tau mungkin juga tak semua nya benar.. Tapi yang jelas ini yang aku tau..
Pertemuan pertama ku berawal dari... ... " Lisa mulai menceritakan semuanya dari awal ia bertemu dengan Argus.
Tanpa ia sadari saat itu Olivia, wilona, Roland dan Hawa datang ke sana dan duduk di sampingnya mendengarkan semua yang Lisa tau tentang Argus.
Argus yang sedang asyik makan tak menyadari jika di sana mereka sedang membicarakan tentang dirinya..
"Jadi seperti itu.. " Ucap Levi.
"Tunggu..! Apakah maksudnya Argus berasal dari hutan Orasis..?? " Tanya wilona.
"Tapi bukan kah tempat itu seharusnya tak ada yang menghuni nya..?? "
.
__ADS_1
.
. Bersambung.