Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)

Isekai.. The Legend Of Supreme Magus Beginning (Isekai.. Legenda Magus Tertinggi Dimulai)
30


__ADS_3

Setelah melihat dengan jelas bahwa jumlah Elang grígora yang datang mencapai lebih dari Tiga puluh, dan ada satu yang mempunyai Rank S menurut Lisa.


Argus mulai memikirkan cara agar tidak membiarkan satupun kabur. Karena mereka ada di udara, jika Argus langsung menargetkan pemimpin Elang Berdarah grígora itu. Maka ada kemungkinan kalo Kawanan Elang grígora lainnya akan kabur.


"Baiklah, aku akan membuat kurungan agar tidak membiarkan para Elang grígora itu kabur.


Dan setelah itu aku akan mengurus Elang Berdarah grígora itu, sementara itu coba urus sebanyak mungkin Elang grígora lainnya.. " Ucap Argus


"Baik master, akan aku usahakan untuk menangani sebanyak mungkin.. " Ucap Lisa


Argus mengangguk sebagai tanggapan, kemudian ia menunggu para Elang grígora memasuki jangkauan serangan Lisa.


Setelah melihat mereka sekiranya memasuki jangkauan serangan, Argus mulai membuat Sihir yang ia pikirkan..


"Sihir Petir... Sangkar Petir..!! " Setelah mantra itu, Argus memunculkan petir seperti Suar ke langit yang kemudian setelah mencapai ketinggian tertentu. Petir itu mulai menyebar dan membentuk jaring area yang cukup luas.


Tak butuh waktu lama untuk jaring petir itu membentuk sangkar yang besar.


Area yang di tutupinya mencapai diameter seratus meter di sekeliling Argus dan Lisa, Argus tak ingin membuat terlalu luas agar mempermudah dalam penaklukan ini.


"Baiklah.. Kamu bisa mencoba mulai menyerang sekarang..


Karena setelah aku mengurus Elang berdarah grígora itu, ada kemungkinan Elang grígora lainnya akan kabur. Dan saat mereka tak bisa melarikan diri, mereka mungkin akan menyerang dengan membabibuta.. " Ucap Argus


"Jadi kamu harus menyiapkan diri.. "


Ini sama dengan mangsa yang terpojok, mereka akan mencoba mempertahankan dirinya dengan sekuat tenaga.


Dan ada kemungkinan dalam menyerang itu mereka takan memperhatikan keselamatan mereka sendiri.


"Aku mengerti Master.. " Ucap Lisa, setelah itu ia mulai menembaki para Elang grígora itu.


Satu demi satu para Elang grígora itu mulai berjatuhan, walaupun karena kemampuan menghindar mereka itu membuat Lisa memakan waktu lama untuk mengurus satu Burung tapi ini tak masalah..


Karena Argus sudah membuat sangkar yang takan memungkinkan para Elang grígora itu menarik jarak antara mereka dengan Lisa.


Melihat itu Argus cukup puas dengan kemampuan menembak Lisa. Tak salah memberikan pistol itu untuk nya.


Kemudian Argus mulai menyiapkan Senapan miliknya. Namun memikirkan kekuatan senapan itu, Argus memutuskan untuk memperkecil kekuatan tembakannya menjadi satu lagi.


Setelah membidik, Argus kemudian menarik pelatuknya..


*Bamm..... *


Sayangnya karena banyaknya Burung Elang grígora di depan Elang Berdarah grígora itu, hal ini memungkinkan Elang Berdarah grígora itu menghindari tembakan Argus.


Dalam tembakan pertama itu, selain tujuh Burung Garuda biasa yang mati. Argus hanya mengenai satu sayap kiri Elang Berdarah grígora itu.


Dan karena tembakan tadi, sepertinya Elang grígora itu mulai mewaspadai tembakan serangan Argus. Elang itu mengeluarkan Cakar berwarna Hitam dari selah-selah tangan dan kakinya..


Melihat itu, Argus memutuskan menggunakan Cara lainnya. Setelah itu Argus menyiapkan Rune Sihir lainnya.


Kemudian Argus kembali menarik pelatuk senapan itu dan..


*Bamm...


*kiiiaaaaakkkkk....... Teriakan Bloody Eagle grígora itu saat serangannya mengenainya dan ia mulai jatuh.


Serangan itu tak muncul dari depan melainkan dari punggung Elang Berdarah Grígora itu, karena Sihir yang Argus pakai adalah Sihir Gerbang ukuran kecil yang ia munculkan hanya sesaat sebelum menarik pelatuk senapan nya.


Hal ini agar Elang Berdarah Grígora itu tidak bisa menghindar saat Gerbang itu muncul di belakangnya..


Namun karena kecepatan reaksinya, Bloody Eagle grígora itu masih sempat berhasil menghindari titik vitalnya dan berhasil selamat meskipun terluka cukup parah.


Melihat Elang Berdarah grígora itu masih bisa berdiri setelah jatuh, Argus menggunakan Dua Sihir lagi untuk membunuhnya.


Pertama Argus menjerat kakinya di tanah dengan mengubah tanah menjadi lumpur.


Kemudian Argus menggunakan serangan Bola petir untuk mengakhiri hidupnya..


Setelah teriakan terakhir, Elang Berdarah grígora itu akhirnya tumbang dan terbunuh. Setelah pemimpin para Elang grígora itu jatuh, para Elang grígora lainnya mulai panik dan banyak yang mencoba melarikan diri seperti yang sudah Argus duga.


Saat ini di langit masih ada sekitar 20 ekor yang belum terbunuh.


Argus telah membunuh 13 Elang grígora Normal, Tujuh di serangan pertama dan Enam saat Argus menjatuhkan Elang Berdarah grígora itu.


Lisa berhasil membunuh Sembilan Elang grígora dan Lima terbunuh saat mengenai sangkar petir yang Argus buat.


Jadi sepertinya jumlah total Elang grígora itu adalah 47 ekor dan 1 Ekor Adalah Bloody Eagle grígora Ini lebih banyak dari perkiraan Argus sebelumnya


Melihat sisa Burung itu mulai menyerang secara membabi buta, ke arah Lisa dan Argus.


Dan sepertinya Lisa juga mulai kewalahan saat menghadapi rentetan serangan Elang grígora yang cepat itu, Argus memutuskan mengakhiri segera semua Burung itu.


Argus melambaikan tangannya dan di sana banyak Rune Sihir terbentuk di atas Argus dan Lisa.

__ADS_1


"Panah Mana..!! " Teriak Argus.


Kemudian dari Rune Sihir itu kemudian mulai mengeluarkan rentetan Panah dari energi Mana yang sangat banyak menghujani para Elang grígora itu.


Tak butuh waktu lama untuk membuat semua Burung tersisa itu jatuh dan mati.


"Master, Apakah karena kawanan Elang grígora ini yang menyebabkan kita tak menjumpai Monster lain di sekitar sini..? " Tanya Lisa


"Ya salah satu alasannya adalah karena Ini, Para Elang grígora ini menyebabkan Monster lainnya takut..


Namun alasan lain mengapa tak ada Monster di sekitar danau ini adalah karena adanya Monster lain yang menghuni dasar Danau ini.. " Ucap Argus


"Apakah ada Monster Lain yang mendominasi Danau ini sendirian..? " Tanya Lisa


"Benar sekali.. Jika kamu memperhatikan, Bahkan Danau ini tak ada ikannya sama sekali bukan..? " Ucap Argus


"Ehh.. Aku baru sadar memang sepertinya tak ada satupun binatang di Air Danau ini.. " Kata Lisa sambil mengamati Danau.


Selain ikan, bahkan tak ada makhluk lain yang terlihat hidup di Danau.


"Sekarang karena semuanya burung sudah beres, sepertinya kita tinggal menangani Hidangan utamanya... " Ucap Argus sambil mulai berjalan ke tepi danau.


Sementara itu para semut mulai mengumpulkan mayat para Elang grígora sebelumnya.


Argus memikirkan cara mengeluarkan Makhluk itu dari dasar Danau, kemudian ia akhirnya membuat keputusan. Karena tak ada makhluk apapun di Danau ini, jadi Argus tak perlu khawatir menyakiti siapapun atau membunuh makhluk yang tak seharusnya ia targetkan.


Argus kemudian memasukkan kedua tangannya ke dalam Air dan kemudian..


"Sihir petir.. Aliran petir ..!! "


Argus membuat petir untuk membuat penghuninya keluar, melihat balik ada reaksi. Argus menambah kekuatan petir nya lagi.


Akhirnya kali ini Argus melihat adanya reaksi dari Danau itu, permukaannya mulai mengeluarkan gelembung dan goncangan yang semakin lama semakin kuat.


"Bersiap lah, dia akan keluar.. " Ucap Argus..


*Rooaarr...


*Rooaarr...


*Rooaarr...


Setelah itu Makhluk dengan jumlah kepala mencapai delapan keluar dari permukaan Danau itu.


Melihat ini, Lisa akhirnya mengetahui target kedua Argus kali ini.


Lagi-lagi adalah Monster Rank S yang muncul, entah kenapa setiap kali Lisa berburu dengan Argus selalu saja menjumpai Monster Rank S.


Biasanya untuk menjumpai Monster Rank A saja sudah sangat Jarang, tapi ini bahkan sepertinya entah Argus menjadi Magnet Monster kuat atau karena mereka tidak beruntung..


Mereka selalu saja menemukan Monster Kuat di setiap saat.


Argus yang melihat itu pun mengaktifkan mata wawasan miliknya karena merasa bahwa Hydra di depannya sama sekali tak mirip Naga berkepala banyak, melainkan mirip Ular berkepala banyak.


Dan apa yang Argus lihat membuktikan pikirannya benar.


Nama : Yamata-no-Orochi (Ular berkepala Delapan)


Skill :


-Sihir Api.


-Sihir Air.


-Sihir Angin,


-Sihir tanah.


-Sihir Petir.


-Sihir Es.


-Sihir Booster.


-Sihir penyembuhan.


"Tidak, kali ini yang kita jumpai bukanlah Hydra, melainkan Yamata-no-Orochi (Ular berkepala Delapan). Jika kamu memperhatikan dengan benar, mereka lebih mirip Ular daripada Naga.. " Ucap Argus


"Lalu mereka memiliki Delapan kepala dan delapan Ekor tak seperti Hydra yang memiliki banyak kepala namun hanya ada satu Ekor.


Serta mereka tak memiliki sayap, jelas ini bukanlah Hydra.. "


Setelah mendengar itu, Lisa juga mulai sadar dan memperhatikan bahwa apa yang Argus katakan benar.


Itu memang memiliki delapan ekor dan delapan kepala. Serta tak memiliki sayap di punggungnya.

__ADS_1


Lisa mengira itu Hydra selain karena mirip, juga karena konsep nama Yamata-no-Orochi (Ular berkepala Delapan) belum pernah terdaftar sebelumnya. Jadi wajar saja jika Lisa tidak tau.


"Huhh.. Untunglah ini bukan Hydra.. " Ucap Lisa.


"Apakah Hydra sangat menakutkan..? " Tanya Argus


"Untuk kekuatan nya saja, mungkin hanya setingkat Rank A. Namun Hydra memiliki kemampuan yang sangat menjengkelkan..


Itu adalah Regenerasi, jika kita tak memotong semua kepalanya dalam waktu singkat Hydra bisa menumbuhkan lagi kepala yang sudah terpotong.. " Ucap Lisa.


"Regenerasi kah. .? Ya ular ini memang tidak memiliki Skill regenerasi hanya memiliki skill penyembuhan..


Artinya jika kepalanya di potong ia takan tumbuh lagi.. " Ucap Argus


"Jika seperti ini, artinya kita hanya perlu memberikan luka yang tak bisa ia sembuhkan saja bukan Master..? " Tanya Lisa.


"Tak semudah itu juga, dari yang aku lihat. Yamata-no-Orochi ini memiliki skill Sihir Api. Sihir Air. Sihir Angin, Sihir tanah. Sihir Petir. Sihir Es. Sihir Booster penambahan kekuatan dan Sihir penyembuhan di masing-masing kepalanya.." Ucap Argus


" Jadi kita harus mengurus kepala yang memiliki kemampuan Booster dan penyembuhan terlebih dahulu agar mempermudah mengalahkan nya... "


"Bagaimana caranya agar kita mengetahui yang mana kepala yang memiliki kemampuan itu..? " Tanya Lisa.


"Aku akan menyerangnya dari jarak dekat, sementara itu kau awasi dan lihat yang mana.. Setelah itu kau fokus untuk menembak kepala yang memiliki kedua kemampuan itu.. " Kata Argus


"Bersiaplah, dia sudah dekat.. "


Argus yang sudah menyimpan senapan Sniper miliknya kemudian mengeluarkan Katananya.


Argus memegang Katana itu di tangan kanan dan kemudian ia mengeluarkan Sihir dengan tangan kirinya.


Saat ular Orochi itu mulai mendekati mereka, Argus melompat dan menggunakan skillnya untuk bergerak di udara.


Sambil mencoba mendekati kepala Ular itu, Argus juga menembakkan Sihir dari berbagai Elemen untuk menyerangnya.


Pertama Argus menghubungkan Bola Api yang di tahan dengan Sihir Air oleh salah satu kepala itu. Kemudian Sihir lainnya pun sama, Air, angin, es, petir juga ditahan oleh masing-masing kepala yang mempunyai kekuatan berbeda-beda itu.


Walaupun serangan Argus di tahan, namun masih menghasilkan beberapa luka pada tubuh Ular itu, dan kemudian salah satu kepalanya itu mengeluarkan cahaya yang kemudian di ikuti dengan sembuhnya luka-luka tadi.


"Lisa.. Incar kepala yang tadi mengeluarkan cahaya..! " Teriak Argus.


Sebenarnya bisa saja Argus langsung memotong kepala itu sendiri, Namun di sini Argus memilih untuk meminta Lisa melakukan nya untuk berbagai pengalaman guna menaikan Level Lisa.


"Mengerti Master.. " Ucap Lisa kemudian mulai Membidik Kepala yang sebelumnya mengeluarkan Cahaya itu.


Namun serangan Lisa di tahan oleh satu kepala terakhir yang sedari awal Belum menyerang. Sepertinya selain bertugas memberikan kekuatan lebih kepada kepala lainnya, kepala satu itu juga bertugas menjaga kepala yang mampu memberikan penyembuhan itu..


Melihat serangan Lisa selalu di tahan oleh kepala itu, Argus memutuskan melakukannya sendiri. Jika tidak ini akan memakan waktu cukup lama.


"Lisa. Cobalah menyerang kepala lainnya, aku akan menangani kedua kepala itu sendiri..


Jangan biarkan kepala lainnya mengganggu..! " Ucap Argus


Lisa mengangguk sebagai jawaban dan kemudian mulai menyerang kepala lainnya secara beruntun dan tidak membiarkan kepala itu menyerang Argus.


Argus kemudian langsung melompat dan mendekat ke arah Dua kepala yang berada di belakang Enam kepala lainnya itu.


Argus menggunakan Leser pada katana miliknya untuk meningkatkan jangkauan serangan Argus.


Saat hendak menyerang dengan Katana miliknya, Ekor ular itu rupanya juga mulai menyerang Argus..


Melihat itu, Argus pun memotong tiap ekor yang mengarah kepadanya..


Dan setelah itu, ia terus mendekati Dua kepala itu tanpa di halangi lagi karena kepala lainnya saat ini terus menerus menerima serangan dari Lisa.


Kepala yang mampu menambah kekuatan itu memberikan kekuatan kepada kepala lainnya agar bisa menyingkirkan serangan Lisa dan mulai menyerang Argus. Cara itu berhasil tiga kepala yang menggunakan Elemen Es, Api dan petir mulai menyerang Argus..


Tiga kepala itu menyemburkan serangan dengan Tiga elemen berbeda, Melihat itu Argus kemudian membuat Rune Sihir yang kemudian ia munculkan di depan Ketiga serangan yang mengarah padanya..


Itu adalah Rune Sihir Gerbang. Yang ketiganya mengarah langsung ke Kepala yang memiliki kemampuan Penyembuhan, dan hasilnya pun tak mengecewakan Argus.


Serangan mereka sendiri berhasil membuat Kepala yang mempunyai kemampuan penyembuhan itu terluka parah dan akhirnya jatuh ke bawah..


Melihat itu Argus tersenyum kemudian Mulai mengayunkan Pedangnya yang secara mudah memotong kepala yang ke Tujuh itu yang memiliki kemampuan untuk menambah kekuatan.


Setelah mengurus Dua kepala itu, Argus kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Enam kepala tersisa..


Dan melihat saat ini Lisa akhirnya bisa memotong salah satu kepala ular Orochi itu.


Lima kepala saat ini tersisa. Tanpa bantuan penyembuhan dan penambahan kekuatan yang membuat kepala lain memiliki kekerasan yang sanggup menahan serangan itu pun akhirnya mudah di kalahkan.


Lisa yang terus menyerang sambil menghindari serangan ular itu mampu menumbangkan Tiga kepala, sementara itu Lima kepala lainnya serta ekor ular itu semuanya di potong oleh Argus.


"Akhirnya selesai.. " Ucap Lisa menghela nafas sambil terduduk lemas dengan beberapa luka di tubuhnya.


"Kerja Bagus.. " Kata Argus sambil memberikan Poition tingkat tinggi untuk Lisa gunakan.

__ADS_1


. Bersambung


__ADS_2