
"Elf..?? " Ucap Lisa kaget saat melihat yang ada di dalamnya adalah seorang Elf wanita. Ia sepertinya masih berumur sekitar lima belas tahun dilihat dari penampilannya.
Dan lagi sepertinya ia bukan Elf sembarangan, karena ia terlihat memakai pakaian mewah Terlebih lagi ia juga memiliki tanda lengannya.
Itu adalah tanda pohon besar dengan Rune sihir mengitarinya, biasanya tanda itu hanya di miliki oleh mereka yang memiliki darah kerjaan atau High Elf.
Yang membedakan Elf biasa dengan Elf tinggi adalah Elf tinggi biasanya memiliki jumlah mana yang lebih besar daripada Elf lainnya.
Dan itu biasanya hanya di miliki oleh mereka yang masih termasuk dalam keluarga kerajaan Hutan Jura..
"Mungkinkah dia...?? " Ucap Lisa.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu Argus saat ini sedang berjalan keluar dari ruangan itu dan masuk menuju bagian dalam.
Argus bisa melihat banyak wanita yang saat ini memukuli para penculik mereka.
Lalu salah satu dari mereka melihat Argus datang ke arah mereka.
"Apakah anda tuan Argus..?? " Tanya wanita itu.
"Benar.. " Ucap Argus.
"Terima kasih sudah sudah menyelamatkan kami.. " Ucap wanita itu.
"Tak masalah.. Jadi apakah kalian melihat Lisa..?? " Tanya Argus.
"Nona Lisa ada di dalam, ia sedang mengeluarkan satu wanita lagi yang di tahan di sel yang berbeda.. " Ucap wanita lainnya.
"Kalau begitu aku akan masuk ke dalam.. Kalian bisa melanjutkannya, dan jika sudah selesai.. Aku sarankan jika kalian ingin pergi dari sini, kalian tunggu saja di luar... " Ucap Argus.
"Setelah urusan di sini selesai, aku akan membawa kalian ke kota Taito.. "
"Apakah maksudnya anda bisa membawa kami keluar dari kota Baisi secepatnya..?? Bukankah masih ada penghalang..?? " Tanya wanita lain.
"Aku bisa.. Sebelumnya aku sudah membawa keluar warga yang bersembunyi di Dungeon dari dua desa, desa di perbatasan dan desa satunya lagi yang dekat dengan itu menuju Kota Taito.. " Ucap Argus.
"Benarkah..?? Apakah anda melihat baron Radit..?? " Tanya salah satu wanita di sana.
"Ya.. Aku melihatnya.. Aku juga mengantarkan dia ke Taito dan dia di sana mengatur semua warga.. " Ucap Argus.
"Syukurlah dia selamat.. " Ucap wanita itu.
"Anda..? " Tanya Argus.
"Maaf terlambat memperkenalkan diri, nama ku Risa. Aku adalah istri dari Baron Radit. " Ucap Wanita yang bernama Risa yang ternyata istri Baron.
"Istri Radit..?? Tapi dia tak mengatakan bahwa istrinya di culik..?? " Ucap Argus.
"Itu karena ia mengira aku sudah mati, demi menyelamatkan anak ku.. Aku jatuh dari tebing, dan Radit membawa anak kami pergi dari kejaran para penculik itu.. " Ucap nyonya Risa.
"Dan aku yakin dia mengira aku sudah tiada, selain itu kondisi saat itu tak memungkinkan dia mencari ku.. "
"Oh aku paham sekarang.. " Ucap Argus.
"Kalau begitu, aku ingin kau menjadi pemimpin mereka untuk sementara..
Bawa mereka keluar dan berkumpul, jangan pergi terlalu jauh atau mungkin kalian akan bertemu Monster.. "
"Aku mengerti.. " Ucap Nyonya Risa.
"Kalau begitu aku akan masuk sekarang.. " Ucap Argus.
Lalu Argus melewati semua wanita di sana yang sedang memukuli para penculik, para wanita itu juga mengucapkan terimakasih kepada Argus karena telah di selamatkan.
Setelah beberapa saat, Argus sampai di lokasi Sel tempat para wanita di tahan.
Argus berjalan ke ujung dimana Lisa berada..
Argus melihat Lisa sedang membantu seorang wanita Elf di sana.
Argus melihat sepertinya ia berasal dari keluarga yang kaya saat melihat pakaiannya.
"Apa semuanya baik-baik saja..?? " Tanya Argus.
"Master.. Ya semuanya baik-baik saja, wanita ini hanya pingsan saja. " Ucap Lisa.
"Apa kau mengenalinya..?? " Tanya Argus.
"Tidak.. " Ucap Lisa.
"Tapi di lihat dari pakaian dan tanda di tangannya ini, sepertinya ia berasal dari Kerajaan jura.. "
"Maksudnya anggota kerjaan..?? " Tanya Argus.
"Ya.. Ada kemungkinan seperti itu. Karena yang memiliki tanda seperti ini hanya keturunan dari kerjaan saja.. " Ucap Lisa.
"Ini merepotkan.. Lagi-lagi urusan kerajaan.. " Ucap Argus.
__ADS_1
Lisa hanya tersenyum saat mendengar itu, karena sebelumnya Argus juga sudah berurusan dengan Olivia yang anggota kerajaan yang pada akhirnya ia ikut berpergian bersama mereka sekarang.
Jadi saat melihat orang yang mereka selamatkan juga anggota kerjaan, Argus jelas merasa sedikit kesal.
"Lupakan.. Untungnya dia pingsan, jadi takan merepotkan kita.. " Ucap Argus.
"Bawa saja dia keluar bersama yang lainnya, lalu aku akan mengirim dia dan wanita lainnya ke kota Taito dan anggap saja kita tak tau kalau dia anggota kerjaan.. "
"Emm.. Baik master.. " Ucap Lisa.
Namun sebelum mereka membawa Wanita Elf itu, tiba-tiba wanita itu sadar. Argus mengerutkan keningnya saat melihat itu.
"Di mana ini.. "Ucap wanita itu ketika ia mulai sadar.
"Apa kau sudah sadar..?? " Tanya Lisa. Sementara Argus hanya berdiri di sana mengamatinya.
"Siapa kau.. Menjauh dariku..!! " Ucap wanita itu mendorong Lisa.
Argus yang melihat itu ingin marah, namun ia melihat Lisa menggelengkan kepalanya.
"Tenang.. Kami datang untuk menyelamatkan mu.. " Ucap Lisa sambil tersenyum.
"Ha..?? " Lalu ia mengamati sekeliling dan melihat ikatan di tangan dan kakinya sudah hilang. Sel tempat ia di tahan juga sudah di buka.
"Hemm.. Tetap saja kau tak boleh sembarangan memegang ku.. "Ucap wanita itu.
" Dan sekarang aku memerintah kalian bantu aku keluar dari ruangan kotor dan bau ini.. "
" Kami memang akan membawamu dan warga lainnya keluar dari sini.. Dan kami akan membawamu ke Kota Taito.."Ucap Lisa
"Tidak.. Kalian harus mengantarkan ku dulu, aku tak ingin bersama dengan warga miskin itu.. " Ucap wanita itu.
"Dan aku pergi sekarang dari kota jelak ini..! "
"Lisa.. Tinggalkan saja dia di sini sendiri, biarkan dia mencari cara keluar dari sini sendiri.. " Ucap Argus.
"Tapi.. " Lisa Ragu-ragu untuk meninggalkan wanita itu sendirian.
"Hai..!! Apa yang kau katakan..!! " Teriak wanita itu.
"Apa kau berani menolak permintaan ku..??!! "
"Ya.. " Ucap Argus menjawab dengan nada datar.
"Kau..!! Kau..!! Apa kau tau siapa aku..?? " Tanya wanita itu.
"Aku tak tau dan aku juga tak mau tau.. " Ucap Argus
"Kau berani..!! Dan kau darah campuran..!! Jangan berani kau menolak ku..! Jika tidak, aku akan memerintahkan orang untuk menangkap mu dan menyiksamu beserta seluruh keluarga mu..! " Ucap wanita itu.
Namun saat ia baru selesai berbicara, tiba-tiba rambut di sampingnya jatuh dan pipinya berdarah.
Lalu ia melihat Argus menyerangnya dengan pisau angin.
"Dengar gadis kecil..! Aku tak tau dan tak mau tau tentang mu dan keluarga mu, namun jika kau masih terus berkata seperti itu.. Percaya atau tidak aku akan membunuhmu..?? " Ucap Argus.
"Kau.. Kau..!! Kau berani melukai ku dan mengancam ku seperti itu..?? Apa kau tak tau aku adalah putri satu-satunya dari ratu hutan Jura..!! " Teriak wanita itu.
"Baik putri, atau ratu sekalipun.. Aku takan perduli.. " Ucap Argus
"Lagipula.. Jika aku membunuhmu di sini sekarang, apakah ada yang akan tau itu..?? "
Argus berkata sambil tersenyum.
"Kau..!! " Wanita itu ingin marah tapi dia juga takut, karena apa yang Argus katakan itu benar.
"Jadi jika kau ingin keluar dari sini, diam dan jangan membuat masalah.. " Ucap Argus.
"Lisa tinggalkan dia, jika dia ingin keluar maka biarkan dia keluar sendiri.. "
Setelah mengatakan itu Argus meninggalkan tempat itu, lisa yang awalnya ragu juga akhirnya mengikuti Argus pergi dari sana.
Wanita itu berdiri sendiri dan akhirnya mengikuti Argus dan Lisa.
"Awas saja nanti jika aku sudah keluar dari sini, aku akan membuatmu membayar semuanya.. " Gumam wanita itu.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sesampainya di luar Dungeon, semua wanita yang sebelumnya ditahan sudah menunggu di sana dan tak ada yang pergi jauh.
"Aku akan membuka gerbang ke kota Taito..
Nantinya di sana sudah ada yang akan mengatur tempat tinggal kalian semua, jadi harap tenang saat melangkah nantinya.. " Ucap Argus saat ia melihat semua wanita itu sedikit tak sabar.
Lalu Argus membuat Rune sihir Gerbang yang mengarah ke tempat penampungan di kota Taito.
"Masuklah perlahan dan jangan berdesakan.." Ucap Lisa.
Setelah itu semua wanita itu memasuki gerbang dan wanita Elf itu juga masuk di urutan terakhir. Dan sebelum ia masuk ke dalam gerbang, ia memandang Argus dan Lisa dengan marah lalu ia memasuki gerbang itu.
__ADS_1
"Master, apakah tak masalah melakukan hal itu kepadanya..?? "Tanya Lisa.
" Apa..? Mengancamnya..?? "Tanya Argus.
" Ya.. "Ucap Lisa.
" Tak masalah, jika ia masih membuat masalah.. Aku akan membunuhnya terlepas dari status miliknya.. "Ucap Argus.
" Dan jika hutan Jura ingin membuat masalah, maka aku bisa membantu mengurangi penggunaan sumberdaya dengan menghilangkan hutan Jura dari peta dunia.. "
Lisa tak melanjutkan bertanya lagi, karena ia tau bahwa Argus serius tentang itu. Dan jika sebelumnya gadis Elf itu masih membuat Argus marah, maka ada kemungkinan Argus benar-benar akan membunuhnya.
"Mari kita lanjutkan ke Dungeon satunya lagi.. " Ucap Argus.
"Baik master.. " Jawab Lisa.
Lalu Argus kembali mengeluarkan Motor miliknya dan mereka melanjutkan perjalanan lagi..
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di Kota Taito, di luar gerbang tempat tinggal sementara warga dari Kota Baisi.
Semua wanita yang sebelumnya di tawan melihat anggota keluarga mereka masing-masing dan mereka langsung berlari untuk saling bertemu lagi.
Tangis haru pecah di sana saat banyak keluarga akhirnya bersatu lagi dan ada juga yang baru mengetahui bahwa keluarga mereka telah tiada.
Sementara itu gadis Elf itu mendatangi prajurit di sana.
"Hai kamu.. Aku ingin bertemu dengan Raja di sini..!! " Ucap Gadis Elf itu dengan kasar.
"Kamu siapa dan ada keperluan apa dengan raja..? " Tanya prajurit itu.
"Kau tak perlu tau apa keperluan ku, yang jelas bawa aku ke kerajaan dan katakan saja Putri wilona dari Hutan Jura ingin menemuinya.. "Ucap Gadis itu yang ternyata bernama Wilona
" Putri Hutan Jura..??"ucap prajurit itu, lalu ia mengamati sebentar sebelum akhirnya dia memanggil orang lain untuk melaporkan apa yang terjadi..
Tak lama kemudian Sebastian datang ke sana dengan sebuah kereta.
"Apa anda putri Wilona dari Hutan Jura..?? " Tanya Sebastian.
"Benar.. Jadi cepat antar kan aku ke Raja kalian.. " Ucap putri Wilona.
"Jika boleh tau, apa yang ingin anda lakukan..?? Oh benar, namaku Sebastian De Illia.. " Ucap Sebastian.
"Apakah anda saudara Raja..?? " Tanya Wilona.
"Ya.. " Ucap Sebastian.
Wilona mengangguk lalu ia menceritakan tujuannya.
"Aku ingin mengeluh soal keamanan di Kerajaan ini, dan aku juga ingin Raja menghukum seseorang yang telah menyerang ku.. " Ucap putri Wilona sambil menunjukkan luka di wajah nya.
Sebastian sedikit emosi saat mendengar nada bicara Wilona, namun ia masih menahannya.
"Kalau boleh tau, siapa yang sudah menyerang anda..?? " Tanya Sebastian.
"Namanya Argus dan pembantunya darah campuran bernama Lisa.. " Ucap putri Wilona.
Sebastian yang mendengar itu menurutkan keningnya, ia percaya jika itu mungkin hanya kesalahan pahaman saja..
Dan jika memang Argus yang menyerangnya, Maka ada kemungkinan itu karena gadis kecil ini yang membuat masalah duluan.
Namun Sebastian lebih percaya pada tebakan yang ke dua. Karena saat ini saja ia sebenarnya ingin memukul gadis kecil ini, namun mengingat status miliknya dan milik gadis ini ia hanya bisa menahannya.
Lalu ia tiba-tiba terfikir sesuatu dan akhirnya ia tersenyum..
"Baiklah aku paham, aku akan memerintahkan prajurit untuk mengantarkan mu menemui Raja.. " Ucap Sebastian.
"Kalian Antar Putri Wilona ke istana dan katakan pada Raja jika putri Wilona dari Kerajaan Jura ingin bertemu.. "
"Baik Tuan.. " Ucap prajurit itu.
"Silahkan putri.. "
"Minggir jangan terlalu dekat denganku.. " Ucap Wilona sebelum ia naik kereta.
Setelah itu ia di antar pergi menuju istana. Sebastian yang melihat itu hanya tersenyum.
"Kau ingin Raja menghukum Argus..?? Kau bermimpi gadis kecil, Raja bahkan tak berani melakukan sesuatu yang bisa membuat Argus tersinggung dan kau ingin Raja menghukum nya.. " Gumam Sebastian.
"Saudara ku, aku serahkan anak merepotkan itu kepada mu.. Ini adalah kesempatan mu untuk membuktikan ketulusan kita dan ini mungkin bisa membantu Olivia.. "
"Aku benar-benar ingin melihat Bagaimana Argus memukul anak kecil itu.. Itu akan menarik jika hal itu terjadi.."
.
.
. Bersambung.
__ADS_1